6/11/2017

Sinopsis One Piece Chapter 851: Charlotte Pudding Sang Pengkhianat Cinta

 Sinopsis One Piece Chapter 851: Pengkhianatan Cinta Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece 851 menampilkan drama perih yang harus dilalui Sanji Vinsmoke. Ketika cintanya untuk Charlotte Pudding begitu membara, cinta itu seketika padam di bawah guyuran hujan deras; kala Pudding mengungkapkan semua kebusukan kepada Reiju Vinsmoke. Pudding yang ahli berakting, gembira menanti momen untuk menghabisi keluarga Vinsmoke. Di kesempatan yang sama, Pudding menembaki Reiju; dan mengambil ingatannya melalui kekuatan Memo Memo no Mi.

Cerita One Piece Chapter 851 berjudul 'Dog-End/ Shikemoku' dirilis pada 7 Januari 2017. Di sinilah, semua rencana jahat Pudding terbongkar secara tidak sengaja oleh Sanji yang berniat memberikan mawar untuknya. Sanji menangis tanpa suara di luar ruangan ketika Pudding menggunakan pistol dengan peluru kaliber 36 Candy Jacket untuk mengalahkan Reiju. Pudding bukan cuma menyerang kakaknya, tetapi juga menertawai cinta tulus Sanji.

Sanji berusaha menyalakan rokoknya, tetapi hujan deras membuat keinginannya menenangkan diri sirna. Tetapi ia jadi tahu, kekuatan rahasia Pudding, yang seorang pemakan buah iblis Memo Memo no Mi. Dengan kekuatan buah iblis itu, Pudding bisa mengeluarkan ingatan lawannya seperti lembaran film, dan memotong bagian yang tidak disukai atau tidak dibutuhkan, sehingga bagian yang dipotong itu lenyap dari ingatan sang lawan. Dalam hal ini, Pudding menghapus ingatan Reiju tentang pemaparan rencananya. Tapi Pudding tidak mengira Sanji sudah tahu semuanya ...



Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook dengan mudah ditangani oleh Big Mom dengan bantuan Zeus dan Prometheus. Tetapi Brook pantang menyerah. Ia bertekad untuk mendapatkan Road Poneglyph apapun yang terjadi, bahkan meski hal ini akan tertebus dengan tetap tinggalnya Sanji untuk pernikahan dengan Pudiding.

Di Dunia Cermin, Brulee yang sudah dikalahkan Chopper dan Carrot dipaksa untuk menunjukkan jalan di mana letak Sanji saat ini. Carrot menggambar wajah Sanji dan meminta cermin-cermin yang ada di sana mencari sang koki.

Terakhir, di Perpustakaan Tahanan, Charlotte Opera meminta Nami menceritakan, di manakah keberadaaan Lola saat ini. Nami memilih tutup mulut. Opera hendak memanah Nami, ketika kemudian muncul sosok tidak terduga. Jinbe datang untuk menyelamatkan Luffy dan Nami, sekaligus mengkhianati Big Mom!

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 851 diambil dari versiteks.com.

 Air Hujan masih mengalir deras di Whole Cake Island, ditemani bunyi petir yang terus menggelegar. Namun tak ada yang lebih menusuk hati Sanji selain suara yang ia dengar dari balik dinding tempatnya berdiri sekarang. Suara merdu calon istrinya.
"Ahahaha!! Besok keenam anggota Keluarga Vinsmoke akan terbunuh!! Tempat pernikahan akan dilumuri dengan darah... Tapi hati-hati saat kalian mati nanti, ya? Jangan sampai kue pernikahannya jadi kotor..."

Pudding masih berdiri di depan Reiju, yang terikat kuat dan tak bisa berbuat apa-apa.
Pudding memegang sebuah pistol, memperlihatkan kemampuannya dengan menembak dinding tempat Sanji berada. Kuat sekali, tembakannya sampai menembus hancur objek yang dikenainya. Tembakan itu bersarang hanya beberapa meter di samping kiri Sanji, namun lelaki yang akan menikah besok itu terlihat sama sekali tak peduli.
Sanji masih menengadahkan kepalanya ke atas, dengan tatapan suram memandangi titik-titik hujan yang berjatuhan menyamarkan air matanya.
"Ini adalah pistol percussion lock dengan peluru kaliber 36, Candy Jacket.." jelas Pudding membanggakan pistolnya. "Pistol ini bisa menembus segala macam perisai!! Hebat sekali, bukan??"
Reiju cuek saja mendengarnya, sementara Pudding terus mengoceh. "Pistol ini bahkan bisa melukai tubuh bajamu itu!! Fufufu... Aku jadi tak sabar menunggu hari esok, seperti apa ya ekspresi wajahnya nanti??"
"Pasti akan jadi menyenangkan!! Hahaha!!" Nitro si lendir bertopi tertawa puas.
"Laki-laki itu percaya kalau Pudding sudah jatuh cinta padanya!! Hahaha!!" Rabian si karpet terbang ikut tertawa.
"Mungkin ekspresi wajahnya akan jadi seperti ini..."
Pudding lalu mulai memperlihatkan ekspresi-ekspresi menggelikan.
"Gyahahaa!! Pasti begitu!!" Rabian dan Nitro tertawa terbahak-bahak.
"Mungkin juga seperti ini... Pudding... chaan..."
"Gyahahaha!!!!" tawa dua mahkluk itu semakin kencang.

"Hei, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?? Dia itu adikmu, kan?? Apa kau mau tahu apa yang dia katakan saat melamarku?? Inilah bagian terbaiknya!! Dia benar-benar melamarku sambil melepas masker yang menutupi wajah jeleknya!!"

Kenangan yang sangat bodoh untuk Sanji ingat-ingat. Karangan bunga dan bekal makanan di tangan Sanji telah jatuh di atas rumput. Sanji berusaha untuk menghidupkan rokok di mulutnya tetapi tidak bisa. Hujan terlalu deras.

"Saat melamarku, dia memelukku dengan erat sambil bilang begini... Kamu adalah satu-satunya penyelamatku, mari kita menikah!!"
Pudding bicara dengan pipi bengkak menirukan Sanji, yang tentu saja membuat Nitro dan si karpet terbang tertawa semakin puas.
Lagi-lagi Reiju hanya bisa terdiam.

"Bisakah kau membayangkan ada orang yang melamar seperti itu!? Hahaha!! Tidak masuk akal, kenapa juga aku harus menikahi pecundang seperti dia!?"

Sanji berusaha untuk menghidupkan rokoknya lagi, tapi tetap tidak bisa. Tentu ia tahu kalau api tak akan bisa hidup di bawah guyuran hujan, Sanji pasti tahu hal itu. Tapi apa lagi yang bisa dilakukannya?
Sanji bahkan sudah tak kuat untuk menatap ke ketinggian langit. Kepalanya kini tertunduk, membiarkan air di matanya menetes dengan lebih mudah.

Di ruang harta, Brook yang kelihatannya baru saja menerima serangan dari Big Mom berusaha untuk bangkit kembali.
Big Mom tertawa, "Kenapa kau masih saja berdiri, Soul King!? Apa kau jauh lebih menginginkan batu itu dibanding merebut kembali Sanji??"
"Sanji adalah lelaki yang baik, jadi kupikir demi kami dia tak akan pernah kembali lagi.." ucap Brook. "Aku tak tahu jebakan seperti apa yang sudah kau ciptakan untuknya, tapi Sanji tak akan pernah berhenti sekalinya ia memutuskan untuk berkorban demi seseorang!!"

"Di sisi lain," ucap Brook lagi, "kapten kami adalah lelaki yang terus mengikuti tujuannya!! Jadi masalah itu biar mereka berdua saja yang menyelesaikannya...!!"
"Begitu ya... Jadi kau merasa tak ada kaitannya dengan itu makanya mengincar batuku..."
"Tidak juga!! Meski kemungkinan terburuknya, Sanji benar-benar tidak kembali, dengan mendapatkan Road Poneglyph, kami bisa memperoleh harta yang berharga di sini, dan Sanji tak akan menyalahkan dirinya sendiri!!"
"Kemungkinan terburuk katamu?? Apa kalian pikir kalian berdua tidak akan mati, hah!?"
Brook membalas, "Orang bodoh mana yang berencana untuk mati, Nona Muda!?"

Di dunia cermin, Brulee tertawa terbahak-bahak. "Haaaa!!! Hentikan!!! Wiih wiih fiih!! Hentikan!!!"
Carrot mengelitikinya. "Jangan mengelitikiku!! Aku akan mengatakannya!! Haaahh!!"
"Baik, hentikan, Carrot.." ucap Chopper.
"Cepat jawab, kastilnya ada di mana!?"
"Kau... awas kalian nanti ya..." Brulee kesal tapi pada akhirnya ia memberi petunjuk. "Aku tidak tahu cermin yang mana, tapi kalian bisa langsung bertanya pada para cermin!!"
"Bertanya??"
"Para cermin tahu apa yang tercermin pada mereka!!"

Carrot dan Chopper pun berteriak, "Hooooi Cermin-Cermin!! Di mana cermin yang menuju ke kastil...!?"
Cermin-cermin menyahut..
"Hai...!!"
"Itu aku...!!"
"Aku juga...!!"
"Akulah cermin di lemari Garetto-sama!!"
"Aku cermin kecil di ruang tamu lantai 2!!"
"Aku cermin di toilet wanita lantai 4!!"

Chopper lalu bertanya lagi, "Adakah cermin yang menuju Luffy, Nami, Brook, Pedro, atau Sanji!? Kami mencari mereka!!"
"Siapa??"
"Wajahnya seperti apa??"
"Sanji-sama sudah lewat tadi..."
"Serahkan padaku, Kachopper!!" Carrot menyiapkan pena dan kerta, "Aku pandai menggambar wajah!!"

Sanji masih tertunduk, di bawah hujan, di antara karangan bunga dan bekal makanan yang tergetak di samping kakinya.

"Baiklah, kakak yang manis..." Pudding berkata pada Reiju.
Pudding melakukan sesuatu yang tak terduga. Pudding menyiapkan tangan kanannya, menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya untuk mengambil sesuatu dari kepala Reiju.
"Aku akan berada dalam masalah kalau kau mati sekarang, apalagi kalau kau sampai mengungkap identitasku pada mereka..."
"!?" Reiju kaget, Pudding mampu mengambil ingatan dari kepala seseorang. Reiju menjerit saat ingatannya ditarik keluar begitu saja.
"Ini adalah kekuatan Memo Memo no Mi!!" jelas Pudding. "Semua orang memiliki kenangan yang direkam dalam kepala mereka seperti film. Kau juga pasti mempunyai kenangan yang menyakitkan dan membuat frustrasi, kan??"
Dan Reiju menjadi tidak sadarkan diri.

"Sekarang aku akan mengubah ingatanmu yang tertembak olehku... "
Pudding lalu menggunakan gunting untuk memotong ingatan Reiju tentangnya.
"Tinggl edit, selesai... Fufufu!! Semua kenanganmu bersamaku telah kupotong!! Mari kita bersenang-senang pada upacara pernikahan besok!! Panggil prajurit, bawa dia ke dokter..."

Di luar kini hanya terlihat karangan bunga yang bersandar di pinggir tembok, Sanji dan bekal makanan yang dibawanya telah pergi menghilang.

Di Perpustakaan Tahanan, Luffy masih terus melanjutkan aksi gilanya untuk memutus kedua tangannya. Nami jadi semakin menjerit ketakutan, "Gyaaa!! Hentikan, Luffy!! Darahmu banyak mengenaiku!!"
"Uuuh!! Sedikit lagi!!!"
Charlotte Opera yang sejak tadi duduk mengawasi sampai mendekat, "Jangan memaksakan diri..." ucapnya.
Opera lalu menanyai Nami, "Hei perempuan, Mama memintaku untuk menanyaimu mengenai keberadaan Lola, jadi cepat katakan!!"
"Untuk apa juga aku menghianati sahabatku!?" Nami membentak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyiksamu..."
"Jangan bicara seenaknya!!" bentak Nami.

"Baiklah, aku akan menembakmu dalam lima detik, kalau mau bicara cepatlah katakan..." Opera bersiap untuk menembak Nami dengan panah crossbow.
"H-Hei!? Apa yang kau lakukan!? Kalau begitu aku akan mati!!"
"Makanya cepat katakan!!"
"Kau tak perlu khawatir, Nami!! Dalam lima detik tanganku sudah akan putus, aku tak akan membiarkannya membunuhmu!!"
"Eeeeh!?" Nami malah lebih menghawatirkan tangan Luffy.
"Aku tidak mau mati!! Tapi juga tidak mau tanganmu putus, pokoknya jangan!!"
"Jangan egois!!" bentak Luffy dan Opera barengan.

Seseorang kemudian datang...
"Hei, apa ada orang di sini??"
Jinbe muncul!

Read more

6/10/2017

Sinopsis One Piece Chapter 849: Kekalahan Charlotte Brulee Oleh Bang Chopper!

 Sinopsis One Piece Chapter 849: Kekalahan Charlotte Brulee Oleh Bang Chopper!

Sinopsis One Piece Chapter 849 menampilkan kisah kekalahan Carlotte Brulee dari Chopper dan Carrot. Kerjasama tag-team keduanya membuat Dunia Cermin yang dikuasai Brulee jadi tidak berguna. Berkat kekuatan Chopper yang muncul dalam bentuk monster pointnya, semua lawan dikalahkan. Bukan cuma Brulee, tetapi juga Randolph, Noble Croc, dan Diesel. Sementara itu, Pedro yang memancing pasukan Big Mom harus bertemu dengan lawan klasiknya, Baron Tamago, sembari mengenang kejadian kala untuk pertama kalinya ia mendarat di Whole Cake Island; dan menderita kekalahan.

Cerita One Piece 849 berjudul 'Kagami no Kuni no Choniki/ Chobro in the Land of Mirrors/ Bang-Chopper di Dunia Cermin' dirilis pada 12 Desember 2016. Meskipun judulnya mengisahkan kemenangan Chopper, detail lain dari chapter ini tidak kalah penting. Apa lagi kalau bukan datangnya Big Mom ke Ruang Harta Karun. Menyaksikan Brook mengalahkan pasukannya, Big Mom bukannya meledak marah. Tetapi ia justru berminat menjadikan Brook yang berbentuk tulang sebagai mainannya. Salah satu kru terlemah di Bajak Laut Topi Jerami malah harus berhadapan dengan Yonko terkuat.

Sementara itu, dari pertarungan Baron Tamago vs Pedro terungkap bahwa dahulu Pedro pernah kalah di Totto Land, sehingga Big Mom mengambil 50 tahun umurnya sebagai tebusan agar bisa pergi dari pulau tersebut. Kejadian lima tahun lalu terus membekas dalam duel ini.

Keluarga Vinsmoke, yaitu Judge, Niji, Ichiji, dan Yonji membahas rencana mereka untuk membuat Sanji dan Puding tinggal di Kerajaan Germa demi mencegah Big Mom memanfaatkan mereka. Di sinilah mereka sadar, Reiju tidak kunjung muncul. Ternyata, Reiju bukannya menghilang. Ia keluar dari lorong dengan luka parah seolah baru saja diserang oleh musuh ...

Berikut ini versi teks Cerita One Piece 849 diambil dari versiteks.com.

Ruang tamu Keluarga Vinsmoke, tampak Judge yang sedang berkumpul dengan ketiga putranya. Anehnya, Reiju tidak ikut bersama mereka. Yonji pun bertanya-tanya, "Reiju kemana?"
"Entahlah," jawab Niji, "Tapi tadi aku melihatnya pergi..."
"Oh, ya sudah, yang terpenting sekarang, Ayah, di mana mereka berdua akan tinggal setelah pernikahan ini?" Yonji menanyakan soal Sanji dan Pudding.
"Tinggal di Germa, tentu saja.." ucap Judge. "Kalau kita tak menjadikan gadis itu sebagai sandera, siapa yang bisa menjamin apa yang akan mereka minta dari kita nanti kedepannya? Jangan lupa saat ini kita berurusan dengan bajak laut..."
"Apa kau tidak khawatir mereka akan menggunakan taktik yang sama pada kita??"
"Jangan bercanda, Niji," Ichiji berkata, "Kalaupun mereka menjadikan Sanji sandera dan berkata kalau akan membunuhnya, memangnya kita akan peduli?"
"Hahaha!!" Yonji tertawa, "Kau benar juga!!"
"Ya ampun, aku tak sabar hidup lagi bersama Sanji..."

Dunia Cermin, Rumah Brulee...
Brulee masih mengaduk-ngaduk tungku tempat Carrot hendak dimasak. "Ini akan jadi soup rebus yang lezat!! Apa kalian semua lapar??"
"Kami kelaparan!!!"
"Potong talinya!!"
"Tolong, jangan makan akuuu!!!"
"Brulee menggali kuburannya sendiri..." ucap Chopper dalam hati. "Yang diikat di sana sebenarnya katak yang dibuat menyerupai Carrot dengan kekuatan Brulee..."
"Carrot yang asli bersembunyi di loteng..."
"Waaa!!! Tolong aku Kachopper!!!" jerit Carrot dari loteng. Ya, ternyata yang sejak tadi berteriak-teriak bukan Carrot yang diikat, melainkan dirinya yang asli yang ada di atas.
"Tapi meskipun itu cuma katak, aku jadi merasa bersalah membiarkannya dimasak hidup-hidup seperti itu.." ucap Chopper dalam hati.

"Di rumah ini terdapat 16 musuh, termasuk orang-orang yang kelihatannya berbahaya..."
"Randolph..."
"Akan kupotong talinya, Nona Brulee!!"
"Brulee..."
"Waktunya untuk membuat gosong wajah manismu itu!!"
"Buaya bangsawan..."
"Aku lapar sekali!!"
"Lalu orang mirip kereta bernama Diesel..."
"Dia akan terlihat menderita!! Kita harus segera menutup pancinya setelah dia masuk!!"
Carrot asli bersiap dari atas, "Bersiap dan... Hyaaa!!"
Ia kemudian melempari Randolph yang hendak memotong tali hingga terjatuh. "Uuukh!!"
"Ada apa ini!? Ini bukan waktunya untuk bercanda, Randolph!!" Brulee berteriak.
"Nona Brulee!! Ada penyusup di loteng!!"
Carrot keluar lalu menyelamatkan katak itu.
"Eh!? Ada dua gadis kelinci!?" Brulee kaget.
Carrot melesat dan menendang tungku pemanas itu, isi di dalamnya yang mendidih pun berserakan membanjiri rumah Brulee.
"Tidaaakk!!! Aaaa!!!"
"Nona Bruleee!!!"
"Panas!! Panas!!!"
Sementara mereka menjerit kepanasan, Chopper berubah ke wujud kecil untuk melepaskan diri dari rantai, kemudian memakan rumble ball.
"Panaass!!! Panaass!!! Panaass!!!"
"Ini buruk!! Cepat selamatkan Nona Brulee!!!"
"Nona Brulee!!"
Sebelum mereka sempat bertindak, Carrot menyerang lagi. Ia bersiap untuk menggunakan kekuatan listriknya, "Electrical Luna!!!"
Carrot menyerang air yang menggenang, hingga Randolph dan yang lainnya terkena sengatan listrik. "Gyaaaahhh!!!"
Chopper telah berubah ke wujud monsternya, diam-diam menyelinap ke belakang tubuh buaya raksasa dan kemudian membantingnya, "Gyaaaa!!!"
Prajurit-prajurit kecil menjerit, "Monsteeer!!!"
"Ada monster!!!"
Sebelum akhirnya Bammm!!! Mereka tertimpa buaya.
"Groaaaaaa!!!" Monster Chopper menjerit, mengaum. Brulee telah dikalahkan, Randolph, si buaya, yang tersisa cuma Diesel si manusia kereta.
Diesel melesat kencang, berlari bagai kereta dari rumah itu.
"Ini buruk!! Ini buruk!! Aku harus segera melaporkannya ke Mama!! Cuu Cuu Cuu!! Kalian bodoh!! Kalian tak akan bisa mengejarku kalau aku sudah mulai berla...."
"Garchuuu!!" Carrot melompat, melesat ke pria itu dan menggigit lehernya.
"Eeeh!?"
"Ayo tebak siapa???" Carrot menutup mata Diesel dengan kedua tangannya.
"Bahaya!! Bahaya!! Aaaaa...!!!"
Bamm!!! Diesel si kereta menabrak.
"Wooo Hooo!!! Kita berhasil mengalahkan Tim Brulee!!" seru Chopper yang telah kembali ke wujud semula.
"Kachopper!!"
"Yosh!!! Sekarang kita akan bisa mengunjungi semua tempat di pulau ini melalui cermin!! Ayo temukan teman-teman kita yang lain!!"

Di ruangan Sanji, ia sedang membawa karangan bunga. Salah seorang anak buah Big Mom masuk dan mengabarinya.
"Saat ini, Luffy si Topi Jerami dan si pencuri Nami sedang ditahan, yang mengamuk adalah seorang dari suku Mink dan Soul King..."
"Sepertinya penjaga cukup kesulitan untuk..."
"Sudah cukup.." ucap Sanji. "Ngomong-ngomong mana bahan masakan yang aku minta?"
"Ah, aku sudah membawakannya, kalau Anda lapar... Bagaimana kalau makan terong??"
"Aku akan memakai dapur.." ucap Sanji. "Pudding tidak menghadiri makan siang itu, aku menghawatirkannya jadi aku akan memasak untuknya.."
"Begitu ya... Sepertinya Nona Pudding masih murung..."

Di Ruang Harta...
"Sepertinya ini kuncinya!!"
Brook mengambil kunci dari salah satu penjaga yang telah ia kalahkan.
"K-Kauuu!!!"
Penjaga lain yang masih tersisa hendak menyerangnya, "Berani-beraninya kau mengacau di tempat ini!!!"
"Swallow Banderole!!!" Brook melesat dan menebasnya.
"Tentu saja.." ucap Brook, "Aku sudah meminta partner kejahatanku untuk menjadi umpan, maka aku juga harus melakukan tugasku dengan baik!! Kalau tidak mau ditaruh di mana wajahku!?"
Batssss!!! Brook menghabisi lawannya dengan tusukan.
"Meski aku tidak punya wajah sih!! Yohohoho!!"
Semua penjaga akhirnya berhasil dikalahkan.
"Aku harus bergegas!!"

Di luar, Smoothie masih tampak berjaga. Kemudian seseorang datang. Big Mom.
"Eh? Mama??"
"Ratu!!" prajurit penjaga kaget.
"Kau sampai jauh-jauh datang ke sini..."
"Menyingkirlah, Smoothie!!"
Bruaaaakkk!!!
Big Mom tak tanggung-tanggung langsung masuk ke ruangan itu dengan menghancurkan pintu gerbangnya. Brook saat itu masih berada di dalam kurungan penyimpanan tempat poneglyph berada.
Big Mom berteriak, "Siapa orang bodoh yang berani mengacau di hari pernikahan putriku!?"
"Whaaa!!!" Brook kaget.
"Big Mom!?"
"Hmm!? Coba kita lihat..." Big Mom memasang senyum saat melihat Brook, "Mahkluk menarik apa yang sedang kulihat ini!?"

Di taman, prajurit-prajurit masih berusaha untuk mengejar Pedro.
"Terus kejar dia!! Pojokkan dia!!" Pedro terus dipojokkan hingga sampai di taman kastil.
"Bagus, kita berhasil memojokkannya!!"
"Sial... Apa yang mereka rencanakan sebenarnya!?"
Pedro lalu menoleh ke belakang, dan ternyata di sana seseorang telah menunggu.
"Lama tidak bertemu ya-bon..." Baron Tamago telah menunggu Pedro.
"Meski kita bermusuhan, aku selalu mengormatimu sebagai musuh yang kuat, Kapten Bajak Laut Nox, Pedro!!"
"Baron Tamago!!"
"Tiap kali kita bertemu, bekas luka di mata kiri kita rasanya gatal!! Sudah 5 tahun berlalu sejak kau hampir mati, jadi kenapa kau mengulangi kesalahan yang sama lagi!? Aku sadar kau sudah tak punya banyak waktu tersisa lagi, sejak Mama mengambil 50 tahun sisa umurmu..."
"Ya, aku juga sadar akan hal itu!!" ucap Pedro, dan kemudian dengan tegas berkata, "Dan aku juga tidak berniat untuk kembali ke kampung halamanku hidup-hidup!!"

Di suatu tempat di kastil Big Mom, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Seseorang menelusuri lorong dalam kondisi luka parah. Darah terus menetes dari sekujur tubuhnya. "Haaah... Haaah..."
Dirinya dihajar habis. Seorang wanita yang penuh luka.
Reiju... Apa yang sebenarnya terjadi!?
Read more

6/09/2017

Sinopsis One Piece Chapter 848: Air Mata Palsu Charlotte Pudding

 Sinopsis One Piece Chapter 848: Air Mata Palsu Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece Chapter 848 menampilkan Charlotte Pudding yang menjadi tokoh utama. Ia mendatangi Dunia Buku Charlotte Opera, tempat dikurungnya Luffy Si Topi Jerami dan Nami. Sempat berbicara tentang Lola, Pudding kemudian mengucapkan salam perpisahan setelah membuat Luffy dan Nami terkejut dengan perkataannya. Sementara itu, Big Mom dibuat geram dengan kekacauan yang terjadi di sekitar Ruang Harta Karun miliknya. Di sana ada Brook yang berhasil masuk dan mengunci ruang tersebut, dan ada Pedro yang menjadi pengalih perhatian Prajurit Catur ....

Cerita One Piece 848 berjudul 'Good Bye/Goodbye/ Selamat Tinggal' dirilis pada 5 Desember 2016. Kisahnya berlanjut dari percakapan Luffy dan Big Mom. Kejadian ini diinterupsi oleh Charlotte Anglais yang memberitahukan, ada penyusup di Ruang Harta Karun. Big Mom segera bergerak untuk menyelamatkan kotak Tamatebako yang berasal dari Kerajaan Ryugyu (Pulau Gyojin).

Sementara itu Sanji yang sedang galau dengan nasibnya, meyakinkan diri bahwa keputusannya tidak salah. Sanji yakin, dengan menyerahkan diri dalam pernikahan, ia ibarat sekali melempar batu, mengenai dua-tiga burung. Pasalnya, ia akan menyelamatkan Bajak Laut Topi Jerami dari ancaman dimusnahkan oleh Big Mom. Selain itu, Sanji yang mudah tersentuh oleh wanita, terharu dengan nasib malang yang dialami Charlotte Pudding. Dengan menikahi Pudding yang selalu sedih, Sanji ingin memberikan kebahagiaan kepadanya.

Tetapi siapa sangka, Pudding punya pendapat tersendiri dan rencana yang sama sekali berbeda. Ia mendatangi Luffy dan Nami di Dunia Buku milik sang kakak, Charlotte Opera. Di sanalah awalnya Pudding meminta maaf atas kejahatan kakak-kakaknya. Ia kemudian mengucapkan sesuatu yang membuat Luffy berang, lalu mengucapkan selamat tinggal dengan senyuman getir ....

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 848 dari versiteks.com

Big Mom mematikan Den Den Mushinya, dan anak-anaknya yang duduk dan berdiri di hadapan Luffy tertawa. Menertawai kata-kata dan tindakan Luffy. "Hahaha!! Lucu sekali!!"
"Kukuku... Kalian pasti bercanda, kan!?"
"Orang macam apa yang berani membuat Mama marah di kastilnya sendiri!?"
Luffy tetap berteriak, "Diaaam!!! Sini lawan aku!!"

Seorang anak yang menunggangi binatang berwujud kaki seribu besar yang dimodif menyerupai motor memanggil, "Hei, kakak-kakak!!"
"Ada apa, Anglais??"
"Yo yo!! Ada penyusup di ruang harta yo!!"
"Penyusup??"
"Ya!! Dan juga, aku tidak mau sikat gigi malam ini yo!!"

Di ruangan Big Mom, ia tidak tampak marah sama sekali setelah mendengar kata-kata Luffy tadi. Awan di sebelahnya sampai bertanya-tanya, "Apa kau tidak marah, Mama??"
"Mamama!! Hanya karena ada anak ingusan mencoba memprovokasiku?? Tidak sedikit pun, Zeus!! Besok aku akan meraih pasukan Germa dan Tamatebako!! Dan juga kue pernikahan yang lezat!!"
"Mengetahui itu semua akan terjadi besok, aku bisa memaafkan apa pun yang terjadi di dunia ini!!" Big Mom terus menari-nari. "Besok akan menjadi hari terbaik yang pernah ada!! Aku senang sekali!!"
Kemudian, topi hidup yang dikenakan Big Mom merasakan sesuatu. "Hmm? Aku menerima sinyal!! Mama!! Ada penyusup mengacau di ruang harta!!"
"Penyusup??"
Kue-kue di sekeliling Big Mom terus bernyanyi-nyanyi.
Dari yang senang-senang, Big Mom menampakkan wajah super kesal, "Awas aja kalau berani menyentuh Tamatebako milikku!! Siapa yang berani menyusup, hah!?"
Zeus si awan sampai kaget.

Di ruangan Sanji, tampak ia sedang berjalan bolak-balik memikirkan semuanya. Sanji benar-benar berada dalam dilema.
"Aaaahh!! Luffy dan yang lainnya akan diampuni, Big Mom sudah berjanji!! Baratie juga akan baik-baik saja selama aku mengikuti pernikahan ini... Sangat sulit rasanya untuk berpisah dengan teman-temanku, tapi tak akan ada yang mati!! Inilah yang terpenting!! Aku harus puas dengan itu!!"
"Aku tidak boleh terlihat murung terus begini.." ucap Sanji, "Pudding-chan, satu-satunya sinar penyemangatku bisa-bisa sedih lagi!! Pria tak boleh membuat wanita sedih!! Jangan sakiti dia lagi!!! Jadi diri sendiri!! Yaa!!! Aku adalah koki yang sedang jatuh cinta!!! Pudding-chan!!! Oh Pudding chuwan yang manis!! Akan kubuat kau menjadi gadis paling bahagia yang pernah ada!!!"

Di ruangan Pudding, ia sedang bersama orang gemuk berkerudung, sepertinya pelayannya.
"Punya Lola??" Pudding bertanya-tanya.
"Ya, kudengar wanita itu memiliki vivra card pemberian Lola, sehingga para Homies tak bisa melawannya." ucap wanita gemuk. "Ngomong-ngomong, Mama tidak menyetujui gaun yang Anda pilih, Nona Pudding, jadi tolong kenakan gaun yang dia pilih untuk acara besok... Mama ingin semuanya berjalan sesuai rencananya."
Pudding keluar kamar, berdiri di atas balkoni meski di luar sedang hujan. Meratapi nasibnya.
"Nona Pudding!! Di luar hujan..."
Pudding tetap diam di sana, Teringat jelas semua perkataan ibunya.
"Semuanya akan berjalan lancar kalau kau mengikuti perintahku... Kau itu seperti boneka yang manis, Pudding...."

Pudding juga ingat saat Lola hendak pergi dari rumah. Sebelum pergi ia sempat bicara sebentar dengan Pudding kecil. "Jangan khawatir, dia tak akan membunuhku, kita semua kan keluarga. Aku akan menentukan pernikahanku sendiri..."

Di kastil Big Mom, Pedro berlari dari kejaran penjaga.
"Apa sudah ada yang dicuri!?"
"Keamanan ruang harta benar-benar disapu habis!!"
"Yang bertanggung jawab memiliki bom!!"
"Dia di sana!!!"
Seorang pria besar menyerang Pedro, namun mink jaguar itu balas menyerang dan melesat melewatinya. "Cepat sekali!!!"
"Jangan biarkan dia lolos!!"
"Tembak!!!"
Pedro berlari kencang di tembok sementara pasukan-pasukan kue di bawahnya berusaha untuk menembaknya.
Pedro lalu melempari mereka dengan bom.
"Eh!? Lariiii!!!"
Boooom!!!!

"Apa yang terjadi di bawah sana!? Hei, laporkan!!" perintah Tamago lewat Den Den Mushi.
"Saat ini ia berada di sekitaran lantai 3 ambaum!!"
"Pojokkan dia di taman-soir!!" perintah Tamago.
"Siap!!!"
Smoothie lalu menghubungi, "Oi, Baron Tamago!!"
"Nona Smoothie!!"
"Kau benar, ternyata memang ada penyusup kedua, orang yang cuma tulang..." ucap Smoothie. "Saat ini kalian hanya berurusan dengan pengalih perhatian..."
"Begitu rupanya... Sialan kau Pedro..."
"Dia berhasil mengejutkam kami, masuk ke ruang harta dan menguncinya dari dalam!! Aku lengah..." ucap Smoothie. Ia dan pasukan kuenya tak bisa masuk karena Brook mengunci ruangannya dari dalam.
"Begitu rupanya... Tapi ruang harta hanya memiliki satu jalan masuk, jadi selama kalian menunggunya di sana, harusnya tak ada masalah untuk menangkap penyusup kedua itu..."

"Kau benar... Kau bisa mengandalkanku.." ucap Smoothie. "Tapi kalau dia berhasil mengalahkan semua penjaga di dalam dan keluar, aku berencana untuk membunuhnya, apa itu tak masalah?"
"Tunggu sebentar, kau menyebutnya orang yang cuma tulang, kan? Mama pasti akan menyukainya untuk ditambahkan ke koleksi mahkluk langkanya, lakukan apa saja tapi jangan bunuh dia.." perintah Tamago.

Di dalam ruangan itu, Brook berhadapan dengan beberapa pria, besar dan kecil, serta cukup banyak pasukan kue.
"Yah, paling tidak ini jauh lebih sedikit dari yang sebelumnya!!" ucap Brook. "Pedro sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, aku menghormatinya..."

"Benar-benar mahkluk yang langka, bahkan lebih langka dari mahkluk-mahkluk langka yang biasa terlihat di negeri ini!!" ucap pria besar yang rambutnya dikepang dua.

"Serang dia!!!"
"Mama pasti akan menyukainya sebagai hadiah!!"

"Aku sudah mendengarnya dari Pedro.." ucap Brook. "Tentara-tentara kue ini adalah tentara yang dikendalikan menggunakan jiwa yang Big Mom masukan menggunakan kemampuannya..."

"Dengan kata lain," Brook menyiapkan alat musiknya, "Kalian adalah individu yang bertindak sesuai apa yang jiwa kalian perintahkan, kan?"
Tentara kue menebas Brook, Brook menahannya dengan pedangnya.
"H-Hei!! Kuat sekali!! Tunggu dulu!! Aku bahkan belum selesai menyetel alat musikku!!"
"Habisi dia!!!"
"Sabarlah, para penonton sekalian!! Apa kalian tidak tahu aku dikenal dengan nama apa!?" Brook pun mengeluarkan kemampuan jiwanya, "Mereka menyebutku Soul King!!!"
Soul King, raja jiwa, kemampuan Brook membuat pingsan semua tentara kue itu.
"A-Apa!?" pria besar kaget.
"Tak mungkin jiwa biasa yang masuk ke tubuh salah seperti kalian tahan dengan teriakan alami jiwaku!!"

Lalu di perpustakaan penara tempat Luffy dikurung, saat itu ia hanya ditunggui oleh Charlotte Opera, si pria krim besar dan beberapa tentara kue. Pudding kemudian masuk ke sana.
"Pudding!?" Luffy kaget.
"Kak Opera, apa tak apa kalau aku masuk sebentar untuk bicara dengan Luffy dan temannya?"
"Pudding!! Keluarkan kami!! Kami ditangkap!!"
"Luffy? Yah, tidak masalah sih..."
"Kalau begitu aku akan menggunakan bookmark.." tentara kue menggunakan penanda khusus yang memungkinkan Pudding masuk ke dalam kurungan itu.
"Oi Pudding!! Kami sudah pergi ke pantai itu!!!"
"Hei Luffy!!" Nami membentak, "Jangan keras-keras ada orang lain yang mendengar!!"
"Mereka..." ucap Pudding dengan wajah sedih, "Kakak-kakakku... Mereka pasti sudah berbuat jahat pada kalian berdua, aku benar-benar minta maaf..."
Pudding lalu berbisik, "Mafkan aku karena tak bisa datang ke pantai itu..."
"Oh... Pudding, tak apa!!"
Opera bertanya-tanya, "Apa yang dia bisikkan??"

"Sanji melamarku..." ucap Pudding.
"Eeeh!?" Luffy kaget, Nami terdiam.
"Aku senang sekali..." ucap Pudding, "Tapi... Aku juga tahu kalau dia melakukannya hanya karena dia laki-laki yang baik, meski sebenarnya aku sudah mengacaukan semuanya... Jadi jangan khawatir, aku tidak akan menikahi Sanji..."
"!?"

"Dengar..." Pudding lalu membisikkan sesuatu pada Luffy dan Nami, bisikkan yang membuat mereka berdua benar-benar syok, tercengang.
Luffy lantas berteriak, "Oi Pudding!! Bicara apa kau, hah!?"
Pudding kemudian berbalik pergi, tersenyum sambil meneteskan air mata dan berkata, "Selamat tinggal..."
Read more

6/08/2017

Sinopsis One Piece Chapter 847: Luffy vs Big Mom, Kisah Sedih Lola

 Sinopsis One Piece Chapter 847: Luffy vs Big Mom, Kisah Sedih Lola

Sinopsis One Piece Chapter 847 menampilkan kisah pertemuan pertama mata dengan mata antara Luffy dan Big Mom. Luffy yang bersama Nami terjebak di Dunia Buku milik Charlotte Mont D'Or diprovokasi oleh Big Mom. Namun, Luffy tetap berkeras akan mengalahkan sang Yonko plus menyelamatkan Sanji dari pernikahan dengan Charlotte Puding. Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook memulai usaha untuk menciptakan 'konser' demi mendapatkan Road Poneglyph dari tangan lawan.

Cerita One Piece 847 berjudul 'Luffy and Big Mom/ Rufi to Biggu Mamu/ 'Luffy dan Big Mom' dirilis pada 28 November 2016. Dalam perjamuan yang melibatkan keluarga Vinsmoke, Big Mom memamerkan makhluk-makhluk yang disimpan oleh Charlotte Mont D'Or dalam Dunia Buku miliknya, termasuk makhluk langka seperti centaur dari Punk Hazard atau Manticore. Makhluk-makhluk ini dipaksa masuk dalam buku, dan hidup kekal di sana dalam penderitaan.

Termasuk di antaranya adalah Luffy dan Nami yang baru saja tertangkap. Big Mom meledek Luffy yang sebelumnya berjanji akan mengalahkannya saat pertama kali menelepon di Pulau Gyojin. Luffy geram dan tetap bersumpah membebaskan Sanji, sementara Big Mom mengatakan, dia akan melepaskan para kru Topi Jerami setelah pernikahan Sanji dan Pudding.

Dari chapter ini pula terungkap jika Lola, putri Big Mom yang keluar dari Whole Cake Island karena hendak dinikahkan dengan raksasa, sebenarnya sudah dibenci ibunya sendiri. Big Mom geram kepada Lola karena sang putri menggagalkan mimpinya bersatu dengan para raksasa, membangun kekuatan untuk menjadi Raja Bajak Laut.







Berikut ini versi teks One Piece 847 dari versiteks.com.

Dunia cermin, rumah Brulee, Carrot digantung di atas tungku yang mendidih. "Kachopper!! Tolong!! Panas sekali!!" teriaknya sambil menangis-nangis.
"Diam saja kau Nak!! Tangisanmu merusak telingaku!!" ucap Brulee.
Di rumahnya, terdapat Brulee dan beberapa anak buah Big Mom lainnya, termasuk Randolph dan si buata bicara. Tampak juga beberapa pasukan kue dan seorang lelaki dari suku tangan panjang, kemudian Chopper di wujud Heavy Point yang diikat menggunakan rantai.
"Aku tak mau makan manusia, tapi daging Mink sepertinya boleh juga.." ucap si buaya.
"Tidaaak!! Jangan makan aku!!!" Carrot menjerit lagi.
"Lepaskan Carrot, Brulee!!" Chopper berteriak. "Dia bukan kelinci sungguhan, rasanya pasti tidak enak!!"
"Oh benarkah!? Kalau begitu aku berubah pikiran saja.." ucap si buaya dengan bodohnya.
"Diam kau mahkluk aneh!!" Brulee membentak Chopper, "Kau akan bergabung dengan koleksi mahkluk aneh Mama!!"

Chopper terikat, namun sesungguhnya inilah yang ia inginkan.
"Yosh, aku sudah berhasil sampai sejauh ini.." ucapnya dalam hati.
"Karena saat ini aku berada di mode Heavy Point, akan mudah bagiku untuk lolos dari rantai ini dengan cara berubah. Dan karena sudah berjam-jam sejak aku menggunakannya kemarin, aku bahkan bisa berubah ke wujud Monster Point kalau diperlukan..."
Carrot masih digantung...
"Aku menyusahkan saja... Pedro akan membunuhku!!" ucapnya.
"Setelah soupnya siap," Brulee mengaduk-ngaduk isi tungku, "Waktunya untuk memasukanmu..."
Chopper memejamkan matanya dan dalam hati berkata, "Ini kesempatanku!!"

Whole Cake Island, Capitol, Sweet City, cuaca masih tidak bersahabat. Tampak hujan yang turun dengan sangat deras membasahi seisi kota kue...
Sementara di perpustakaan kastilnya, Big Mom menunjukkan sebuah buku pada keluarga Vinsmoke. "Yang ini misalnya... Yang ini bahkan ada halaman yang berisi singa pemakan manusia yang berwajah seperti manusia!!"
"Namanya Manticore!!" Big Mom menjelaskan. Sebuah buku yang berisi koleksi mahkluk-mahkluk langka, bungku yang tingginya melebihi tinggi Yonji dan saudara-saudaranya.

"Dua tahun yang lalu," Big Mom melanjutkan penjelasannya, "Mahkluk ini meloloskan diri dari Impel Down setelah Kurohige dirumorkan menyerang tempat itu.."

Big Mom membalikkan halaman buku itu, "Selanjutnya yang ini adalah salah satu favoritku, seekor unicorn sungguhan yang hidup!! Cantik sekali, bukan??"
Unicornnya bisa bicara.
"Cantik... Tapi yang lebih penting... Dia hidup di dalam buku!?" Reijuu kaget.
"Mahkluk-mahkluk yang ditaruh di dalam buku ini tidak akan menua, dan tentu saja kan, isi konten buku tidak akan berubah tiap kali kau membukanya... Perpustakaan ini dipenuhi olah buku-buku seperti ini, yang bisa menjaga mahkluk langka dengan aman... Ini adalah kemampuan dari Mont d'Or, salah satu anakku!!"

"Tolooong...!!" jerit salah satu mahkluk dari buku.
"Luar biasa..." ucap salah satu Vinsmoke.

"Salah satu koleksi terbaruku termasuk centaur dari Punk Hazard, dan Griffin yang ditemukan di South Blue..."
Mahkluk-mahkluk di buku terus berteriak-teriak, "Tolong keluarkan akuu!!!"
"Bahkan aku juga punya sesuatu yang keren seperti gabungan Suku Tangan Panjang dan Kaki Panjang.. Namanya Suku Kaki Tangan Panjang.."
"Dia bahkan punya manusia di dalam bukunya!?" Niji tampak tak habis pikir.

"Big Mom," Judge berkata pada Big Mom, "Sejak sampai di negeri ini, kami sudah melihat banyak sekali keberagaman..."
"Tentu saja!! Memang itulah tujuanku untuk Totto Land..."
"Tetapi..." Judge berkata lagi, "Ada satu ras yang belum aku lihat sama sekali. Kalau ada harusnya mudah sekali untuk melihat mereka... Maksudku yaitu raksasa..."
"!!!" Big Mom mendadak tampak marah saat mendengar kata raksasa.
"Untuk negeri yang memiliki populasi dari semua ras yang ada, aku belum melihat satu raksasa pun, yang paling mendekati hanya manusia berukuran bes..."
"Hah... Benarkah!?" Big Mom menenangkan dirinya, "Mungkin kau hanya belum melihatnya saja..." ia berkata.
"Mama!!!!" seseorang tiba-tiba datang melapor. "Kami sudah membawa dua orang yang anda inginkan!!"
"Baiklah kalau begitu..." Big Mom berkata pada keluarga Vinsmoke, "Sayang sekali sepertinya pertemuan kita harus diakhiri sampai sini. Akan menyenangkan bagiku jika bisa lebih lama lagi bersama kalian di cuaca yang indah ini, tapi aku harus pergi, kalian beristirahatlah..."

Anak buah Big Mom yang melapor tadi tampak menunduk malu-malu.
"Ada apa?" Big Mom bertanya dengan wajah kesal.
"M-Maaf, aku hanya sedikit grogi..." ucapnya, "Germa 66... Mereka keren sekali, terutama Tuan Ichiji dan Nona Reijuu!!"
"Jangan banyak omong, kau itu bodoh sekali ya.." ucap Big Mom, "Kau terlalu banyak membaca buku fiksi!! Penampilan luar tidak penting..."

Di penjara perpustakaan, tampak orang-orang Big Mom yang telah berkumpul..
Orang-orang yang menyerang Luffy, serta Perospero, putra tertua Big Mom..
"Duh, aku lupa menaruhnya di mana..." ucap Mont d'Or sambil mebalik-balikkan halaman buku raksasanya.
"Halaman 55.." ucap saudaranya.
"Ooh, aku suka ini..." ucap Perospero sambil menjilat permen saat melihat halaman yang dimaksud, halaman tempat Luffy dan Nami dikurung.
"Tempat apa ini!?" Nami berteriak, "Keluarkan aku dari sini!! Dan mana kamar mandinya!? Aku dilumuri cairan permen, rasanya menjijikkan!!"
"Kukuku!! Gadis kecil yang manis..." Perospero menjilati permennya...
Kemudian terdengar suara Big Mom, namun dari Den Den Mushi. Big Mom tidak menemui mereka secara langsung.
"Lama tidak bicara denganmu, Luffy si Topi Jerami... Jadi kau bisa sampai sejauh ini ya.."
"Big Mom!?"

"Den Den Mushi!?" Nami bertanya-tanya.
"Keluarkan aku dari sini!!!" Luffy berteriak, "Akan kuhancurkan semuanya untuk bisa keluar dari sini!!!"
"Mamamama... Masih ribut seperti biasanya ya.." Big Mom tertawa. "Kau tidak membawa semua krumu bersamamu, jadi kupikir kau sudah lupa dengan janji kita saat di Pulau Manusia Ikan..."
"Tidak!!" teriak Luffy, "Suatu hari nanti aku pasti akan menghajarmu!! Kali ini aku hanya mau membawa Sanji kembali saja!!"
"Kalau kau mau berkelahi, tunjukkan dirimu, Big mom!! Akan kulawan kau di sini sekarang juga!!"

"Mamama!! Jangan sombong begitu, Nak..." ucap Big Mom, "Kau hanya sebutir pasir di tengah gurun yang baru saja masuk ke Dunia Baru... Sebaiknya kau menjaga kata-katamu. Aku bahkan bisa saja membunuhmu meski aku sedang tidak berada di sana.."
"Kalau kau mau menyerahkan Sanji, aku akan membiarkanmu pergi untuk kali ini..." ucap Big Mom. "Pernikahan Pudding dan Sanji ini sangat penting bagiku. Sampai semuanya berjalan lancar, kalian berdua tunggulah dengan tenang di sana... Tapi kalau kalian melakukan sesuatu untuk merengut kebahagiaanku... Maka bersiap-siaplah, untuk melihat neraka..."

"Apa kau masih ingat?" Big Mom bicara lagi pada Luffy, "Saat di Pulau Manusia Ikan, kau menghabiskan semua permen yang harusnya untukku, dan kemudian membalasnya dengan semua harta Raja Neptune sebagai balasan..."
"Mamama!!!" Big Mom tertawa lagi, "Apa saja ya isi peti hartanya?? Sebaiknya kau tidak memintanya kembali!! Mamama!!"

"Kotak harta legendaris dari Pulau Manusia Ikan yang dikenal dengan Tamatebako!! Kenapa Raja Neptune sampai mau menyerahkannya!? Benda itu bahkan dikenal sebagai Harta Nasional!! Aku sudah jatuh cinta dengan kotak kecil itu, jadi soal permen itu kita lupakan saja... Dan aku akan membuka kotak itu di hadapan semuanya saat Pesta Teh berlangsung!! Ya ampun aku bersemangat sekali!!"

"Diam!!! Sanji tak akan menikah!!!" teriak Luffy.
"Dan biarkan aku menemui Pudding!! Dia temanku!!"
"Luffy, jangan memberitahunya tentang Pudding!!" ucap Nami.
"Temanmu? Mamamama!!" Big Mom tertawa, "Apa kau sudah gila ya? Mana mungkin mempelai wanitanya berteman dengan orang sepertimu??"
"Dan kau, gadis kecil..." Big Mom bicara pada Nami, "Kudengar kau membunuh Lola, apa itu benar!?"
"Apa!? Lola adalah temanku!! Dia memberiku vivre card itu sebagai simbol persahabatan kami!!" teriak Nami. "Lola baik-baik saja, itulah pesan yang diminta olehnya untuk dikatakan padamu.. Dia juga memberitahuku soal ibunya yang seorang bajak laut, tapi aku tak menyangka kalau yang dimaksud itu seorang Yonkou, Big Mom... Lola memberitahu kami juga kalau aku menunjukkan vivre cardnya padamu, kau pasti akan membantu kami..."
"Hentikan omong kosongmu!!" Big Mom berteriak. Nami kaget.
"Siapa yang peduli kalau dia baik-baik saja!? Aku malah senang kalau dia mati saja!!" Big Mom membentak. "Katakan padaku kalau kau tahu di mana ia berada!! Akan langsung kukirim orang untuk menghabisinya!! Aku tak menyangka dia bahkan masih menganggap dirinya sebagai bagian dari keluargaku!!"
"Dia tidak tahu bagaimana perasaanku!! Anak itu, anak yang kabur dan pergi dari salah satu pernikahan paling penting sepajang masa!! Aku tak akan pernah memaafkannya!!"

Nami jadi teringat banyak kenangannya dengan Lola, mulai dari Lola yang begitu ingin menikah sampai akhirnya mereka berteman...

"Lola..."
"Hari itu... Kalau saja dia mau mendengarku dan menyetujui pernikahannya, aku pasti bisa mendapat kekuatan yang luar biasa!!" teriak Big Mom. "Kalau bukan gara-gara tindakan bodohnya, aku harusnya sudah bisa menghabisi Kaidou, Akagami, bahkan Shirohige dari dulu!!"
"Dan saat ini..." ucap Big Mom lagi, "Aku pasti sudah menjadi Raja Bajak Laut!!"
"Lola adalah temanmu, Nami, hah!? Akan kubuat kau mengatakan padaku di mana dia berada saat ini!!"
"Cerita yang membosankan..." ucap Luffy.
"Eh!?"
"Yang menolak untuk menikah itu Lola, dan yang tidak menjadi Raja Bajak Laut itu adalah kau!! Jangan sombong hanya karena kau Yonkou!!! Aku pasti akan membawa Sanji kembali!! Karena pada akhirnya, yang akan menang adalah aku!!!"

Di dalam ruang tamu... Sanji duduk di samping jendela, sambil mendoakan teman-temannya, "Kumohon... Tetaplah tenang, teman-teman, jangan melakukan tindakan-tindakan bodoh..."

Kemudian di sisi Tamago...
"Penyusup!!!" prajurit berteriak. "Baron Tamago, ada Mink Macan menyusup!!"
"Maksudmu Jaguar!?" Tamago kaget, "Pedro, jadi akhirnya kau datang juga ya!!"

Di sisi lain, Brook bersiap dengan pedangnya...
"Yah, mumpung kita sedang berada di kastil besar Big Mom... Waktunya bagiku untuk mengadakan konser live spesial!!!"
Read more

Sinopsis One Piece Chapter 846: Misteri Road Poneglyph & Charlotte Mont d'Or

 Sinopsis One Piece Chapter 846: Misteri Road Poneglyph & Charlotte Mont d'Or

Sinopsis One Piece Chapter 846 menampilkan kisah kekalahan Luffy Si Topi Jerami dan Nami dari Tentara Amarah yang dikirimkan Big Mom. Luffy dan Nami dimasukkan ke dalam Dunia Buku yang dikuasai oleh salah satu putra Big Mom, Charlotte Mont d'Or. Sementara itu Sanji bersepakat dengan Big Mom, bahwa tidak ada satupun orang dari Kelompok Topi Jerami yang bakal menderita; alias semua dibebaskan asalkan Sanji bersikap manis selama pernikahannya dengan Charlotte Puding.

Cerita One Piece 846 berjudul 'Tamago no Keibi/ Tamago Security/ Pengamanan Tamago' dirilis pada 221 November 2016. Sesuai dengan judulnya, bagian paling penting dari chapter ini adalah keberadaan Pedro dan Brook yang bertugas untuk mengambil Road Poneglyph dari markas Big Mom. Mereka sudah diketahui oleh anggota Bajak Laut Big Mom, tetapi semua masih tersamar. Saat itulah, Tamago mengenang kejadian lima tahun lalu ketika Pedro menyusup ke Whole Cake Island untuk alasan sama: mencuri poneglyph tersebut.

Dan kini, seperti hendak mengulang kejadian lampau, Pedro siap menjadi umpan untuk membantu Brook masuk lebih jauh. Dirinya akan berhadapan dengan musuh selama ini, Baron Tamago. Sebagai catatandi sini terungkap bahwa ada sekitar 30 poneglyph di seluruh dunia. Tetapi hanya 9 di antaranya yang bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan Raftel, pulau tempat keberadaan harta terbesar One Piece.

Berikut ini versi teks One Piece 846 dari versiteks.com.

Tentara kue Big Mom berguguran di bawah hujan yang semakin deras. Luffy berhasil mengalahkan mereka. Namun berbeda dengan prajurit-prajurit kecil yang lemah itu, pasukan-pasukan utama mereka, anak-anak Big Mom sama sekali tak bisa dianggap remeh.
"Nami!!" Luffy berteriak, saat salah satu anak Big Mom, Charlotte Galette menahan Nami dengan kemampuannya.
"Aku hampir saja terkecoh.." ucap Galette, "Siapa sangka gadis kecil sepertimu bisa menciptakan petir sebesar itu?"
"Haah..." Nami tak bisa bergerak, kedua tangannya terikat oleh semacam cairan khusus yang dikendalikan oleh musuh.
"Aku tak bisa membuat petir sebesar itu dengan kemampuanku..." ucap Nami, "Tapi aku bisa mengontrol awan petir yang diciptakan oleh Big Mom.."
Amande, wanita tinggi bertopi besar melompat ke hadapan King Baum, lalu bersiap untuk menebas dengan pedang panjangnya, "Meito Shirauo...."
"T-Tunggu sebentar-ju!! Aku tidak ingin menghianati kalian!! Nona Amande, tolong!!!"
Amande tak peduli, "Slow Ballad!!!!"
Ia menggunakan tekniknya dan King Baum pun terbelah menjadi dua.
"Gyaaaahhh!! Sakiit!! Sakiit!!" King Baum menjerit.
"Kalau aku mau membunuhmu dengan cepat, aku bisa saja melakukannya dengan mudah..." ucap Amande. "Tapi aku mau membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan, sepelan mungkin...."

Charlotte Mont d'Or, anak Big Mom berseragam ala tengkorak melayang di udara dengan sayap berbentuk buku di bawah kakinya. Buku-buku juga tampak beterbangan di sekelilingnya.
"Apa kau bercanda, hah, Topi Jerami!? Bagaimana bisa orang sepertimu berhadapan dengan Kak Cracker semalaman!? Kami tentara keju bukan pasukan penurut, akan kuhancurkan kau seperti sampah!!"
"Hahaha!!!!" dua orang dari suku leher panjang tertawa.
"Luffy!!" Nami berteriak.
"Haaah... Haah..." Luffy masih sibuk berhadapan denan prajurit-prajurit kue, saat sesosok besar, Charlotte Opera menyerang dengan krim, "Cream Monster!!!"
"Uwaaa!!!!" tangan Luffy bagai terbakar oleh banjir krim itu.
"Itulah kekuatan dari rasa manis krim segarku!! Faa faa faa!!! Kalau aku menambahkan sedikit rasa manis pada krim segarku, maka tak akan butuh waktu lama untuk menghanguskanmu!!!"
"Haaa!!!!" Luffy menggunakan Haki dan Gear 3 di tangannya itu dan bersiap untuk menyerang. Namun mendadak, ia sampai di suatu tempat yang aneh.
"Eh!?" Luffy kaget.
"Di mana aku!?"

Luffy tidak mengerti. Tempat itu begitu aneh, seolah ada di dimensi yang berbeda. Bagai alam dongeng, dunia terbolak-balik dengan berbagai aksesoris aneh.
Seseorang lalu muncul dari tembok kosong, Charlotte Mont d'Or.
"Selamat datang di Dunia Buku!!!"
Ternyata itu dunianya, yang ia buat dengan kemampuan buah iblisnya, dan ia bersiap untuk menembak Luffy.

"Luffy, menghindar!!" teriak Nami, yang terkurung di suatu sangkar bersama Amande.
"Nami!?"
"Luffy, awas!!!"

Luffy kemudian sadar, semua yang tadi itu hanyalah ilusi. Aslinya, saat ini Luffy sedang berdiri, dan dua pria besar melesat memukulnya dari depan dan belakang. Baaaammm!!!
Pukulan dari dua lelaki yang melapisi tangannya dengan haki hitam pekat.
Serangan itu pun lantas membuat Luffy tak mampu melawan lagi.
Luffy rebah tak sadarkan diri, dan King Baum terbelah dua, mati perlahan sambil merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Amande menahan tubuh Nami, mengambil sesuatu dari balik bajunya, vivre card pemberian Lola.
"Karena mereka homies, hanya ada satu alasan kenapa tentara-tentara keju ini tak bisa bertarung dengan normal.. Apalagi kenyataan kalau mereka bisa lolos dari hutan, itu semua pasti gara-gara vivre card itu..."
"Sekarang semuanya masuk akal..."
"Bagaimana bisa orang sepertinya mendapat vivre card Mama!?"

"Di kertasnya tertulis Lola.." ucap Amande.
"Lola!? Mereka mencurinya dari Lola!?" Mont d'Or kaget.
"Ya ampun!! Apa anak itu telah dibunuh!?"
"Lola!!"
"Apa kata-kata terakhirnya!?"
"Kalian salah!!!" Nami berteriak, "Dia adalah teman kami!! Itu adalah hadiah pemberian darinya!!"
"Hmmm... Sepertinya masalah ini harus kita bawa pada Mama..."
"Yah, bagaimanapun kami diperintahkan untuk menangkap kalian hidup-hidup..."

"Aaahh!! Bagaimana ini bisa terjadi? Hampir semua prajurit keju dikalahkan.."
Pria besar yang memukul Luffy tadi berusaha untuk menyeret tubuh Luffy, yang tetap saja keras kepala mencengkram rumput tempat itu, seolah tak mau pergi dari sana. "Aku akan tetap.... Di sini..." Luffy berkata dalam kondisi luka parah.

Di kastil Big Mom, Sanji kaget dengan perkataan Big Mom saat ia meminta supaya teman-temannya diampuni. "Tentu, kenapa tidak?" Big Mom berkata.

"Hah!? Anda serius!?" Sanji masih tampak tak percaya.
"Ya, tentu saja aku serius!!" ucap Big Mom. "Selama ada alasannya, aku adalah wanita yang bersedia mendengar perkataan orang lain. Aku akan membiarkan rekan-rekanmu yang sekarang, bajak laut Topi Jerami meninggalkan pulau ini hidup-hidup, semuanya... Kau bisa memegang kata-kataku.."

"Selama kau memutuskan untuk menikah tanpa menimbulkan masalah, dan tidak kabur dari sini, aku tidak masalah menutup mata untuk beberapa hal di luar sana.."
"Aku sangat berterimakasih!!" ucap Sanji sambil tersenyum senang, "Aku berjanji akan membahagiakan Pudding!!"
"Mamamama!! Ooh!! Jadi kau sudah benar-benar jatuh cinta pada putriku, ya!?? Aku senang mendengarnya!!"

"Tapi biar kuperjelas dulu..." Big Mom menatap Sanji, "Apa yang sudah bajak laut Topi Jerami sialan itu lakukan padaku... Dalam kondisi normal aku pasti akan membuat mereka membayar tindakan mereka, paham!? Menghancurkan hutan... mengalahkan salah satu komandanku... Dan lagi!! Dia sudah berani memakan permenku di Pulau Manusia Ikan!! Berkata kalau mau menantangku!!! Tapi yah...."

Big Mom tersenyum lagi.
"Saat ini prioritas utamaku adalah pernikahanmu dengan Pudding!! Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, besok aku akan memiliki pasukan Germa, dan makan kue pernikahan yang sangat lezat bersama semuanya!!! Selama kau tidak berbuat macam-macam, semuanya akan berjalan dengan baik, Sanji!!"
"Ya!!" Sanji tersenyum.

Di salah satu ruangan di kastil Big Mom, Ruang Harta...
Tampak Tamago sedang berkumpul bersama beberapa anak buah Big Mom lainnya.
"Di dunia ini, terdapat tulian-tulisan yang belum terpecahkan selama beratus-ratus tahun, Poneglyph!! Dikatakan kalau terdapat sekitar 30 Poneglyph di dunia ini-bon!! Tapi hanya 9 yang mengandung informasi penting yang kita butuhkan..." ucap Tamago.
"Tak lama lagi, kita akan sampai ke pulau akhir, Raftel... Dan di sana, batu-batu itu akan memberitahu kita kebenaran tentang dunia ini-soir!!"

Salah satu yang ada di ruangan itu adalah Nona Smoothie, satu dari tiga Sweet Commander.
"Kyaaa!!! Tolong ampuni aku, Nona Smoothiee!!!" jerit seorang gadis yang tangannya ia cengkram.
Seolah tak peduli dengan itu, Tamago terus melanjutkan penjelasannya. "Tapi untuk bisa sampai di Raftel, empat Poneglyph merah itu, Road Poneglyph harus didapatkan terlebih dahulu..."

"Nona Smoothieee!!! Kyaaa!!"
Smoothie kemudian memeras gadis itu hingga menjadi jus..
"Termasuk Poneglyph yang dibawakan oleh Jinbe..." jelas Tamago lagi, "Kita telah memiliki dua Poneglyph dan satu Road Poneglyph, totalnya ada tiga..."
Gadis yang tadinya muda itu sampai tua kering dan mati diperas oleh Smoothie, dan hasil perasan itu ia jadikan minuman di gelasnya.
"Aku mengerti semua itu penting..." ucap Smoothie, "Tapi aku masih belum paham kenapa kita sampai harus meningkatkan keamanan seperti ini, Tamago??"

Salah satu dari Sweet Commander, Menteri Jus, putri ke-14 Keluarga Charlotte, Charlotte Smoothie. Harga buronan 932 Juta Berry.
"Sudah lima tahun semenjak orang itu muncul di pulau ini... Mantan kapten bajak laut dan pencuri poneglyph dari suku Mink... Saat ini, dia menyusup ke pulau ini lagi..." ucap Tamago. "Dulu, hidupnya diampuni berkat Pekoms..."
Tamago bertanya-tanya, "Kenapa kau berani sekali menantang kami lagi, Pedro?"
"Poneglyph merah itu bisa dikatakan merupakan jalan untuk menjadi raja bajak laut, sangat penting bakan sampai Yonkou pun akan saling mencurinya... Demi Mama, kita harus menjaganya dengan mempertaruhkan nyawa kita..."

Sementara mereka mendiskusikan hal itu, diam-diam arwah Brook menguping di dalam ruangan itu.
Pedro dan Brook ternyata berada tepat di sebelah ruangan itu, dan Brook pun menginformasikan apa yang didengarnya pada Pedro.
"Jumlah penjaganya ditingkatkan!?"
"Mereka menyebutnya Sweet Commander..."
"Sweet Commander!? Itu adalah petarung terkuat mereka!!" ucap Pedro. "Saat ini situasinya buruk sekali, apalagi Tamago sudah menyadari keberadaan kita..."

"Aku sebenarnya tersentuh dengan kata-katamu sebelumnya, Pedro.." ucap Brook. "Untuk menjadikan Luffy Raja Bajak Laut, road poneglyph harus didapatkan!! Ini adalah kesempatan yang sangat langka dan mungkin satu-satunya yang kita miliki..."
"Tapi kalau kita berdua menyerang, sama saja itu dengan bunuh diri..."
"Pedro, siapa target Baron Tamago?" Brook bertanya.
"Aku..." Pedro menjawab.
"Kalau begitu, Pedro... Maukah kau menjadi umpan?"
"Kebetulan sekali.." ucap Pedro, "Aku juga memikirkan hal yang sama.."
Read more

6/07/2017

Sinopsis One Piece Chapter 845: Tentara Kemarahan Big Mom

 Sinopsis One Piece Chapter 845: Tentara Kemarahan Big Mom

Sinopsis One Piece Chapter 845 menampilkan amarah Big Mom menyusul kekalahan Cracker oleh Luffy Si Topi Jerami. Big Mom menciptakan badai dengan jiwa Zeus dan Prometheus, sementara Tentara Kemarahannya menyerbu tempat Luffy berada. Sementara itu Sanji dan Puding terlibat dalam pertemuan empat mata. Di sinilah Sanji menjelaskan posisinya saat ini yang serba rumit; dan memutuskan untuk mengakhiri petualangannya sebagai bajak laut. Sanji juga berkata kepada Puding, bahwa dia akan menikahi putri Big Mom itu keesokan harinya.

Cerita One Piece 845 berjudul 'Ikari no Gundan/ Forces of Rage/ Tentara Amarah' dirilis pada 7 November 2016. Judul ini menunjukkan kekuatan tentara Big Mom yang diperintahkan untuk menghancurkan Luffy Si Topi Jerami yang cuma sendirian bersama Nami; setelah ditinggalkan Sanji dan keluarga Vinsmoke. Pertarungan keroyokan antara pasukan terbaik Big Mom vs Luffy mulai terjadi.

Sementara di sisi lain, di tengah pesta makan malam keluarganya dan Big Mom, Sanji  memiliki rencana sendiri. Ia ingin mengalah, jadi tumbal dalam pesta pernikahan dirinya dengan Charlotte Puding. Dengan cara ini, semua orang akan berbahagia; dan ia juga bisa menyelamatkan Kelompok Topi Jerami serta Restoran Terapung Baratie dari kehancuran. Pudding yang mendengar kisah Sanji sangat tersentuh dengan kebaikan hatinya.

Di sinilah terucap janji Sanji untuk menikahi Pudding; tanpa mengetahui bahaya macam apa yang bakal mengintainya.

Berikut ini versi teks One Piece 845 dari versiteks.com.

Di tempat terakhir Luffy berpisah dengan Sanji, ia masih tetap berbaring menunggu. Sama persis dengan kata-katanya. Bahwa Luffy tak akan pergi ke mana-mana, tetap diam di wilayah yang tentu saja berbahaya tersebut. Nami bukannya diam saja, secara tidak langsung ia menyarankan supaya kaptennya itu pergi tapi Luffy tidak mau.
"Apa kau benar-benar akan tetap diam di sini?" Nami bertanya, "kau tahu kan, di sini wilayah kekuasaan musuh..."
"Aku akan menunggu.." Luffy berkata.

"Pound sudah memberitahu kita kan konsekuensi yang harus kita terima setelah mengalahkan salah satu dari tiga komandan Big Mom... Kita akan dibunuh oleh pasukan mereka. Kalau menunggu di sini, musuh pasti akan datang... Dan Sanji mungkin tidak akan pernah kembali lagi..."
"Dia akan kembali.." Luffy tetap percaya.
"Aku akan menunggunya di sini..."

Sesuatu kemudian terjadi. Secara tiba-tiba, cuaca tempat itu berubah. Mendadak awan gelap menyelimuti tempat itu, terutama bukit tempat kastil Big Mom berada...
"Ah!! Mendadak awannya gelap!!"

"Aaah...." King Baum tampak ketakutan.
"Ada apa, King Baum!?"
"Bukit itu adalah tempat Big Mom tinggal!! Dia pasti sangat marah!!!" ucap King Baum.
"Benarkah!?"
Dan Nami teringat akan penjelasan King Baum, bahwa Big Mom memiliki kekuatan yang memungkinkannya untuk mengendalikan cuaca.
"Tak bisa kubayangkan kekuatan seperti itu dimiliki oleh seorang wanita!!"

Kota Madu, salah satu kota di Whole Cake Island, para penduduknya menatap ke angkasa, ke arah mahkluk bewujud awan petir dan matahari..
"Tuan Prometheus dan Tuan Zeus bergerak..."
"Mama pasti sedang sangat marah!!"

Tak hanya dua mahkluk itu, pasukan pun telah disiapkan untuk menyerbu Luffy.
"Pasukan telah berkumpul untuk membalaskan dendam Tuan Cracker!!"
"Ayo cepat menjauh!! Pasukan Kemarahan datang!!!"

Bersamaan dengan keluarnya pasukan itu, rombongan Vinsmoke sampai di depan kastil.
"Kelihatannya orang-orang ini akan pergi menuju Topi Jerami dan membunuhnya..." ucap Niji, yang duduk di sebelah Sanji.

Sanji diam saja.
"Dia bilang dia akan terus menunggumu di sana sampai kau kembali loh.." ucap Yonji.
"Nasibnya buruk sekali..."

"Tak bisa dipercaya.." ucap warga,
"Debt Collector Bobi, Ghost Wife Amanda, Officer Mondor..."

Tampak banyak sekali orang-orang hebat Big Mom bergerak menuju Luffy.
"Tak bisa kubayangkan berapa jumlah total harga buronan mereka!!"
Sanji masih terdiam di dalam kendaraannya, dan ia juga masih tidak lupa dengan perkataan Luffy waktu itu, "Aku tak akan pergi ke mana-mana sampai kau kembali!!"
Saudara-saudara Sanji masih saja menertawakan Luffy.
"Si Topi Jerami pasti akan lari terbirit-birit saat melihat pasukan sebanyak itu, Hahaha!"

Bersamaan dengan datangnya Pasukan Kemarahan Big Mom, hujan turun. Luffy diguyur hujan namun ia tetap tidak berpindah sedikit pun dari tempatnya.
Bukan hujan biasanya, hujannya terasa manis.
"Apa ini? Hujan manis?" Nami bertanya-tanya.
"Meski hujannya manis, aku tidak akan memakannya, aku hanya makan masakan Sanji.." ucap Luffy.

Di istananya, Big Mom tampak sedang melihat-lihat persiapan pestaya.
Seorang gadis kecil menghampirinya, "Mama!! Mama!! Para koki tidak mau meminjamiku pisau untuk memotong bonekanya..."
"Tanpa pisau aku tidak bisa melakukan apa-apa..."
"Doerche, berikan dia pisau dapurnya.."
"Tapi Mama, kalau aku meminjaminya pisau, Nana akan memotong semua balon kita..."
"Kau benar, nanti akan kumarahi dia..."

"Bukannya kita tak boleh bicara seperti itu di hadapan Mama.."
"Hahaha, kita semua memiliki banyak orang untuk dibunuh, kalian memang benar-benar anak-anakku.." Big Mom tertawa. "Pernikahan Pudding saudara kalian akan dilaksanakan besok!! Ayo temui calon suaminya!!"

Setelahnya, pesta pun diadakan. Keluarga Vinsmoke telah sampai di tempat itu, dan saat ini mereka semua sudah duduk satu meja bersama Big Mom untuk makan-makan.
"Mamamama, selamat datang! Germa 66!! Maaf aku terlambat, ada masalah kecil saat aku berjalan ke sini..." ucap Big Mom.
"Kudengar calon suami Pudding adalah seorang koki? Pas sekali..." Big Mom berkata, "Tapi kalaupun tidak cocok, siapa yang peduli. Selama bisnis kita berjalan lancar, Mamama..."

"Ya, benar sekali, tapi akan lebih bagus kalau mereka berdua hidup bahagia.." ucap Judge, ayah Sanji.
Vinsmoke Judge lalu mengangkat minumannya, "Demi pernikahan indah besok..."
Sanji diam saja, memandangi botol-botol bumbu hidup yang bernyanyi-nyanyi di atas meja di hadapannya.
Bahkan makanannya pun bisa bicara. Mereka hidup sambil bernyanyi, "Makan aku, makan aku dulu..."
"Madu... Madu..."
"Aku rasanya manis..."Sosis..."
"Kubis..."
"Sosis..."
"Aku pan cake, ayo dimakan..."
"Kalian bisa diam tidak sih?" Sanji tampak kesal.
"M-Makan-makan haruslah senang...!!" ucap makanan.
"S-Sanji-kun..."
Diam-diam Pudding menyerahkan selembar surat pada Sanji, isinya bahwa ia ingin setelah acara makan-makan ini, Sanji menemuinya untuk membicarakan sesuatu berdua.

Beralih ke tempat Luffy, pasukan Big Mom semakin mendekat. Dari sana, di kejauhan sudah terlihat jumlah mereka yang begitu banyak.
"Oh tidak!!" King Baum ketakutan.
"Luffy!! Ayo sembunyi!!"
"Tidak akan!!" Luffy bersikeras. "Sanji mungkin tak akan melihat kita kalau nanti dia kembali ke sini!! Kau saja yang sembunyi, serahkan mereka padaku!!"
"Jangan bodoh, Luffy!! Kau paham kan kalau tempat ini adalah wilayah kekuasaan Big Mom!?"
Musuh semakin mendekat. Suara teriakan mereka bahkan sudah terdengar dari kejauhan, "Itu dia si Topi Jerami!!"
"Mustahil kita bisa menang," ucap Nami, "Mereka terlalu banyak!!"
"Sudah ada janji antara aku dan Sanji, aku tidak akan pergi ke mana pun!!"

Jam menunjukkan pukul 02.00, acara makan-makan telah berakhir, dan saat ini Sanji dan Pudding telah berada di satu ruangan berdua...
Pudding menundukkan kepala, minta maaf, "Maaf, aku tak bisa memenuhi rencana yang kubuat bersama Luffy. Semua ini salahku..."
"Begitu ya.. Sebelumnya aku bertanya-tanya bagaimana mereka bisa sampai di sini.."

"Kalau kau menghawatirkan pernikahan ini, sebagai putrinya, kalau aku memohon mungkin dia akan... Yah, kita hanya harus menghadiri upacara pernikahannya..."
"Ibuku sudah terbiasa dengan pernikahan politik," ucap Pudding lagi, "Dia akan memasangimu gelang bom kalau mencoba untuk kabur. Setelah dipasangi itu, maka tak akan ada kesempatan lagi untuk pergi..."

Sayang sekali, gelang itu sudah terpasang di tangan Sanji.
"Maksudmu bom yang ini, kan?" Sanji memperlihatkan pergelangan tangannya.
"Oh tidak...!!" Pudding kaget.
"Kuncinya ada di tangan ibumu, kalau mau mengambilnya, kita harus berhadapan melawan semua anak buahnya..."
"Kau sudah dipasangi gelang itu!?"
"Ya, sejak dari awal.." ucap Sanji.
"Bagaimanapun di pihakku tidak ada yang mendukungku..."
Sanji kemudian membuka topengnya dan memperlihatkan wajah aslinya yang bengkak-bengkak..
Pudding tampak benar-benar terpukul.

"Meski aku juga merupakan salah satu anak dari Keluarga Vinsmoke, bagi mereka aku hanyalah seorang lelaki tak berguna. Aku tak pernah bangga menjadi seorang bangsawan, jadi aku memutuskan untuk pergi berlayar..."

"Kalau aku menolak pernikahan ini," ucap Sanji, "Aku dan teman-temanku akan dibunuh, dan ayahku yang lain yang ada di East Blue akan dibunuh juga. Aku tidak punya pilihan lain, jadi aku memutuskan untuk menyerah saja, dan berharap Big Mom mau mengampuni teman-temanku kalau aku memintanya..."
"Maaf!!" Pudding sampai menangis, "Ibuku sudah bertindak terlalu jauh pada kalian!!"
"Jangan menangis, Pudding, kau tidak perlu minta maaf..." Sanji mendekatinya. "Sampai 13 tahun yang lalu, aku terus hidup di dalam neraka. Saat ini aku akan kembali ke neraka itu, yah itu bukan masalah besar... Setidaknya selama 13 tahun ini aku sudah merasakan bahagia.."

"Teman-teman yang kutemui selama 13 tahun ini sangat berharga bagiku.. Jadi sebelum aku menghilang, aku tidak mau menyakiti mereka..."

Sanji menunduk kemudian berkata, "Petualanganku telah berakhir..."
Pudding jadi semakin sedih, makin menangis.
"Kumohon jangan menangis lagi.." Sanji menenangkannya, "Aku tak bisa melihat seorang gadis menangis di hadapanku..."
Pudding berusaha untuk mengusap air matanya, lalu berkata dengan tegas di hadapan Sanji, "Tak akan kubiarkan pernikahan kita berubah menjadi neraka!!"
Sanji terdiam...

"Aaah...! Bilang apa sih aku tadi?!" Pudding malah salah tingkah, "Bagimu tentu saja ini tetap akan menjadi neraka! Ah, tidak seharusnya aku berusaha menghibur begitu!! Maafkan aku! Aku minta maaf!! Kita bahkan baru kenal dua hari!!"

Sementara itu di luar sana, Luffy  memulai pertarungannya dengan pasukan Big Mom.

"Aaah!!" Pudding menutupi wajahnya, "Baru kenal dua hari mana mungkin aku bisa menyembuhkan luka di hatimu secepat itu!!"

"Apalagi..." ucap Pudding, "Kau tidak benar-benar ingin menikahiku, kan..."
Sanji sempat terdiam, kemudian mendekati Pudding dan memeluknyasembari berkata , "Kau adalah penyelamatku... "
"Sanji-kun..."
Sanji lalu berkata lagi, "Kalau tidak keberatan, menikahlah denganku besok.."


Read more

6/06/2017

Sinopsis One Piece Chapter 860: Pembukaan Pesta Teh Berdarah Big Mom

 Sinopsis One Piece Chapter 860: Pembukaan Pesta Teh Berdarah Big Mom

Sinopsis One Piece Chapter 860 menampilkan menit-menit terakhir menjelang dibukanya pesta teh Big Mom dalam rangka pernikahan Sanji Vinsmoke dan Carlotte Puding. Para tamu dari Underwold mulai berdatangan. Sementara Capone Bege yang bertugas sebagai kepala divisi pengamanan tampak serius mengawasi, meski ialah yang bakal menjungkalkan Big Mom. Di sinilah muncul salah satu dari Tiga Komandan Manis, Charlotte Katakuri yang memiliki Kenbunshoku Haki yang bagai bisa meramal masa depan.

Cerita One Piece 860 berjudul '10:00 Opening of the Banquet/ Jū-ji Kaien/ Pukul 10.00: Pembukaan' dirilis pada 27 Maret 2017. Di sini, muncul beberapa tokoh Underworld seperti Morgan si Pemilik Majalah Ekonomi Dunia. Juga Pemilik Bisnis Jenazah, Drug Pelco. Lalu ada pula Raja Pasar Gelap, De Feld si Dewa Bisnis. Nama-nama ini menjadi tamu undangan Big Mom yang bakal menyaksikan pembantaian berdarah Keluarga Vinsmoke. Namun tidak ada yang tahu menahu apa yang bakal terjadi, ketika Big Mom membuka pesta dengan penuh kebahagiaan.

Berikut ini versi teks One Piece 860 dari versiteks.com.

Pekoms diikat di karang bebatuan Pantai Timur Whole Cake Island, sementara Aladine dan krunya bersiap-siap untuk naik kapal, meninggalkannya. Pekoms tentu saja tak terima, "Mau ke mana kalian sebenarnya hah!? Gaoh!!"
"Kami akan meninggalkan negeri ini, semoga seseorang cepat menemukanmu.." ucap Aladine.
"Haah!? Apa Mama tahu tentang semua ini!?"
"Tentu saja tidak!!" ucap Aladine. "Kami akan berada jauh di dalam laut kalau dia tahu!! Semua yang pergi meninggalkannya harus mati, dia yang suka bilang begitu kan!?"
Ya, sesegera mungkin Aladine dan para manusia ikan ingin pergi meninggalkan wilayah kekuasaan Big Mom. "Jinbe berterima kasih banyak padamu, kau tahu..."
Aladine kemudian dengan perpisahannya dengan Jinbe. "Suatu keajaiban aku bisa mendengar cerita Pekoms seperti ini.." ucap Jinbe waktu itu. "Rencana Pembunuhan Big Mom tak akan terelakkan, tapi bisa mengetahui soal rencana Big Mom untuk menghabisi Germa..."
"Kalau Luffy dan teman-temannya sampai tahu soal ini, mereka pasti akan melakukan tindakan gila untuk menolong Sanji.. Dan aku tak bisa berdiam diri saja membiarkan mereka dalam bahaya! Aku akan membantu mereka!!" ucap Jinbe. "Jadi aku tak boleh bertindak setengah-setengah!! Aku akan menghianati Big Mom!!"
"Awalnya, aku berniat untuk menyatakan pengunduran diriku secara langsung padanya, tapi dia malah mengeluarkan roda roulette itu. Di sana tertulis angka yang mewakili jumlah kru yang harus aku korbankan dan aku harus memutarnya. Big Mom tak hanya mau mengambil nyawaku saja!! Hukuman yang terlalu keji!!"
"Karena itulah aku mau kalian semua pergi!! Di hari berlangsungnya pesta, semua kapal Hors D'Oeuvre Mama akan sibuk mengantar kamu, dan keamanan wilayah ini akan sedikit mengendor. Dan ketika sesuatu terjadi pada pesta, keamanan akan semakin terfokus pada pesta, saat itulah kesempatan kalian untuk kabur!!"
Aladine kemudian berkata, "Kami sudah mempersiapkan semuanya, Jinbe. Kau tenang saja. Kami akan melakukan apa saja untuk memastikan kau bisa bebas..."
"Ya, aku tahu..." ucap Jinbe.
"Kau tidak tahu, sialan!!" Aladine membentak, "Kalau perlu kau pasti rela mengorbankan nyawamu sendiri!! Aku tahu itu!!"
"Kalau pada saatnya nanti," ucap Jinbe, "aku bergabung dengan Bajak Laut Topi Jerami, aku sudah memutuskan untuk menggunakan hidupku untuk melindungi kaptenku, Luffy si Topi Jerami!! Dan Aladine, iya atau tidaknya masalah itu bukan masalah apakah akan, tapi masalah waktu saja!!"
"Baiklah, lakukan saja sesukamu..." Aladine memalingkan wajahnya. "Tapi pastikan kau juga melindugi dirimu sendiri, paham? Kami akan menggunakan kapal dan kembali ke Pulau Manusia Ikan. Kau juga menghawatirkannya, kan? Tentang Kerajaan Ryugu..."
"Ah, iya... Maafkan aku.." Jinbe menundukan kepala, merasa bersalah tak bisa berbuat banyak pada kerajaannya.
"Ayolah, Jinbe, kita sudah kenal lama, tak perlu merasa tak enak begitu!!" ucap Aladine, "Yah, mari kita bertemu lagi suatu hari nanti, dalam kondisi hidup!!"

Flash back berakhir, Aladine pun memberi perintah krunya untuk segera naik ke kapal. "Ayo naikkan layar!!"
Sementara Pekoms ditinggalkan terikat sendirian, "Oii!! Tunggu kalian!! Kurang ajar!!"
Di dalam Germa, Judge dan keempat anaknya berjalan menuju tempat diadakannya pesta.
Yonji bertanya-tanya, "Ke mana saja kau, Reiju?"
"Bukan urusanmu, kemarin malam kalian pesta pora minum-minum, kan? Tak ada salahnya aku minta kamar lain.." ucap Reiju.
"Jangan mengurusi urusan orang dewasa, bodoh.." ucap Niji ke Yonji.
"Ayo cepat, tampaknya perayaanya sudah mau mulai di atap.."
"Sanji tidak kabur, kan?"
"Kedua mempelai saat ini sudah siap..." ucap pelayan.
Dalam hati Reiju khawatir, "Apa yang akan kau lakukan, Sanji? Kau tahu betul apa yang akan terjadi, kan!?"

Whole Cake Island begitu ramai, jam dan tanaman bernyanyi-nyanyi menyambut hadirnya pesta, "Mulai!!"
"Dimulai!!"
"Pesta Teh Mama!!"
"Kereta Babi sudah tiba!!"
"Ini dia tamu-tamu undangannya!!"

Dan wajah-wajah sangar pun mulai menampakkan diri satu per satu.
"Mau apa kau kemari, Tukang Jenazah!?" tanya seorang pria gendut besar, Raja Pasar Gelap, De Feld si Dewa Bisnis."
"Jangan banyak omong kau, De Feld!!" jawab pria bersenjata sabit besar, Pemilik Bisnis Jenazah, Drug Pelco.
"Jangan kasar begitu!! Memangnya tukang jenazah tidak boleh ikut merayakan pernikahan?" ucap seorang perempuan, Stussy si Ratu Germo.
"Ya ampun aku senang sekali diundang kemari, ini akan jadi berita besar!!" ucap manusia burung, Big News Morgan si Pemilik Majalah Ekonomi Dunia.
"Tapi berita soal ini sudah lama diketahui di dunia bawah.." ucap raksasa industri gudang, Giberson.
"Ya, benar sekali, tak perlu membesar-besarkannya.." tambah Umit si Pemilik Usaha Penyelundupan.

"Selamat datang semuanya, pemimpin-pemimpin Dunia Bawah!!" Perospero menyambut mereka, "Kita bisa telat kalau masuk lewat kastil, jadi bagaimana kalau langsung saja?? Menggunakan escalator permen!!"
Perospero menggunakan kemampuan permennya untuk menciptakan escalator langsung menuju atap tempat pesta diadakan.

"Hebat!!"
"Berapa kali pun aku melihatnya, ini memang seni yang mengagumkan!!"
"Terima kasih, Mama benci orang yang telat, tahu..." ucap Perospero.
"Oi, tangganya bergerak sendiri..."
"Bagus sekali..."

Para undangan pun bisa naik dengan mudah. Perospero lalu memberi anak-anak di dekatnya permen, "Jangan nakal ya, anak-anak, tiga menit lagi kalian juga bisa menjilat permen tangganya.."
"Ya!!"
Di atas, seorang tamu menolak untuk dicek sebelum masuk. "Buka pintunya!! Aku tak mau menjalani pengecekan sialan ini!!"
"Maaf Pak, tapi kami tak bisa melakukannya.." ucap Bege, yang bertugas sebagai keamanan.
"Apa Big Mom sudah ada di dalam!? Pesta sebelumnya aku juga diundang, tapi tak bisa hadir karena harus menghadiri pemakaman ibuku!! Aku mengirim surat pada Big Mom, dan apa kau tahu balasannya apa!?"

Pria itu adalah pedagang Organ Dunia Bawah, Jigra. Tapi kemudian,
Baaaammm!! Seseorang menembak tepat kepalanya.
"Hei, siapa yang menembak tamu, hah!?"
Seorang pria duduk di atas tembok dan berkata, "Percakapannya akan jadi seperti ini: Dan apa kau tahu balasannya apa!? Kepala ayahku yang harusnya ada di rumah sakit!! Aku ke sini untuk balas dendam!! Buka Gerbangnya!! Kemudian dia akan menembak, lalu dua anak buahmu tewas.."

Pria itu seolah bisa memprediksi apa yang akan dikatakan Jigra tadi.
"Komandan Katakuri!!"
Ya, Komandan Katakuri
Putra kedua Big Mom, harga buronan 1.057.000.000 Berry
"Jadi sebelum itu terjadi, aku melempar permen jelly bean ke kepalanya.. Apa aku salah, Benteng Bege? Katakan pada Mama ini keputusanku, lalu kau akan membalas."
Dalam hati Bege terlihat kesal, "Di antara semua yang ada di pesta ini, orang ini yang paling merepotkan. Haki pengamatannya begitu terlatih sampai-sampai bisa melihat sesaat ke masa depan, monster dengan harga buronan di atas satu milyar!!"
Tapi ujung-ujungnya benar saja, ia membalas, "Baiklah kalau begitu..."

Di dalam, ada Smoothie yang menyambut para tamu.
"Mari mari silakan masuk..."
"Wow, pesta yang diadakannya memang selalu lezat!!"
"Selamat datang, para tamu undangan, mau minum??"
"Oh!! Smoothie!!"

Smoothie menyiapkan beberapa gelas kosong. Dan di sebelahnya ada:
"Aku punya batuan lahar dari gunung berapi, pelayan cantik yang sudah membunuh 100 orang, dan jerafah yang tangisannya aneh!!"
Yah, dengan kemampuannya Smoothie memang bisa memeras apa saja menjadi minuman.
"Aku mau segelas jerafah dong..."
"Baiklah.."

Tak perlu waktu lama, jerafah hidup diperas hingga menjadi minuman.
"Kyaaa!!"
"Rasanya luar biasa!!"
"Di mulut terasa menyegarkan..."

Dan akhirnya, yang ditunggu-tunggu...
"Sudah waktunya!!"
Big Mom muncul di hadapan mereka semua, pesta dimulai.
"Oh itu Big Mom!!"
"Terima kasih semuanya!! Yang sudah datang dari jauh maupun dekat!! Lihat kanan dan kiri kalian!! Semuanya bisa kalian nikmati!! Nikmati semua yang akan terjadi di sini hari ini!!"


Read more

6/05/2017

Sinopsis One Piece Chapter 859: Rencana Pembunuhan Big Mom Sang Yonko

 Sinopsis One Piece Chapter 859: Rencana Pembunuhan Big Mom Sang Yonko

Sinopsis One Piece Chapter 859 menampilkan rencana pembunuhan Big Mom dalam pesta pernikahan antara Sanji Vinsmoke dan Charlotte Puding. Dalam hal ini, Capone Bege menjelaskan rincian rencananya untuk memicu amukan Big Mom. Saat itulah senjata gas baru buatan Caesar Clown akan memiliki peluang efek besar. Bege juga menyebutkan pentingnya Luffy yang bakal berperan utama sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian bawahan Big Mom. Setelah pertemuan, masing-masing pihak bergerak sesuai tugas masing-masing, termasuk Sanji yang mempersiapkan pernikahannya.

Cerita One Piece 859 berjudul 'Yonkō Ansatsu Sakusen/ Emperor Assassination Plan/ Rencana Pembunuhan Yonko' dirilis pada 18 Maret 2017. Kisahnya bukan cuma persiapan aliansi Topi Jerami dan Fire Tank untuk membunuh Big Mom. Tetapi persiapan dari kubu lawan menjelang pernikahan yang mulai dipadati undangan dari tamu-tamu Underworld. Charlotte Pudding, sang calon pengantin Sanji, berbicara kepada homies-nya bahwa dia berharap gaun cantik yang dikenakan itu, tidak akan tercecer dengan darah. Pudding mendesah. mengeluhkan betapa melelahkannya harus memodifikasi kenangan para tamu kala pesta teh penuh darah itu berakhir.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 859 dari versiteks.com

Diskusi serius dimulai, dan Sanji mempertanyakan sesuatu yang sejak awal membuatnya penasaran. "Aku tak begitu tertarik dengan rencana pembunuhan Big Mom ini, tapi apa benar Big Mom bisa dibunuh? Sejauh ini yang kutahu dia itu seperti balon besi, melukainya sedikit saja aku tidak yakin..."
"Benar," tambah Pedro, "Apalagi kalau mau melakukan pembunuhan, kita harus melakukannya dengan cepat, bukan? Atau nantinya malah kita yang dikepung dan dibunuh..."
"Dan Yonkou itu pastinya kuat, kan?"
"Tentu saja!! Dia itu monster!!" ucap Nami, "Kami hampir mati saat berusaha mengambil kembali Brook darinya, padahal dia tidur!!"
"Benar, benar," ucap Brook, "Terlebih kau memilih untuk melakukan rencana ini saat Pesta Teh di mana orang-orang kuatnya berkumpul!!"
"Bagaimana, Bege?"
"Tidak salah, kalian semua pasti bertanya-tanya soal itu, tapi..." Bege kemudian berkata dengan penuh percaya diri, "Jika suatu kondisi terpenuhi, maka aku bisa mengambil kepala Big Mom hanya dalam 5 detik!!"
"Hanya 5 detik!?" Chopper kaget.
"Tapi memberi 5 detik peluang saat Pesta Teh bukan perkara mudah-rero, dalam sekejap saja pasti komandan-komandan Big Mom langsung bergegas kalau terjadi sesuatu yang tak mereka inginkan.."
"Yah kalau itu sampai terjadi, terpaksa kita bertarung mati-matian, pertarungan yang kemungkinan menangnya nol besar, kukuku.." Bege tampak santai.

Bege lalu menoleh Caesar, "Rencana pembunuhan ini bermula dari kerja sama Caesar..."
"Namaku Gastino, bodoh!! Jangan sekali-sekali menyebut namaku Caesar di hadapan Big Mom!! Tidak sekali pun!!"
"Setelah rencana ini selesai," ucap Caesar eh Gastino, "Kau harus memberikan kembali jantungku dan membebaskanku!! Itulah perjanjian kita, awas kalau kau sampai lupa!! Atau aku akan datang dan mengambil nyawa putramu!! Shuroro--eh Gehogaho!!"
Gastino menggant gaya tertawanya.

"Berani sekali kau meragukan suamiku, Gas-mini!!" Chiffon membentak, "Bege selalu menepati kata-katanya!!"
"Gas-mini!? Namaku Gastino!!"
Luffy tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha!! Gas-mini!!"
"Siapa yang peduli namanya apa, tetap saja dia sampah.." ucap Nami.
"Apa pun itu," ucap Bege, "Tugas orang ini sangat penting..."
"Tentu saja Shurororo!! Ini memang hanya cocok menjadi tugasku!!"
Caesar lantas mengeluarkan tiga selongsong roket, "Peluru beracun mematikan, KX Launcher!! Satu saja sebenarnya sudah lebih dari cukup, tapi kita punya tiga!!"
Caesar lantas bicara panjang lebar menjelaskan mengenai komposisi racun peluru roket itu dan betapa mengerikan dampak yang dapat ditimbulkannya sementara Luffy dkk tampak tak begitu peduli...
"Oke, sekarang ini mulai masuk akal... Kita punya senjata untuk mengalahkannya, jadi kita hanya perlu memastikan tembakannya tidak meleset?"
"Sayangnya tidak semudah itu," ucap Bege. "Roket itu bahkan tak akan mampu menembus kulit Big Mom saat ia berada dalam kondisi bagus. Kenyataannya tak banyak senjata di dunia ini yang bisa menembus kulitnya!!"
"Eeeh!? Jadi apa yang harus kita lakukan!?"

"Ada dua kondisi yang harus dipenuhi kalau mau roket ini bekerja dengan baik," ucap Bege. "Pertama-tama, harus dipastikan tak ada yang menggangguku selama 5 detik itu jadi aku bisa menembakannya dengan benar. Kedua, tubuh Big Mom harus dalam kondisi lemah dulu..."

"Kondisi sulit macam apa itu!?"
"Yah, kondisi sulit itu hanya bisa terpenuhi saat Pesta Teh!!"
"Oooeeeeekkk!!" bayi Bege menangis.
"Uuuu tayaaang!! Papa bicara telalu keras yaaa!!!"

"Ngomong-ngomong," Bege kembali fokus rapat, "sudah hampir setahun sejak kami bergabung dengan kru Big Mom, dan selama itu dia tak pernah sakit sama sekali. Saat ia mengamuk menghancurkan kota, menenggelamkan kapal, atau bahkan ketika memakan tembakan meriam, tubuhnya hanya sedikit tergores. Seperti katamu dia memang balon besi.."
"Hanya ada satu waktu ketika tubuh Mama terluka bahkan dari cedera kecil sekali pun.." ucap Bege.

"Insiden Foto Ibu Caramel, kan?" Vito berkata.
"Tepat sekali.."
"Pada pesta teh, di kursi tepat di depan Mama, selalu dipasang foto khusus. Foto itu sangat penting bagi Big Mom.."

"Foto!?"
"Benar sekali!! Foto Ibu Caramel!! Kalian bisa menganggap itu sebagai kelemahannya.."
"Ibu Caramel bisa disebut sebagai penyelamat Mama, tapi tak banyak yang diketahui tentangnya. Kelihatannya ia pergi bertahun-tahun yang lalu. Kami para anggota keluarga saja tidak tahu banyak tentangnya.." ucap Chiffon putri Big Mom.

"Suatu ketika di Pesta Teh, seorang pelayan pernah secara tak sengaja menyentuh foto itu... Kemudian, Mama langsung bereaksi, sangat mencengangkan!!" Chiffon bercerita. "Wajahnya berubah biru, dan dia menangis melengking menggelegar!! Orang-orang di dekatnya sampai menutup telinga untuk melindungi gendang telinga mereka!! Satu per satu pelayan pun pingsan!!"

"Selain karena suara aneh itu," ucap Bege, "Ia juga mampu menggunakan Haki penakluk (haoshoku haki). Semua itu hanya karena seseorang tak sengaja menjatuhkan sebuah foto..."
"Dan yang terpenting," Bege menjelaskan, "Ketika itu terjadi, Mama terjatuh dalam syok, ia tertunduk dan hal kecil seperti itu saja membuatnya berdarah!! Jujur saja, kami semua kaget kalau ternyata dia juga memiliki darah merah yang sama dengan kita... Intinya, saat itu tubuhnya jadi lemah!!"
"Sekarang coba bayangkan, bagaimana jika foto yang berharga itu kita robek jadi dua!? Mama akan jadi lemah!! Kita semua akan memiliki kesempatan selama 5 detik, tanpa ada pihak lain yang mengganggu, KX Launcher akan melaksanakan tugasnya, Big Mom akan tewas!! Dan berita pembunuhannya akan menyebar ke seluruh dunia!!"

"Tapi tapi... Bagaimana dengan suaranya itu!? Bagaimana kalau kita jadi tak bisa bergerak!?" Chopper bertanya.
"Jangan khawatir, aku memiliki ini.." ucap Bege. "Sistem pengendali suara tak kasat mata!!"
"Itu sih cuma sumpalan telinga..."
"Kalau merobek foto saja bisa menyebabkan kekacauan besar, maka aku akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menolong Sanji dan keluarganya.." ucap Luffy.
"Eh!?"

"Jangan berlagak sombong begitu," ucap Bege. "Jarak waktunya hanya akan ada 3 detik antara fotonya robek dan ketika Big Mom mulai lemah.. Bisa selamat dalam sela 3 detik itu saja tanpa dikepung musuh sudah keajaiban bagi kita. Kami akan menggunakanmu untuk bagian itu, Topi Jerami..."
"Tunggu sebentar!!" bentak Nami, "Kau akan menggunakan Luffy sebagai umpan!?"
"Bege!!" Chiffon ikut membentak, "Nami dan teman-temannya sudah menyelamatkan nyawa Lola!! Kenapa kau malah membuatnya seolah menuju hukuman mati!?"
Luffy malah sangat setuju, ia tampak senang sekali. "Keren!! Aku akan melakukannya!!" ucap Luffy. "Aku malah sudah kepikiran cara super keren untuk menampakkan diri!! Shishishi!!"
"Benarkah!? Bagaimana bagaimana!? Katakan padaku!!" ucap Chopper.
"Rahasia dong!! Lihat saja nanti.." ucap Luffy.
Sementara Nami dan Chiffon jadi super khawatir.

"Kau memang bisa diandalkan," ucap Bege, "Tapi kau tahu sinyal dimulainya apa, kan?"
"Ketika Sanji dan Pudding ciuman, kan?"
"Bukan!!" Sanji membentak, "Kami tak akan ciuman sama sekali!!"
"Dia malah akan menembakku saat kami akan berciuman, jadi aku akan menghindarinya!! Gunakan suara tembakannya sebagai sinyal!!"
"Oh iya iya, gampang.." ucap Luffy.

"Oke, intinya," Bege meringkas rencana mereka, "Setelah Big Mom menjerit, kita semua langsung mulai. Kalian fokus pada penyelamatan, kami fokus pada pembunuhan. Kemungkinan terburuknya, kalian bisa butuh sampai 10 detik..."
"Kemudian si bodoh ini akan muncul!!" Bege menunjuk Caesar.
"Bodoh!? Maksudmu jenius, hah!? Siapa yang kau panggil bodoh, bodoh!?"
Caesar pun menjelaskan tugasnya, "Dengar!! Aku yang bisa terbang ini akan muncul dan memegang cermin sebagai jalan kabur kita!! Dan wanita ini, tentu saja!!"
"Jangan seenaknya memasukanku dalam tim kalian!!" bentak Brulee.
"Mama akan membunuhku!!"

"Jujur saja, aku senang kalian bisa mengajak Brulee bersama kalian.." ucap Bege. "Tak banyak kemampuan di dunia ini yang berguna untuk meloloskan diri seperti kemampuannya.."
"Setelah masuk ke cermin, kalian hanya perlu kabur secepat mungkin dan kembali ke cermin di kapal kalian!! Dengan begitu, kita akan bisa lolos dengan cepat!!"
"Setelah sampai di kapal masing-masing, aliansi kita berakhir!! Mau keluar dari wilayah Big Mom itu pilihan masing-masing!! Semoga beruntung"
"Oke!!" ucap Luffy.

"Kedengarannya bagus.." ucap Jinbe.
"Sekitar dua setengah jam lagi sebelum pesta dimulai, aku harus kembali ke kamarku.." ucap Sanji.
"Kami juga harus pergi. Kami harus berpura-pura mengatur keamanan.." ucap Bege.
"Hei Bege," Luffy bertanya, "Ada yang mau kutanyakan, saat nanti aku muncul dengan keren.."
"Berhenti fokus dengan kemunculan keren!! Nanti kau mati!!"

Sementara itu di sisi lain Totland, Pulau Susu, Kota Keju...
"Hari ini adalah Pesta Teh, hari libur nasional!!"
"Ah!! Nona Pudding hari ini akan menikah, kan!?"
"Ya!! Dan calon suaminya adalah putra ketiga dari Germa 66!! Pasti ini akan menghasilkan hubungan yang kuat!!"
"Ayo kita rayakan dengan Beer dan Keju Super!!"

Pulau Biji-Bijian, Kota Kacang
"Kudengar Keluarga Konglomerat Rofeld sampai di pelabuhan kemarin!!"
"Tamu-tamunnya memang orang-orang berkelas semua!!"

Pulau Kokoa, Kota Coklat
"Nona Pudding!! Selamat!!"
"Masih belum woi!!!"
"Haha!! Tak apa, tak apa, ini hari yang membahagiakan!!"

Kerajaan Germa
"Akhirnya hari ini tiba juga, hari di mana Tuan Sanji menikah!! Sepertinya pelayan yang kita kirim tidak bisa masuk ke dalam kastil..."
"Jadi kita tidak akan ikut, eh?"
"Lagian memangnya mereka butuh penjaga di pernikahan?"
"Haha iya, hari yang begitu damai..."
Prajurit Germa sama sekali tak tahu apa-apa.

Di kastil Big Mom, ruangan tempat Vinsmoke berada...
"Yonji!! Cepat bangun dan ganti baju!!" jerit Niji.
"Ngomong-ngomong Reiju di mana ya? Dia tak ada di kamarnya.."
"Ah!! Dia sudah selesai bersiap-siap dan ada di ruangan lain!"
"Ya ampun, waktunya masih sejam lebih, jangan terburu-buru begitu.." ucap Ichiji.

Lantai 9, Kamar Big Mom...
"Gyaaaahhh!!!" Big Mom menjerit.
"A-A-Ada apa Big Mom!? Haruskan aku memanggil Menteri..."
"D-Dia tak bergerak!! Dia mati!! Tengkorakku mati!!" jerit Big Mom, yang tak tahu kalau Brook sudah ditukar.
Tapi hanya untuk sesaat, saat ia teringat kalau hari ini adalah hari pernikahan yang bahagia, ia langsung melempar Brook dan berteriak bahagia, "Kue Pernikahaaaan!!! Hahahamamama!!"
"Satu per satu tamu undangan telah sampai di kastil..." ucap pelayan.

Kemudian di Kamar Pudding, ia tampak sedikit murung...
"Ada masalah apa, Pudding? Gaunnya cocok sekali denganmu.."
"Aku merasa akan tidak enak..."
"Apa? Kau gugup?"
"Aku merasa beban ini terlalu berat padaku. Setelah membunuh si bodoh Sanji dan keluarganya, aku harus menghapus banyak ingatan supaya aku tetap diingat sebagai gadis yang baik... Merepotkan sekali." ucap Pudding.
Read more

6/04/2017

Sinopsis One Piece Chapter 858: Aliansi Dua Supernova, Luffy Si Topi Jerami & Capone GanG Bege


Sinopsis One Piece Chapter 858: Aliansi Dua Supernova, Luffy Si Topi Jerami & Capone GanG Bege


Sinopsis One Piece Chapter 858 menampilkan terbentuknya sepenuhnya aliansi Topi Jerami dan Capone Bege (Fire Tank Pirates). Awalnya sempat terjadi ketegangan karena Luffy mengenali sosok Caesar Clown yang kini duduk semeja dengan Bege. Namun pada akhirnya Jinbei sebagai sosok yang mengusulkan aliansi berhasil membuat mereka bersepakat untuk bergabung mengalahkan Big Mom dan mengacaukan pesta pernikahan Sanji serta Charlotte Pudding. 

Cerita One Piece 858 berjudul 'Kaigi/ Pertemuan/ Meeting' dirilis pada 13 Maret 2017.Titik beratnya memang pada bersatunya dua supernova, Luffy dan Capone Bege untuk menggulingkan Big Mom sang Yonko. Tetapi dari chapter ini terungkap pula bahwa istri Bege, Charlotte Chiffon mendukung suaminya untuk melawan ibuny sendiri. Chiffon adalah kakak Lola, bajak laut yang pernah ditolong Kelompok Topi Jerami saat melawan Gekko Moriah.

Awalnya Lola dipaksa Big Mom untuk menikahi Loki, pangeran Elbaf. Namun Lola yang merindukan kebebasan dan ingin menikah dengan orang yang dicintainya, kabur dari wilayah kekuasaan Big Mom. Sejak saat itu, karena Chiffon sangat mirip dengan Lola, Big Mom mulai memperlakukannya dengan buruk hingga kini, kala Bege sang suami berencana menjatuhkan sang yonkou.


Berikut ini versi teks One Piece Chapter 858 oleh versiteks.com.

Whole Cake Chateau, Lantai 8, Dapur Raksasa, kue untuk pesta pernikahan sedang dibuat: Tinggal sedikit sentuhan akhir. Para pekerja bekerja sambil bewrnyanyi-nyanyi dibawah pimpinan Kesatria Kepala Dapur Bajak Laut Big Mom, Streusen.
Sementara di Pantai Timur Whole Cake Island, tampak Pekoms yang sedang dirawat oleh kelompok manusia ikan. Pekoms baru sedikit baikan tapi dia sudah banyak bergerak.
"Berhenti, Pekoms! Jangan banyak bergerak dulu!" ucap salah seorang manusia ikan.
"Haah... Haa... Gaooh!! Apakah Jinbe berhasil melaporkannya ke Mama!? Mengenai si bocah Bege itu!?" dalam kondisi susah pun Pekoms tetap setia dengan Big Mom.
"Tentu saja!" ucap Aladine, "Saat ini mungkin dia sudah dibuang ke tong sampah oleh Mama!!"
"Gaoh!? Mungkin!? Mungkin saja masih belum cukup buatku!! Aku tak punya pilihan lain selain memastikannya seorang diri!!"
"Shashasha... Kau tenanglah sedikit, Pekoms!!" ucap Praline, duyung putri Big Mom.
"Tapi... Tapi Praline... Bagaimana kalau di tengah jalan seseorang menghentikannya dan..."
"Kalau sesuatu seperti itu terjadi, kalau ada yang menghentikan Jinbe, kau juga pasti tak akan bisa banyak membantu. Kau hanya akan menambah parah lukamu sendiri. Jadi istirahat saja!!"
"Dia benar, Pekoms!! Sebagai dokter kapal, aku melarangmu untuk bergerak!!"
Lama-lama Pekoms jadi makin curiga.
"Kalian... Aku merasa kalau kalian menyembunyikan sesuatu.." ucap Pekoms. "Pantai ini sepertinya ramai sekali di malam hari, aku melihat banyak orang berlalu-lalang membawa kargo... Aku berterima kasih kalian semua menolongku, tapi aku harus pergi!!"
"T-Tunggu dulu!! Kau tidak boleh pergi!!" ucap manusia ikan.
"Tidak boleh!? Gaoh!! Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan, hah!?"

Di sisi lain, Jinbe telah memberitahu Luffy dan Sanji lokasi markas persembunyian Bege, dan Jinbe bersama Nami dkk sudah pergi duluan melalui Dunia Cermin.
4 Jam 15 Menit tersisa sebelum Pesta Teh, Sanji dan Luffy telah sampai di depan gerbang markas Fire Tank. Sebuah tempat yang begitu besar, kastil di atas bukit yang mengagumkan.

"Kita sampai!! Ini markas Bege!!"
"Tunggu, Bege itu orangnya seperti apa sih!?"
"Bayangkan saja dia seperti Boss Mafia.."

Seseorang kemudian keluar dari gerbang dan menyambut mereka, salah satu anak buah Bege, Vito. "Whoa!! Pahlawanku!! Germa!! Vinsmoke Sanji!!"
"Kau lagi hah..." Sanji sudah lama tinggal bersama Vito dalam perjalanan menuju tempat Big Mom.

"Oi!! Di mana yang lain!? Apa kau Bege!?" Luffy bertanya.
"Aku senang kita bertemu lagirero!! Nyororo!!" Vito si Monster Gun tertawa. "Jangan khawatir, bocah!! Yang lain sudah sampai di sinirero!!"
"Di sinirero apanya!!" Luffy membentak.
 

Chopper kemudian muncul dari belakang Vito.
"Waaah!! Luffy!! Sanji!!"
"Chopper!!"

Chopper baru saja selesai mandi, penampilannya jadi aneh tanpa topi.
"Kalian berdua sebaiknya mandi juga..." ucap Chopper, sambil minum minuman kotak.
"Ini bukan waktunya untuk itu!! Kita sedang buru-buru!! Dan bukannya kau tidak suka mandi!?" jerit Luffy.
"Tidak, pokoknya kalian harus mandirero..." ucap Vito. "Ayah tidak akan mau menemui kalian kalau kalian kotor.."

Di kamar mandi perempuan, Nami dan Carrot tampak sedang mandi. Di sana ada juga Chiffon kakak Lola, dan mereka banyak bercerita.
"Whaaa!! Lola dijadikan zombie babi!?" Chiffon kaget.
"Dan dia terus mengejar-ngejar pria impiannya..."
"Hahaha!! Lola memang begitu!!"
"Kalau saja waktu di hutan berhantu itu aku tidak bertemu Lola, entah apa yang sudah terjadi padaku saat ini..." ucap Nami.
"Tapi kalian juga sudah menyelamatkan adikku!! Aku sangat berterima kasih!!" Chiffon terharu. "Aku sangat senang sampai-sampai menangis!! Kami memang sudah seperti pinang dibelah dua, kami kembar!!"
"Ada orang mati yang bisa bergerak, lautan memang luar biasa!!" ucap Carrot. "Dan pada akhirnya Lola bisa kembali menjadi manusia lagi??"
"Yaps!!"
"Saat ini kemungkinan dia tengah menjalani hidup sebagai bajak laut, eh? Apa dia berhasil menemukan suami?" Chiffon bertanya.
"Entahlah... Dan Big Mom kelihatannya marah sekali dengannya, setelah dia kabur dari pernikahannya dulu..."
"Ya, kejadian itu lumayan besar..." ucap Chiffon.
"Ada alasan kenapa semua kaum raksasa di dunia membenci Mama.."
"Eh? Raksasa?" Nami kaget. "Oiya, ngomong-ngomong meski Totland ini harusnya diisi semua ras dari seluruh dunia, tapi aku belum melihat satu raksasa pun..."
Carrot, dalam hati bergumam, "Raksasa!! Jadi mereka benar-benar ada!?"

Chiffon mulai bercerita. "Suatu hari... Seseorang melihat Lola dan jatuh cinta padanya. Kemudian memutuskan untuk melamarnya. Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Loki, Pangeran dari Kerajaan Elbaf!!"
"Pangeran!? Wow!!" Nami kaget.
"Mama sampai menangis bahagia!! Kalau Lola menjadi putri Elbaf, permusuhan dengan raksasa tidak akan ada lagi, dan kita akan memiliki akses pada negeri terkuat di dunia beserta pasukannya yang terkenal!!"

"Oh... Jadi kemudian dia malah kabur dari pernikahan itu, eh?"
"Semuanya jadi makin buruk setelah mereka membuatku menggantikan posisi Lola. Mereka sadar kalau aku bukan Lola, dan kemudian hubungan kami dengan para raksasa pun jadi semakin buruk..."

"Setelah semua itu, Mama akhirnya memutuskan untuk tidak berhubungan dengan raksasa lagi, dan mencoba untuk menciptakan raksasa sendiri dengan teknologi... Dan semakin hari kebenciannya terhadap Lola semakin meningkat, dia sampai dianggap penjahat di negeri ini!! Kalau dia kembali dia pasti langsung dibunuh..."

"Juga," lanjut Chiffon, "Karena aku sangat mirip Lola, Mama juga tidak terlalu menyukaiku. Tiap kali kami bertemu, Mama selalu menghajarku. Lukaku selama bertahun-tahun tidak sembuh-sembuh, kupikir aku akan dibunuh ibuku sendiri..."
"Eh!?"
"Aku sudah tidak menganggap monster itu sebagai ibuku lagi..." ucap Chiffon. "Lola orangnya santai, jadi dia pasti tidak kepikiran kalau ibunya sendiri akan membunuhnya..."
"Hmmm begitu rupanya... Sekarang semuanya masuk akal.." ucap Nami.
"Saat Bege berkata kalau dia berencana untuk membunuh Mama, aku tidak merasa kasihan sama sekali." ucap Chiffon. "Mungkin aku terdengar sebagai anak yang tak punya hati, tapi memang begitu kenyataannya.."


Di sisi lain kamar mandi, Brook baru saja menyelesaikan mandinya.
"Rasanya menyenangkan sekali!! Seperti di surga!! Aku sampai tak mau pergi dari sini..."
"Hei hei!! Kenapa kau bersikap seolah kau baru saja menyelesaikan pertarungan mematikan!? Kita masi dalam pertempuran!!" ucap Luffy.
"Oh, ada kulkas!! Ada susu!! ada susu!!" Brook membuka kulkas.
"Hei jangan buka kulkas orang sembarangan!!" bentak anak buah Bege.
"Sempurna!!" ucap Luffy, "Dalam perjalanan ke sini aku kehilangan gigi!!"
"Dan tengkorakku jadi retak juga!!"

Luffy dan Brook lalu minum susu...
"Aaaah... Rasanya jadi jauh lebih baik!!"
Retak di tengkorak Brook pulih, gigi Luffy juga tumbuh lagi.
"Apa-apaan tubuh kalian itu hah!?" anak buah Bege kaget.

3 Jam 30 Menit sampai Pesta Teh Dimulai
Brulee dan Diesel terikat, ia membentak Chiffon, "Aku tak akan pernah memaafkanmu, Chiffon!! Dasar anak durhaka!! Siapa sangka kau akan bekerja sama dengan orang yang mau membunuh Mama!?"
"Nona Chiffon!! Coba pikirkan lagi!! Membunuh Mama itu mustahil!!"
"Brulee!! Kau tahu sendiri apa yang sudah Mama lakukan padaku, kan!? Dan nyawa Lola juga dalam bahaya!! Saat ini Bege dan Pez lah keluargaku!! Merekalah yang aku butuhkan!!"

Dan di sanalah mereka semua, semuanya telah berkumpul dan Bege pun muncul memasuki ruangan. "Ah... Sepertinya semuanya telah berkumpul, dan kalian sudah mandi semua, eh? Seseorang dilihat dari penampilannya, kata orang sih begitu, aku tak tertarik dengan orang yang menjaga penampilan saja tidak bisa..."

"Sekarang," ucap Bege lagi, "Kita punya waktu 3 Jam 30 menit sebelum pesta dimulai, pertama-tama tentukan yang paling penting dulu. Kita mau kerja sama atau tidak?"
Dua ketua dari masing-masing sisi duduk di kedua ujung meja, Bege dan Luffy.
"Sejauh yang kutahu," ucap Bege, "Kau adalah orang yang merepotkan, jadi..."
"Kalau aku mati," ucap Sanji, "Kemungkinanmu untuk menghabisi Big Mom akan turun menjadi 0. Pesta pun akan dibatalkan. Dan kalau aku tidak kembali paling tidak dua jam dari sekarang, orang-orang akan mulai curiga..."
"Hah, aku benci mengakuinya, tapi kau benar. Aku tak mungkin membunuhmu." ucap Sanji.
"Kita tak punya waktu untuk basa-basi seperti ini," ucap Jinbe, "Luffy, apa yang instingmu katakan padamu? Kau mau bekerja sama dengan orang-orang ini?"

Luffy terus diam...
Menatap dengan seksama...
Kemudian...
"Kau!!!" Luffy membentak, "KAU ITU CAESAR, KAN!?"
"Gyaaaahhh!!"
Ternyata Luffy fokus pada orang yang mirip Caesar, yang ternyata itu memang Caesar Clown.
"Eeeeh!? Caesar!? Mana mana!?" Chopper kaget.
"Dari tadi dia memang di sini..." ucap Sanji.
"Ya ampun malah baru sadar sekarang..." Nami dan yang lain sudah tahu dari tadi.

Sebelumnya, saat Caesar bekerja di pabrik yang Big Mom sediakan, Bege mendatanginya. Sebagai orang yang telah dipercaya sebagai Benteng, Bege mendapat akses ke jantung Caesar dan kemudian menawarinya kesepakatan kerja sama.
Meski sempat jual malah dan menolak, ujung-ujungnya ia menyetujuinya. Caesar hanya tak mau berurusan dengan Topi Jerami dkk lagi, akhirnya ia pun menyamar.
"C-Caesar?? B-Bukan!! Aku saudaranya Bege!! Gangster Gastino!! Shurororo!!"
"Bahkan ketawanya pun sama!!"
"Gastino apanya..." dalam hati Sanji tercengang.
"Oh, kalau begitu aku pasti hanya salah orang, maaf..." Luffy percaya begitu saja.
"Bukan!! Dia itu memang Caesar!!" ucap Nami.
"Oooh!! Jadi kau benar-benar Caesar!? Kau membohongiku!? Apa yang kau lakukan di sini, hah!?"
"Kau juga ngapain di sini, hah!?" Luffy dan Caesar saling bentak.
"Aku di sini karena ulah kalian orang-orang bodoh!! Aku jadi sampai di tangan Big Mom!! Aku hampir saja pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya, tapi kemudian orang ini muncul dan menggunakan jantungku untuk memerintahku!! Lalu si Law sialan itu!! Bilang padanya kalau bertemu dengannya lagi aku akan langsung menghabisinya!! Dan kau juga!! Kalau aku punya kesempatan aku pasti akan menghabisimu jugaaaa!!"

"Sudah cukup!! Kita tak punya waktu untuk ribut!!" Bege meremas jantung Caesar.
"Gyaaaa!!!!"

"Topi Jerami, jadi kita akan kerja sama atau tidak?"
"Baik," ucap Luffy, "Tapi pertama-tama biarkan aku memukulmu sekali karena sudah menembak Pekoms!!"
"T-Tunggu!! Luffy!? Untuk apa kau melakukan itu!?"
"Karena dia menembak temanku!!"
"Kau jangan macam-macam dengan Ayah!!"
"Hentikan!!"
Bege tak peduli, "Tak masalah, lakukan saja!!"
"Benar!!" ucap Caesar, "Pukul saja si kurang ajar ini!!"

Mereka ribut-ribut, dan akhirnya Jinbe bertanya, "Apa kalian menyukai Big Mom??"
"Tidak!! Aku membencinya!!" jawab Luffy, Bege, dan Caesar sekaligus.
"Nah, karena itulah kita akan membentuk aliansi!!" ucap Jinbe. "Kalian bisa saling bunuh nanti, tapi saat ini kalian akan untung kalau saling bekerja sama!!"

"Jadi kalau begitu rencananya apa!?" Luffy.
"Aku sudah memikirkan rencana yang sempurna!!" ucap Bege.
"Kalau begitu ayo cepat kita selesaikan ini!!" teriak Caesar.

3 Jam 20 Menit sampai Pesta Teh Dimulai.
Read more