3/07/2016

Sinopsis One Piece 818: Empat Road Poneglyph Menuju Raftel & Rahasia Ayah Momonosuke

 Sinopsis One Piece 818: Empat Road Poneglyph Menuju Raftel & Rahasia Ayah Momonosuke

Sinopsis One Piece 818 semakin membuka tabir gelap tentang perburuan One Piece, harta karun yang ditinggalkan sang raja bajak laut Gold D. Roger. Kali ini kelompok Bajak Laut Topi Jerami yang masih berada di Pulau Zou, menemukan poneglyph merah yang menjadi tanda petunjuk awal menuju Raftel, pulau yang diyakini sebagai tempat keberadaan One Piece. Selain itu terkuak pula sedikit misteri tentang ayah Momonosuke, Kozuki Oden yang tewas dibunuh oleh salah satu Yonko (Empat Kaisar), Kaidou.

Cerita One Piece Chapter 818 berjudul 'Di Dalam Ikan Paus' dirilis oleh Eiichiro Oda pada 7 Maret 2016. Suasana masih 'bersahabat' dan tidak ada pertarungan yang melibatkan kru Bajak Laut Topi Jerami yang masih berada di Zou. Luffy, Chopper, dan Usopp masih terkagum-kagum oleh kelihaian Raizou si ninja yang mengeluarkan jurus-jurus ninjutsu yang memesona. Namun Raizou bersama dua rekannya yang baru bertemu kembali setelah terpisah sekian lama, Kin'emon serta Kanjuro, justru menangis menyaksikan Pulau Zou yang dahulunya damai kini porak poranda oleh Jack, anggota bajak laut Kaido.

Terjemahan One Piece 818 berlanjut pada kedatangan Nekomamushi dan Inurarashi, penguasa Pulau Zou yang menyebut, Nico Robin hampir selesai merampungkan pembacaannya pada poneglyph di pulau tersebut. Sementara itu, Nami yang membaca terjemahan Robin terkejut karena pesan dalam poneglyph tersebut bagaikan peta. Di sinilah Nekomamushi menguak poneglyph Pulau Zou yang 'berbeda' dari poneglyph lain.

Inuarashi mengisahkan, poneglyph ini disebut Road Poneglyph, dan bukan satu-satunya di dunia. Ada empat Road Poneglyph yang jika jika masing-masing dibaca, akan memandu jalan bajak laut Topi Jerami menuju pulau di sekitar Raftel. Dengan demikian, jika ada bajak laut yang berhasil membaca semua Road Poneglyph, maka empat pulau di sekitar Raftel akan ditemukan. Dan dari sanalah akan ada petunjuk menuju Raftel, pulau tempat One Piece.

Nekomamushi menyebutkan, tiga dari empat Road Poneglyph tersebut sudah ditemukan, sementara yang satu hilang. Road Poneglyph pertama ada di tangan bajak laut Topi Jerami. Namun dua Road Poneglyph lain ada di tangan dua Yonko, yaitu masing-masing dipegang oleh Big Mom dan Kaido. Luffy mengira, satu-satunya cara untuk mendapatkan Road Poneglyph tersebut adalah menghajar dua Yonko tersebut.

Namun Nekomamushi menyebut, Road Poneglyph yang berat tidak perlu dibawa kemana-mana. Seseorang cukup menjiplak pesan dalam poneglyph tersebut pada gyotaku. Di sinilah terjadi perdebatan antara Luffy dan Usopp, karena Usopp yang penakut, tidak ingin langsung menghajar Yonko. Dia berpendapat, mencuri gyotaku Road Poneglyph dari dua Yonko lebih realistis.

Nekomamushi juga memperingatkan Nico Robin, satu-satunya penduduk Ohara yang masih tersisa. Hanya orang-orang Ohara saja yang bisa membaca poneglyph. Robin pasti akan menjadi incaran para Yonko untuk memecahkan kode Road Poneglyph menuju Raftel ini.

Kisah berlanjut pada pengungkapan Nekomamushi, bahwa alasan dirinya dan Inuarashi tahu banyak tentang poneglyph, tak lain tak bukan berasal dari Kozuki Oden, ayah Momonosuke. Keluarga Kozuki adalah pandai besi yang menciptakan poneglyph 800 tahun lalu. Secara turun temurun kelaurga Kozuki dapat membaca poneglyph, tetapi terhenti pada Kozuki Oden.

Pasalnya sebelum mewariskan ilmu tersebut kepada Momonosuke, Kozuki Oden sudah terlebih dahulu dieksekusi oleh Kaidou dan shogun dari Wa no Kuni (Negeri damai, Jepang) dengan cara dimasukkan dalam sup. Dari sanalah terjawab misteri lain, saat ini Kaidou dengan anggota bajak lautnya, menguasai Wa no Kuni. Kozuki Oden dieksekusi karena tidak mau membocorkan informasi tentang poneglyph. Selain itu, Oden pernah bertualang bersama sang raja bajak laut Gol D. Roger, dan menyaksikan rahasia besar yang hingga kini tidak diketahui.
---------------------------------
Sinopsis One Piece bisa dilihat di bawah ini 
Chapter 825
Chapter 818 
-------------------------------

Load disqus comments

0 komentar