Showing posts with label charlotte pudding. Show all posts
Showing posts with label charlotte pudding. Show all posts

2/08/2018

Manga One Piece Terbaru Volume 82: Dunia Yang Sibuk Menuju Reverie

Manga One Piece Terbaru Volume 82: Dunia Yang Sibuk Menuju Reverie

Manga One Piece terbaru volume 82 merupakan tankoubon dari chapter 817 hingga 827. Manga ini berjudul Zawatsuku Sekai atau The World is Restless, Dunia Yang Sibuk. Tankoubon ini dirilis di Jepang pada 4 Juli 2016 dan diterbitkan di Amerika Serikat pada 2 Mei 2017.

Manga One Piece volume 82 menjadi penyambung antara Zou Arc ke Whole Cake Island Arc. Di manga ini Kelompok Topi Jerami dipecah menjadi dua bagian besar. Luffy, Nami, Brook, Chopper dibantu oleh Pedro dan Carrot bertugas menjemput kembali Sanji. Akan halnya Law, Zoro, Franky, dan Robin bertugas ke Wano Kuni bersama Kin'emon dan Kanjuro untuk memerangi Yonko Kaido.

Sementara itu di seluruh dunia, Reverie segera dimulai. Itu berarti para penguasa bergerak ke Mariejoa. Termasuk kerajaan-kerajaan yang sudah muncul, seperti Dressrosa, Arabasta, Sakura pimpinan Dalton, hingga Ryugyu. Semua memiliki pertanyaan sendiri-sendiri tentang Reverie dan awal mula Pemerintahan Dunia.

Berikut ini daftar chapter Manga One Piece volume 82.

817. Raizo Si Kabut/ Raizo of the Mist/ (霧 の 雷 ぞ う Kiri no Raizō): Kin'emon mengungkapkan dirinya bukan ayah Momonosuke, dan Momonosuke sebenarnya adalah anak dari daimyo Kuri di Negara Wano, bernama Kozuki Oden. Inuarashi dan Nekomamushi berdamai dan membawa kru Bajak Laut Topi Jerami, Trafalgar d Law, dan para samurai untuk bertemu Raizo, yang dirantai pada poneglyph.

818. Di dalam Paus/ Inside the Whale/ (Kujira no Naka de): Robin menerjemahkan poneglyph, mengungkap bahwa poneglyph tersebut adalah satu dari empat  "Road Poneglyph" yang mengarah ke lokasi Raftel. Suku Mink dan para samurai kemudian mengungkapkan bahwa keluarga Momonosuke adalah pencipta Poneglyph dan bahwa  Kozuki Oden pernah berlayar bersama Bajak Laut Roger. Namun, Oden dieksekusi oleh Kaido dan shogun Wano karena mengetahui sebuah rahasia tentang Raftel.

 819. Momonosuke, Pewaris Keluarga Kozuki/ Momonosuke, Heir of the Kozuki Family (Kōzuki-ke Atotori Momonosuke): Momonosuke dan para pengikutnya meminta Topi Jerami untuk membantu mereka merebut kembali Negara Wano dan menjatuhkan Kaido dan shogun dari kekuasaan. Luffy menerima hal itu dan membentuk aliansi. Sementara itu armada Jack kembali ke Zou.

 820. Anjing dan Kucing Punya Sejarah/ Dog and Cat Have a History (Inu to Neko ni Rekishi Ari?): Inuarashi dan Nekomamushi berbicara tentang pengalaman masa lalu mereka dengan Roger saat aliansi bersiap untuk berpisah. Nekomamushi berniat untuk menemukan Marco the Phoenix yang menghilang sejak Perang Balas Dendam. Tiba-tiba, Luffy mendengar suara ketikat serangan Jack terhadap Zunisha dimulai.

821. Understood/ Dimengerti (承 知 し た Shōchi shita?): Jack menyerang Zunisha, yang meminta Luffy dan Momonosuke agar memerintahkannya untuk melawan. Momonosuke melakukannya, dan Zunisha menghancurkan armada Jack dengan satu sabetan belalainya.

822. Descending the Elephant/ Turun Dari Gajah (下 象 Gezō): Momonosuke memutuskan untuk tetap berada di  Zou saat tim penyelamatan Sanji yang terdiri dari Luffy, Brook, Nami, dan Chopper ditemani oleh Pedro, meninggalkan Zou.

 823. Dunia Riuh/  A World Abuzz (ざ わ つ く 世界 Zawatsuku Sekai): Sekian keluarga kerajaan di seluruh dunia menuju Reverie yang akan segera dimulai. Sementara itu, Carrot bergabung dengan tim penyelamatan Sanji, dan Pedro membaca berita tentang kehancuran markas rahasia Tentara Revolusi pimpinan Monkey D. Dragon

824. Whim (気 ま ぐ れ Kimagure): Luffy menciptakan kekacauan di Sunny, termasuk menggunakan seluruh jatah mereka untuk membuat makanan yang tidak enak. Sementara itu, Kaido marah dalam kondisi mabuk mendengar kegagalan Jack. Ditempat lain Sanji melihat foto calon pengantinnya. Charlotte Pudding untuk pertama kalinya.

825. The WEJ's Comic Strip/ Komik Strip WEJ (世 経 の 絵 物語 Sekei no Emonogatari): Ketegangan antara Sanji dan Bajak Laut Fire Tank berkembang. Sementara itu, Luffy di ambang kematian setelah makan ikan beracun. Saat itulah tim penyelamatan Sanji bertemu dengan kapal Germa 66.

826. 0 dan 4/ . 0 and 4 (0 と 4 Rei to Yon): Tim penyelamatan Sanji bertemu dengan saudara laki-laki Sanji ,Yonji dan saudara perempuannya, Reiju. Reiju menyembuhkan Luffy dari keracunan berkat kemampuannya sebagai Poison Pink. Kedua kelompok itu berpisah tanpa pertarungan. Sementara itu, Aladine melaporkan kejadian ini kepada Jinbe.

 827. Totto Land (Toto Rando): Tim penyelamatan Sanji berlabuh di Cocoa Island, yang seluruhnya terbuat dari coklat. Luffy dan Chopper mendapat masalah karena memakan sebuah bangunan, tapi diselamatkan oleh Puding, yang membawa mereka ke rumahnya. Sementara itu, Big Mom bersiap untuk pesta pernikahan.
Read more

6/13/2017

Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

 Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

Sinopsis One Piece 854 menampilkan terbongkarnya rencana Big Mom dan Pudding untuk menghancurkan Keluarga Vinsmoke oleh Brook. Di saat bersamaan, ketika rencana tampak tidak bakal meleset, Charlotte Opera justru membohongi Big Mom soal lolosnya Luffy dan Nami dari Dunia Buku. Di saat bersamaan, penjagaan terhadap Sanji Vinsmoke juga luput. Sanji berhasil lolos dari kamarnya dengan membawa bento. Tujuannya cuma satu, segera menemui Luffy. Di saat itulah Bobbin memergokinya ...

Cerita One Piece Chapter 854 berjudul 'What Are You Doing?/ Nani Yattenda?/ Apa Yang Kau Lakukan?!' dirilis pada 6 Februari 2017. Bermula dari lolosnya Nami dan Jinbe dari sisa pasukan Charlotte Opera, dua orang ini kemudian bisa bertemu Chopper dan Carrot. Mereka kemudian masuk ke Dunia Cermin milik Charlotte Brulee. Di sinilah Brulee paham Jinbei sudah berkhianat kepada Big Mom. Namun semua percuma karena Brulee tidak bisa memberi informasi apapun kepada Big Mom.

Sementara itu, Big Mom yang menangkap Brook berbincang-bincang dengan Charlotte Pudding tentang peristiwa penembakan Reiju Vinsmoke. Dari sinilah Brook tahu, Pudding tidak sebaik yang selama ini dibayangkan oleh Kelompok Topi Jerami. Tapi, di sisi lain, Brook sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia sudah menjadi tawanan Big Mom.

Sanji yang kini menyadari, Pudding sudah mengkhianati cintanya, tahu bahwa satu-satunya jalan keluar adalah kembali ke Kelompok Topi Jerami. Artinya, ia harus segera menemui Luffy di tempat terakhir kali mereka terpisah, kala Sanji menghajar sang kapten. Dengan sebuah trik, Sanji lolos dengan membawa bekal. Ketika itulah Bobbin, anggota Bajak Laut Big Mom memergokinya. Tapi, Sanji sudah membulatkan tekad. ia menendang Bobbin; dan membuka jalan menuju sang kapten tanpa bisa dihalangi siapapun lagi.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 854 diambil dari versiteks.com.

Prajurit Big Mom terus mengejar Jinbe dan Nami.
"Tutup gerbangnya!! Kepung mereka!!"
"Jangan sampai mereka lolos dari sini!!"

Tak hanya mengejar, beberapa juga menembaki Jinbe dan Nami dengan senapan. Namun meski bertubuh besar, kecepatan lari Jinbe tak mudah untuk mengejar, bahkan sambil membawa Nami di atas punggungnya.
"Kalau begini terus, lama-lama kita bisa terkepung!!" ucap Jinbe.
"Eh!? Apa tidak ada jalan keluar!?" Nami bertanya.
Beberapa pengejar bahkan baru sadar kalau yang mereka kejar adalah Jinbe.
"Itu Boss Jinbe!! Eh...!? Jinbe memberontak!!"
"Bisakah kau mengurus pengejar di belakang kita, Nami!?"
"Ya, aku juga sudah muak dengan orang-orang ini!!"
Dari punggung Jinbe, Nami lalu menggunakan tongkatnya untuk menciptakan awan petir dan menyerang para pengejar di belakang.
"Bagus, yang di depan juga!!"
Blaaaarrrr!!!! Nami menyambar semuanya.
"Gyaaaaahhh!!!"

"Eh!?" Nami kaget. Di antara orang-orang yang disambarnya itu, ada satu sosok yang dikenalnya. Chopper. Ya, Chopper yang baru saja muncul dari Dunia Cermin malah ikut tersambar petir Nami.
"Eeeh!? Chopper!?"
"Kachopper!!" Carrot menjerit, lalu memberitahu Nami, "Nami, kami datang untuk menyelamatkanmu!!"
"Carrot!? Eeh!?? Maaf!!" ucap Nami.

Pada akhirnya, Jinbe dan Nami diselamatkan dan dibawa masuk ke Dunia Cermin.
"Kachopper!! Apa kau baik-baik saja!?" Carrot masih menghawatirkan Chopper.
"Sulit dipercaya, jadi sekarang kita berada di Dunia Cermin ya?" Nami masih terlihat syok.

"Jinbeee!!!" Brulee yang disekap membentak Jinbe, "Kenapa kau bisa bersama orang-orang ini!? Ini jelas-jelas merupakan pengkhianatan!! Kudengar meski kau ingin keluar, tapi kau terlalu takut untuk memutar roulette Mama!!"
"Mama sudah melindungi Pulau Manusia Ikan untukku," ucap Jinbe, "Aku berusaha untuk melakukan segalanya, tapi... hanya bau kematian yang kucium dari roda itu..."
"Roulette?? Pilihanmu tepat karea tidak memutarnya, Jinbe Putra Lautan..." ucap Pedro. "Lima tahun lalu, temanku memutarnya dan nyawanya diambil!! Itu memang didesain supaya semua yang memutarnya mati!!"

"Tentu saja, Bodoh!!" ucap Brulee, "Mama tak akan membiarkan siapa pun yang meninggalkannya tetap hidup!! Para penyusup kecil, dan mantan bajak laut yang setia!! Semua yang datang akan disambut, tapi yang pergi harus mati!! Itulah... Uaaaahhh!!!"
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Brulee sudah diseret lagi.
"Ayo cepat!! Tinggal mencari Luffy, Brook, dan Sanji!"
"Uuuhkkk!!" Diesel menarik mereka semua dengan susah payah, "Beri aku istirahat sebentar dong!! Jumlah kalian terlalu banyak!!"

Di ruang Big Mom, tampak Prometheus si Matahari yang sedang menambal luka di pipinya. "Uuuhk..."
"Ada apa, Prometheus!?" Big Mom bertanya.
"Luka yang diberi oleh Soul King lebih dalam dari dugaanku!! Lukanya terbuka lagi!!"
"Mamamama!! Menyedihkan sekali... Atau, mungkin aku harus memuji kerja bagus orang ini, ini adalah kali pertama kau dilukai, kan!?"

Pudding yang juga ada di ruangan itu lalu bertanya, "Mama... Apa kau akan terus membawa tumpukan tulang itu??"
Dalam hati, Brook yang mendengarnya kaget, "Tumpukan tulang, eh? Tidak sopan sekali, Pudding..."

Tampaknya Brook belum benar-benar sadar akan sifat asli Pudding.
"Tak ada lagi mahkluk seperti ini di dunia ini selain dia, dia adalah seninya jiwa!! Untuk pertama kalinya, alih-alih menyimpannya di museum, aku akan terus membawanya jalan-jalan..."
"Tidakk!!!" jerit Brook dalam hati. Dirinya sudah jadi seperti gantungan kunci.
"Yah, ngomong-ngomong Topi Jerami itu boleh juga, aku tak pernah menyangka dia bisa keluar dari hutan, meski pada akhirnya kita berhasil menangkap mereka dan mengurungnya di perpustakaan..."
"Ya, aku sudah melihatnya, payah sekali.." ucap Pudding.
"Apa kau akan membunuh mereka begitu saja??"
"Ya, setelah pesta..." ucap Pudding.
"Eeh!?" dalam hati Brook kaget, akhirnya ia sadar akan sifat asli Pudding.

"Saat ini Germa pasti sedang menikmati jamuan mereka..."
"Ya, tapi Reiju datang menguntitiku.." ucap Reiju, "Dia punya intuisi yang bagus, tapi tenang saja, aku sudah mengurusnya..."
"Eh!? Jangan bilang kau membunuhnya!?"
"Ayolah, Mama!! Aku cuma menembak kakinya saja!! Aku menembaknya lalu menghapus ingatannya..."
Brook makin tak habis pikir, "I-Ini... Percakapan macam apa ini!? Pudding yang manis... Kenapa... Kenapa..."
"Berhati-hatilah, paham!? Kau itu mempelai yang berharga, kalau ada masalah bisa-bisa semuanya gawat..."
"Yah, paling tidak berkat itu aku jadi bisa mengetes pistol ini.." ucap Pudding. "Tidak salah lagi, meski tubuh Germa sudah dimodifikasi, pistol ini akan menembus mereka bagaikan keju..."
"Yahaha!! Kau memang gadis yang cerdas!! Besok, tembakanmu akan jadi sinyal. Mereka semua akan fokus pada kalian berdua. Saat Sanji, dengan wajah bodohnya hendak mencium dan menyikap ponimu, ia akan melihat mata ketigamu untuk pertama kalinya!!"

"Saat itulah, akhiri dengan dengan sekali tembak!! Tepat di antara kedua matanya. Buat isi kepalanya hancur!! Orang-orang akan kaget!! Dan saat mereka menyadari situasi bahaya, semuanya sudah terlambat!! Vinsmoke yang dalam keadaan tangan kosong akan mendapati pistol-pistol mengarah pada mereka!!"
"Dan sementara mereka menangis ketakutan, darah-darah Vinsmoke akan berhamburan!! Tembakan akan terus mendera bagai kembang api!! Hujan peluru akan terus menembus mayat mereka!! Lantai akan dipenuhi dan tubuh keenam anggota Vinsmoke yang sudah terkoyak!!"

"Saat itulah pesta sesungguhnya akan dimulai!!" Big Mom bicara dengan tatapan yang tampak begitu antusias. "Rayakan!! Dengan kue!! Dengan teh hitam!! Dengan matinya para pemimpin mereka, Pasukan Germa akan menjadi milikku!!"

Di lantai enam, kamar Sanji, salah seorang prajurit mengintip untuk memastikan keberadaannya. Setelah melihat Sanji berbaring di kasurnya, ia pun melapir.
"Tidak salah lagi, saat ini Saji sedang tertidur pulas di ranjangnya..."
"Jangan biarkan dia keluar sampai pagi, dan jangan biarkan siapa pun masuk, terus berjaga..."
"Siap!!"
Penjaga tak sadar kalau yang tidur tertutup selimut itu sebenarnya pelayan Sanji, yang sebelumnya ia titipi mencari bahan masakan. Capek menunggu Sanji kembali, ia pun tidur di kasurnya.

Di lantai 2, pertemuan sedang diadakan.
"Jadi itu berarti Pekoms bersama mereka sampai akhirnya masuk ke wilayah kita.."
"Mereka ke sini untuk membawa kembali Sanji..."
"Pudding membawa 6 orang ke pulau ini.." Mont'd Or melapor.
"Soul King saat ini berada di tangan mama.."
"Pedro meledakkan dirinya sendiri, kan?"
"Benar sekali..." ucap Tamago, di mode ayam.
"Berarti dua sudah dijatuhkan.."
"Lalu di antara empat yang memauki hutan, si kelinci dan si rakun sudah ditangkap, aku mendengar kabarnya dari Kak Brulee pagi ini..."
"4 dari 6 berarti sudah beres, sisanya mereka berdua..."
Mont'd Or menunjuk foto Luffy dan Nami.
"Yang masalah adalah mereka berdua, dan satunya bahkan sudah mengalahkan Kak Cracker dan mampu lolos dari hutan. Mereka sudah ditangkap dan dikurung di Perpustakaan Tahanan, tapi kenapa kudengar sayup-sayup rumor kalau mereka meloloskan diri!? Dan bagaimana dengan berita soal Jinbe ini, Opera!!?"
"Berapa kali harus kujelaskan!? Aku bahkan tak tahu di mana si hiu itu berada!!" Opera membentak.
"Tak ada yang lolos!! Seperti yang Mama perintahkan, aku menyiksa mereka supaya mau buka mulut soal keberadaan Lola!! Tapi mereka tak tahu apa-apa, jadi aku membakar mereka sampai mati!! Aku memang sudah berlebihan, tapi.. Apa kau mau mencurigai saudaramu sendiri, Mont'od Or!?"
Opera memberi laporan palsu pada pertemuan itu. Dalam hati, "Mana mungkin aku melaporkan yang sesungguhnya. Kalau sampai Mama tahu aku membiarkan mereka lolos, bisa-bisa semua sisa umurku diambil..."
Akhirnya, meski masih curiga, Mont'd Or mengiyakannya.
"Jadi kita bisa mencoret mereka berdua juga? Lalu bagaimana dengan Sanji dan Keluarga Vinsmoke lainnya?"
"Semuanya sedang beristirahat di ruangan mereka.."

"Baiklah!! Kalau begitu berarti semua penyusup telah dibereskan!! Persiapan untuk besok telah dilakukan di dapur besar!! Besok, demi Pudding saudari kita tercinta, ayo jadikan pesta pernikahan ini kenangan yang tak akan pernah terlupakan!!" ucap Mont'd Or.
Diam-diam setelah rapat selesai, Mont'd Or memberi perintah pada prajurit keju, "Teruslah berpatroli sampai pagi, aku tidak mempercayai Opera..."
"Siap pak!!"

Reiju masih berdiri di depan jendela yang Luffy terobos, dan luar sana, Sweet city, hujan masih terjadi. Sanji berada di salah satu lorong kastil, duduk di sebelah bekal makanan yang ia buat...
"Ini... Untuk Pudding!? Sial... Apa yang telah kulakukan!? Ini sih makanan favorit mereka, ayo lupakan mereka, lupakan mereka.." ucap Sanji dalam hati.
"Eh!?" seseorang melihat Sanji, Bobin.

"Meski sebentar, tapi aku menikmati waktu bersama mereka. Luffy dan yang lainnya pasti bisa keluar dari sini dengan usaha mereka sendiri..." dalam hati Sanji merenung. "Semua prajurit iblis Vinsmoke akan mati, begitu pula denganku, semuanya akan berjalan sesuai rencana Big Mom..."

"Ah!! Makanan!!" Bobin mendekati Sanji dan mengambil bekal makanannya. Dan ia baru sadar kalau lelaki yang duduk di sebelah makanan itu Sanji. "Eh!? Vinsmoke Sanji!! Bukankah kau... Sedang tidur di kamarmu??"

Sanji jadi teringat kata-kata Luffy sebelumnya, "Kalau kau tidak kembali, maka aku akan mati kelaparan di sini!!"
Sanji pun memandang Bobin dengan tatapan marah, "Jauhkan tanganmu... Daging itu... Bukan untukmu!!"
Baaaammm!!! Sanji menendang Bobin hingga tubuhnya membentur dan menghancurkan tembok lorong.

Prajurit di dekat sana jadi menyadarinya.
"Suara ribut-ribut apa itu!?"
"Asalnya dari sebelah sana!!"
"Kedengarannya seperti tembok yang hancur!!"

Kacamata Bobin sampai pecah, masih dalam kondisi syok ia lalu bertanya-tanya, "Apa yang kau lakukan di sini!?"
Sanji jadi panik, "Apa yang sudah kulakukan!?" ucapnya dalam hati.
Sanji akhirnya mengambil bekal makanan itu dan kabur.

"Oi!! Jangan kabur kau, sialan!!"



Read more

6/11/2017

Sinopsis One Piece Chapter 851: Charlotte Pudding Sang Pengkhianat Cinta

 Sinopsis One Piece Chapter 851: Pengkhianatan Cinta Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece 851 menampilkan drama perih yang harus dilalui Sanji Vinsmoke. Ketika cintanya untuk Charlotte Pudding begitu membara, cinta itu seketika padam di bawah guyuran hujan deras; kala Pudding mengungkapkan semua kebusukan kepada Reiju Vinsmoke. Pudding yang ahli berakting, gembira menanti momen untuk menghabisi keluarga Vinsmoke. Di kesempatan yang sama, Pudding menembaki Reiju; dan mengambil ingatannya melalui kekuatan Memo Memo no Mi.

Cerita One Piece Chapter 851 berjudul 'Dog-End/ Shikemoku' dirilis pada 7 Januari 2017. Di sinilah, semua rencana jahat Pudding terbongkar secara tidak sengaja oleh Sanji yang berniat memberikan mawar untuknya. Sanji menangis tanpa suara di luar ruangan ketika Pudding menggunakan pistol dengan peluru kaliber 36 Candy Jacket untuk mengalahkan Reiju. Pudding bukan cuma menyerang kakaknya, tetapi juga menertawai cinta tulus Sanji.

Sanji berusaha menyalakan rokoknya, tetapi hujan deras membuat keinginannya menenangkan diri sirna. Tetapi ia jadi tahu, kekuatan rahasia Pudding, yang seorang pemakan buah iblis Memo Memo no Mi. Dengan kekuatan buah iblis itu, Pudding bisa mengeluarkan ingatan lawannya seperti lembaran film, dan memotong bagian yang tidak disukai atau tidak dibutuhkan, sehingga bagian yang dipotong itu lenyap dari ingatan sang lawan. Dalam hal ini, Pudding menghapus ingatan Reiju tentang pemaparan rencananya. Tapi Pudding tidak mengira Sanji sudah tahu semuanya ...



Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook dengan mudah ditangani oleh Big Mom dengan bantuan Zeus dan Prometheus. Tetapi Brook pantang menyerah. Ia bertekad untuk mendapatkan Road Poneglyph apapun yang terjadi, bahkan meski hal ini akan tertebus dengan tetap tinggalnya Sanji untuk pernikahan dengan Pudiding.

Di Dunia Cermin, Brulee yang sudah dikalahkan Chopper dan Carrot dipaksa untuk menunjukkan jalan di mana letak Sanji saat ini. Carrot menggambar wajah Sanji dan meminta cermin-cermin yang ada di sana mencari sang koki.

Terakhir, di Perpustakaan Tahanan, Charlotte Opera meminta Nami menceritakan, di manakah keberadaaan Lola saat ini. Nami memilih tutup mulut. Opera hendak memanah Nami, ketika kemudian muncul sosok tidak terduga. Jinbe datang untuk menyelamatkan Luffy dan Nami, sekaligus mengkhianati Big Mom!

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 851 diambil dari versiteks.com.

 Air Hujan masih mengalir deras di Whole Cake Island, ditemani bunyi petir yang terus menggelegar. Namun tak ada yang lebih menusuk hati Sanji selain suara yang ia dengar dari balik dinding tempatnya berdiri sekarang. Suara merdu calon istrinya.
"Ahahaha!! Besok keenam anggota Keluarga Vinsmoke akan terbunuh!! Tempat pernikahan akan dilumuri dengan darah... Tapi hati-hati saat kalian mati nanti, ya? Jangan sampai kue pernikahannya jadi kotor..."

Pudding masih berdiri di depan Reiju, yang terikat kuat dan tak bisa berbuat apa-apa.
Pudding memegang sebuah pistol, memperlihatkan kemampuannya dengan menembak dinding tempat Sanji berada. Kuat sekali, tembakannya sampai menembus hancur objek yang dikenainya. Tembakan itu bersarang hanya beberapa meter di samping kiri Sanji, namun lelaki yang akan menikah besok itu terlihat sama sekali tak peduli.
Sanji masih menengadahkan kepalanya ke atas, dengan tatapan suram memandangi titik-titik hujan yang berjatuhan menyamarkan air matanya.
"Ini adalah pistol percussion lock dengan peluru kaliber 36, Candy Jacket.." jelas Pudding membanggakan pistolnya. "Pistol ini bisa menembus segala macam perisai!! Hebat sekali, bukan??"
Reiju cuek saja mendengarnya, sementara Pudding terus mengoceh. "Pistol ini bahkan bisa melukai tubuh bajamu itu!! Fufufu... Aku jadi tak sabar menunggu hari esok, seperti apa ya ekspresi wajahnya nanti??"
"Pasti akan jadi menyenangkan!! Hahaha!!" Nitro si lendir bertopi tertawa puas.
"Laki-laki itu percaya kalau Pudding sudah jatuh cinta padanya!! Hahaha!!" Rabian si karpet terbang ikut tertawa.
"Mungkin ekspresi wajahnya akan jadi seperti ini..."
Pudding lalu mulai memperlihatkan ekspresi-ekspresi menggelikan.
"Gyahahaa!! Pasti begitu!!" Rabian dan Nitro tertawa terbahak-bahak.
"Mungkin juga seperti ini... Pudding... chaan..."
"Gyahahaha!!!!" tawa dua mahkluk itu semakin kencang.

"Hei, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?? Dia itu adikmu, kan?? Apa kau mau tahu apa yang dia katakan saat melamarku?? Inilah bagian terbaiknya!! Dia benar-benar melamarku sambil melepas masker yang menutupi wajah jeleknya!!"

Kenangan yang sangat bodoh untuk Sanji ingat-ingat. Karangan bunga dan bekal makanan di tangan Sanji telah jatuh di atas rumput. Sanji berusaha untuk menghidupkan rokok di mulutnya tetapi tidak bisa. Hujan terlalu deras.

"Saat melamarku, dia memelukku dengan erat sambil bilang begini... Kamu adalah satu-satunya penyelamatku, mari kita menikah!!"
Pudding bicara dengan pipi bengkak menirukan Sanji, yang tentu saja membuat Nitro dan si karpet terbang tertawa semakin puas.
Lagi-lagi Reiju hanya bisa terdiam.

"Bisakah kau membayangkan ada orang yang melamar seperti itu!? Hahaha!! Tidak masuk akal, kenapa juga aku harus menikahi pecundang seperti dia!?"

Sanji berusaha untuk menghidupkan rokoknya lagi, tapi tetap tidak bisa. Tentu ia tahu kalau api tak akan bisa hidup di bawah guyuran hujan, Sanji pasti tahu hal itu. Tapi apa lagi yang bisa dilakukannya?
Sanji bahkan sudah tak kuat untuk menatap ke ketinggian langit. Kepalanya kini tertunduk, membiarkan air di matanya menetes dengan lebih mudah.

Di ruang harta, Brook yang kelihatannya baru saja menerima serangan dari Big Mom berusaha untuk bangkit kembali.
Big Mom tertawa, "Kenapa kau masih saja berdiri, Soul King!? Apa kau jauh lebih menginginkan batu itu dibanding merebut kembali Sanji??"
"Sanji adalah lelaki yang baik, jadi kupikir demi kami dia tak akan pernah kembali lagi.." ucap Brook. "Aku tak tahu jebakan seperti apa yang sudah kau ciptakan untuknya, tapi Sanji tak akan pernah berhenti sekalinya ia memutuskan untuk berkorban demi seseorang!!"

"Di sisi lain," ucap Brook lagi, "kapten kami adalah lelaki yang terus mengikuti tujuannya!! Jadi masalah itu biar mereka berdua saja yang menyelesaikannya...!!"
"Begitu ya... Jadi kau merasa tak ada kaitannya dengan itu makanya mengincar batuku..."
"Tidak juga!! Meski kemungkinan terburuknya, Sanji benar-benar tidak kembali, dengan mendapatkan Road Poneglyph, kami bisa memperoleh harta yang berharga di sini, dan Sanji tak akan menyalahkan dirinya sendiri!!"
"Kemungkinan terburuk katamu?? Apa kalian pikir kalian berdua tidak akan mati, hah!?"
Brook membalas, "Orang bodoh mana yang berencana untuk mati, Nona Muda!?"

Di dunia cermin, Brulee tertawa terbahak-bahak. "Haaaa!!! Hentikan!!! Wiih wiih fiih!! Hentikan!!!"
Carrot mengelitikinya. "Jangan mengelitikiku!! Aku akan mengatakannya!! Haaahh!!"
"Baik, hentikan, Carrot.." ucap Chopper.
"Cepat jawab, kastilnya ada di mana!?"
"Kau... awas kalian nanti ya..." Brulee kesal tapi pada akhirnya ia memberi petunjuk. "Aku tidak tahu cermin yang mana, tapi kalian bisa langsung bertanya pada para cermin!!"
"Bertanya??"
"Para cermin tahu apa yang tercermin pada mereka!!"

Carrot dan Chopper pun berteriak, "Hooooi Cermin-Cermin!! Di mana cermin yang menuju ke kastil...!?"
Cermin-cermin menyahut..
"Hai...!!"
"Itu aku...!!"
"Aku juga...!!"
"Akulah cermin di lemari Garetto-sama!!"
"Aku cermin kecil di ruang tamu lantai 2!!"
"Aku cermin di toilet wanita lantai 4!!"

Chopper lalu bertanya lagi, "Adakah cermin yang menuju Luffy, Nami, Brook, Pedro, atau Sanji!? Kami mencari mereka!!"
"Siapa??"
"Wajahnya seperti apa??"
"Sanji-sama sudah lewat tadi..."
"Serahkan padaku, Kachopper!!" Carrot menyiapkan pena dan kerta, "Aku pandai menggambar wajah!!"

Sanji masih tertunduk, di bawah hujan, di antara karangan bunga dan bekal makanan yang tergetak di samping kakinya.

"Baiklah, kakak yang manis..." Pudding berkata pada Reiju.
Pudding melakukan sesuatu yang tak terduga. Pudding menyiapkan tangan kanannya, menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya untuk mengambil sesuatu dari kepala Reiju.
"Aku akan berada dalam masalah kalau kau mati sekarang, apalagi kalau kau sampai mengungkap identitasku pada mereka..."
"!?" Reiju kaget, Pudding mampu mengambil ingatan dari kepala seseorang. Reiju menjerit saat ingatannya ditarik keluar begitu saja.
"Ini adalah kekuatan Memo Memo no Mi!!" jelas Pudding. "Semua orang memiliki kenangan yang direkam dalam kepala mereka seperti film. Kau juga pasti mempunyai kenangan yang menyakitkan dan membuat frustrasi, kan??"
Dan Reiju menjadi tidak sadarkan diri.

"Sekarang aku akan mengubah ingatanmu yang tertembak olehku... "
Pudding lalu menggunakan gunting untuk memotong ingatan Reiju tentangnya.
"Tinggl edit, selesai... Fufufu!! Semua kenanganmu bersamaku telah kupotong!! Mari kita bersenang-senang pada upacara pernikahan besok!! Panggil prajurit, bawa dia ke dokter..."

Di luar kini hanya terlihat karangan bunga yang bersandar di pinggir tembok, Sanji dan bekal makanan yang dibawanya telah pergi menghilang.

Di Perpustakaan Tahanan, Luffy masih terus melanjutkan aksi gilanya untuk memutus kedua tangannya. Nami jadi semakin menjerit ketakutan, "Gyaaa!! Hentikan, Luffy!! Darahmu banyak mengenaiku!!"
"Uuuh!! Sedikit lagi!!!"
Charlotte Opera yang sejak tadi duduk mengawasi sampai mendekat, "Jangan memaksakan diri..." ucapnya.
Opera lalu menanyai Nami, "Hei perempuan, Mama memintaku untuk menanyaimu mengenai keberadaan Lola, jadi cepat katakan!!"
"Untuk apa juga aku menghianati sahabatku!?" Nami membentak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyiksamu..."
"Jangan bicara seenaknya!!" bentak Nami.

"Baiklah, aku akan menembakmu dalam lima detik, kalau mau bicara cepatlah katakan..." Opera bersiap untuk menembak Nami dengan panah crossbow.
"H-Hei!? Apa yang kau lakukan!? Kalau begitu aku akan mati!!"
"Makanya cepat katakan!!"
"Kau tak perlu khawatir, Nami!! Dalam lima detik tanganku sudah akan putus, aku tak akan membiarkannya membunuhmu!!"
"Eeeeh!?" Nami malah lebih menghawatirkan tangan Luffy.
"Aku tidak mau mati!! Tapi juga tidak mau tanganmu putus, pokoknya jangan!!"
"Jangan egois!!" bentak Luffy dan Opera barengan.

Seseorang kemudian datang...
"Hei, apa ada orang di sini??"
Jinbe muncul!

Read more