Showing posts with label sanji pudding. Show all posts
Showing posts with label sanji pudding. Show all posts

11/12/2017

Sinopsis One Piece 885: Gear Fourth Kalah, Sanji Selesaikan Kue Big Mom!


Sinopsis One Piece 885: Gear Fourth Kalah, Sanji Selesaikan Kue Big Mom!

Sinopsis One Piece 885 mengisahkan titik penting pertarungan Luffy vs Katakuri. Melihat waktu penggunaan Gear Fourth yang habis, Luffy kabur dengan cara menarik Brulee bersamanya. Sementara itu di Cacao Island, Sanji, Pudding, dan Chiffon sudah selesai membuatkan kue pengantin terlezat untuk mengejutkan Big Mom.

Cerita One Piece Chapter 884 berjudul 'Buryure dayo!!!/ Its' Brulee/ Ada Bruleee' dirilis pada 13 November 2017. Di bagian awal, Luffy sadar bahwa Katakuri dengan kemampuan kenbunshoku yang luar biasa, saat ini tidak bisa dikalahkan. Bahkan jurus Kong Gun tak menggoyahkan sang Komandan Manis Bajak Laut Big Mom.

Katakuri sesumbar, selama ia bisa fokus dan tenang, maka Luffy tak mungkin bisa menang. Namun Luffy juga sesumbar, akan segera menemukan titik lemah lain Katakuri. Saat itulah Gear 4 mencapai batasnya. Luffy kembali menciut dan harus 'beristirahat' dari bentuknya selama 10 menit. Luffy memutuskan kabur. Keberuntungan ada di pihaknya, ketika ia menemukan Brulee yang terduduk di depan cermin.

Luffy menculik Brulee masuk ke dalam cermin, sementara usaha Katakuri yang hendak menghentikan mereka, gagal. Sialnya, begitu keluar dari Mirro-World, Luffy dan Brulee langsung muncul di Pulau Kacang, tempat Big Mom mengamuk mencari kue pengantin. Melihat kemunculan Luffy, Charlotte Perospero dan Charlotte Amande berusaha menghadangnya. Namun bahkan dengan Candy Wall Perospero dan ketajaman pedang Amande,Luffy tetap berhasil lolos.

Di pihak lain, di atas Thousand Sunny, Nami dan Jinbe terus mengamati ketenangan laut yang tidak alamiah. Mereka ragu, apakah Bajak Laut Big Mom sudah benar-benar menyerah untuk mengejar mereka. Nami kemudian berpendapat, Kru Topi Jerami harus berkumpul kembali dengan Sanji dan yang lainnya untuk terhindar dari kemarahan Big Mom.

Pihak Bajak Laut Big Mom sendiri sudah berkumpul di tempat lain. Charlotte Mont-d'Or mengumpulkan semua yang ada untuk mengejar tiga musuh utama: Bajak Laut Topi Jerami, Bajak Laut Firetank, dan Bajak Laut Matahari yang berusaha kabur dari Whole Cake Island.

Di Cacao Island, di tengah persiapan kue pengantin untuk Big Mom, salah satu koki pingsan karena manisnya bahan rahasia Sanji, krim simsim kocok. Semuanya sudah sempurna. Kue buatan Chiffon siap, demikian pula krim kocok Sanji dan coklat Pudding. Sanji kemudian mengajak semuanya untuk membawa kue itu dalam kapal menuju Big Mom.

Sanji dengan wajah penuh keyakina menyebut, "Sekarang ayo pergi untuk menjatuhkan orang yang menyebabkan masalah untuk rekan-rekanku: Big Mom!"
-----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------

Read more

10/04/2017

Sinopsis One Piece Chapter 880: Ramuan Rahasia Sanji & Big Mom Membuat Tsunami

 Sinopsis One Piece Chapter 880: Ramuan Rahasia Sanji & Big Mom Membuat Tsunami

 Sinopsis One Piece 880 mengisahkan kerja Pudding, Chiffon, dan Sanji bersama WCI 31, kumpulan koki top Whole Cake Island, dalam membuat kue pengantin untuk Big Mom. Dalam hal ini Sanji membuat ramuan rahasia yang membuat semua berdecak kagum.

Cerita One Piece Chapter 880 berjudul 'Chance of Escape: 0%/ Tairo Zero/Peluang Lolos 0 Persen' dirilis pada 2 Oktober 2017. Bukan hanya soal pembuatan kue pengantin, One Piece Chapter 880 juga mengisahkan serbuan Big Mom dan pasukannya menghadapi bajak laut Topi Jerami. Di Mirro-World, Brûlée mengajak saudara kandungnya Mascarpone dan Joscarpone untuk menyerang Thousand Sunny. Luffy yang berhadapan dengan Katakuri, memerintahkan rekan-rekannya di Sunny untuk memecahkan semua cermin. Namun kru bajak laut Topi Jerami ternganga ketika sebuah homie tsunami menyerang mereka.

Puding, Chiffon, dan Sanji tiba di Chocolat Town di Kakao Island dan disambut rakyat di sana. Posisi Chiffon yang diborgol membuat warga Chocolat Town terkejut, tapi Pudding berkilah bahwa ini akibat ulah Capone Bege yang mengancam hidup Big Mom. Sebelum datang ke Chocolat Town, Puding sudah bernegosiasi dengan Chiffon untuk berpura-pura memborgolnya demi mulusnya rencana, dan disanggupi sang kakak.

Warga Chocolat Town terkagum-kagum pada dedikasi Pudding yang repot-repot mengatai kekacauan pernikahannya sendiri. Tak lama kemudian, WCI (Whole Cake Island) 31, kumpulan koki paling terkenal dari seluruh pulau Whole Cake Island dipanggil untuk mempersiapkan kue spesial yang akan diberikan kepada Big Mom.

Agar rencananya tidak diketahui siapapun, Pudding membawa Sanji, Chiffon, dan WCI 31 ke Pabrik Permen, dan warga diminta untuk tidak mendekat demi fokus pembuatan kue. Taktik dimulai. Pudding yang punya kekuatan Memo Memo no Mi, memanggil koki-koki WCI 13 masuk satu per satu ke ruangan. Setiap kali ada yang masuk, Pudding menghapus kenangan mereka akan peristiwa pernikahannya dengan Sanji; dan mengisi memori mereka bahwa Pudding dan Sanji menikah dengan lancar, tetapi kue untuk Big Mom hancur karena cuaca buruk.

Sepanjang pembuatan kue, Pudding, Chiffon, dan seluruh koko WCI 31 dibuat terkagum oleh kemampuan Sanji. Pasalnya, Sanji dapat membuat sketsa desain kue pengantin; bukan hanya sekadar mengingat desainnya, tetapi juga semua ramuan hanya berbekal indera penciuman yang baik. Bahkan Sanji bisa menghafal semua racikan tersembunyi yang dibuat oleh Streussen, koki kesayangan Big Mom dalam waktu seminggu.

Salah satu dari koki WCI 31 menyatakan bahwa ini adalah proyek pertama Sanji dan Pudding sebagai suami istri, yang menyebabkan Pudding 'pingsan' dengan sukacita sebelum bangkit dengan penuh amarah. Pekerjaan membuat kue spesial untuk Big Mom pun dimulai, dengan waktu 2 jam 40 menit ....

Di Mirro-World, Perospero mengolok-olok pengorbanan Pedro yang meledakkan diri sama sekali tidak berguna, dan ia sengaja mengeraskan suara agar Luffy mendengar kalimatnya ini. Sementara Bruleee yang sadar, segera diajak Katakuri untuk mengumpulkan pasukan.  Tujuannya adalah membakar Sunny Go. Saudara Brûlée, Mascarpone dan Joscarpone muncul dengan cermin yang mengarah ke Sunny, dan Brûlée menyuruh mereka untuk menyalakan api.

Luffy berusaha menyelamatkan teman-temannya, tetapi ia tidak bisa berbuat demikian karena terus digempur oleh Katakuri. Melihat beberapa pecahan cermin, Luffy meraih salah satunya  dan memanggil Nami, menyuruhnya untuk memecahkan cermin yang tersisa di atas kapal agar Brulee dan pasukan Big Mom tidak bisa masuk ke Sunny. Luffy juga menegaskan bahwa dia akan menemukan jalan untukkembali ke teman-temannya.

Luffy harus terus berurusan dengan Katakuri, tidak bisa membantu teman-temannya; sementara Mascarpone dan Joscarpone melepaskan panah api melalui cermin ke kamar mandi Sunny Go. Nami berusaha memecahkan semua cermin tersisa di Sunny Go, sampai Carrot memanggilnya ...

Di depan mata mereka, ada homie gelombang besar tsunami yang siap menelan mereka; dengan Big Mom mengendarai homie itu. Tidak ada cara untuk melarikan diri, Nami memberitahu Luffy bahwa mungkin peluang mereka sudah habis ....

-----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------
Read more

6/11/2017

Sinopsis One Piece Chapter 851: Charlotte Pudding Sang Pengkhianat Cinta

 Sinopsis One Piece Chapter 851: Pengkhianatan Cinta Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece 851 menampilkan drama perih yang harus dilalui Sanji Vinsmoke. Ketika cintanya untuk Charlotte Pudding begitu membara, cinta itu seketika padam di bawah guyuran hujan deras; kala Pudding mengungkapkan semua kebusukan kepada Reiju Vinsmoke. Pudding yang ahli berakting, gembira menanti momen untuk menghabisi keluarga Vinsmoke. Di kesempatan yang sama, Pudding menembaki Reiju; dan mengambil ingatannya melalui kekuatan Memo Memo no Mi.

Cerita One Piece Chapter 851 berjudul 'Dog-End/ Shikemoku' dirilis pada 7 Januari 2017. Di sinilah, semua rencana jahat Pudding terbongkar secara tidak sengaja oleh Sanji yang berniat memberikan mawar untuknya. Sanji menangis tanpa suara di luar ruangan ketika Pudding menggunakan pistol dengan peluru kaliber 36 Candy Jacket untuk mengalahkan Reiju. Pudding bukan cuma menyerang kakaknya, tetapi juga menertawai cinta tulus Sanji.

Sanji berusaha menyalakan rokoknya, tetapi hujan deras membuat keinginannya menenangkan diri sirna. Tetapi ia jadi tahu, kekuatan rahasia Pudding, yang seorang pemakan buah iblis Memo Memo no Mi. Dengan kekuatan buah iblis itu, Pudding bisa mengeluarkan ingatan lawannya seperti lembaran film, dan memotong bagian yang tidak disukai atau tidak dibutuhkan, sehingga bagian yang dipotong itu lenyap dari ingatan sang lawan. Dalam hal ini, Pudding menghapus ingatan Reiju tentang pemaparan rencananya. Tapi Pudding tidak mengira Sanji sudah tahu semuanya ...



Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook dengan mudah ditangani oleh Big Mom dengan bantuan Zeus dan Prometheus. Tetapi Brook pantang menyerah. Ia bertekad untuk mendapatkan Road Poneglyph apapun yang terjadi, bahkan meski hal ini akan tertebus dengan tetap tinggalnya Sanji untuk pernikahan dengan Pudiding.

Di Dunia Cermin, Brulee yang sudah dikalahkan Chopper dan Carrot dipaksa untuk menunjukkan jalan di mana letak Sanji saat ini. Carrot menggambar wajah Sanji dan meminta cermin-cermin yang ada di sana mencari sang koki.

Terakhir, di Perpustakaan Tahanan, Charlotte Opera meminta Nami menceritakan, di manakah keberadaaan Lola saat ini. Nami memilih tutup mulut. Opera hendak memanah Nami, ketika kemudian muncul sosok tidak terduga. Jinbe datang untuk menyelamatkan Luffy dan Nami, sekaligus mengkhianati Big Mom!

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 851 diambil dari versiteks.com.

 Air Hujan masih mengalir deras di Whole Cake Island, ditemani bunyi petir yang terus menggelegar. Namun tak ada yang lebih menusuk hati Sanji selain suara yang ia dengar dari balik dinding tempatnya berdiri sekarang. Suara merdu calon istrinya.
"Ahahaha!! Besok keenam anggota Keluarga Vinsmoke akan terbunuh!! Tempat pernikahan akan dilumuri dengan darah... Tapi hati-hati saat kalian mati nanti, ya? Jangan sampai kue pernikahannya jadi kotor..."

Pudding masih berdiri di depan Reiju, yang terikat kuat dan tak bisa berbuat apa-apa.
Pudding memegang sebuah pistol, memperlihatkan kemampuannya dengan menembak dinding tempat Sanji berada. Kuat sekali, tembakannya sampai menembus hancur objek yang dikenainya. Tembakan itu bersarang hanya beberapa meter di samping kiri Sanji, namun lelaki yang akan menikah besok itu terlihat sama sekali tak peduli.
Sanji masih menengadahkan kepalanya ke atas, dengan tatapan suram memandangi titik-titik hujan yang berjatuhan menyamarkan air matanya.
"Ini adalah pistol percussion lock dengan peluru kaliber 36, Candy Jacket.." jelas Pudding membanggakan pistolnya. "Pistol ini bisa menembus segala macam perisai!! Hebat sekali, bukan??"
Reiju cuek saja mendengarnya, sementara Pudding terus mengoceh. "Pistol ini bahkan bisa melukai tubuh bajamu itu!! Fufufu... Aku jadi tak sabar menunggu hari esok, seperti apa ya ekspresi wajahnya nanti??"
"Pasti akan jadi menyenangkan!! Hahaha!!" Nitro si lendir bertopi tertawa puas.
"Laki-laki itu percaya kalau Pudding sudah jatuh cinta padanya!! Hahaha!!" Rabian si karpet terbang ikut tertawa.
"Mungkin ekspresi wajahnya akan jadi seperti ini..."
Pudding lalu mulai memperlihatkan ekspresi-ekspresi menggelikan.
"Gyahahaa!! Pasti begitu!!" Rabian dan Nitro tertawa terbahak-bahak.
"Mungkin juga seperti ini... Pudding... chaan..."
"Gyahahaha!!!!" tawa dua mahkluk itu semakin kencang.

"Hei, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?? Dia itu adikmu, kan?? Apa kau mau tahu apa yang dia katakan saat melamarku?? Inilah bagian terbaiknya!! Dia benar-benar melamarku sambil melepas masker yang menutupi wajah jeleknya!!"

Kenangan yang sangat bodoh untuk Sanji ingat-ingat. Karangan bunga dan bekal makanan di tangan Sanji telah jatuh di atas rumput. Sanji berusaha untuk menghidupkan rokok di mulutnya tetapi tidak bisa. Hujan terlalu deras.

"Saat melamarku, dia memelukku dengan erat sambil bilang begini... Kamu adalah satu-satunya penyelamatku, mari kita menikah!!"
Pudding bicara dengan pipi bengkak menirukan Sanji, yang tentu saja membuat Nitro dan si karpet terbang tertawa semakin puas.
Lagi-lagi Reiju hanya bisa terdiam.

"Bisakah kau membayangkan ada orang yang melamar seperti itu!? Hahaha!! Tidak masuk akal, kenapa juga aku harus menikahi pecundang seperti dia!?"

Sanji berusaha untuk menghidupkan rokoknya lagi, tapi tetap tidak bisa. Tentu ia tahu kalau api tak akan bisa hidup di bawah guyuran hujan, Sanji pasti tahu hal itu. Tapi apa lagi yang bisa dilakukannya?
Sanji bahkan sudah tak kuat untuk menatap ke ketinggian langit. Kepalanya kini tertunduk, membiarkan air di matanya menetes dengan lebih mudah.

Di ruang harta, Brook yang kelihatannya baru saja menerima serangan dari Big Mom berusaha untuk bangkit kembali.
Big Mom tertawa, "Kenapa kau masih saja berdiri, Soul King!? Apa kau jauh lebih menginginkan batu itu dibanding merebut kembali Sanji??"
"Sanji adalah lelaki yang baik, jadi kupikir demi kami dia tak akan pernah kembali lagi.." ucap Brook. "Aku tak tahu jebakan seperti apa yang sudah kau ciptakan untuknya, tapi Sanji tak akan pernah berhenti sekalinya ia memutuskan untuk berkorban demi seseorang!!"

"Di sisi lain," ucap Brook lagi, "kapten kami adalah lelaki yang terus mengikuti tujuannya!! Jadi masalah itu biar mereka berdua saja yang menyelesaikannya...!!"
"Begitu ya... Jadi kau merasa tak ada kaitannya dengan itu makanya mengincar batuku..."
"Tidak juga!! Meski kemungkinan terburuknya, Sanji benar-benar tidak kembali, dengan mendapatkan Road Poneglyph, kami bisa memperoleh harta yang berharga di sini, dan Sanji tak akan menyalahkan dirinya sendiri!!"
"Kemungkinan terburuk katamu?? Apa kalian pikir kalian berdua tidak akan mati, hah!?"
Brook membalas, "Orang bodoh mana yang berencana untuk mati, Nona Muda!?"

Di dunia cermin, Brulee tertawa terbahak-bahak. "Haaaa!!! Hentikan!!! Wiih wiih fiih!! Hentikan!!!"
Carrot mengelitikinya. "Jangan mengelitikiku!! Aku akan mengatakannya!! Haaahh!!"
"Baik, hentikan, Carrot.." ucap Chopper.
"Cepat jawab, kastilnya ada di mana!?"
"Kau... awas kalian nanti ya..." Brulee kesal tapi pada akhirnya ia memberi petunjuk. "Aku tidak tahu cermin yang mana, tapi kalian bisa langsung bertanya pada para cermin!!"
"Bertanya??"
"Para cermin tahu apa yang tercermin pada mereka!!"

Carrot dan Chopper pun berteriak, "Hooooi Cermin-Cermin!! Di mana cermin yang menuju ke kastil...!?"
Cermin-cermin menyahut..
"Hai...!!"
"Itu aku...!!"
"Aku juga...!!"
"Akulah cermin di lemari Garetto-sama!!"
"Aku cermin kecil di ruang tamu lantai 2!!"
"Aku cermin di toilet wanita lantai 4!!"

Chopper lalu bertanya lagi, "Adakah cermin yang menuju Luffy, Nami, Brook, Pedro, atau Sanji!? Kami mencari mereka!!"
"Siapa??"
"Wajahnya seperti apa??"
"Sanji-sama sudah lewat tadi..."
"Serahkan padaku, Kachopper!!" Carrot menyiapkan pena dan kerta, "Aku pandai menggambar wajah!!"

Sanji masih tertunduk, di bawah hujan, di antara karangan bunga dan bekal makanan yang tergetak di samping kakinya.

"Baiklah, kakak yang manis..." Pudding berkata pada Reiju.
Pudding melakukan sesuatu yang tak terduga. Pudding menyiapkan tangan kanannya, menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya untuk mengambil sesuatu dari kepala Reiju.
"Aku akan berada dalam masalah kalau kau mati sekarang, apalagi kalau kau sampai mengungkap identitasku pada mereka..."
"!?" Reiju kaget, Pudding mampu mengambil ingatan dari kepala seseorang. Reiju menjerit saat ingatannya ditarik keluar begitu saja.
"Ini adalah kekuatan Memo Memo no Mi!!" jelas Pudding. "Semua orang memiliki kenangan yang direkam dalam kepala mereka seperti film. Kau juga pasti mempunyai kenangan yang menyakitkan dan membuat frustrasi, kan??"
Dan Reiju menjadi tidak sadarkan diri.

"Sekarang aku akan mengubah ingatanmu yang tertembak olehku... "
Pudding lalu menggunakan gunting untuk memotong ingatan Reiju tentangnya.
"Tinggl edit, selesai... Fufufu!! Semua kenanganmu bersamaku telah kupotong!! Mari kita bersenang-senang pada upacara pernikahan besok!! Panggil prajurit, bawa dia ke dokter..."

Di luar kini hanya terlihat karangan bunga yang bersandar di pinggir tembok, Sanji dan bekal makanan yang dibawanya telah pergi menghilang.

Di Perpustakaan Tahanan, Luffy masih terus melanjutkan aksi gilanya untuk memutus kedua tangannya. Nami jadi semakin menjerit ketakutan, "Gyaaa!! Hentikan, Luffy!! Darahmu banyak mengenaiku!!"
"Uuuh!! Sedikit lagi!!!"
Charlotte Opera yang sejak tadi duduk mengawasi sampai mendekat, "Jangan memaksakan diri..." ucapnya.
Opera lalu menanyai Nami, "Hei perempuan, Mama memintaku untuk menanyaimu mengenai keberadaan Lola, jadi cepat katakan!!"
"Untuk apa juga aku menghianati sahabatku!?" Nami membentak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyiksamu..."
"Jangan bicara seenaknya!!" bentak Nami.

"Baiklah, aku akan menembakmu dalam lima detik, kalau mau bicara cepatlah katakan..." Opera bersiap untuk menembak Nami dengan panah crossbow.
"H-Hei!? Apa yang kau lakukan!? Kalau begitu aku akan mati!!"
"Makanya cepat katakan!!"
"Kau tak perlu khawatir, Nami!! Dalam lima detik tanganku sudah akan putus, aku tak akan membiarkannya membunuhmu!!"
"Eeeeh!?" Nami malah lebih menghawatirkan tangan Luffy.
"Aku tidak mau mati!! Tapi juga tidak mau tanganmu putus, pokoknya jangan!!"
"Jangan egois!!" bentak Luffy dan Opera barengan.

Seseorang kemudian datang...
"Hei, apa ada orang di sini??"
Jinbe muncul!

Read more

6/07/2017

Sinopsis One Piece Chapter 845: Tentara Kemarahan Big Mom

 Sinopsis One Piece Chapter 845: Tentara Kemarahan Big Mom

Sinopsis One Piece Chapter 845 menampilkan amarah Big Mom menyusul kekalahan Cracker oleh Luffy Si Topi Jerami. Big Mom menciptakan badai dengan jiwa Zeus dan Prometheus, sementara Tentara Kemarahannya menyerbu tempat Luffy berada. Sementara itu Sanji dan Puding terlibat dalam pertemuan empat mata. Di sinilah Sanji menjelaskan posisinya saat ini yang serba rumit; dan memutuskan untuk mengakhiri petualangannya sebagai bajak laut. Sanji juga berkata kepada Puding, bahwa dia akan menikahi putri Big Mom itu keesokan harinya.

Cerita One Piece 845 berjudul 'Ikari no Gundan/ Forces of Rage/ Tentara Amarah' dirilis pada 7 November 2016. Judul ini menunjukkan kekuatan tentara Big Mom yang diperintahkan untuk menghancurkan Luffy Si Topi Jerami yang cuma sendirian bersama Nami; setelah ditinggalkan Sanji dan keluarga Vinsmoke. Pertarungan keroyokan antara pasukan terbaik Big Mom vs Luffy mulai terjadi.

Sementara di sisi lain, di tengah pesta makan malam keluarganya dan Big Mom, Sanji  memiliki rencana sendiri. Ia ingin mengalah, jadi tumbal dalam pesta pernikahan dirinya dengan Charlotte Puding. Dengan cara ini, semua orang akan berbahagia; dan ia juga bisa menyelamatkan Kelompok Topi Jerami serta Restoran Terapung Baratie dari kehancuran. Pudding yang mendengar kisah Sanji sangat tersentuh dengan kebaikan hatinya.

Di sinilah terucap janji Sanji untuk menikahi Pudding; tanpa mengetahui bahaya macam apa yang bakal mengintainya.

Berikut ini versi teks One Piece 845 dari versiteks.com.

Di tempat terakhir Luffy berpisah dengan Sanji, ia masih tetap berbaring menunggu. Sama persis dengan kata-katanya. Bahwa Luffy tak akan pergi ke mana-mana, tetap diam di wilayah yang tentu saja berbahaya tersebut. Nami bukannya diam saja, secara tidak langsung ia menyarankan supaya kaptennya itu pergi tapi Luffy tidak mau.
"Apa kau benar-benar akan tetap diam di sini?" Nami bertanya, "kau tahu kan, di sini wilayah kekuasaan musuh..."
"Aku akan menunggu.." Luffy berkata.

"Pound sudah memberitahu kita kan konsekuensi yang harus kita terima setelah mengalahkan salah satu dari tiga komandan Big Mom... Kita akan dibunuh oleh pasukan mereka. Kalau menunggu di sini, musuh pasti akan datang... Dan Sanji mungkin tidak akan pernah kembali lagi..."
"Dia akan kembali.." Luffy tetap percaya.
"Aku akan menunggunya di sini..."

Sesuatu kemudian terjadi. Secara tiba-tiba, cuaca tempat itu berubah. Mendadak awan gelap menyelimuti tempat itu, terutama bukit tempat kastil Big Mom berada...
"Ah!! Mendadak awannya gelap!!"

"Aaah...." King Baum tampak ketakutan.
"Ada apa, King Baum!?"
"Bukit itu adalah tempat Big Mom tinggal!! Dia pasti sangat marah!!!" ucap King Baum.
"Benarkah!?"
Dan Nami teringat akan penjelasan King Baum, bahwa Big Mom memiliki kekuatan yang memungkinkannya untuk mengendalikan cuaca.
"Tak bisa kubayangkan kekuatan seperti itu dimiliki oleh seorang wanita!!"

Kota Madu, salah satu kota di Whole Cake Island, para penduduknya menatap ke angkasa, ke arah mahkluk bewujud awan petir dan matahari..
"Tuan Prometheus dan Tuan Zeus bergerak..."
"Mama pasti sedang sangat marah!!"

Tak hanya dua mahkluk itu, pasukan pun telah disiapkan untuk menyerbu Luffy.
"Pasukan telah berkumpul untuk membalaskan dendam Tuan Cracker!!"
"Ayo cepat menjauh!! Pasukan Kemarahan datang!!!"

Bersamaan dengan keluarnya pasukan itu, rombongan Vinsmoke sampai di depan kastil.
"Kelihatannya orang-orang ini akan pergi menuju Topi Jerami dan membunuhnya..." ucap Niji, yang duduk di sebelah Sanji.

Sanji diam saja.
"Dia bilang dia akan terus menunggumu di sana sampai kau kembali loh.." ucap Yonji.
"Nasibnya buruk sekali..."

"Tak bisa dipercaya.." ucap warga,
"Debt Collector Bobi, Ghost Wife Amanda, Officer Mondor..."

Tampak banyak sekali orang-orang hebat Big Mom bergerak menuju Luffy.
"Tak bisa kubayangkan berapa jumlah total harga buronan mereka!!"
Sanji masih terdiam di dalam kendaraannya, dan ia juga masih tidak lupa dengan perkataan Luffy waktu itu, "Aku tak akan pergi ke mana-mana sampai kau kembali!!"
Saudara-saudara Sanji masih saja menertawakan Luffy.
"Si Topi Jerami pasti akan lari terbirit-birit saat melihat pasukan sebanyak itu, Hahaha!"

Bersamaan dengan datangnya Pasukan Kemarahan Big Mom, hujan turun. Luffy diguyur hujan namun ia tetap tidak berpindah sedikit pun dari tempatnya.
Bukan hujan biasanya, hujannya terasa manis.
"Apa ini? Hujan manis?" Nami bertanya-tanya.
"Meski hujannya manis, aku tidak akan memakannya, aku hanya makan masakan Sanji.." ucap Luffy.

Di istananya, Big Mom tampak sedang melihat-lihat persiapan pestaya.
Seorang gadis kecil menghampirinya, "Mama!! Mama!! Para koki tidak mau meminjamiku pisau untuk memotong bonekanya..."
"Tanpa pisau aku tidak bisa melakukan apa-apa..."
"Doerche, berikan dia pisau dapurnya.."
"Tapi Mama, kalau aku meminjaminya pisau, Nana akan memotong semua balon kita..."
"Kau benar, nanti akan kumarahi dia..."

"Bukannya kita tak boleh bicara seperti itu di hadapan Mama.."
"Hahaha, kita semua memiliki banyak orang untuk dibunuh, kalian memang benar-benar anak-anakku.." Big Mom tertawa. "Pernikahan Pudding saudara kalian akan dilaksanakan besok!! Ayo temui calon suaminya!!"

Setelahnya, pesta pun diadakan. Keluarga Vinsmoke telah sampai di tempat itu, dan saat ini mereka semua sudah duduk satu meja bersama Big Mom untuk makan-makan.
"Mamamama, selamat datang! Germa 66!! Maaf aku terlambat, ada masalah kecil saat aku berjalan ke sini..." ucap Big Mom.
"Kudengar calon suami Pudding adalah seorang koki? Pas sekali..." Big Mom berkata, "Tapi kalaupun tidak cocok, siapa yang peduli. Selama bisnis kita berjalan lancar, Mamama..."

"Ya, benar sekali, tapi akan lebih bagus kalau mereka berdua hidup bahagia.." ucap Judge, ayah Sanji.
Vinsmoke Judge lalu mengangkat minumannya, "Demi pernikahan indah besok..."
Sanji diam saja, memandangi botol-botol bumbu hidup yang bernyanyi-nyanyi di atas meja di hadapannya.
Bahkan makanannya pun bisa bicara. Mereka hidup sambil bernyanyi, "Makan aku, makan aku dulu..."
"Madu... Madu..."
"Aku rasanya manis..."Sosis..."
"Kubis..."
"Sosis..."
"Aku pan cake, ayo dimakan..."
"Kalian bisa diam tidak sih?" Sanji tampak kesal.
"M-Makan-makan haruslah senang...!!" ucap makanan.
"S-Sanji-kun..."
Diam-diam Pudding menyerahkan selembar surat pada Sanji, isinya bahwa ia ingin setelah acara makan-makan ini, Sanji menemuinya untuk membicarakan sesuatu berdua.

Beralih ke tempat Luffy, pasukan Big Mom semakin mendekat. Dari sana, di kejauhan sudah terlihat jumlah mereka yang begitu banyak.
"Oh tidak!!" King Baum ketakutan.
"Luffy!! Ayo sembunyi!!"
"Tidak akan!!" Luffy bersikeras. "Sanji mungkin tak akan melihat kita kalau nanti dia kembali ke sini!! Kau saja yang sembunyi, serahkan mereka padaku!!"
"Jangan bodoh, Luffy!! Kau paham kan kalau tempat ini adalah wilayah kekuasaan Big Mom!?"
Musuh semakin mendekat. Suara teriakan mereka bahkan sudah terdengar dari kejauhan, "Itu dia si Topi Jerami!!"
"Mustahil kita bisa menang," ucap Nami, "Mereka terlalu banyak!!"
"Sudah ada janji antara aku dan Sanji, aku tidak akan pergi ke mana pun!!"

Jam menunjukkan pukul 02.00, acara makan-makan telah berakhir, dan saat ini Sanji dan Pudding telah berada di satu ruangan berdua...
Pudding menundukkan kepala, minta maaf, "Maaf, aku tak bisa memenuhi rencana yang kubuat bersama Luffy. Semua ini salahku..."
"Begitu ya.. Sebelumnya aku bertanya-tanya bagaimana mereka bisa sampai di sini.."

"Kalau kau menghawatirkan pernikahan ini, sebagai putrinya, kalau aku memohon mungkin dia akan... Yah, kita hanya harus menghadiri upacara pernikahannya..."
"Ibuku sudah terbiasa dengan pernikahan politik," ucap Pudding lagi, "Dia akan memasangimu gelang bom kalau mencoba untuk kabur. Setelah dipasangi itu, maka tak akan ada kesempatan lagi untuk pergi..."

Sayang sekali, gelang itu sudah terpasang di tangan Sanji.
"Maksudmu bom yang ini, kan?" Sanji memperlihatkan pergelangan tangannya.
"Oh tidak...!!" Pudding kaget.
"Kuncinya ada di tangan ibumu, kalau mau mengambilnya, kita harus berhadapan melawan semua anak buahnya..."
"Kau sudah dipasangi gelang itu!?"
"Ya, sejak dari awal.." ucap Sanji.
"Bagaimanapun di pihakku tidak ada yang mendukungku..."
Sanji kemudian membuka topengnya dan memperlihatkan wajah aslinya yang bengkak-bengkak..
Pudding tampak benar-benar terpukul.

"Meski aku juga merupakan salah satu anak dari Keluarga Vinsmoke, bagi mereka aku hanyalah seorang lelaki tak berguna. Aku tak pernah bangga menjadi seorang bangsawan, jadi aku memutuskan untuk pergi berlayar..."

"Kalau aku menolak pernikahan ini," ucap Sanji, "Aku dan teman-temanku akan dibunuh, dan ayahku yang lain yang ada di East Blue akan dibunuh juga. Aku tidak punya pilihan lain, jadi aku memutuskan untuk menyerah saja, dan berharap Big Mom mau mengampuni teman-temanku kalau aku memintanya..."
"Maaf!!" Pudding sampai menangis, "Ibuku sudah bertindak terlalu jauh pada kalian!!"
"Jangan menangis, Pudding, kau tidak perlu minta maaf..." Sanji mendekatinya. "Sampai 13 tahun yang lalu, aku terus hidup di dalam neraka. Saat ini aku akan kembali ke neraka itu, yah itu bukan masalah besar... Setidaknya selama 13 tahun ini aku sudah merasakan bahagia.."

"Teman-teman yang kutemui selama 13 tahun ini sangat berharga bagiku.. Jadi sebelum aku menghilang, aku tidak mau menyakiti mereka..."

Sanji menunduk kemudian berkata, "Petualanganku telah berakhir..."
Pudding jadi semakin sedih, makin menangis.
"Kumohon jangan menangis lagi.." Sanji menenangkannya, "Aku tak bisa melihat seorang gadis menangis di hadapanku..."
Pudding berusaha untuk mengusap air matanya, lalu berkata dengan tegas di hadapan Sanji, "Tak akan kubiarkan pernikahan kita berubah menjadi neraka!!"
Sanji terdiam...

"Aaah...! Bilang apa sih aku tadi?!" Pudding malah salah tingkah, "Bagimu tentu saja ini tetap akan menjadi neraka! Ah, tidak seharusnya aku berusaha menghibur begitu!! Maafkan aku! Aku minta maaf!! Kita bahkan baru kenal dua hari!!"

Sementara itu di luar sana, Luffy  memulai pertarungannya dengan pasukan Big Mom.

"Aaah!!" Pudding menutupi wajahnya, "Baru kenal dua hari mana mungkin aku bisa menyembuhkan luka di hatimu secepat itu!!"

"Apalagi..." ucap Pudding, "Kau tidak benar-benar ingin menikahiku, kan..."
Sanji sempat terdiam, kemudian mendekati Pudding dan memeluknyasembari berkata , "Kau adalah penyelamatku... "
"Sanji-kun..."
Sanji lalu berkata lagi, "Kalau tidak keberatan, menikahlah denganku besok.."


Read more