6/15/2017

Karakter One Piece: Daftar Nama Anak-Anak & Suami Charlotte Linlin (Big Mom)

Daftar Nama Anak-Anak & Suami Charlotte Linlin (Big Mom)

 Daftar nama anak-anak dan suami Charlotte Linlin (Big Mom) dapat menunjukkan betapa kuatnya sosok satu-satunya Yonko perempuan ini. Ia memiliki total 85 anak, yang terbagi menjadi 39 anak perempuan dan 46 anak lelaki. Big Mom juga menikah dengan 43 suami; dan tidak ada satupun suaminya yang mampu mengalahkan dirinya. Big Mom sendiri menganggap pernikahan serba politik. Ia menikahkan anak-anaknya dengan tujuan untuk mendapatkan alians tangguh yang berguna untuk memperkuat Bajak Laut Big Mom yang dikomandoinya.

Sebagai Yonko, Big Mom memiliki karakter yang sangat egois; yang menjadi dasarnya untuk menjadi Raja Bajak Laut. Di masa lalu, Big Mom nyaris mendapatkan jalan ke Raftel, tetapi didahului oleh Gol d Roger yang mampu mendengarkan suara segala sesuatu (voice of all things). Big Mom berniat menguasai dunia untuk membuat semua orang bisa duduk bersamanya dalam jamuan makan.

Prinsip kesetaraan yang aneh ini didapatkan Big Mom dari perjalanan hidupnya. Di masa kecil, Big Mom (Linlin) sangat ditakuti dan dibenci oleh anak-anak seumurannya karena rakus, bodoh, dan tidak tahu cara menolong orang lain dengan kekuatan supernya. Big Mom juga memahami konsep kesetaraan ini dari pengalamannya bersama Mother Caramel; sosok yang dipuja-pujanya, padahal sebenarnya nyaris menjual Linlin ke Angkatan Laut, sebelum secara tidak sengaja disantap sendiri oleh Linlin yang berulang tahun.

Ketika dewasa, karakter 'bodoh' dan egois Big Mom tetap bertahan; ditambah dengan kekuasaannya yang makin luas. Hal ini berpengaruh pula dalam caranya memandang konsep keluarga. Bagi Big Mom, suami adalah orang asing yang bisa disingkirkan atau dibunuh; hanya karena mereka tidak punya hubungan darah. Big Mom juga memandang rendah semua anaknya. Ia marah ketika Lola, sang putri, melarikan diri dari pernikahannya dengan pangeran Elbaf, Loki. Bahkan Big Mom mengharapkan Lola mati saja.

Sikap kasar dan tega Big Mom ini membuat anak-anaknya takut kepadanya; seperti yang dilakukan oleh Charlotte Opera yang tidak berani membocorkan lolosnya Luffy dan Nami dari Dunia Buku karena takut dihabisi oleh ibunya sendiri. Di sisi lain, anak-anak perempuan Big Mom yang punya suami berseberangan pandangan dari sang ibu, ada kecenderungan untuk membangkang. Hal ini bisa ditunjukkan dari Charlotte Pralin, istri Aladdin, first mate Bajak Laut Matahari yang mendukung penggulingan Big Mom. Begitu pula Charlotte Chiffon yang mendukung suaminya Capone Bege yang terang-terangan mengkhianati sang ibu.

Berikut ini daftar nama anak-anak Big Mom. Angka di belakangnya menunjukkan urutan kelahiran anak tersebut.

Anak Laki-Laki 
Charlotte Perospero (1)
Charlotte Katakuri (2)
Charlotte Daifuku (3)
Charlotte Oven (4)
Charlotte Opera (5)
Charlotte Counter (6)
Charlotte Cadenza (7)
Charlotte Cabaletta (8)
Charlotte Gala (9)
Charlotte Cracker (10)
Charlotte Moscato (16)
Charlotte Mont-d'Or (19)
Charlotte Bavarois
Charlotte Mascarpone
Charlotte Nusstorte  
Charlotte Dolce
Charlotte Dragée
Charlotte Anglais

Anak Perempuan
Charlotte Compote (1)
Charlotte Amande
Charlotte Brûlée (8)
Charlotte Smoothie (14)
Charlotte Galette (18)
Charlotte Chiffon (22)
Charlotte Lola (23)
Charlotte Praline (29)
Charlotte Puding (35)
Charlotte Joscarpone
Charlotte Myukuru 
Charlotte Anana


-----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------

Read more

6/14/2017

Sinopsis One Piece Chapter 853: Gol D Roger Sang Pembaca Voice of All Things



Sinopsis One Piece 853 menampilkan tertangkapnya Brook oleh Big Mom. Kemunduran dalam upaya penyelamatan Sanji ini dibalas dengan keberhasilan Chopper dan Carrot untuk menarik Pedro ke Dunia Cermin; ketika Pedro tengah bertarung mati-matian melawan Baron Tamago. Sementara itu, Luffy yang sudah lolos dari Dunia Buku, mencari Sanji. Di saat inilah ia bertemu Reiju; dan memahami semuanya. Kini sudah tidak ada penghalang lagi agar Sanji kembali ke Bajak Laut Topi Jerami ...

Cerita One Piece Chapter 853 berjudul 'Not Here/ Koko ja nē/ Tidak Di Sini' dirilis pada 30 Januari 2017. Memang chapter ini ibarat jembatan dari chapter 852 ke 854, sehingga detail cerita sedikit 'kurang'. Namun di chapter ini terdapat informasi penting, yaitu kisah Big Mom tentang Road Poneglyph. Setelah menangkap Brook, dan memastikan sang tengkorak tidak membawa salinan poneglyph itu, Big Mom mulai menceritakan kejadian sebelumnya; bertahun lalu ketika Gol D Roger Sang Raja Bajak Laut mendahuluinya ke Raftel.

Mimpi Big Mom kandas untuk menjadi orang nomor satu, bukan karena Roger mencuri salinan poneglyph miliknya. Tetapi karena Roger memiliki kemampuan untuk mendengar suara semua benda; kemampuan yang sama seperti Luffy. Dengan kemampuan itu, Roger bisa membaca poneglyph yang diambil susah payah oleh Big Mom. Namun kini sang yonko punya strategi lain untuk mencapai Raftel ...

Sementara itu Luffy yang mencari Sanji, bertemu dengan Reiju Vinsmoke yang menceritakan segalanya; termasuk Sanji yang sudah tahu tentang pengkhianatan Pudding, dan rencana pembantaian keluarga Vinsmoke dalam pernikahannya mendatang. Oleh karena itu Luffy sadar, satu-satunya tempat kembali untuknya adalah tempat terakhir kali berpisah dengan Sanji.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 853 yang diambil dari versiteks.com.

Ruang harta, Big Mom telah berhasil menangkap Brook. Mahkluk tulang setinggi lebih dua setengah meter itu terlihat kecil sekali di cengkraman tangan Big Mom.
"Mamamama..."
Big Mom tersenyum-senyum sambil mengelus kepala Brook. "Mahkluk kecil yang imut sekali!! Tubuhmu tulang belulang tetapi bisa hidup, sungguh suatu keajaiban!! Kau juga bertarung dengan gagah berani, Soul King!!"
"Para prajurit keju takut setengah mati padamu, Mamama... Kau benar-benar Soul King, musuh alami mereka... Tapi kau tak akan bisa mengalahkan anak-anak ini... Mereka spesial!!"

Yang Big Mom maksud adalah mereka bertiga: Napoleon si Topi Bajak Laut, Zeus si Awan Petir, dan Prometheus si matahari.
"Mereka memiliki jiwaku.." ucap Big Mom. "Mereka sudah seperti bagian dari diriku sendiri, kau tahu? Level mereka berbeda dari mahkluk dengan jiwa-jiwa biasa!!"

Sementara Brook dicengkram Big Mom, prajurit keju menggeledah pakaian yang Brook pakai. Dan mereka tidak menemukan apa-apa. "Tidak ada apa-apa di balik bajunya, dia belum mencuri apa-apa..."
"Mamamama... Kalau begitu tidak masalah, Soul King!!" Big Mom terus mengelus Brook, seolah dia sudah menjadi boneka kesayangannya atau semacamnya.
"Maaf sudah meragukanmu..." ucap Big Mom, "Tapi mau bagaimana lagi, Tamatebako dan tentu saja salinan poneglif, aku tak bisa membiarkannya dicuri begitu saja. Kalau ada yang mendahuluiku sampai di Raftel lagi, aku akan terlihat seperti orang bodoh, kan? Aku tak akan lengah lagi seperti saat dicuri Roger dulu, tidak akan!!"

"Dia membaca batu itu dengan kemampuan khususnya, kemampuan untuk mendengar segalanya. Aku juga punya senjata rahasia, yang akan memberiku kekuatan yang sama... Kamilah yang selanjutnya akan sampai di Raftel!!"

Seseorang kemudian menghampiri Big Mom, Pudding.
"Mama!!"
"Oh!! Puddingku yang manis!! Tepat sekali, ada urusan apa?? Kekuatan mata ketigamu sudah muncul??"
"Uuuh, Mama, jangan sering-sering membahas itu, darahku campuran, ingat?? Belum tentu aku bisa memperoleh kemampuan seperti itu..." ucap Pudding, dengan wajah imutnya.
"Mamama, maaf maaf!! Tapi tidak salah lagi, darah suku mata tiga mengalir di nadimu..."

Dalam hati Brook sedikit kaget, "Hah... Pudding-san.. Mata tiga?? Ah, tidak bagus, Big Mom tidak boleh tahu kalau kita saling kenal..."
Brook masih belum mengetahui sifat alami Pudding.

Dalam hati Pudding kaget juga melihat Brook.
"Jadi si manusia tulang ada di sini... Yah, tapi dia tertangkap, kurasa semuanya baik-baik saja..."
Pudding pun berkata pada Big Mom, "Mama!! Di sini terlalu ramai, mau pindah ke ruangan lain untuk bicara sebentar??"
"Tentu saja, putriku..."

Lantai 3 Taman Dalam, pertarungan antara Pedro dan Tamago masih terus berlanjut. Prajurit-prajurit Big Mom menyemangati Tamago, "Maju!! Kalahkan dia!! Ayam!!"
Setelah terbelah dua, Tamago berubah menjadi ayam viscount.
"Hiyoko Shishaku!!"

"Perempuan berambut panjang itu sempat lari lewat sini!!" ucap salah satu cermin.
"Oooh cerminnya bicara!!"
"Eh!? Jadi Nami berhasil kabur!? Berarti Luffy bersamanya??"
"Dia bersama Boss Jinbe!!"
"Jinbe!?"

Luffy terus menerobos prajurit Big Mom, sambil berteriak-teriak mencari Sanji, "Sanji!!! Di mana kauuuu!?"
Sementara prajurit terus menghubungi pusat untuk meminta bantuan. Tapi percuma, Luffy menghajar mereka semua. Sampai kemudian Luffy melewati ruang medis tempat Reiju berada, Reiju menarik tangannya dan membawanya masuk.

Reiju lalu menutup pintunya.
Para pengejar yang cukup jauh tidak sadar akan hal itu dan terus mengejar.
"Cepat sekali dia lari!! Ayo terus kejar!! Jangan sampai lolos!!"
Luffy mengingat Reiju..
"Kau... Kakaknya Sanji!? Ada apa!? Aku sedang buru-buru!!"
"Kau mencari Sanji, kan?? Dia baru saja pergi.." ucap Reiju.
"Eeeh!? Ke mana!? Kami sudah ditipu oleh Pudding!! Pudding, calon istri Sanji berkata kalau ia akan membunuhnya!! Aaah...!! Apa kau baik-baik saja!? Kau terluka!!"
Luffy menyadari perban yang melilit paha Reiju.
"Yah, aku baik-baik saja. Dan soal Pudding, Sanji juga sudah tahu itu..."
"Eh!? Dia sudah tahu!?"
"Dia baru saja tahu tadi.."

"Aku sudah berusaha meyakinkannya untuk pergi dari pulau ini, tapi... Sanji khawatir soal sandera yang ada di East Blue dan kalian..." ucap Reiju.
"Sandera!? Pasti maksudnya Baratie, kan!? Aku juga kenal mereka!! Kalau mereka benar-benar dalam bahaya, aku akan pergi ke East Blue dan bertarung!!"
Luffy menjerit, tapi suara perutnya lebih keras lagi.
"Kau... Lapar?"
"T-Tidak!!" Luffy bersikeras, dan Reiju teringat kata-kata Luffy waktu itu. Ia juga mendengarnya, bahwa ia tak akan makan makanan selain masakan Sanji.

"Yah..." Luffy tersenyum, "Dia sudah tahu soal Pudding, kalau dia tidak tertipu berarti bagus, aku sudah melakukan semua yang bisa kulakukan. Baiklah kalau begitu, kakaknya Sanji!! Terima kasih!!"
Luffy berlari menuju jendela.
"Eh!? Kau mau ke mana!? Itu kan...!!"
"Tempat janjiannya bukan di sini!!" Luffy melompat menerobos jendela.

Sanji sedang berada di ruangannya, penuh dengan berbagai pikiran. Soal Baratie, ancaman ayahnya, kata-kata bohong Big Mom, kemudian kenyataan menyakitkan dari Pudding...
Juga bagaimana ia memperlakukan Luffy.
"Aku tak bisa kembali lagi, Luff..." ucap Sanji dalam hati.
Sementara Luffy, ia melompat dan jatuh menghantam rumah warga.
"Sesuatu jatuh dari sana!!" teriak warga.

"Rumahku...!!"
"Eh!? Itu... Manusia!?"
Luffy yang terlihat kelaparan terus berjalan...
"Aku harus menunggu... Di tempat itu..." ucapnya.
Read more

6/13/2017

Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

 Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

Sinopsis One Piece 854 menampilkan terbongkarnya rencana Big Mom dan Pudding untuk menghancurkan Keluarga Vinsmoke oleh Brook. Di saat bersamaan, ketika rencana tampak tidak bakal meleset, Charlotte Opera justru membohongi Big Mom soal lolosnya Luffy dan Nami dari Dunia Buku. Di saat bersamaan, penjagaan terhadap Sanji Vinsmoke juga luput. Sanji berhasil lolos dari kamarnya dengan membawa bento. Tujuannya cuma satu, segera menemui Luffy. Di saat itulah Bobbin memergokinya ...

Cerita One Piece Chapter 854 berjudul 'What Are You Doing?/ Nani Yattenda?/ Apa Yang Kau Lakukan?!' dirilis pada 6 Februari 2017. Bermula dari lolosnya Nami dan Jinbe dari sisa pasukan Charlotte Opera, dua orang ini kemudian bisa bertemu Chopper dan Carrot. Mereka kemudian masuk ke Dunia Cermin milik Charlotte Brulee. Di sinilah Brulee paham Jinbei sudah berkhianat kepada Big Mom. Namun semua percuma karena Brulee tidak bisa memberi informasi apapun kepada Big Mom.

Sementara itu, Big Mom yang menangkap Brook berbincang-bincang dengan Charlotte Pudding tentang peristiwa penembakan Reiju Vinsmoke. Dari sinilah Brook tahu, Pudding tidak sebaik yang selama ini dibayangkan oleh Kelompok Topi Jerami. Tapi, di sisi lain, Brook sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia sudah menjadi tawanan Big Mom.

Sanji yang kini menyadari, Pudding sudah mengkhianati cintanya, tahu bahwa satu-satunya jalan keluar adalah kembali ke Kelompok Topi Jerami. Artinya, ia harus segera menemui Luffy di tempat terakhir kali mereka terpisah, kala Sanji menghajar sang kapten. Dengan sebuah trik, Sanji lolos dengan membawa bekal. Ketika itulah Bobbin, anggota Bajak Laut Big Mom memergokinya. Tapi, Sanji sudah membulatkan tekad. ia menendang Bobbin; dan membuka jalan menuju sang kapten tanpa bisa dihalangi siapapun lagi.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 854 diambil dari versiteks.com.

Prajurit Big Mom terus mengejar Jinbe dan Nami.
"Tutup gerbangnya!! Kepung mereka!!"
"Jangan sampai mereka lolos dari sini!!"

Tak hanya mengejar, beberapa juga menembaki Jinbe dan Nami dengan senapan. Namun meski bertubuh besar, kecepatan lari Jinbe tak mudah untuk mengejar, bahkan sambil membawa Nami di atas punggungnya.
"Kalau begini terus, lama-lama kita bisa terkepung!!" ucap Jinbe.
"Eh!? Apa tidak ada jalan keluar!?" Nami bertanya.
Beberapa pengejar bahkan baru sadar kalau yang mereka kejar adalah Jinbe.
"Itu Boss Jinbe!! Eh...!? Jinbe memberontak!!"
"Bisakah kau mengurus pengejar di belakang kita, Nami!?"
"Ya, aku juga sudah muak dengan orang-orang ini!!"
Dari punggung Jinbe, Nami lalu menggunakan tongkatnya untuk menciptakan awan petir dan menyerang para pengejar di belakang.
"Bagus, yang di depan juga!!"
Blaaaarrrr!!!! Nami menyambar semuanya.
"Gyaaaaahhh!!!"

"Eh!?" Nami kaget. Di antara orang-orang yang disambarnya itu, ada satu sosok yang dikenalnya. Chopper. Ya, Chopper yang baru saja muncul dari Dunia Cermin malah ikut tersambar petir Nami.
"Eeeh!? Chopper!?"
"Kachopper!!" Carrot menjerit, lalu memberitahu Nami, "Nami, kami datang untuk menyelamatkanmu!!"
"Carrot!? Eeh!?? Maaf!!" ucap Nami.

Pada akhirnya, Jinbe dan Nami diselamatkan dan dibawa masuk ke Dunia Cermin.
"Kachopper!! Apa kau baik-baik saja!?" Carrot masih menghawatirkan Chopper.
"Sulit dipercaya, jadi sekarang kita berada di Dunia Cermin ya?" Nami masih terlihat syok.

"Jinbeee!!!" Brulee yang disekap membentak Jinbe, "Kenapa kau bisa bersama orang-orang ini!? Ini jelas-jelas merupakan pengkhianatan!! Kudengar meski kau ingin keluar, tapi kau terlalu takut untuk memutar roulette Mama!!"
"Mama sudah melindungi Pulau Manusia Ikan untukku," ucap Jinbe, "Aku berusaha untuk melakukan segalanya, tapi... hanya bau kematian yang kucium dari roda itu..."
"Roulette?? Pilihanmu tepat karea tidak memutarnya, Jinbe Putra Lautan..." ucap Pedro. "Lima tahun lalu, temanku memutarnya dan nyawanya diambil!! Itu memang didesain supaya semua yang memutarnya mati!!"

"Tentu saja, Bodoh!!" ucap Brulee, "Mama tak akan membiarkan siapa pun yang meninggalkannya tetap hidup!! Para penyusup kecil, dan mantan bajak laut yang setia!! Semua yang datang akan disambut, tapi yang pergi harus mati!! Itulah... Uaaaahhh!!!"
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Brulee sudah diseret lagi.
"Ayo cepat!! Tinggal mencari Luffy, Brook, dan Sanji!"
"Uuuhkkk!!" Diesel menarik mereka semua dengan susah payah, "Beri aku istirahat sebentar dong!! Jumlah kalian terlalu banyak!!"

Di ruang Big Mom, tampak Prometheus si Matahari yang sedang menambal luka di pipinya. "Uuuhk..."
"Ada apa, Prometheus!?" Big Mom bertanya.
"Luka yang diberi oleh Soul King lebih dalam dari dugaanku!! Lukanya terbuka lagi!!"
"Mamamama!! Menyedihkan sekali... Atau, mungkin aku harus memuji kerja bagus orang ini, ini adalah kali pertama kau dilukai, kan!?"

Pudding yang juga ada di ruangan itu lalu bertanya, "Mama... Apa kau akan terus membawa tumpukan tulang itu??"
Dalam hati, Brook yang mendengarnya kaget, "Tumpukan tulang, eh? Tidak sopan sekali, Pudding..."

Tampaknya Brook belum benar-benar sadar akan sifat asli Pudding.
"Tak ada lagi mahkluk seperti ini di dunia ini selain dia, dia adalah seninya jiwa!! Untuk pertama kalinya, alih-alih menyimpannya di museum, aku akan terus membawanya jalan-jalan..."
"Tidakk!!!" jerit Brook dalam hati. Dirinya sudah jadi seperti gantungan kunci.
"Yah, ngomong-ngomong Topi Jerami itu boleh juga, aku tak pernah menyangka dia bisa keluar dari hutan, meski pada akhirnya kita berhasil menangkap mereka dan mengurungnya di perpustakaan..."
"Ya, aku sudah melihatnya, payah sekali.." ucap Pudding.
"Apa kau akan membunuh mereka begitu saja??"
"Ya, setelah pesta..." ucap Pudding.
"Eeh!?" dalam hati Brook kaget, akhirnya ia sadar akan sifat asli Pudding.

"Saat ini Germa pasti sedang menikmati jamuan mereka..."
"Ya, tapi Reiju datang menguntitiku.." ucap Reiju, "Dia punya intuisi yang bagus, tapi tenang saja, aku sudah mengurusnya..."
"Eh!? Jangan bilang kau membunuhnya!?"
"Ayolah, Mama!! Aku cuma menembak kakinya saja!! Aku menembaknya lalu menghapus ingatannya..."
Brook makin tak habis pikir, "I-Ini... Percakapan macam apa ini!? Pudding yang manis... Kenapa... Kenapa..."
"Berhati-hatilah, paham!? Kau itu mempelai yang berharga, kalau ada masalah bisa-bisa semuanya gawat..."
"Yah, paling tidak berkat itu aku jadi bisa mengetes pistol ini.." ucap Pudding. "Tidak salah lagi, meski tubuh Germa sudah dimodifikasi, pistol ini akan menembus mereka bagaikan keju..."
"Yahaha!! Kau memang gadis yang cerdas!! Besok, tembakanmu akan jadi sinyal. Mereka semua akan fokus pada kalian berdua. Saat Sanji, dengan wajah bodohnya hendak mencium dan menyikap ponimu, ia akan melihat mata ketigamu untuk pertama kalinya!!"

"Saat itulah, akhiri dengan dengan sekali tembak!! Tepat di antara kedua matanya. Buat isi kepalanya hancur!! Orang-orang akan kaget!! Dan saat mereka menyadari situasi bahaya, semuanya sudah terlambat!! Vinsmoke yang dalam keadaan tangan kosong akan mendapati pistol-pistol mengarah pada mereka!!"
"Dan sementara mereka menangis ketakutan, darah-darah Vinsmoke akan berhamburan!! Tembakan akan terus mendera bagai kembang api!! Hujan peluru akan terus menembus mayat mereka!! Lantai akan dipenuhi dan tubuh keenam anggota Vinsmoke yang sudah terkoyak!!"

"Saat itulah pesta sesungguhnya akan dimulai!!" Big Mom bicara dengan tatapan yang tampak begitu antusias. "Rayakan!! Dengan kue!! Dengan teh hitam!! Dengan matinya para pemimpin mereka, Pasukan Germa akan menjadi milikku!!"

Di lantai enam, kamar Sanji, salah seorang prajurit mengintip untuk memastikan keberadaannya. Setelah melihat Sanji berbaring di kasurnya, ia pun melapir.
"Tidak salah lagi, saat ini Saji sedang tertidur pulas di ranjangnya..."
"Jangan biarkan dia keluar sampai pagi, dan jangan biarkan siapa pun masuk, terus berjaga..."
"Siap!!"
Penjaga tak sadar kalau yang tidur tertutup selimut itu sebenarnya pelayan Sanji, yang sebelumnya ia titipi mencari bahan masakan. Capek menunggu Sanji kembali, ia pun tidur di kasurnya.

Di lantai 2, pertemuan sedang diadakan.
"Jadi itu berarti Pekoms bersama mereka sampai akhirnya masuk ke wilayah kita.."
"Mereka ke sini untuk membawa kembali Sanji..."
"Pudding membawa 6 orang ke pulau ini.." Mont'd Or melapor.
"Soul King saat ini berada di tangan mama.."
"Pedro meledakkan dirinya sendiri, kan?"
"Benar sekali..." ucap Tamago, di mode ayam.
"Berarti dua sudah dijatuhkan.."
"Lalu di antara empat yang memauki hutan, si kelinci dan si rakun sudah ditangkap, aku mendengar kabarnya dari Kak Brulee pagi ini..."
"4 dari 6 berarti sudah beres, sisanya mereka berdua..."
Mont'd Or menunjuk foto Luffy dan Nami.
"Yang masalah adalah mereka berdua, dan satunya bahkan sudah mengalahkan Kak Cracker dan mampu lolos dari hutan. Mereka sudah ditangkap dan dikurung di Perpustakaan Tahanan, tapi kenapa kudengar sayup-sayup rumor kalau mereka meloloskan diri!? Dan bagaimana dengan berita soal Jinbe ini, Opera!!?"
"Berapa kali harus kujelaskan!? Aku bahkan tak tahu di mana si hiu itu berada!!" Opera membentak.
"Tak ada yang lolos!! Seperti yang Mama perintahkan, aku menyiksa mereka supaya mau buka mulut soal keberadaan Lola!! Tapi mereka tak tahu apa-apa, jadi aku membakar mereka sampai mati!! Aku memang sudah berlebihan, tapi.. Apa kau mau mencurigai saudaramu sendiri, Mont'od Or!?"
Opera memberi laporan palsu pada pertemuan itu. Dalam hati, "Mana mungkin aku melaporkan yang sesungguhnya. Kalau sampai Mama tahu aku membiarkan mereka lolos, bisa-bisa semua sisa umurku diambil..."
Akhirnya, meski masih curiga, Mont'd Or mengiyakannya.
"Jadi kita bisa mencoret mereka berdua juga? Lalu bagaimana dengan Sanji dan Keluarga Vinsmoke lainnya?"
"Semuanya sedang beristirahat di ruangan mereka.."

"Baiklah!! Kalau begitu berarti semua penyusup telah dibereskan!! Persiapan untuk besok telah dilakukan di dapur besar!! Besok, demi Pudding saudari kita tercinta, ayo jadikan pesta pernikahan ini kenangan yang tak akan pernah terlupakan!!" ucap Mont'd Or.
Diam-diam setelah rapat selesai, Mont'd Or memberi perintah pada prajurit keju, "Teruslah berpatroli sampai pagi, aku tidak mempercayai Opera..."
"Siap pak!!"

Reiju masih berdiri di depan jendela yang Luffy terobos, dan luar sana, Sweet city, hujan masih terjadi. Sanji berada di salah satu lorong kastil, duduk di sebelah bekal makanan yang ia buat...
"Ini... Untuk Pudding!? Sial... Apa yang telah kulakukan!? Ini sih makanan favorit mereka, ayo lupakan mereka, lupakan mereka.." ucap Sanji dalam hati.
"Eh!?" seseorang melihat Sanji, Bobin.

"Meski sebentar, tapi aku menikmati waktu bersama mereka. Luffy dan yang lainnya pasti bisa keluar dari sini dengan usaha mereka sendiri..." dalam hati Sanji merenung. "Semua prajurit iblis Vinsmoke akan mati, begitu pula denganku, semuanya akan berjalan sesuai rencana Big Mom..."

"Ah!! Makanan!!" Bobin mendekati Sanji dan mengambil bekal makanannya. Dan ia baru sadar kalau lelaki yang duduk di sebelah makanan itu Sanji. "Eh!? Vinsmoke Sanji!! Bukankah kau... Sedang tidur di kamarmu??"

Sanji jadi teringat kata-kata Luffy sebelumnya, "Kalau kau tidak kembali, maka aku akan mati kelaparan di sini!!"
Sanji pun memandang Bobin dengan tatapan marah, "Jauhkan tanganmu... Daging itu... Bukan untukmu!!"
Baaaammm!!! Sanji menendang Bobin hingga tubuhnya membentur dan menghancurkan tembok lorong.

Prajurit di dekat sana jadi menyadarinya.
"Suara ribut-ribut apa itu!?"
"Asalnya dari sebelah sana!!"
"Kedengarannya seperti tembok yang hancur!!"

Kacamata Bobin sampai pecah, masih dalam kondisi syok ia lalu bertanya-tanya, "Apa yang kau lakukan di sini!?"
Sanji jadi panik, "Apa yang sudah kulakukan!?" ucapnya dalam hati.
Sanji akhirnya mengambil bekal makanan itu dan kabur.

"Oi!! Jangan kabur kau, sialan!!"



Read more

6/12/2017

Sinopsis One Piece Chapter 855: Brook Berhasil Membawa Salinan Road Poneglyph

 Sinopsis One Piece Chapter 855: Brook Berhasil Membawa Salinan Road Poneglyph

Sinopsis One Piece Chapter 855 menampilkan keseriusan Sanji untuk kembali ke Kelompok Bajak Laut Topi Jerami. Ia terus berlari menuju lokasi tempat Luffy berjanji akan menunggunya, dengan berbekal bento. Namun fokus utama chapter ini adalah upaya membebaskan Brook dari tangan Big Mom. Nami, Chopper, Carrot, Pedro dan Jinbe menggunakan berbagai cara. Meskipun Big Mom dalam kondisi terlelap, kekuatannya sangat dahsyat sehingga harus menggunakan trik licik untuk menyelamatkan Brook yang digenggam sang Yonko ....

Cerita One Piece Chapter 851 berjudul 'Gugyurururu!!!/ Glurrgle!!! Kukuruyuk!! (Suara Perut Lapar)' dirilis pada 13 Februari 2017.Di ending chapter, Sanji yang kebingungan tiba di tempat yang dijanjikan. Ia mencari Luffy kesana-kemari, sampai mendengar suara perut keroncongan kaptennya. Sanji melihat Luffy yang sudah kepayahan, bersandar seperti nyaris mati ...

Di Dunia Cermin, Nami dan kawan-kawan menyusun rencana untuk mengambil kembali Brook.Taktik pertama dan kedua mentah. Mereka malah nyaris mati konyol oleh kekuatan Big Mom yang tertidur pulas; dalam kondisi nyaris tidak sadar. Namun akhirnya Brook bisa dibebaskan dengan menggantinya memakai boneka yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Ketika Brook sudah kembali bergabung dengan pasukan penyelamatan Sanji ini, si tengkorak ini membuat semua orang terkejut. Awalnya, Nami dan kawan-kawan mengira yang terpenting hanyalah menyelamatkan Brook saja. Tetapi Brook lebih cerdik dari yang diduga. Ia memasukkan salinan keras Road Poneglyph di dalam tengkorak kepalanya. Artinya, satu misi mereka sudah sukses! Tinggal membawa pulang Sanji saja yang belum ...

Berikut ini versi teks Sinopsis One Piece Chapter 855 diambil dari versiteks.com.

Para pasukan bermunculan mendekati Bobbin yang sempat tumbang oleh tendangan Sanji. "Tuan Bobbin!! Ada apa itu tadi!? Kudengar tadi ada suara keras sekali!!"
Mereka kemudian melihat lubang bekas tendangan tadi,
"Lubang di tembok ini...!!"
Bobbin lalu bangun dan menggoyang-goyangkan kepalanya.
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan, kalian tidur saja..."
Bersamaan dengan goyangan kepala itu, para prajurit yang berdatangan seolah terhipnotis dan kemuidan tertidur.

Tentara Bajak Laut Big Mom (Bishop)
Bobbin si Pemberes, Bounty 155.000.000

"Aku akan membereskannya..." ucap Bobbin.
"Bahkan iblis neraka pun, akan datang di Pesta Teh Mama!!"

Dunia Cermin, Chopper dan yang lainnya akhirnya sampai di sebuah cermin yang terhubung dengan kamar Big Mom.
"Apa yang harus kita lakukan!?"
"Paling tidak, aku senang dia masih hidup..."
"Dia besar sekali!!" ucap Nami saat melihat Big Mom.
"Jadi itu salah satu Yonkou ya..."
"Big Mom!!"

"Kenapa dia tidur sambil memegang Brook!?"
Di tangan Big Mom, masih tampak Brook yang terus menerus tak dilepasnya. Sama seperti Big Mom, Brook juga tertidur.
"Dan Brook... Aku kagum dia bisa tidur dalam kondisi seperti itu!! Bangun, Brook!!"

"Mahkluk unik seperti itu, Mama pasti tak akan membiarkannya lolos begitu saja!!" ucap Brulee. "Tapi jangan khawatir, aku akan membuatnya melepaskan temanmu..."
"Eh?"
Brulee kemudian menjerit, "Mamaaaa!! Ini Brulee!! Tol..."
"Kau...!!" Chopper dkk pun langsung menggebuk Brulee, sekalian Diesel di kereta api.
"Sial...!!" bentak Brulee dalam hati. Kini mulutnya diikat.

"Dia tidak bangun, kan??"
Sialnya, Big Mom membuka matanya.
"Dia melihat kita!!" Chopper panik.
"Lalat?" ternyata Big Mom bangun karena melihat lalat.
Bruakkk!!
Big Mom menggeprak lalat yang lewat di depan wajahnya sampai membuat lantai kamarnya hancur. Suara ribut pun membuat Brook terbangun.
"Apa itu tadi!? Apa yang terjadi!? Oh, cuma lalat, oke..." Brook tidur lagi.

Prometheus, Zeus, dan Napoleon langsung tanggap dan ikut menyerang.
"Ada apa!? Apa Mama diserang!?"
"Berani-beraninya menyerang saat Mama tertidur!!"
"Di sana kau rupanya!!"
Baaaammm!! Lalatnya diserang habis.
"Bagaimana kita... Bisa menyelamatkannya!?"
Chopper dkk langsung syok, lalat saja dihancurkan sampai segitunya.

Sementara itu di sisi Sanji, ia telah berada di luar, di kota yang masih hujan, dan seekor anjing mengejarnya lalu menggigit bekal makanan yang dibawanya. "Oi!! Makanan ini bukan untukmu!!"
Sama persis seperti kejadian dulu.

Kembali ke Dunia Cermin, Chopper dkk akhirnya selesai membuat tiruan Brook.
"Bagaimana dengan ini!?"
"Whoaaa!! Sama persis dengannya!!"
"Aku menemukannya di ruangan eksekusi di kastil, lalu beberapa rumput laut yang kutemukan di dapur untuk rambut afronya..."
"Tidak ada bedanya dengan Brook!!" ucap Chopper.
"Kalau kita bisa menukarnya, kurasa Big Mom tak akan menyadarinya, semoga saja..."
"Selama ada Brulee di antara cermin, keluar masuk Dunia Cermin jadi mudah.." ucap Jinbe, sambil memegangi Brulee di antara Dunia Cermin dan Dunia Nyata.
"Akan kuingat semua ini...!! Sialan!!" dalam hati Brulee membentak.

"Yosh, aku akan mencobanya..." Chopper berangkat.
"Hati-hati, Kachopper!!"

Percobaan 1
Chopper kecil berjalan pelan mendekati Big Mom, tapi baru saja sampai di pinggir kasurnya, Big Mom dalam keadaan setengah sadar langsung menggepraknya, "Lalat Bodoh!!!"
Bruaaaakkk!!
Chopper pun kembali tanpa hasil.

Percobaan 2
Kini giliran Carrot yang akan mencoba.
"Aku akan melakukannya!!"
Carrot menggunakan kelincahannya, melompat dan akhirnya sampai di sebelah Brook yang tertidur. "Bangunlah, Brook!!"
Ingus besar Big Mom malah mendorongnya.
Zeus dalah keadaan setengah sadar lalu menyambernya dengan petir,
"Lalat sialan!!"

Percobaan 3
Giliran Pedro yang mencoba, dan Big Mom lagi-lagi menggeprak dengan tangannya. Tapi kali ini, Big Mom menggunakan tangannya yang mencengkram Brook. Brook pun jadi terlepas.
"Bagus!! Big Mom akhirnya melepaskan Brook!!"
"Baik, aku akan pergi!!"

Nami langsung melesat untuk menukar Brook palsu yang dibawanya.
"Brook, bangunlah!! Kami datang untuk menolongmu!!"
Nami sampai di sebelah Brook dan berusaha untuk membangunkannya.
"Brook!!"
Brook bangun dan kaget saat melihat Brook palsu di belakang Nami,
"Eh!? Aku!?"
"Gyaaa!! Hantuuu!!!" Brook malah menjerit.
"Eeeh!?" Nami kaget.
"Masih di sana juga!? Dasar lalat keras kepala!!"

Untungnya Big Mom tidak terlalu menyadarinya, dan tetap berpikir itu hanya lalat. Pada akhirnya, Nami sukses menukar Brook.
Prometheus sempat menyembur dengan api, supaya lalatnya benar-benar musnah, Jinbe buru-buru masuk dan membawa Nami dan Brook kembali ke Dunia Cermin.

Sanji akhirnya sampai di tempat Luffy seharusnya berada. Tapi di sana yang ada hanya prajurit-prajurit Big Mom yang telah tergeletak. Sanji mencari-cari tapi tidak menemukan Luffy.
"Di mana kau hah!?"

Kembali ke Dunia Cermin, Nami langsung membentak Brook. "Kau bikin kaget saja, kenapa malah teriak!? Kami hampir mati!!"
"Yah, setidaknya aku senang kau masih hidup..." ucap Pedro.
"Kupikir aku akan mati!! Ah, aku sudah mati sih..." ucap Brook.
"Dengan keamanan seperti itu, kurasa memang mustahil bisa mencuri salinan Road Poneglyph, maaf sudah membuat nyawamu dalam bahaya..." ucap Pedro.
"Tidak, tidak perlu minta maaf, lagipula ini semua memang untuk kami. Dan seperti katamu, karena kita berdua berhasil menyusup, itu adalah kesempatan sekali seumur hidup. Kalau harus mencuri Poneglyph dari Big Mom lagi, aku ragu bisa melakukannya tanpa pertempuran bajak laut berukuran besar..."
"Ah, ini dia salinannya..." Brook mengambil lembaran kertas dari tengkoraknya.
"Dan ya, ngomong-ngomong aku juga senang kalian masih hidup..."
"Tunggu sebentar, Brook.. Apa ini!? Jangan bilang lembaran kertas ini..." Nami kaget.
"Eh? Ya itu salinan Poneglyph, aku berhasil mendapatkan semuanya tepat sebelum Big Mom muncul dan..." ucap Brook.
Nami dkk pun langsung kaget.
"Kau berhasil mendapatkannya!?"
"Bahkan meski di dalam ada prajurit-prajurit dan sebagainya!?"
"Poneglyph yang diinginkan oleh Yonkou lain juga!? Kau mendapatkannya!?"
"Ah, iya..." Brook biasa saja.

"Eeeh!? Dia mencuri Poneglyph kita!?" dalam hati Brulee kaget.
"Wooow!! Kerja bagus, Brook!!" Nami langsung memeluk Brook.
"Yoho?"
"Bahkan anggota keluarga saja tidak bisa semudah itu masuk ke ruang harta, benar-benar pria yang hebat..." ucap Jinbe.

Kembali ke Sanji, setelah terus menerus mencari, akhirnya ia mendengar suatu suara. Bunyi perut keroncongan seseorang, keras sekali...
Dan dari sana...
Ternyata itu bunyi perut Luffy... uang sudah kering seperti mumi
Sanji tersenyum haru..

Read more

6/11/2017

Sinopsis One Piece Chapter 851: Charlotte Pudding Sang Pengkhianat Cinta

 Sinopsis One Piece Chapter 851: Pengkhianatan Cinta Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece 851 menampilkan drama perih yang harus dilalui Sanji Vinsmoke. Ketika cintanya untuk Charlotte Pudding begitu membara, cinta itu seketika padam di bawah guyuran hujan deras; kala Pudding mengungkapkan semua kebusukan kepada Reiju Vinsmoke. Pudding yang ahli berakting, gembira menanti momen untuk menghabisi keluarga Vinsmoke. Di kesempatan yang sama, Pudding menembaki Reiju; dan mengambil ingatannya melalui kekuatan Memo Memo no Mi.

Cerita One Piece Chapter 851 berjudul 'Dog-End/ Shikemoku' dirilis pada 7 Januari 2017. Di sinilah, semua rencana jahat Pudding terbongkar secara tidak sengaja oleh Sanji yang berniat memberikan mawar untuknya. Sanji menangis tanpa suara di luar ruangan ketika Pudding menggunakan pistol dengan peluru kaliber 36 Candy Jacket untuk mengalahkan Reiju. Pudding bukan cuma menyerang kakaknya, tetapi juga menertawai cinta tulus Sanji.

Sanji berusaha menyalakan rokoknya, tetapi hujan deras membuat keinginannya menenangkan diri sirna. Tetapi ia jadi tahu, kekuatan rahasia Pudding, yang seorang pemakan buah iblis Memo Memo no Mi. Dengan kekuatan buah iblis itu, Pudding bisa mengeluarkan ingatan lawannya seperti lembaran film, dan memotong bagian yang tidak disukai atau tidak dibutuhkan, sehingga bagian yang dipotong itu lenyap dari ingatan sang lawan. Dalam hal ini, Pudding menghapus ingatan Reiju tentang pemaparan rencananya. Tapi Pudding tidak mengira Sanji sudah tahu semuanya ...



Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook dengan mudah ditangani oleh Big Mom dengan bantuan Zeus dan Prometheus. Tetapi Brook pantang menyerah. Ia bertekad untuk mendapatkan Road Poneglyph apapun yang terjadi, bahkan meski hal ini akan tertebus dengan tetap tinggalnya Sanji untuk pernikahan dengan Pudiding.

Di Dunia Cermin, Brulee yang sudah dikalahkan Chopper dan Carrot dipaksa untuk menunjukkan jalan di mana letak Sanji saat ini. Carrot menggambar wajah Sanji dan meminta cermin-cermin yang ada di sana mencari sang koki.

Terakhir, di Perpustakaan Tahanan, Charlotte Opera meminta Nami menceritakan, di manakah keberadaaan Lola saat ini. Nami memilih tutup mulut. Opera hendak memanah Nami, ketika kemudian muncul sosok tidak terduga. Jinbe datang untuk menyelamatkan Luffy dan Nami, sekaligus mengkhianati Big Mom!

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 851 diambil dari versiteks.com.

 Air Hujan masih mengalir deras di Whole Cake Island, ditemani bunyi petir yang terus menggelegar. Namun tak ada yang lebih menusuk hati Sanji selain suara yang ia dengar dari balik dinding tempatnya berdiri sekarang. Suara merdu calon istrinya.
"Ahahaha!! Besok keenam anggota Keluarga Vinsmoke akan terbunuh!! Tempat pernikahan akan dilumuri dengan darah... Tapi hati-hati saat kalian mati nanti, ya? Jangan sampai kue pernikahannya jadi kotor..."

Pudding masih berdiri di depan Reiju, yang terikat kuat dan tak bisa berbuat apa-apa.
Pudding memegang sebuah pistol, memperlihatkan kemampuannya dengan menembak dinding tempat Sanji berada. Kuat sekali, tembakannya sampai menembus hancur objek yang dikenainya. Tembakan itu bersarang hanya beberapa meter di samping kiri Sanji, namun lelaki yang akan menikah besok itu terlihat sama sekali tak peduli.
Sanji masih menengadahkan kepalanya ke atas, dengan tatapan suram memandangi titik-titik hujan yang berjatuhan menyamarkan air matanya.
"Ini adalah pistol percussion lock dengan peluru kaliber 36, Candy Jacket.." jelas Pudding membanggakan pistolnya. "Pistol ini bisa menembus segala macam perisai!! Hebat sekali, bukan??"
Reiju cuek saja mendengarnya, sementara Pudding terus mengoceh. "Pistol ini bahkan bisa melukai tubuh bajamu itu!! Fufufu... Aku jadi tak sabar menunggu hari esok, seperti apa ya ekspresi wajahnya nanti??"
"Pasti akan jadi menyenangkan!! Hahaha!!" Nitro si lendir bertopi tertawa puas.
"Laki-laki itu percaya kalau Pudding sudah jatuh cinta padanya!! Hahaha!!" Rabian si karpet terbang ikut tertawa.
"Mungkin ekspresi wajahnya akan jadi seperti ini..."
Pudding lalu mulai memperlihatkan ekspresi-ekspresi menggelikan.
"Gyahahaa!! Pasti begitu!!" Rabian dan Nitro tertawa terbahak-bahak.
"Mungkin juga seperti ini... Pudding... chaan..."
"Gyahahaha!!!!" tawa dua mahkluk itu semakin kencang.

"Hei, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?? Dia itu adikmu, kan?? Apa kau mau tahu apa yang dia katakan saat melamarku?? Inilah bagian terbaiknya!! Dia benar-benar melamarku sambil melepas masker yang menutupi wajah jeleknya!!"

Kenangan yang sangat bodoh untuk Sanji ingat-ingat. Karangan bunga dan bekal makanan di tangan Sanji telah jatuh di atas rumput. Sanji berusaha untuk menghidupkan rokok di mulutnya tetapi tidak bisa. Hujan terlalu deras.

"Saat melamarku, dia memelukku dengan erat sambil bilang begini... Kamu adalah satu-satunya penyelamatku, mari kita menikah!!"
Pudding bicara dengan pipi bengkak menirukan Sanji, yang tentu saja membuat Nitro dan si karpet terbang tertawa semakin puas.
Lagi-lagi Reiju hanya bisa terdiam.

"Bisakah kau membayangkan ada orang yang melamar seperti itu!? Hahaha!! Tidak masuk akal, kenapa juga aku harus menikahi pecundang seperti dia!?"

Sanji berusaha untuk menghidupkan rokoknya lagi, tapi tetap tidak bisa. Tentu ia tahu kalau api tak akan bisa hidup di bawah guyuran hujan, Sanji pasti tahu hal itu. Tapi apa lagi yang bisa dilakukannya?
Sanji bahkan sudah tak kuat untuk menatap ke ketinggian langit. Kepalanya kini tertunduk, membiarkan air di matanya menetes dengan lebih mudah.

Di ruang harta, Brook yang kelihatannya baru saja menerima serangan dari Big Mom berusaha untuk bangkit kembali.
Big Mom tertawa, "Kenapa kau masih saja berdiri, Soul King!? Apa kau jauh lebih menginginkan batu itu dibanding merebut kembali Sanji??"
"Sanji adalah lelaki yang baik, jadi kupikir demi kami dia tak akan pernah kembali lagi.." ucap Brook. "Aku tak tahu jebakan seperti apa yang sudah kau ciptakan untuknya, tapi Sanji tak akan pernah berhenti sekalinya ia memutuskan untuk berkorban demi seseorang!!"

"Di sisi lain," ucap Brook lagi, "kapten kami adalah lelaki yang terus mengikuti tujuannya!! Jadi masalah itu biar mereka berdua saja yang menyelesaikannya...!!"
"Begitu ya... Jadi kau merasa tak ada kaitannya dengan itu makanya mengincar batuku..."
"Tidak juga!! Meski kemungkinan terburuknya, Sanji benar-benar tidak kembali, dengan mendapatkan Road Poneglyph, kami bisa memperoleh harta yang berharga di sini, dan Sanji tak akan menyalahkan dirinya sendiri!!"
"Kemungkinan terburuk katamu?? Apa kalian pikir kalian berdua tidak akan mati, hah!?"
Brook membalas, "Orang bodoh mana yang berencana untuk mati, Nona Muda!?"

Di dunia cermin, Brulee tertawa terbahak-bahak. "Haaaa!!! Hentikan!!! Wiih wiih fiih!! Hentikan!!!"
Carrot mengelitikinya. "Jangan mengelitikiku!! Aku akan mengatakannya!! Haaahh!!"
"Baik, hentikan, Carrot.." ucap Chopper.
"Cepat jawab, kastilnya ada di mana!?"
"Kau... awas kalian nanti ya..." Brulee kesal tapi pada akhirnya ia memberi petunjuk. "Aku tidak tahu cermin yang mana, tapi kalian bisa langsung bertanya pada para cermin!!"
"Bertanya??"
"Para cermin tahu apa yang tercermin pada mereka!!"

Carrot dan Chopper pun berteriak, "Hooooi Cermin-Cermin!! Di mana cermin yang menuju ke kastil...!?"
Cermin-cermin menyahut..
"Hai...!!"
"Itu aku...!!"
"Aku juga...!!"
"Akulah cermin di lemari Garetto-sama!!"
"Aku cermin kecil di ruang tamu lantai 2!!"
"Aku cermin di toilet wanita lantai 4!!"

Chopper lalu bertanya lagi, "Adakah cermin yang menuju Luffy, Nami, Brook, Pedro, atau Sanji!? Kami mencari mereka!!"
"Siapa??"
"Wajahnya seperti apa??"
"Sanji-sama sudah lewat tadi..."
"Serahkan padaku, Kachopper!!" Carrot menyiapkan pena dan kerta, "Aku pandai menggambar wajah!!"

Sanji masih tertunduk, di bawah hujan, di antara karangan bunga dan bekal makanan yang tergetak di samping kakinya.

"Baiklah, kakak yang manis..." Pudding berkata pada Reiju.
Pudding melakukan sesuatu yang tak terduga. Pudding menyiapkan tangan kanannya, menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya untuk mengambil sesuatu dari kepala Reiju.
"Aku akan berada dalam masalah kalau kau mati sekarang, apalagi kalau kau sampai mengungkap identitasku pada mereka..."
"!?" Reiju kaget, Pudding mampu mengambil ingatan dari kepala seseorang. Reiju menjerit saat ingatannya ditarik keluar begitu saja.
"Ini adalah kekuatan Memo Memo no Mi!!" jelas Pudding. "Semua orang memiliki kenangan yang direkam dalam kepala mereka seperti film. Kau juga pasti mempunyai kenangan yang menyakitkan dan membuat frustrasi, kan??"
Dan Reiju menjadi tidak sadarkan diri.

"Sekarang aku akan mengubah ingatanmu yang tertembak olehku... "
Pudding lalu menggunakan gunting untuk memotong ingatan Reiju tentangnya.
"Tinggl edit, selesai... Fufufu!! Semua kenanganmu bersamaku telah kupotong!! Mari kita bersenang-senang pada upacara pernikahan besok!! Panggil prajurit, bawa dia ke dokter..."

Di luar kini hanya terlihat karangan bunga yang bersandar di pinggir tembok, Sanji dan bekal makanan yang dibawanya telah pergi menghilang.

Di Perpustakaan Tahanan, Luffy masih terus melanjutkan aksi gilanya untuk memutus kedua tangannya. Nami jadi semakin menjerit ketakutan, "Gyaaa!! Hentikan, Luffy!! Darahmu banyak mengenaiku!!"
"Uuuh!! Sedikit lagi!!!"
Charlotte Opera yang sejak tadi duduk mengawasi sampai mendekat, "Jangan memaksakan diri..." ucapnya.
Opera lalu menanyai Nami, "Hei perempuan, Mama memintaku untuk menanyaimu mengenai keberadaan Lola, jadi cepat katakan!!"
"Untuk apa juga aku menghianati sahabatku!?" Nami membentak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyiksamu..."
"Jangan bicara seenaknya!!" bentak Nami.

"Baiklah, aku akan menembakmu dalam lima detik, kalau mau bicara cepatlah katakan..." Opera bersiap untuk menembak Nami dengan panah crossbow.
"H-Hei!? Apa yang kau lakukan!? Kalau begitu aku akan mati!!"
"Makanya cepat katakan!!"
"Kau tak perlu khawatir, Nami!! Dalam lima detik tanganku sudah akan putus, aku tak akan membiarkannya membunuhmu!!"
"Eeeeh!?" Nami malah lebih menghawatirkan tangan Luffy.
"Aku tidak mau mati!! Tapi juga tidak mau tanganmu putus, pokoknya jangan!!"
"Jangan egois!!" bentak Luffy dan Opera barengan.

Seseorang kemudian datang...
"Hei, apa ada orang di sini??"
Jinbe muncul!

Read more

6/10/2017

Sinopsis One Piece Chapter 849: Kekalahan Charlotte Brulee Oleh Bang Chopper!

 Sinopsis One Piece Chapter 849: Kekalahan Charlotte Brulee Oleh Bang Chopper!

Sinopsis One Piece Chapter 849 menampilkan kisah kekalahan Carlotte Brulee dari Chopper dan Carrot. Kerjasama tag-team keduanya membuat Dunia Cermin yang dikuasai Brulee jadi tidak berguna. Berkat kekuatan Chopper yang muncul dalam bentuk monster pointnya, semua lawan dikalahkan. Bukan cuma Brulee, tetapi juga Randolph, Noble Croc, dan Diesel. Sementara itu, Pedro yang memancing pasukan Big Mom harus bertemu dengan lawan klasiknya, Baron Tamago, sembari mengenang kejadian kala untuk pertama kalinya ia mendarat di Whole Cake Island; dan menderita kekalahan.

Cerita One Piece 849 berjudul 'Kagami no Kuni no Choniki/ Chobro in the Land of Mirrors/ Bang-Chopper di Dunia Cermin' dirilis pada 12 Desember 2016. Meskipun judulnya mengisahkan kemenangan Chopper, detail lain dari chapter ini tidak kalah penting. Apa lagi kalau bukan datangnya Big Mom ke Ruang Harta Karun. Menyaksikan Brook mengalahkan pasukannya, Big Mom bukannya meledak marah. Tetapi ia justru berminat menjadikan Brook yang berbentuk tulang sebagai mainannya. Salah satu kru terlemah di Bajak Laut Topi Jerami malah harus berhadapan dengan Yonko terkuat.

Sementara itu, dari pertarungan Baron Tamago vs Pedro terungkap bahwa dahulu Pedro pernah kalah di Totto Land, sehingga Big Mom mengambil 50 tahun umurnya sebagai tebusan agar bisa pergi dari pulau tersebut. Kejadian lima tahun lalu terus membekas dalam duel ini.

Keluarga Vinsmoke, yaitu Judge, Niji, Ichiji, dan Yonji membahas rencana mereka untuk membuat Sanji dan Puding tinggal di Kerajaan Germa demi mencegah Big Mom memanfaatkan mereka. Di sinilah mereka sadar, Reiju tidak kunjung muncul. Ternyata, Reiju bukannya menghilang. Ia keluar dari lorong dengan luka parah seolah baru saja diserang oleh musuh ...

Berikut ini versi teks Cerita One Piece 849 diambil dari versiteks.com.

Ruang tamu Keluarga Vinsmoke, tampak Judge yang sedang berkumpul dengan ketiga putranya. Anehnya, Reiju tidak ikut bersama mereka. Yonji pun bertanya-tanya, "Reiju kemana?"
"Entahlah," jawab Niji, "Tapi tadi aku melihatnya pergi..."
"Oh, ya sudah, yang terpenting sekarang, Ayah, di mana mereka berdua akan tinggal setelah pernikahan ini?" Yonji menanyakan soal Sanji dan Pudding.
"Tinggal di Germa, tentu saja.." ucap Judge. "Kalau kita tak menjadikan gadis itu sebagai sandera, siapa yang bisa menjamin apa yang akan mereka minta dari kita nanti kedepannya? Jangan lupa saat ini kita berurusan dengan bajak laut..."
"Apa kau tidak khawatir mereka akan menggunakan taktik yang sama pada kita??"
"Jangan bercanda, Niji," Ichiji berkata, "Kalaupun mereka menjadikan Sanji sandera dan berkata kalau akan membunuhnya, memangnya kita akan peduli?"
"Hahaha!!" Yonji tertawa, "Kau benar juga!!"
"Ya ampun, aku tak sabar hidup lagi bersama Sanji..."

Dunia Cermin, Rumah Brulee...
Brulee masih mengaduk-ngaduk tungku tempat Carrot hendak dimasak. "Ini akan jadi soup rebus yang lezat!! Apa kalian semua lapar??"
"Kami kelaparan!!!"
"Potong talinya!!"
"Tolong, jangan makan akuuu!!!"
"Brulee menggali kuburannya sendiri..." ucap Chopper dalam hati. "Yang diikat di sana sebenarnya katak yang dibuat menyerupai Carrot dengan kekuatan Brulee..."
"Carrot yang asli bersembunyi di loteng..."
"Waaa!!! Tolong aku Kachopper!!!" jerit Carrot dari loteng. Ya, ternyata yang sejak tadi berteriak-teriak bukan Carrot yang diikat, melainkan dirinya yang asli yang ada di atas.
"Tapi meskipun itu cuma katak, aku jadi merasa bersalah membiarkannya dimasak hidup-hidup seperti itu.." ucap Chopper dalam hati.

"Di rumah ini terdapat 16 musuh, termasuk orang-orang yang kelihatannya berbahaya..."
"Randolph..."
"Akan kupotong talinya, Nona Brulee!!"
"Brulee..."
"Waktunya untuk membuat gosong wajah manismu itu!!"
"Buaya bangsawan..."
"Aku lapar sekali!!"
"Lalu orang mirip kereta bernama Diesel..."
"Dia akan terlihat menderita!! Kita harus segera menutup pancinya setelah dia masuk!!"
Carrot asli bersiap dari atas, "Bersiap dan... Hyaaa!!"
Ia kemudian melempari Randolph yang hendak memotong tali hingga terjatuh. "Uuukh!!"
"Ada apa ini!? Ini bukan waktunya untuk bercanda, Randolph!!" Brulee berteriak.
"Nona Brulee!! Ada penyusup di loteng!!"
Carrot keluar lalu menyelamatkan katak itu.
"Eh!? Ada dua gadis kelinci!?" Brulee kaget.
Carrot melesat dan menendang tungku pemanas itu, isi di dalamnya yang mendidih pun berserakan membanjiri rumah Brulee.
"Tidaaakk!!! Aaaa!!!"
"Nona Bruleee!!!"
"Panas!! Panas!!!"
Sementara mereka menjerit kepanasan, Chopper berubah ke wujud kecil untuk melepaskan diri dari rantai, kemudian memakan rumble ball.
"Panaass!!! Panaass!!! Panaass!!!"
"Ini buruk!! Cepat selamatkan Nona Brulee!!!"
"Nona Brulee!!"
Sebelum mereka sempat bertindak, Carrot menyerang lagi. Ia bersiap untuk menggunakan kekuatan listriknya, "Electrical Luna!!!"
Carrot menyerang air yang menggenang, hingga Randolph dan yang lainnya terkena sengatan listrik. "Gyaaaahhh!!!"
Chopper telah berubah ke wujud monsternya, diam-diam menyelinap ke belakang tubuh buaya raksasa dan kemudian membantingnya, "Gyaaaa!!!"
Prajurit-prajurit kecil menjerit, "Monsteeer!!!"
"Ada monster!!!"
Sebelum akhirnya Bammm!!! Mereka tertimpa buaya.
"Groaaaaaa!!!" Monster Chopper menjerit, mengaum. Brulee telah dikalahkan, Randolph, si buaya, yang tersisa cuma Diesel si manusia kereta.
Diesel melesat kencang, berlari bagai kereta dari rumah itu.
"Ini buruk!! Ini buruk!! Aku harus segera melaporkannya ke Mama!! Cuu Cuu Cuu!! Kalian bodoh!! Kalian tak akan bisa mengejarku kalau aku sudah mulai berla...."
"Garchuuu!!" Carrot melompat, melesat ke pria itu dan menggigit lehernya.
"Eeeh!?"
"Ayo tebak siapa???" Carrot menutup mata Diesel dengan kedua tangannya.
"Bahaya!! Bahaya!! Aaaaa...!!!"
Bamm!!! Diesel si kereta menabrak.
"Wooo Hooo!!! Kita berhasil mengalahkan Tim Brulee!!" seru Chopper yang telah kembali ke wujud semula.
"Kachopper!!"
"Yosh!!! Sekarang kita akan bisa mengunjungi semua tempat di pulau ini melalui cermin!! Ayo temukan teman-teman kita yang lain!!"

Di ruangan Sanji, ia sedang membawa karangan bunga. Salah seorang anak buah Big Mom masuk dan mengabarinya.
"Saat ini, Luffy si Topi Jerami dan si pencuri Nami sedang ditahan, yang mengamuk adalah seorang dari suku Mink dan Soul King..."
"Sepertinya penjaga cukup kesulitan untuk..."
"Sudah cukup.." ucap Sanji. "Ngomong-ngomong mana bahan masakan yang aku minta?"
"Ah, aku sudah membawakannya, kalau Anda lapar... Bagaimana kalau makan terong??"
"Aku akan memakai dapur.." ucap Sanji. "Pudding tidak menghadiri makan siang itu, aku menghawatirkannya jadi aku akan memasak untuknya.."
"Begitu ya... Sepertinya Nona Pudding masih murung..."

Di Ruang Harta...
"Sepertinya ini kuncinya!!"
Brook mengambil kunci dari salah satu penjaga yang telah ia kalahkan.
"K-Kauuu!!!"
Penjaga lain yang masih tersisa hendak menyerangnya, "Berani-beraninya kau mengacau di tempat ini!!!"
"Swallow Banderole!!!" Brook melesat dan menebasnya.
"Tentu saja.." ucap Brook, "Aku sudah meminta partner kejahatanku untuk menjadi umpan, maka aku juga harus melakukan tugasku dengan baik!! Kalau tidak mau ditaruh di mana wajahku!?"
Batssss!!! Brook menghabisi lawannya dengan tusukan.
"Meski aku tidak punya wajah sih!! Yohohoho!!"
Semua penjaga akhirnya berhasil dikalahkan.
"Aku harus bergegas!!"

Di luar, Smoothie masih tampak berjaga. Kemudian seseorang datang. Big Mom.
"Eh? Mama??"
"Ratu!!" prajurit penjaga kaget.
"Kau sampai jauh-jauh datang ke sini..."
"Menyingkirlah, Smoothie!!"
Bruaaaakkk!!!
Big Mom tak tanggung-tanggung langsung masuk ke ruangan itu dengan menghancurkan pintu gerbangnya. Brook saat itu masih berada di dalam kurungan penyimpanan tempat poneglyph berada.
Big Mom berteriak, "Siapa orang bodoh yang berani mengacau di hari pernikahan putriku!?"
"Whaaa!!!" Brook kaget.
"Big Mom!?"
"Hmm!? Coba kita lihat..." Big Mom memasang senyum saat melihat Brook, "Mahkluk menarik apa yang sedang kulihat ini!?"

Di taman, prajurit-prajurit masih berusaha untuk mengejar Pedro.
"Terus kejar dia!! Pojokkan dia!!" Pedro terus dipojokkan hingga sampai di taman kastil.
"Bagus, kita berhasil memojokkannya!!"
"Sial... Apa yang mereka rencanakan sebenarnya!?"
Pedro lalu menoleh ke belakang, dan ternyata di sana seseorang telah menunggu.
"Lama tidak bertemu ya-bon..." Baron Tamago telah menunggu Pedro.
"Meski kita bermusuhan, aku selalu mengormatimu sebagai musuh yang kuat, Kapten Bajak Laut Nox, Pedro!!"
"Baron Tamago!!"
"Tiap kali kita bertemu, bekas luka di mata kiri kita rasanya gatal!! Sudah 5 tahun berlalu sejak kau hampir mati, jadi kenapa kau mengulangi kesalahan yang sama lagi!? Aku sadar kau sudah tak punya banyak waktu tersisa lagi, sejak Mama mengambil 50 tahun sisa umurmu..."
"Ya, aku juga sadar akan hal itu!!" ucap Pedro, dan kemudian dengan tegas berkata, "Dan aku juga tidak berniat untuk kembali ke kampung halamanku hidup-hidup!!"

Di suatu tempat di kastil Big Mom, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Seseorang menelusuri lorong dalam kondisi luka parah. Darah terus menetes dari sekujur tubuhnya. "Haaah... Haaah..."
Dirinya dihajar habis. Seorang wanita yang penuh luka.
Reiju... Apa yang sebenarnya terjadi!?
Read more

6/09/2017

Sinopsis One Piece Chapter 848: Air Mata Palsu Charlotte Pudding

 Sinopsis One Piece Chapter 848: Air Mata Palsu Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece Chapter 848 menampilkan Charlotte Pudding yang menjadi tokoh utama. Ia mendatangi Dunia Buku Charlotte Opera, tempat dikurungnya Luffy Si Topi Jerami dan Nami. Sempat berbicara tentang Lola, Pudding kemudian mengucapkan salam perpisahan setelah membuat Luffy dan Nami terkejut dengan perkataannya. Sementara itu, Big Mom dibuat geram dengan kekacauan yang terjadi di sekitar Ruang Harta Karun miliknya. Di sana ada Brook yang berhasil masuk dan mengunci ruang tersebut, dan ada Pedro yang menjadi pengalih perhatian Prajurit Catur ....

Cerita One Piece 848 berjudul 'Good Bye/Goodbye/ Selamat Tinggal' dirilis pada 5 Desember 2016. Kisahnya berlanjut dari percakapan Luffy dan Big Mom. Kejadian ini diinterupsi oleh Charlotte Anglais yang memberitahukan, ada penyusup di Ruang Harta Karun. Big Mom segera bergerak untuk menyelamatkan kotak Tamatebako yang berasal dari Kerajaan Ryugyu (Pulau Gyojin).

Sementara itu Sanji yang sedang galau dengan nasibnya, meyakinkan diri bahwa keputusannya tidak salah. Sanji yakin, dengan menyerahkan diri dalam pernikahan, ia ibarat sekali melempar batu, mengenai dua-tiga burung. Pasalnya, ia akan menyelamatkan Bajak Laut Topi Jerami dari ancaman dimusnahkan oleh Big Mom. Selain itu, Sanji yang mudah tersentuh oleh wanita, terharu dengan nasib malang yang dialami Charlotte Pudding. Dengan menikahi Pudding yang selalu sedih, Sanji ingin memberikan kebahagiaan kepadanya.

Tetapi siapa sangka, Pudding punya pendapat tersendiri dan rencana yang sama sekali berbeda. Ia mendatangi Luffy dan Nami di Dunia Buku milik sang kakak, Charlotte Opera. Di sanalah awalnya Pudding meminta maaf atas kejahatan kakak-kakaknya. Ia kemudian mengucapkan sesuatu yang membuat Luffy berang, lalu mengucapkan selamat tinggal dengan senyuman getir ....

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 848 dari versiteks.com

Big Mom mematikan Den Den Mushinya, dan anak-anaknya yang duduk dan berdiri di hadapan Luffy tertawa. Menertawai kata-kata dan tindakan Luffy. "Hahaha!! Lucu sekali!!"
"Kukuku... Kalian pasti bercanda, kan!?"
"Orang macam apa yang berani membuat Mama marah di kastilnya sendiri!?"
Luffy tetap berteriak, "Diaaam!!! Sini lawan aku!!"

Seorang anak yang menunggangi binatang berwujud kaki seribu besar yang dimodif menyerupai motor memanggil, "Hei, kakak-kakak!!"
"Ada apa, Anglais??"
"Yo yo!! Ada penyusup di ruang harta yo!!"
"Penyusup??"
"Ya!! Dan juga, aku tidak mau sikat gigi malam ini yo!!"

Di ruangan Big Mom, ia tidak tampak marah sama sekali setelah mendengar kata-kata Luffy tadi. Awan di sebelahnya sampai bertanya-tanya, "Apa kau tidak marah, Mama??"
"Mamama!! Hanya karena ada anak ingusan mencoba memprovokasiku?? Tidak sedikit pun, Zeus!! Besok aku akan meraih pasukan Germa dan Tamatebako!! Dan juga kue pernikahan yang lezat!!"
"Mengetahui itu semua akan terjadi besok, aku bisa memaafkan apa pun yang terjadi di dunia ini!!" Big Mom terus menari-nari. "Besok akan menjadi hari terbaik yang pernah ada!! Aku senang sekali!!"
Kemudian, topi hidup yang dikenakan Big Mom merasakan sesuatu. "Hmm? Aku menerima sinyal!! Mama!! Ada penyusup mengacau di ruang harta!!"
"Penyusup??"
Kue-kue di sekeliling Big Mom terus bernyanyi-nyanyi.
Dari yang senang-senang, Big Mom menampakkan wajah super kesal, "Awas aja kalau berani menyentuh Tamatebako milikku!! Siapa yang berani menyusup, hah!?"
Zeus si awan sampai kaget.

Di ruangan Sanji, tampak ia sedang berjalan bolak-balik memikirkan semuanya. Sanji benar-benar berada dalam dilema.
"Aaaahh!! Luffy dan yang lainnya akan diampuni, Big Mom sudah berjanji!! Baratie juga akan baik-baik saja selama aku mengikuti pernikahan ini... Sangat sulit rasanya untuk berpisah dengan teman-temanku, tapi tak akan ada yang mati!! Inilah yang terpenting!! Aku harus puas dengan itu!!"
"Aku tidak boleh terlihat murung terus begini.." ucap Sanji, "Pudding-chan, satu-satunya sinar penyemangatku bisa-bisa sedih lagi!! Pria tak boleh membuat wanita sedih!! Jangan sakiti dia lagi!!! Jadi diri sendiri!! Yaa!!! Aku adalah koki yang sedang jatuh cinta!!! Pudding-chan!!! Oh Pudding chuwan yang manis!! Akan kubuat kau menjadi gadis paling bahagia yang pernah ada!!!"

Di ruangan Pudding, ia sedang bersama orang gemuk berkerudung, sepertinya pelayannya.
"Punya Lola??" Pudding bertanya-tanya.
"Ya, kudengar wanita itu memiliki vivra card pemberian Lola, sehingga para Homies tak bisa melawannya." ucap wanita gemuk. "Ngomong-ngomong, Mama tidak menyetujui gaun yang Anda pilih, Nona Pudding, jadi tolong kenakan gaun yang dia pilih untuk acara besok... Mama ingin semuanya berjalan sesuai rencananya."
Pudding keluar kamar, berdiri di atas balkoni meski di luar sedang hujan. Meratapi nasibnya.
"Nona Pudding!! Di luar hujan..."
Pudding tetap diam di sana, Teringat jelas semua perkataan ibunya.
"Semuanya akan berjalan lancar kalau kau mengikuti perintahku... Kau itu seperti boneka yang manis, Pudding...."

Pudding juga ingat saat Lola hendak pergi dari rumah. Sebelum pergi ia sempat bicara sebentar dengan Pudding kecil. "Jangan khawatir, dia tak akan membunuhku, kita semua kan keluarga. Aku akan menentukan pernikahanku sendiri..."

Di kastil Big Mom, Pedro berlari dari kejaran penjaga.
"Apa sudah ada yang dicuri!?"
"Keamanan ruang harta benar-benar disapu habis!!"
"Yang bertanggung jawab memiliki bom!!"
"Dia di sana!!!"
Seorang pria besar menyerang Pedro, namun mink jaguar itu balas menyerang dan melesat melewatinya. "Cepat sekali!!!"
"Jangan biarkan dia lolos!!"
"Tembak!!!"
Pedro berlari kencang di tembok sementara pasukan-pasukan kue di bawahnya berusaha untuk menembaknya.
Pedro lalu melempari mereka dengan bom.
"Eh!? Lariiii!!!"
Boooom!!!!

"Apa yang terjadi di bawah sana!? Hei, laporkan!!" perintah Tamago lewat Den Den Mushi.
"Saat ini ia berada di sekitaran lantai 3 ambaum!!"
"Pojokkan dia di taman-soir!!" perintah Tamago.
"Siap!!!"
Smoothie lalu menghubungi, "Oi, Baron Tamago!!"
"Nona Smoothie!!"
"Kau benar, ternyata memang ada penyusup kedua, orang yang cuma tulang..." ucap Smoothie. "Saat ini kalian hanya berurusan dengan pengalih perhatian..."
"Begitu rupanya... Sialan kau Pedro..."
"Dia berhasil mengejutkam kami, masuk ke ruang harta dan menguncinya dari dalam!! Aku lengah..." ucap Smoothie. Ia dan pasukan kuenya tak bisa masuk karena Brook mengunci ruangannya dari dalam.
"Begitu rupanya... Tapi ruang harta hanya memiliki satu jalan masuk, jadi selama kalian menunggunya di sana, harusnya tak ada masalah untuk menangkap penyusup kedua itu..."

"Kau benar... Kau bisa mengandalkanku.." ucap Smoothie. "Tapi kalau dia berhasil mengalahkan semua penjaga di dalam dan keluar, aku berencana untuk membunuhnya, apa itu tak masalah?"
"Tunggu sebentar, kau menyebutnya orang yang cuma tulang, kan? Mama pasti akan menyukainya untuk ditambahkan ke koleksi mahkluk langkanya, lakukan apa saja tapi jangan bunuh dia.." perintah Tamago.

Di dalam ruangan itu, Brook berhadapan dengan beberapa pria, besar dan kecil, serta cukup banyak pasukan kue.
"Yah, paling tidak ini jauh lebih sedikit dari yang sebelumnya!!" ucap Brook. "Pedro sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, aku menghormatinya..."

"Benar-benar mahkluk yang langka, bahkan lebih langka dari mahkluk-mahkluk langka yang biasa terlihat di negeri ini!!" ucap pria besar yang rambutnya dikepang dua.

"Serang dia!!!"
"Mama pasti akan menyukainya sebagai hadiah!!"

"Aku sudah mendengarnya dari Pedro.." ucap Brook. "Tentara-tentara kue ini adalah tentara yang dikendalikan menggunakan jiwa yang Big Mom masukan menggunakan kemampuannya..."

"Dengan kata lain," Brook menyiapkan alat musiknya, "Kalian adalah individu yang bertindak sesuai apa yang jiwa kalian perintahkan, kan?"
Tentara kue menebas Brook, Brook menahannya dengan pedangnya.
"H-Hei!! Kuat sekali!! Tunggu dulu!! Aku bahkan belum selesai menyetel alat musikku!!"
"Habisi dia!!!"
"Sabarlah, para penonton sekalian!! Apa kalian tidak tahu aku dikenal dengan nama apa!?" Brook pun mengeluarkan kemampuan jiwanya, "Mereka menyebutku Soul King!!!"
Soul King, raja jiwa, kemampuan Brook membuat pingsan semua tentara kue itu.
"A-Apa!?" pria besar kaget.
"Tak mungkin jiwa biasa yang masuk ke tubuh salah seperti kalian tahan dengan teriakan alami jiwaku!!"

Lalu di perpustakaan penara tempat Luffy dikurung, saat itu ia hanya ditunggui oleh Charlotte Opera, si pria krim besar dan beberapa tentara kue. Pudding kemudian masuk ke sana.
"Pudding!?" Luffy kaget.
"Kak Opera, apa tak apa kalau aku masuk sebentar untuk bicara dengan Luffy dan temannya?"
"Pudding!! Keluarkan kami!! Kami ditangkap!!"
"Luffy? Yah, tidak masalah sih..."
"Kalau begitu aku akan menggunakan bookmark.." tentara kue menggunakan penanda khusus yang memungkinkan Pudding masuk ke dalam kurungan itu.
"Oi Pudding!! Kami sudah pergi ke pantai itu!!!"
"Hei Luffy!!" Nami membentak, "Jangan keras-keras ada orang lain yang mendengar!!"
"Mereka..." ucap Pudding dengan wajah sedih, "Kakak-kakakku... Mereka pasti sudah berbuat jahat pada kalian berdua, aku benar-benar minta maaf..."
Pudding lalu berbisik, "Mafkan aku karena tak bisa datang ke pantai itu..."
"Oh... Pudding, tak apa!!"
Opera bertanya-tanya, "Apa yang dia bisikkan??"

"Sanji melamarku..." ucap Pudding.
"Eeeh!?" Luffy kaget, Nami terdiam.
"Aku senang sekali..." ucap Pudding, "Tapi... Aku juga tahu kalau dia melakukannya hanya karena dia laki-laki yang baik, meski sebenarnya aku sudah mengacaukan semuanya... Jadi jangan khawatir, aku tidak akan menikahi Sanji..."
"!?"

"Dengar..." Pudding lalu membisikkan sesuatu pada Luffy dan Nami, bisikkan yang membuat mereka berdua benar-benar syok, tercengang.
Luffy lantas berteriak, "Oi Pudding!! Bicara apa kau, hah!?"
Pudding kemudian berbalik pergi, tersenyum sambil meneteskan air mata dan berkata, "Selamat tinggal..."
Read more

6/08/2017

Sinopsis One Piece Chapter 847: Luffy vs Big Mom, Kisah Sedih Lola

 Sinopsis One Piece Chapter 847: Luffy vs Big Mom, Kisah Sedih Lola

Sinopsis One Piece Chapter 847 menampilkan kisah pertemuan pertama mata dengan mata antara Luffy dan Big Mom. Luffy yang bersama Nami terjebak di Dunia Buku milik Charlotte Mont D'Or diprovokasi oleh Big Mom. Namun, Luffy tetap berkeras akan mengalahkan sang Yonko plus menyelamatkan Sanji dari pernikahan dengan Charlotte Puding. Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook memulai usaha untuk menciptakan 'konser' demi mendapatkan Road Poneglyph dari tangan lawan.

Cerita One Piece 847 berjudul 'Luffy and Big Mom/ Rufi to Biggu Mamu/ 'Luffy dan Big Mom' dirilis pada 28 November 2016. Dalam perjamuan yang melibatkan keluarga Vinsmoke, Big Mom memamerkan makhluk-makhluk yang disimpan oleh Charlotte Mont D'Or dalam Dunia Buku miliknya, termasuk makhluk langka seperti centaur dari Punk Hazard atau Manticore. Makhluk-makhluk ini dipaksa masuk dalam buku, dan hidup kekal di sana dalam penderitaan.

Termasuk di antaranya adalah Luffy dan Nami yang baru saja tertangkap. Big Mom meledek Luffy yang sebelumnya berjanji akan mengalahkannya saat pertama kali menelepon di Pulau Gyojin. Luffy geram dan tetap bersumpah membebaskan Sanji, sementara Big Mom mengatakan, dia akan melepaskan para kru Topi Jerami setelah pernikahan Sanji dan Pudding.

Dari chapter ini pula terungkap jika Lola, putri Big Mom yang keluar dari Whole Cake Island karena hendak dinikahkan dengan raksasa, sebenarnya sudah dibenci ibunya sendiri. Big Mom geram kepada Lola karena sang putri menggagalkan mimpinya bersatu dengan para raksasa, membangun kekuatan untuk menjadi Raja Bajak Laut.







Berikut ini versi teks One Piece 847 dari versiteks.com.

Dunia cermin, rumah Brulee, Carrot digantung di atas tungku yang mendidih. "Kachopper!! Tolong!! Panas sekali!!" teriaknya sambil menangis-nangis.
"Diam saja kau Nak!! Tangisanmu merusak telingaku!!" ucap Brulee.
Di rumahnya, terdapat Brulee dan beberapa anak buah Big Mom lainnya, termasuk Randolph dan si buata bicara. Tampak juga beberapa pasukan kue dan seorang lelaki dari suku tangan panjang, kemudian Chopper di wujud Heavy Point yang diikat menggunakan rantai.
"Aku tak mau makan manusia, tapi daging Mink sepertinya boleh juga.." ucap si buaya.
"Tidaaak!! Jangan makan aku!!!" Carrot menjerit lagi.
"Lepaskan Carrot, Brulee!!" Chopper berteriak. "Dia bukan kelinci sungguhan, rasanya pasti tidak enak!!"
"Oh benarkah!? Kalau begitu aku berubah pikiran saja.." ucap si buaya dengan bodohnya.
"Diam kau mahkluk aneh!!" Brulee membentak Chopper, "Kau akan bergabung dengan koleksi mahkluk aneh Mama!!"

Chopper terikat, namun sesungguhnya inilah yang ia inginkan.
"Yosh, aku sudah berhasil sampai sejauh ini.." ucapnya dalam hati.
"Karena saat ini aku berada di mode Heavy Point, akan mudah bagiku untuk lolos dari rantai ini dengan cara berubah. Dan karena sudah berjam-jam sejak aku menggunakannya kemarin, aku bahkan bisa berubah ke wujud Monster Point kalau diperlukan..."
Carrot masih digantung...
"Aku menyusahkan saja... Pedro akan membunuhku!!" ucapnya.
"Setelah soupnya siap," Brulee mengaduk-ngaduk isi tungku, "Waktunya untuk memasukanmu..."
Chopper memejamkan matanya dan dalam hati berkata, "Ini kesempatanku!!"

Whole Cake Island, Capitol, Sweet City, cuaca masih tidak bersahabat. Tampak hujan yang turun dengan sangat deras membasahi seisi kota kue...
Sementara di perpustakaan kastilnya, Big Mom menunjukkan sebuah buku pada keluarga Vinsmoke. "Yang ini misalnya... Yang ini bahkan ada halaman yang berisi singa pemakan manusia yang berwajah seperti manusia!!"
"Namanya Manticore!!" Big Mom menjelaskan. Sebuah buku yang berisi koleksi mahkluk-mahkluk langka, bungku yang tingginya melebihi tinggi Yonji dan saudara-saudaranya.

"Dua tahun yang lalu," Big Mom melanjutkan penjelasannya, "Mahkluk ini meloloskan diri dari Impel Down setelah Kurohige dirumorkan menyerang tempat itu.."

Big Mom membalikkan halaman buku itu, "Selanjutnya yang ini adalah salah satu favoritku, seekor unicorn sungguhan yang hidup!! Cantik sekali, bukan??"
Unicornnya bisa bicara.
"Cantik... Tapi yang lebih penting... Dia hidup di dalam buku!?" Reijuu kaget.
"Mahkluk-mahkluk yang ditaruh di dalam buku ini tidak akan menua, dan tentu saja kan, isi konten buku tidak akan berubah tiap kali kau membukanya... Perpustakaan ini dipenuhi olah buku-buku seperti ini, yang bisa menjaga mahkluk langka dengan aman... Ini adalah kemampuan dari Mont d'Or, salah satu anakku!!"

"Tolooong...!!" jerit salah satu mahkluk dari buku.
"Luar biasa..." ucap salah satu Vinsmoke.

"Salah satu koleksi terbaruku termasuk centaur dari Punk Hazard, dan Griffin yang ditemukan di South Blue..."
Mahkluk-mahkluk di buku terus berteriak-teriak, "Tolong keluarkan akuu!!!"
"Bahkan aku juga punya sesuatu yang keren seperti gabungan Suku Tangan Panjang dan Kaki Panjang.. Namanya Suku Kaki Tangan Panjang.."
"Dia bahkan punya manusia di dalam bukunya!?" Niji tampak tak habis pikir.

"Big Mom," Judge berkata pada Big Mom, "Sejak sampai di negeri ini, kami sudah melihat banyak sekali keberagaman..."
"Tentu saja!! Memang itulah tujuanku untuk Totto Land..."
"Tetapi..." Judge berkata lagi, "Ada satu ras yang belum aku lihat sama sekali. Kalau ada harusnya mudah sekali untuk melihat mereka... Maksudku yaitu raksasa..."
"!!!" Big Mom mendadak tampak marah saat mendengar kata raksasa.
"Untuk negeri yang memiliki populasi dari semua ras yang ada, aku belum melihat satu raksasa pun, yang paling mendekati hanya manusia berukuran bes..."
"Hah... Benarkah!?" Big Mom menenangkan dirinya, "Mungkin kau hanya belum melihatnya saja..." ia berkata.
"Mama!!!!" seseorang tiba-tiba datang melapor. "Kami sudah membawa dua orang yang anda inginkan!!"
"Baiklah kalau begitu..." Big Mom berkata pada keluarga Vinsmoke, "Sayang sekali sepertinya pertemuan kita harus diakhiri sampai sini. Akan menyenangkan bagiku jika bisa lebih lama lagi bersama kalian di cuaca yang indah ini, tapi aku harus pergi, kalian beristirahatlah..."

Anak buah Big Mom yang melapor tadi tampak menunduk malu-malu.
"Ada apa?" Big Mom bertanya dengan wajah kesal.
"M-Maaf, aku hanya sedikit grogi..." ucapnya, "Germa 66... Mereka keren sekali, terutama Tuan Ichiji dan Nona Reijuu!!"
"Jangan banyak omong, kau itu bodoh sekali ya.." ucap Big Mom, "Kau terlalu banyak membaca buku fiksi!! Penampilan luar tidak penting..."

Di penjara perpustakaan, tampak orang-orang Big Mom yang telah berkumpul..
Orang-orang yang menyerang Luffy, serta Perospero, putra tertua Big Mom..
"Duh, aku lupa menaruhnya di mana..." ucap Mont d'Or sambil mebalik-balikkan halaman buku raksasanya.
"Halaman 55.." ucap saudaranya.
"Ooh, aku suka ini..." ucap Perospero sambil menjilat permen saat melihat halaman yang dimaksud, halaman tempat Luffy dan Nami dikurung.
"Tempat apa ini!?" Nami berteriak, "Keluarkan aku dari sini!! Dan mana kamar mandinya!? Aku dilumuri cairan permen, rasanya menjijikkan!!"
"Kukuku!! Gadis kecil yang manis..." Perospero menjilati permennya...
Kemudian terdengar suara Big Mom, namun dari Den Den Mushi. Big Mom tidak menemui mereka secara langsung.
"Lama tidak bicara denganmu, Luffy si Topi Jerami... Jadi kau bisa sampai sejauh ini ya.."
"Big Mom!?"

"Den Den Mushi!?" Nami bertanya-tanya.
"Keluarkan aku dari sini!!!" Luffy berteriak, "Akan kuhancurkan semuanya untuk bisa keluar dari sini!!!"
"Mamamama... Masih ribut seperti biasanya ya.." Big Mom tertawa. "Kau tidak membawa semua krumu bersamamu, jadi kupikir kau sudah lupa dengan janji kita saat di Pulau Manusia Ikan..."
"Tidak!!" teriak Luffy, "Suatu hari nanti aku pasti akan menghajarmu!! Kali ini aku hanya mau membawa Sanji kembali saja!!"
"Kalau kau mau berkelahi, tunjukkan dirimu, Big mom!! Akan kulawan kau di sini sekarang juga!!"

"Mamama!! Jangan sombong begitu, Nak..." ucap Big Mom, "Kau hanya sebutir pasir di tengah gurun yang baru saja masuk ke Dunia Baru... Sebaiknya kau menjaga kata-katamu. Aku bahkan bisa saja membunuhmu meski aku sedang tidak berada di sana.."
"Kalau kau mau menyerahkan Sanji, aku akan membiarkanmu pergi untuk kali ini..." ucap Big Mom. "Pernikahan Pudding dan Sanji ini sangat penting bagiku. Sampai semuanya berjalan lancar, kalian berdua tunggulah dengan tenang di sana... Tapi kalau kalian melakukan sesuatu untuk merengut kebahagiaanku... Maka bersiap-siaplah, untuk melihat neraka..."

"Apa kau masih ingat?" Big Mom bicara lagi pada Luffy, "Saat di Pulau Manusia Ikan, kau menghabiskan semua permen yang harusnya untukku, dan kemudian membalasnya dengan semua harta Raja Neptune sebagai balasan..."
"Mamama!!!" Big Mom tertawa lagi, "Apa saja ya isi peti hartanya?? Sebaiknya kau tidak memintanya kembali!! Mamama!!"

"Kotak harta legendaris dari Pulau Manusia Ikan yang dikenal dengan Tamatebako!! Kenapa Raja Neptune sampai mau menyerahkannya!? Benda itu bahkan dikenal sebagai Harta Nasional!! Aku sudah jatuh cinta dengan kotak kecil itu, jadi soal permen itu kita lupakan saja... Dan aku akan membuka kotak itu di hadapan semuanya saat Pesta Teh berlangsung!! Ya ampun aku bersemangat sekali!!"

"Diam!!! Sanji tak akan menikah!!!" teriak Luffy.
"Dan biarkan aku menemui Pudding!! Dia temanku!!"
"Luffy, jangan memberitahunya tentang Pudding!!" ucap Nami.
"Temanmu? Mamamama!!" Big Mom tertawa, "Apa kau sudah gila ya? Mana mungkin mempelai wanitanya berteman dengan orang sepertimu??"
"Dan kau, gadis kecil..." Big Mom bicara pada Nami, "Kudengar kau membunuh Lola, apa itu benar!?"
"Apa!? Lola adalah temanku!! Dia memberiku vivre card itu sebagai simbol persahabatan kami!!" teriak Nami. "Lola baik-baik saja, itulah pesan yang diminta olehnya untuk dikatakan padamu.. Dia juga memberitahuku soal ibunya yang seorang bajak laut, tapi aku tak menyangka kalau yang dimaksud itu seorang Yonkou, Big Mom... Lola memberitahu kami juga kalau aku menunjukkan vivre cardnya padamu, kau pasti akan membantu kami..."
"Hentikan omong kosongmu!!" Big Mom berteriak. Nami kaget.
"Siapa yang peduli kalau dia baik-baik saja!? Aku malah senang kalau dia mati saja!!" Big Mom membentak. "Katakan padaku kalau kau tahu di mana ia berada!! Akan langsung kukirim orang untuk menghabisinya!! Aku tak menyangka dia bahkan masih menganggap dirinya sebagai bagian dari keluargaku!!"
"Dia tidak tahu bagaimana perasaanku!! Anak itu, anak yang kabur dan pergi dari salah satu pernikahan paling penting sepajang masa!! Aku tak akan pernah memaafkannya!!"

Nami jadi teringat banyak kenangannya dengan Lola, mulai dari Lola yang begitu ingin menikah sampai akhirnya mereka berteman...

"Lola..."
"Hari itu... Kalau saja dia mau mendengarku dan menyetujui pernikahannya, aku pasti bisa mendapat kekuatan yang luar biasa!!" teriak Big Mom. "Kalau bukan gara-gara tindakan bodohnya, aku harusnya sudah bisa menghabisi Kaidou, Akagami, bahkan Shirohige dari dulu!!"
"Dan saat ini..." ucap Big Mom lagi, "Aku pasti sudah menjadi Raja Bajak Laut!!"
"Lola adalah temanmu, Nami, hah!? Akan kubuat kau mengatakan padaku di mana dia berada saat ini!!"
"Cerita yang membosankan..." ucap Luffy.
"Eh!?"
"Yang menolak untuk menikah itu Lola, dan yang tidak menjadi Raja Bajak Laut itu adalah kau!! Jangan sombong hanya karena kau Yonkou!!! Aku pasti akan membawa Sanji kembali!! Karena pada akhirnya, yang akan menang adalah aku!!!"

Di dalam ruang tamu... Sanji duduk di samping jendela, sambil mendoakan teman-temannya, "Kumohon... Tetaplah tenang, teman-teman, jangan melakukan tindakan-tindakan bodoh..."

Kemudian di sisi Tamago...
"Penyusup!!!" prajurit berteriak. "Baron Tamago, ada Mink Macan menyusup!!"
"Maksudmu Jaguar!?" Tamago kaget, "Pedro, jadi akhirnya kau datang juga ya!!"

Di sisi lain, Brook bersiap dengan pedangnya...
"Yah, mumpung kita sedang berada di kastil besar Big Mom... Waktunya bagiku untuk mengadakan konser live spesial!!!"
Read more

Sinopsis One Piece Chapter 846: Misteri Road Poneglyph & Charlotte Mont d'Or

 Sinopsis One Piece Chapter 846: Misteri Road Poneglyph & Charlotte Mont d'Or

Sinopsis One Piece Chapter 846 menampilkan kisah kekalahan Luffy Si Topi Jerami dan Nami dari Tentara Amarah yang dikirimkan Big Mom. Luffy dan Nami dimasukkan ke dalam Dunia Buku yang dikuasai oleh salah satu putra Big Mom, Charlotte Mont d'Or. Sementara itu Sanji bersepakat dengan Big Mom, bahwa tidak ada satupun orang dari Kelompok Topi Jerami yang bakal menderita; alias semua dibebaskan asalkan Sanji bersikap manis selama pernikahannya dengan Charlotte Puding.

Cerita One Piece 846 berjudul 'Tamago no Keibi/ Tamago Security/ Pengamanan Tamago' dirilis pada 221 November 2016. Sesuai dengan judulnya, bagian paling penting dari chapter ini adalah keberadaan Pedro dan Brook yang bertugas untuk mengambil Road Poneglyph dari markas Big Mom. Mereka sudah diketahui oleh anggota Bajak Laut Big Mom, tetapi semua masih tersamar. Saat itulah, Tamago mengenang kejadian lima tahun lalu ketika Pedro menyusup ke Whole Cake Island untuk alasan sama: mencuri poneglyph tersebut.

Dan kini, seperti hendak mengulang kejadian lampau, Pedro siap menjadi umpan untuk membantu Brook masuk lebih jauh. Dirinya akan berhadapan dengan musuh selama ini, Baron Tamago. Sebagai catatandi sini terungkap bahwa ada sekitar 30 poneglyph di seluruh dunia. Tetapi hanya 9 di antaranya yang bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan Raftel, pulau tempat keberadaan harta terbesar One Piece.

Berikut ini versi teks One Piece 846 dari versiteks.com.

Tentara kue Big Mom berguguran di bawah hujan yang semakin deras. Luffy berhasil mengalahkan mereka. Namun berbeda dengan prajurit-prajurit kecil yang lemah itu, pasukan-pasukan utama mereka, anak-anak Big Mom sama sekali tak bisa dianggap remeh.
"Nami!!" Luffy berteriak, saat salah satu anak Big Mom, Charlotte Galette menahan Nami dengan kemampuannya.
"Aku hampir saja terkecoh.." ucap Galette, "Siapa sangka gadis kecil sepertimu bisa menciptakan petir sebesar itu?"
"Haah..." Nami tak bisa bergerak, kedua tangannya terikat oleh semacam cairan khusus yang dikendalikan oleh musuh.
"Aku tak bisa membuat petir sebesar itu dengan kemampuanku..." ucap Nami, "Tapi aku bisa mengontrol awan petir yang diciptakan oleh Big Mom.."
Amande, wanita tinggi bertopi besar melompat ke hadapan King Baum, lalu bersiap untuk menebas dengan pedang panjangnya, "Meito Shirauo...."
"T-Tunggu sebentar-ju!! Aku tidak ingin menghianati kalian!! Nona Amande, tolong!!!"
Amande tak peduli, "Slow Ballad!!!!"
Ia menggunakan tekniknya dan King Baum pun terbelah menjadi dua.
"Gyaaaahhh!! Sakiit!! Sakiit!!" King Baum menjerit.
"Kalau aku mau membunuhmu dengan cepat, aku bisa saja melakukannya dengan mudah..." ucap Amande. "Tapi aku mau membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan, sepelan mungkin...."

Charlotte Mont d'Or, anak Big Mom berseragam ala tengkorak melayang di udara dengan sayap berbentuk buku di bawah kakinya. Buku-buku juga tampak beterbangan di sekelilingnya.
"Apa kau bercanda, hah, Topi Jerami!? Bagaimana bisa orang sepertimu berhadapan dengan Kak Cracker semalaman!? Kami tentara keju bukan pasukan penurut, akan kuhancurkan kau seperti sampah!!"
"Hahaha!!!!" dua orang dari suku leher panjang tertawa.
"Luffy!!" Nami berteriak.
"Haaah... Haah..." Luffy masih sibuk berhadapan denan prajurit-prajurit kue, saat sesosok besar, Charlotte Opera menyerang dengan krim, "Cream Monster!!!"
"Uwaaa!!!!" tangan Luffy bagai terbakar oleh banjir krim itu.
"Itulah kekuatan dari rasa manis krim segarku!! Faa faa faa!!! Kalau aku menambahkan sedikit rasa manis pada krim segarku, maka tak akan butuh waktu lama untuk menghanguskanmu!!!"
"Haaa!!!!" Luffy menggunakan Haki dan Gear 3 di tangannya itu dan bersiap untuk menyerang. Namun mendadak, ia sampai di suatu tempat yang aneh.
"Eh!?" Luffy kaget.
"Di mana aku!?"

Luffy tidak mengerti. Tempat itu begitu aneh, seolah ada di dimensi yang berbeda. Bagai alam dongeng, dunia terbolak-balik dengan berbagai aksesoris aneh.
Seseorang lalu muncul dari tembok kosong, Charlotte Mont d'Or.
"Selamat datang di Dunia Buku!!!"
Ternyata itu dunianya, yang ia buat dengan kemampuan buah iblisnya, dan ia bersiap untuk menembak Luffy.

"Luffy, menghindar!!" teriak Nami, yang terkurung di suatu sangkar bersama Amande.
"Nami!?"
"Luffy, awas!!!"

Luffy kemudian sadar, semua yang tadi itu hanyalah ilusi. Aslinya, saat ini Luffy sedang berdiri, dan dua pria besar melesat memukulnya dari depan dan belakang. Baaaammm!!!
Pukulan dari dua lelaki yang melapisi tangannya dengan haki hitam pekat.
Serangan itu pun lantas membuat Luffy tak mampu melawan lagi.
Luffy rebah tak sadarkan diri, dan King Baum terbelah dua, mati perlahan sambil merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Amande menahan tubuh Nami, mengambil sesuatu dari balik bajunya, vivre card pemberian Lola.
"Karena mereka homies, hanya ada satu alasan kenapa tentara-tentara keju ini tak bisa bertarung dengan normal.. Apalagi kenyataan kalau mereka bisa lolos dari hutan, itu semua pasti gara-gara vivre card itu..."
"Sekarang semuanya masuk akal..."
"Bagaimana bisa orang sepertinya mendapat vivre card Mama!?"

"Di kertasnya tertulis Lola.." ucap Amande.
"Lola!? Mereka mencurinya dari Lola!?" Mont d'Or kaget.
"Ya ampun!! Apa anak itu telah dibunuh!?"
"Lola!!"
"Apa kata-kata terakhirnya!?"
"Kalian salah!!!" Nami berteriak, "Dia adalah teman kami!! Itu adalah hadiah pemberian darinya!!"
"Hmmm... Sepertinya masalah ini harus kita bawa pada Mama..."
"Yah, bagaimanapun kami diperintahkan untuk menangkap kalian hidup-hidup..."

"Aaahh!! Bagaimana ini bisa terjadi? Hampir semua prajurit keju dikalahkan.."
Pria besar yang memukul Luffy tadi berusaha untuk menyeret tubuh Luffy, yang tetap saja keras kepala mencengkram rumput tempat itu, seolah tak mau pergi dari sana. "Aku akan tetap.... Di sini..." Luffy berkata dalam kondisi luka parah.

Di kastil Big Mom, Sanji kaget dengan perkataan Big Mom saat ia meminta supaya teman-temannya diampuni. "Tentu, kenapa tidak?" Big Mom berkata.

"Hah!? Anda serius!?" Sanji masih tampak tak percaya.
"Ya, tentu saja aku serius!!" ucap Big Mom. "Selama ada alasannya, aku adalah wanita yang bersedia mendengar perkataan orang lain. Aku akan membiarkan rekan-rekanmu yang sekarang, bajak laut Topi Jerami meninggalkan pulau ini hidup-hidup, semuanya... Kau bisa memegang kata-kataku.."

"Selama kau memutuskan untuk menikah tanpa menimbulkan masalah, dan tidak kabur dari sini, aku tidak masalah menutup mata untuk beberapa hal di luar sana.."
"Aku sangat berterimakasih!!" ucap Sanji sambil tersenyum senang, "Aku berjanji akan membahagiakan Pudding!!"
"Mamamama!! Ooh!! Jadi kau sudah benar-benar jatuh cinta pada putriku, ya!?? Aku senang mendengarnya!!"

"Tapi biar kuperjelas dulu..." Big Mom menatap Sanji, "Apa yang sudah bajak laut Topi Jerami sialan itu lakukan padaku... Dalam kondisi normal aku pasti akan membuat mereka membayar tindakan mereka, paham!? Menghancurkan hutan... mengalahkan salah satu komandanku... Dan lagi!! Dia sudah berani memakan permenku di Pulau Manusia Ikan!! Berkata kalau mau menantangku!!! Tapi yah...."

Big Mom tersenyum lagi.
"Saat ini prioritas utamaku adalah pernikahanmu dengan Pudding!! Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, besok aku akan memiliki pasukan Germa, dan makan kue pernikahan yang sangat lezat bersama semuanya!!! Selama kau tidak berbuat macam-macam, semuanya akan berjalan dengan baik, Sanji!!"
"Ya!!" Sanji tersenyum.

Di salah satu ruangan di kastil Big Mom, Ruang Harta...
Tampak Tamago sedang berkumpul bersama beberapa anak buah Big Mom lainnya.
"Di dunia ini, terdapat tulian-tulisan yang belum terpecahkan selama beratus-ratus tahun, Poneglyph!! Dikatakan kalau terdapat sekitar 30 Poneglyph di dunia ini-bon!! Tapi hanya 9 yang mengandung informasi penting yang kita butuhkan..." ucap Tamago.
"Tak lama lagi, kita akan sampai ke pulau akhir, Raftel... Dan di sana, batu-batu itu akan memberitahu kita kebenaran tentang dunia ini-soir!!"

Salah satu yang ada di ruangan itu adalah Nona Smoothie, satu dari tiga Sweet Commander.
"Kyaaa!!! Tolong ampuni aku, Nona Smoothiee!!!" jerit seorang gadis yang tangannya ia cengkram.
Seolah tak peduli dengan itu, Tamago terus melanjutkan penjelasannya. "Tapi untuk bisa sampai di Raftel, empat Poneglyph merah itu, Road Poneglyph harus didapatkan terlebih dahulu..."

"Nona Smoothieee!!! Kyaaa!!"
Smoothie kemudian memeras gadis itu hingga menjadi jus..
"Termasuk Poneglyph yang dibawakan oleh Jinbe..." jelas Tamago lagi, "Kita telah memiliki dua Poneglyph dan satu Road Poneglyph, totalnya ada tiga..."
Gadis yang tadinya muda itu sampai tua kering dan mati diperas oleh Smoothie, dan hasil perasan itu ia jadikan minuman di gelasnya.
"Aku mengerti semua itu penting..." ucap Smoothie, "Tapi aku masih belum paham kenapa kita sampai harus meningkatkan keamanan seperti ini, Tamago??"

Salah satu dari Sweet Commander, Menteri Jus, putri ke-14 Keluarga Charlotte, Charlotte Smoothie. Harga buronan 932 Juta Berry.
"Sudah lima tahun semenjak orang itu muncul di pulau ini... Mantan kapten bajak laut dan pencuri poneglyph dari suku Mink... Saat ini, dia menyusup ke pulau ini lagi..." ucap Tamago. "Dulu, hidupnya diampuni berkat Pekoms..."
Tamago bertanya-tanya, "Kenapa kau berani sekali menantang kami lagi, Pedro?"
"Poneglyph merah itu bisa dikatakan merupakan jalan untuk menjadi raja bajak laut, sangat penting bakan sampai Yonkou pun akan saling mencurinya... Demi Mama, kita harus menjaganya dengan mempertaruhkan nyawa kita..."

Sementara mereka mendiskusikan hal itu, diam-diam arwah Brook menguping di dalam ruangan itu.
Pedro dan Brook ternyata berada tepat di sebelah ruangan itu, dan Brook pun menginformasikan apa yang didengarnya pada Pedro.
"Jumlah penjaganya ditingkatkan!?"
"Mereka menyebutnya Sweet Commander..."
"Sweet Commander!? Itu adalah petarung terkuat mereka!!" ucap Pedro. "Saat ini situasinya buruk sekali, apalagi Tamago sudah menyadari keberadaan kita..."

"Aku sebenarnya tersentuh dengan kata-katamu sebelumnya, Pedro.." ucap Brook. "Untuk menjadikan Luffy Raja Bajak Laut, road poneglyph harus didapatkan!! Ini adalah kesempatan yang sangat langka dan mungkin satu-satunya yang kita miliki..."
"Tapi kalau kita berdua menyerang, sama saja itu dengan bunuh diri..."
"Pedro, siapa target Baron Tamago?" Brook bertanya.
"Aku..." Pedro menjawab.
"Kalau begitu, Pedro... Maukah kau menjadi umpan?"
"Kebetulan sekali.." ucap Pedro, "Aku juga memikirkan hal yang sama.."
Read more

6/07/2017

Sinopsis One Piece Chapter 845: Tentara Kemarahan Big Mom

 Sinopsis One Piece Chapter 845: Tentara Kemarahan Big Mom

Sinopsis One Piece Chapter 845 menampilkan amarah Big Mom menyusul kekalahan Cracker oleh Luffy Si Topi Jerami. Big Mom menciptakan badai dengan jiwa Zeus dan Prometheus, sementara Tentara Kemarahannya menyerbu tempat Luffy berada. Sementara itu Sanji dan Puding terlibat dalam pertemuan empat mata. Di sinilah Sanji menjelaskan posisinya saat ini yang serba rumit; dan memutuskan untuk mengakhiri petualangannya sebagai bajak laut. Sanji juga berkata kepada Puding, bahwa dia akan menikahi putri Big Mom itu keesokan harinya.

Cerita One Piece 845 berjudul 'Ikari no Gundan/ Forces of Rage/ Tentara Amarah' dirilis pada 7 November 2016. Judul ini menunjukkan kekuatan tentara Big Mom yang diperintahkan untuk menghancurkan Luffy Si Topi Jerami yang cuma sendirian bersama Nami; setelah ditinggalkan Sanji dan keluarga Vinsmoke. Pertarungan keroyokan antara pasukan terbaik Big Mom vs Luffy mulai terjadi.

Sementara di sisi lain, di tengah pesta makan malam keluarganya dan Big Mom, Sanji  memiliki rencana sendiri. Ia ingin mengalah, jadi tumbal dalam pesta pernikahan dirinya dengan Charlotte Puding. Dengan cara ini, semua orang akan berbahagia; dan ia juga bisa menyelamatkan Kelompok Topi Jerami serta Restoran Terapung Baratie dari kehancuran. Pudding yang mendengar kisah Sanji sangat tersentuh dengan kebaikan hatinya.

Di sinilah terucap janji Sanji untuk menikahi Pudding; tanpa mengetahui bahaya macam apa yang bakal mengintainya.

Berikut ini versi teks One Piece 845 dari versiteks.com.

Di tempat terakhir Luffy berpisah dengan Sanji, ia masih tetap berbaring menunggu. Sama persis dengan kata-katanya. Bahwa Luffy tak akan pergi ke mana-mana, tetap diam di wilayah yang tentu saja berbahaya tersebut. Nami bukannya diam saja, secara tidak langsung ia menyarankan supaya kaptennya itu pergi tapi Luffy tidak mau.
"Apa kau benar-benar akan tetap diam di sini?" Nami bertanya, "kau tahu kan, di sini wilayah kekuasaan musuh..."
"Aku akan menunggu.." Luffy berkata.

"Pound sudah memberitahu kita kan konsekuensi yang harus kita terima setelah mengalahkan salah satu dari tiga komandan Big Mom... Kita akan dibunuh oleh pasukan mereka. Kalau menunggu di sini, musuh pasti akan datang... Dan Sanji mungkin tidak akan pernah kembali lagi..."
"Dia akan kembali.." Luffy tetap percaya.
"Aku akan menunggunya di sini..."

Sesuatu kemudian terjadi. Secara tiba-tiba, cuaca tempat itu berubah. Mendadak awan gelap menyelimuti tempat itu, terutama bukit tempat kastil Big Mom berada...
"Ah!! Mendadak awannya gelap!!"

"Aaah...." King Baum tampak ketakutan.
"Ada apa, King Baum!?"
"Bukit itu adalah tempat Big Mom tinggal!! Dia pasti sangat marah!!!" ucap King Baum.
"Benarkah!?"
Dan Nami teringat akan penjelasan King Baum, bahwa Big Mom memiliki kekuatan yang memungkinkannya untuk mengendalikan cuaca.
"Tak bisa kubayangkan kekuatan seperti itu dimiliki oleh seorang wanita!!"

Kota Madu, salah satu kota di Whole Cake Island, para penduduknya menatap ke angkasa, ke arah mahkluk bewujud awan petir dan matahari..
"Tuan Prometheus dan Tuan Zeus bergerak..."
"Mama pasti sedang sangat marah!!"

Tak hanya dua mahkluk itu, pasukan pun telah disiapkan untuk menyerbu Luffy.
"Pasukan telah berkumpul untuk membalaskan dendam Tuan Cracker!!"
"Ayo cepat menjauh!! Pasukan Kemarahan datang!!!"

Bersamaan dengan keluarnya pasukan itu, rombongan Vinsmoke sampai di depan kastil.
"Kelihatannya orang-orang ini akan pergi menuju Topi Jerami dan membunuhnya..." ucap Niji, yang duduk di sebelah Sanji.

Sanji diam saja.
"Dia bilang dia akan terus menunggumu di sana sampai kau kembali loh.." ucap Yonji.
"Nasibnya buruk sekali..."

"Tak bisa dipercaya.." ucap warga,
"Debt Collector Bobi, Ghost Wife Amanda, Officer Mondor..."

Tampak banyak sekali orang-orang hebat Big Mom bergerak menuju Luffy.
"Tak bisa kubayangkan berapa jumlah total harga buronan mereka!!"
Sanji masih terdiam di dalam kendaraannya, dan ia juga masih tidak lupa dengan perkataan Luffy waktu itu, "Aku tak akan pergi ke mana-mana sampai kau kembali!!"
Saudara-saudara Sanji masih saja menertawakan Luffy.
"Si Topi Jerami pasti akan lari terbirit-birit saat melihat pasukan sebanyak itu, Hahaha!"

Bersamaan dengan datangnya Pasukan Kemarahan Big Mom, hujan turun. Luffy diguyur hujan namun ia tetap tidak berpindah sedikit pun dari tempatnya.
Bukan hujan biasanya, hujannya terasa manis.
"Apa ini? Hujan manis?" Nami bertanya-tanya.
"Meski hujannya manis, aku tidak akan memakannya, aku hanya makan masakan Sanji.." ucap Luffy.

Di istananya, Big Mom tampak sedang melihat-lihat persiapan pestaya.
Seorang gadis kecil menghampirinya, "Mama!! Mama!! Para koki tidak mau meminjamiku pisau untuk memotong bonekanya..."
"Tanpa pisau aku tidak bisa melakukan apa-apa..."
"Doerche, berikan dia pisau dapurnya.."
"Tapi Mama, kalau aku meminjaminya pisau, Nana akan memotong semua balon kita..."
"Kau benar, nanti akan kumarahi dia..."

"Bukannya kita tak boleh bicara seperti itu di hadapan Mama.."
"Hahaha, kita semua memiliki banyak orang untuk dibunuh, kalian memang benar-benar anak-anakku.." Big Mom tertawa. "Pernikahan Pudding saudara kalian akan dilaksanakan besok!! Ayo temui calon suaminya!!"

Setelahnya, pesta pun diadakan. Keluarga Vinsmoke telah sampai di tempat itu, dan saat ini mereka semua sudah duduk satu meja bersama Big Mom untuk makan-makan.
"Mamamama, selamat datang! Germa 66!! Maaf aku terlambat, ada masalah kecil saat aku berjalan ke sini..." ucap Big Mom.
"Kudengar calon suami Pudding adalah seorang koki? Pas sekali..." Big Mom berkata, "Tapi kalaupun tidak cocok, siapa yang peduli. Selama bisnis kita berjalan lancar, Mamama..."

"Ya, benar sekali, tapi akan lebih bagus kalau mereka berdua hidup bahagia.." ucap Judge, ayah Sanji.
Vinsmoke Judge lalu mengangkat minumannya, "Demi pernikahan indah besok..."
Sanji diam saja, memandangi botol-botol bumbu hidup yang bernyanyi-nyanyi di atas meja di hadapannya.
Bahkan makanannya pun bisa bicara. Mereka hidup sambil bernyanyi, "Makan aku, makan aku dulu..."
"Madu... Madu..."
"Aku rasanya manis..."Sosis..."
"Kubis..."
"Sosis..."
"Aku pan cake, ayo dimakan..."
"Kalian bisa diam tidak sih?" Sanji tampak kesal.
"M-Makan-makan haruslah senang...!!" ucap makanan.
"S-Sanji-kun..."
Diam-diam Pudding menyerahkan selembar surat pada Sanji, isinya bahwa ia ingin setelah acara makan-makan ini, Sanji menemuinya untuk membicarakan sesuatu berdua.

Beralih ke tempat Luffy, pasukan Big Mom semakin mendekat. Dari sana, di kejauhan sudah terlihat jumlah mereka yang begitu banyak.
"Oh tidak!!" King Baum ketakutan.
"Luffy!! Ayo sembunyi!!"
"Tidak akan!!" Luffy bersikeras. "Sanji mungkin tak akan melihat kita kalau nanti dia kembali ke sini!! Kau saja yang sembunyi, serahkan mereka padaku!!"
"Jangan bodoh, Luffy!! Kau paham kan kalau tempat ini adalah wilayah kekuasaan Big Mom!?"
Musuh semakin mendekat. Suara teriakan mereka bahkan sudah terdengar dari kejauhan, "Itu dia si Topi Jerami!!"
"Mustahil kita bisa menang," ucap Nami, "Mereka terlalu banyak!!"
"Sudah ada janji antara aku dan Sanji, aku tidak akan pergi ke mana pun!!"

Jam menunjukkan pukul 02.00, acara makan-makan telah berakhir, dan saat ini Sanji dan Pudding telah berada di satu ruangan berdua...
Pudding menundukkan kepala, minta maaf, "Maaf, aku tak bisa memenuhi rencana yang kubuat bersama Luffy. Semua ini salahku..."
"Begitu ya.. Sebelumnya aku bertanya-tanya bagaimana mereka bisa sampai di sini.."

"Kalau kau menghawatirkan pernikahan ini, sebagai putrinya, kalau aku memohon mungkin dia akan... Yah, kita hanya harus menghadiri upacara pernikahannya..."
"Ibuku sudah terbiasa dengan pernikahan politik," ucap Pudding lagi, "Dia akan memasangimu gelang bom kalau mencoba untuk kabur. Setelah dipasangi itu, maka tak akan ada kesempatan lagi untuk pergi..."

Sayang sekali, gelang itu sudah terpasang di tangan Sanji.
"Maksudmu bom yang ini, kan?" Sanji memperlihatkan pergelangan tangannya.
"Oh tidak...!!" Pudding kaget.
"Kuncinya ada di tangan ibumu, kalau mau mengambilnya, kita harus berhadapan melawan semua anak buahnya..."
"Kau sudah dipasangi gelang itu!?"
"Ya, sejak dari awal.." ucap Sanji.
"Bagaimanapun di pihakku tidak ada yang mendukungku..."
Sanji kemudian membuka topengnya dan memperlihatkan wajah aslinya yang bengkak-bengkak..
Pudding tampak benar-benar terpukul.

"Meski aku juga merupakan salah satu anak dari Keluarga Vinsmoke, bagi mereka aku hanyalah seorang lelaki tak berguna. Aku tak pernah bangga menjadi seorang bangsawan, jadi aku memutuskan untuk pergi berlayar..."

"Kalau aku menolak pernikahan ini," ucap Sanji, "Aku dan teman-temanku akan dibunuh, dan ayahku yang lain yang ada di East Blue akan dibunuh juga. Aku tidak punya pilihan lain, jadi aku memutuskan untuk menyerah saja, dan berharap Big Mom mau mengampuni teman-temanku kalau aku memintanya..."
"Maaf!!" Pudding sampai menangis, "Ibuku sudah bertindak terlalu jauh pada kalian!!"
"Jangan menangis, Pudding, kau tidak perlu minta maaf..." Sanji mendekatinya. "Sampai 13 tahun yang lalu, aku terus hidup di dalam neraka. Saat ini aku akan kembali ke neraka itu, yah itu bukan masalah besar... Setidaknya selama 13 tahun ini aku sudah merasakan bahagia.."

"Teman-teman yang kutemui selama 13 tahun ini sangat berharga bagiku.. Jadi sebelum aku menghilang, aku tidak mau menyakiti mereka..."

Sanji menunduk kemudian berkata, "Petualanganku telah berakhir..."
Pudding jadi semakin sedih, makin menangis.
"Kumohon jangan menangis lagi.." Sanji menenangkannya, "Aku tak bisa melihat seorang gadis menangis di hadapanku..."
Pudding berusaha untuk mengusap air matanya, lalu berkata dengan tegas di hadapan Sanji, "Tak akan kubiarkan pernikahan kita berubah menjadi neraka!!"
Sanji terdiam...

"Aaah...! Bilang apa sih aku tadi?!" Pudding malah salah tingkah, "Bagimu tentu saja ini tetap akan menjadi neraka! Ah, tidak seharusnya aku berusaha menghibur begitu!! Maafkan aku! Aku minta maaf!! Kita bahkan baru kenal dua hari!!"

Sementara itu di luar sana, Luffy  memulai pertarungannya dengan pasukan Big Mom.

"Aaah!!" Pudding menutupi wajahnya, "Baru kenal dua hari mana mungkin aku bisa menyembuhkan luka di hatimu secepat itu!!"

"Apalagi..." ucap Pudding, "Kau tidak benar-benar ingin menikahiku, kan..."
Sanji sempat terdiam, kemudian mendekati Pudding dan memeluknyasembari berkata , "Kau adalah penyelamatku... "
"Sanji-kun..."
Sanji lalu berkata lagi, "Kalau tidak keberatan, menikahlah denganku besok.."


Read more