Showing posts with label big mom. Show all posts
Showing posts with label big mom. Show all posts

2/10/2018

Manga One Piece Terbaru Volume 84: Sanji vs Luffy, Perpisahan Demi Vinsmoke

 Manga One Piece Terbaru Volume 84: Sanji vs Luffy, Perpisahan Demi Vinsmoke

Manga One Piece terbaru volume 84 merupakan tankoubon dari chapter 839 hingga 848. Tankoubon ini diberi judul 'Rufi Basasu Sanji/ Luffy vs Sanji' yang diambil dari Chapter 844. Tankoubon ini dirilis pada 3 Februari 2017 di Jepang dan 7 November 2017 di Amerika Serikat.

Manga One Piece volume 84 mengisahkan dilema yang dirasakan Sanji. Dia ingin pergi dari pernikahan paksanya dengan Charlotte Pudding. Namun di sisi lain, keluarga Vinsmoke mengancam bakal membunuh Zeff dan para koki di restoran terapung Baratie. Akhirnya, Sanji berkorban untuk terlibat dalam pernikahan.

Namun jalan cerita tidak semudah itu. Luffy yang baru saja mengalahkan Charlotte Cracker, salah satu komandan manis Big Mom menemuinya, dan mengajaknya kembali. Sanji terpaksa berpura-pura untuk keluar dari Bajak Laut Topi Jerami, dan mengalahkan Luffy yang bertarung tanpa melawannya sama sekali.

Luffy sendiri berjanji akan tetap bertahan di padang tempat dirinya berpisah dari Sanji. Dia lebih suka mati kelaparan karena tanpa Sanji sang koki, dia tidak akan menjadi Raja Bajak Laut.
Berikut ini daftar chapter manga One Piece volume 84.

839. I Owe You My Life/ Aku Berutang Nyawa Kepada Kalian (Kusumo Osewa ni Narimashita): Sanji terlibat konflik dengan ketiga saudara kandungnya, namun mereda saat sang ayah, Judge mengancam bakal membunuh Zeff, pemilik restoran terapung Baratie. Yonji kemudian membawa Sanji ke ruang kloning yang memproduksi tentara Germa 66.

840. Topeng Besi/ Iron Mask (鉄 仮 面 Tetsukamen): Sanji mengingat masa kecilnya, kala menderita karena tidak mampu mengembangkan kemampuan super seperti empat saudara kandungnya, yang akhirnya membuat Judge mengurung Sanji di ruang bawah tanah selamanya.

 841. Ke East Blue/ to the East Blue (Īsuto Burū e): Tiga belas tahun yang lalu, Kerajaan Germa menyeberang ke East Blue, memungkinkan Reiju membebaskan Sanji dari keluarga mereka. Sementara itu, sudah 11 jam pertarungann Luffy dan Cracker terjadi, dan Luffy sekarang mengalami obesitas karena memakan semua tentara Cracker.

842. The Power of a Full Stomach/ Kekuatan Perut Penuh (満 腹 の 力 Manpuku no Chikara): Chopper da Carrot lari dari Brûlée di dalam Mirro-World. Reiju menyembuhkan wajah Sanji saat keluarga mereka pergi ke Whole Cake Chateau. Sementara, dengan bantuan Nami yang melunakkan tentara biskuit Cracker, Luffy membuat Cracker terdesak. Ketika Cracker yang tidak sabar menyerbu, Luffy mengaktifkan bentuk baru Gear Fourth, Tank-Man, dan akhirnya berhasil mengalahkan sang Komandan Manis.

843. Vinsmoke Sanji (Vinsumōku Sanji): Cracker yang kalah, terhempas ke Sweet City, dan keadaan darurat diumumkan. Luffy dan Nami melarikan diri dari Hutan Rayuan dan berjumpa dengan iring-iringan Keluarga Vinsmoke. Mereka gembira meliihat Sanji. Namun, Sanji menyerang Luffy dan mengakui statusnya sebagai pangeran Kerajaan Germa.

844. Luffy vs Sanji (Rufi Bāsasu Sanji): Sanji menyerang Luffy, yang menolak untuk melawannya. Setelah membuat Luffy babak belur, Sanji kembali ke keluarganya. Namun, Luffy bersumpah untuk tetap berada di padang tempat mereka berpisah ini selamanya sampai Sanji kembali.
 
 845.  Forces of Rage/ Pasukan Kemarahan (Ika no Gundan): Big Mom menciptakan badai dan mengirim tentara  berkekuatan besar untuk menyerang Luffy serta Nami. Dia kemudian bertemu dengan Keluarga Vinsmoke. Di sinilah, Sanji dan Pudding setuju untuk menikah.

 846. Keamanan Tamago/ Tamago's Security (タ マ ゴ の 警備 Tamago no Keibi): Luffy dan Nami dikalahkan dan ditangkap oleh tentara Big Mom, meskipun Sanji menegosiasikan kelangsungan hidup mereka. Sementara itu, Tamago dan salah satu dari Tiga Komandan Manis, Charlotte Smoothie, menjaga Ruang Harta Karun,  tempat menyimpan Poneglyph Big Mom.
 
847. Luffy dan Big Mom (Rufi to Biggu Mamu): Setelah menunjukkan koleksi binatang buas yang terperangkap dalam buku kepada kepada keluarga Vinsmoke, Big Mom menghubungi Luffy, yang dipenjara dalam buku milik Charlotte Mont-d'Or. Namun, Luffy terus menantangnya.
    
848. Selamat tinggal/ Goodbye (Sayonara): Pedro memulai pancingan kepada tentara Big Mom untuk membuka jalan bagi Brook menyelinap ke Ruang Harta Karun. Sementara itu, Pudding mengunjungi Luffy dan Nami. Di sanalah dia mengungkapkan rencana mengejutkan untuk menghentikan pernikahannya dengan Sanji.
Read more

2/09/2018

Manga One Piece Terbaru Volume 83: Kaisar Lautan, Charlotte Linlin

 Manga One Piece Terbaru Volume 83: Kaisar Lautan, Charlotte Linlin

Manga One Piece terbaru volume 83 adalah tankoubon dari chapter 828 hingga 838. Manga ini berjudul 'Emperor of the Sea, Charlotte Linlin'/ 'Kaisar Lautan, Charlotte Linlin/ Kaizoku "Yonkō" Shārotto Rinrin'. Tankoubon ini dirilis di Jepang pada 4 November 2016 dan diterbitkan di Amerika Serikat pada 1 Agustus 2017.

Manga One Piece volume 83 mengisahkan detail kekuatan dan kekuasaan Big Mom, Yonko pertama yang dihadapi oleh kru Bajak Laut Topi Jerami. Satu demi satu anak-anak Big Mom diperkenalkan. Di sinilah terbuka bahwa Lola yang pernah dibantu kru Topi Jerami di Thriller Bark Arc adalah anak Big Mom. Namun belum apa-apa, Luffy sudah berduel dengan Charlotte Cracker, salah satu dari Tiga Komandan Manis Big Mom.

Berikut ini daftar chapter manga One Piece volume 83.

828. 1 dan 2/ 1 and 2/ (1 と 2 Ichi to Ni): Pudding setuju untuk membantu tim penyelamatan Sanji menuju ke Whole Cake Island dan menyelamatkan Sanji. Kru Topi Jerami kembali ke Sunny, tapi mendapati Pekoms telah hilang. Sementara itu, dua kakak laki-laki Sanji, Ichiji dan Niji memimpin Germa 66 untuk mengakhiri perang.

829. Bajak Laut Yonko, Charlotte Linlin/ The Pirate Yonko, Charlotte Linlin (Kaiyoku "Yonkō" Shārotto Rinrin): Saat tim penyelamatan Sanji meluncur melalui rute yang ditunjukkan Pudding, Big Mom tidak terkendali dan terus mengamuk. Jinbei datang dan memberikan kue kesukaan Big Mom, dan bersiap untuk berbicara serius dengan sang Yonko.

 830. Seorang Pria yang Dipertaruhkan/ A Man You Can Bet On (Kuiareru Otoko?): Jinbe, yang ingin bergabung dengan Topi Jerami, meminta izin Big Mom agar dipersilakan keluar dari Bajak Lautnya. Tapi Big Mom berkata, Jinbei harus kehilangan sesuatu sebagai balasannya. Sementara itu, Pedro mengungkapkan masa lalunya saat tim penyelamatan Sanji mencapai Whole Cake Island.
 
 831. Petualangan di Hutan Misterius/ Adventure in the Mysterious Forest  (思議 な 森 の 冒 険 Fushigi na Mori no Bōken): Saat Brook dan Pedro berangkat untuk menemukan Road Poneglyph milik Big Mom, Luffy, Nami, Chopper, dan Carrot menjelajahi hutan yang penuh dengan fenomena aneh termasuk sosok Sanji misterius dan benda-benda yang hidup seperti memiliki jiwa.

 832. Kerajaan Germa/ Germa Kingdom (ジ ェ ル マ 王国 Jeruma Ōkoku?): Tim penyelamatan Sanji berusaha melepaskan diri dari Hutan Rayuan saat mereka melawan Randolph dan putri Big Mom Charlotte Brûlée. Sementara itu, Sanji bertemu kembali dengan ayahnya, Vinsmoke Judge.


 833. Vinsmoke Jajji/ Vinsmoke Judge (ヴ ィ ン ス モ ー ク ジ ャ ッ ジ Vinsumōku Jajji): Sanji melawan Jurge, tapi dikalahkan. Gelang yang bakal meledak jika dilepas, kemudian dipasangkan ke tangannya agar mencegah Sanji melarikan diri.

834. Mimpiku/ My Dream (お れ の 夢 Ore no Yume): Brook dan Pedro memasuki Sweet City sembari sadar bahwa Bajak Laut Big Mom melacak setiap gerakan mereka. Di tempat lain, Capone Bege menembak Pekoms ke lautan yang dipenuhi ikan hiu. Sementara itu, Big Mom memberi Caesar Clown dua minggu untuk menemukan cara untuk mengubah keluarganya menjadi raksasa. Putra tertua Big Mom, Perospero, Menteri Permen, diperkenalkan. Saat malam tiba di Hutan Rayuan, Luffy terus menemukan bentuk lain kru-krunya yang bertingkah seperti binatang.

 835. Negara Jiwa/ Nation of Souls (魂 の 国 Tamashii no Kuni): Nami bergabung kembali dengan Luffy setelah melarikan diri dari Brûlée, yang menangkap Carrot dan Chopper. Mereka berjumpa seorang pria besar yang terkubur di tanah, yang mengungkapkan bahwa segala sesuatu di hutan itu hidup karena Buah Iblis Big Mom. Lelaki itu adalah mantan suami Big Mom dan ayah Lola, Pound. Berikutnya, salah satu dari Tiga Komandan Manis, Charlotte Cracker, datang dan berencana untuk membunuh Pound ....

836. VIvre Card Pemberian Lola/ The Vivre Card Lola Gave (Rōra ga Kureta Biburu Kādo): Nami menyadari bahwa Big Mom adalah ibu Lola dan bahwa Vivre Card Lola bisa digunakan untuk menakuti para homie, yang terbentuk dari jiwa-jiwa hadiah Big Mom. Luffy mencegah Cracker membunuh Pound. Akibatnya, kini keduanya bersiap untuk bertarung.

 837. Luffy vs Commander Cracker/ Luffy vs Komandan Cracker (Rufi Bāsasu Shōsei Kurakkā): Cracker dengan mudah mendesak Luffy saat Brûlée berusaha menangkap Nami. Namun Brulee dikalahkan Nami dan masuk kembali ke Mirro-World. Luffy akhirnya berhasil menghancurkan Cracker dengan serangan Gear Fourth.

 838. Choniki/ Bang Chopper (チ ョ ニ キ Choniki): Cracker mengungkapkan bentuk aslinya dan kemampuan yang sebenarnya berkat kekuatan Bisu Bisu no Mi. Sementara itu, Chopper dan Wortel memutuskan untuk mengambil keuntungan dari Mirro-World, tempat mereka terjebak. Keesokan paginya, saudara laki-laki Sanji, Ichiji dan Niji tiba di Kerajaan Germa.
Read more

2/04/2018

Manga One Piece Terbaru Volume 87: Misi Kabur Dari Bajak Laut Big Mom

 Manga One Piece Terbaru Volume 87:  Misi Kabur Dari Bajak Laut Big Mom

Manga One Piece terbaru Volume 87 merupakan tankoubon dari chapter 870 hingga 879. Tankoubon ini diberi judul 'Bittersweet/ Amakunai' sesuai dengan chapter 877. Tankoubon ini dirilis pertama kali di Jepang pada 2 November 2017, dan dirilis di Amerika Serikat/ Inggris pada 7 Agustus 2018.

Manga One Piece Volume 87 mengisahkan runtutan peristiwa setelah porak-porandanya pernikahan  Vinsmoke Sanji dengan Charlotte Pudding. Bajak Laut Big Mom yang merancang pernikahan tersebut untuk mendapatkan teknologi milik Germa 66 harus melihat rencana mereka berantakan oleh aliansi Bajak Laut Topi Jerami pimpinan Luffy Si Topi Jerami dan Bajak Laut Firetank pimpinan Capone Bege.

Misi berikutnya bagi para rookie ini adalah kabur dari wilayah Big Mom. Namun hal itu tidak mudah karena seluruh armada perang sang Yonko maju hendak menangkap mereka. Di sinilah kemudian Pedro si Jaguar dari Suku Mink mengorbankan diri ketika berhadapan dengan Charlotte Perospero.

Sementara itu, Luffy Si Topi Jerami akhirnya harus berhadapan dengan Komandan Manis terkuat, Charlotte Katakuri. Duel mereka yang bakal menentukan di Whole Cake Island Arc terjadi di Mirro-World milik Charlotte Brulee. Padahal, Katakuri adalah sosok tak terkalahkan dengan bounty melebihi 1 miliar Berry.

Berikut ini daftar chapter manga One Piece Volume 87.

870. Perpisahan/ Parting (訣別 Ketsubetsu): Bege menyuruh Caesar untuk secepatnya kabur. Sementara  Luffy, Sanji, dan  para anggota keluarga Vinsmoke (Germa 66) bertugas untuk menahan pergerakan Big Mom. untuk menjaga agar Big Mom Pirates tetap berada di sana.

871. Kamu Bisa, Caesar!! You Can Do It, Caesar!! (がんばれシーザー!! Ganbare Shīzā!!?): Bajak Laut Big Mom dengan mudah mengalahkan Luffy dan kawan-kawan, plus menghalangi pelarian Caesar. Namun, Tamatebako jatuh ke dasar Whole Cake Chateau dan meledak, mengacaukannya.

872. Thick and Fluffy (とろふわ Torofuwa?): Aliansi Bajak Laut Topi Jerami selamat dari runtuhnya Chateau dan berpisah ke tujuan masing-masing. Sementara itu, Big Mom yang melihat krunya sudah pulih kembali, bernafsu mendapatkan kue pengantin dan mengamuk.

873. Terperangkap Seperti Permen di Penjara/ Trapped Like Sweets in a Cage (八方塞菓子 Happō Fusa-gashi?): Big Mom digiring oleh anak-anaknya ke arah kaburnya Bajak Laut Topi Jerami  sementara ia terus mengamuk demi kue pengantin. Saat itulah, Pudding berencana untuk membuatkan kue pengganti.

874. Jadilah Budakku/ Become My Servant (私のしもべになりなさい Watashi no Shimobe Ni Narinasai?): Bajak Laut Topi Jerami memanfaatkan King Baum untuk terakhir kalinya menjauh dari Big Mom.

875. Kehormatan Seorang Wanita/ A Woman's Honor (女の仁義 Onna no Jingi?): ami berhasil memanipulasi homie Big Mom, Zeus, dan menggunakannya untuk melepaskan petir besar-besaran pada Bajak Laut Big Mom. Sementara itu, Pudding mengajak Chiffon untuk membantunya membuat kue pengantin pengganti.

876.  Puding Kebetulan Muncul!/ Pudding Coincidentally Appears! (プリン、偶然現る!! Purin, Gūzen Arawaru!!?): Pudding dan Chiffon meminta Sanji untuk membantu mereka membuat kue pengantin. Pudding memiliki dua kepribadian, antara jatuh cinta sekaligus ingin membunuh Sanji.

877. Not Sweet (甘くない Amakunai?): Chopper dan Brook mencapai Thousand Sunny dan bertarung untuk merebutnya kembali, namun ditundukkan oleh Perospero. Kru Topi Jerami yang lain membantu mereka.

878. Kapten Pedro Guardian Suku Mink/ Mink Tribe, Guardians Captain Pedro (ミンク族 侠客団(ガーディアンズ) 団長ペドロ Minku-zoku Gādianzu Danchō Pedoro?): Berkat pengorbanan Pedro, Perospero terdesak, dan Kru Topi Jerami berhasil lolos dari blokade Bajak Laut Big Mom. Luffy dan Katakuri masuki ke Mirro-World untuk bertempur.

879. Salah Satu Komandan Manis Big Mom, Katakuri/ One of Big Mom's "3 Sweet Commanders", Katakuri (ビッグ・マム「スイート3将星」 カタクリ Biggu Mamu "Suīto San Shōsei" Katakuri?): Katakuri terlihat sangat unggul dari  Luffy dalam pertempuran satu lawan satu mereka.


Read more

1/18/2018

Sinopsis One Piece 886: Kesetiaan Mafia Capone Bege Untuk Sang Istri Chiffon

 Sinopsis One Piece 886: Kesetiaan Mafia Capone Bege Untuk Sang Istri Chiffon

Sinopsis One Piece 886 mengisahkan perjalanan grup Sanji, Pudding, dan Chiffon bersama para koki membawa kue pengantin untuk Big Mom. Mereka dihadang oleh Charlotte Oven yang hendak menghukum Chiffon atas pengkhianatannya. Di sinilah, Capone Bege menunjukkan keahlian taktik sekaligus kecintaannya kepada sang istri.

Cerita One Piece Chapter 886 berjudul 'Ikizama dechu yo/ Way of Life/ Jalan Hidup' dirilis pada 27 November 2017. Grup yang dipimpin Sanji yang menyamar, dan Charlotte Puding dihadang oleh Oven. Awalnya, Oven mempersilakan rombongan lewat tanpa menyadari keberadaan Sanji.

Tetapi begitu melihat Chiffon, ia menjatuhkannya ke tanah. Bagi Oven, Chiffon harus mendapatkan hukuman atas ulah suaminya, Capone Bege yang hendak membunuh Big Mom saat pesta pernikahan.
Sebagai pria, Sanji hendak menolong Chiffon. Namun, jika penyamarannya terbongkar, maka Pudding akan dianggap sebagai pengkhianat pula. 

Dalam kondisi demikian, sebelum Oven berbuat lebih jauh, Pound yang selama ini hanya mengamati Chiffon sang putri, datang untuk melindungi.
Hal ini dimanfaatkan Sanji untuk menghajar Oven dan membawa Chiffon kembali ke kereta pengantar kue. Oven yang terpental dibuat heran, sementara Pound mengira dirinyalah yang menghajar sang anak tiri.

Mudah saja bagi Oven mengalahkan Pound, lantas menarik kembali Chiffon ke tangannya. Oven kemudian menerima kabar jika Bege dan Bajak Laut Fire Tank berlayar ke Cacao Island. Oven mengontak Bege dan menyatakan, Chiffon disandera.

Terpanggil oleh kemalangan yang dirasakan sang istri, Bege bergerak ke pelabuhan; dan dia dalam posisi siap menyerah. Chiffon yang cinta mati kepada sang suami, meminta Bege untuk melarikan diri saja. Bege bergeming, dan pasukan Big Mom mengepung perahu Bajak Laut Fire Tank, Nostra Castello. 

Tidak terduga, tiba-tiba Bege menembak Oven tepat di wajahnya yang membuat sang putra Big Mom terlempar jauh. Selamatlah Chiffon. Bege dengan penuh percaya diri menantang Oven ...

Sementara itu, kru Bajak Laut Topi Jerami melihat pasukan Big Mom kala mereka mendekati Cacao Island. Ketika itulah Carrot bertanya-tanya apakah ini malam bukan purnama.

Akan halnya Luffy yang sudah menangkap Brulee, bisa pergi kemana saja ke berbagai pulau di Whole Cake Island menghindari kejaran Charlotte Katakuri yang menunggu di Mirro-World. Sembari demikian, Luffy teringat latihan bersama Silvers Rayleigh, first mate/ wakil kapten Raja Bajak Laut Gol D. Roger.

Rayleigh berpesan bahwa Haki akan semakin kuat ketika seseorang bertarung melawan musuh yang lebih kuat. Sadar akan hal itu, Luffy berkoar dirinya bisa mengalahkan Katakuri dengan kekuatan penuh .....




Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
Chapter 891
Chapter 890
Chapter 889
Chapter 888
Chapter 887
Chapter 886
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------

Read more

1/17/2018

Sinopsis One Piece 887: Pengorbanan Rahasia Pound Untuk Chiffon & Pez

Sinopsis One Piece 887: Pengorbanan Rahasia Pound Untuk Chiffon & Pez 

Sinopsis One Piece 887 mengisahkan pengorbanan Pound demi Chiffon dan sang cucu, Pez. Sementara Sanji, Pudding, Chiffon, dan Bajak Laut Fire Tank kabur dari Cocoa Island dengan Nostra Castello, Oven mendidihkan air laut. Tapi ia diserang Pound, yang menukar nyawanya demi putri dan cucunya yang tidak pernah tahu siapa sesungguhnya Pound.
 
Cerita One Piece Chapter 887 berjudul 'Dokoka de Dareka ga Kimi no Shiawase o Negatteru/ Someone Somewhere is Wishing for Your Happiness/ Seseorang Di Suatu Tempat Berharap Akan Kebahagiaanmu' dirilis pada 4 Desember 2017.
 
Setelah Oven ditembak oleh Bege, ia bangkit dan hendak mengeksekusi sang kapten Bajak Laut Fire Tank. Kepanikan Chiffon muncul karena saat ini pasukan Big Mom akan dengan mudah menghancurkan mereka. Di saat itulah Bege ngotot agar Nostra Castello terus maju ke daratan.
 
Begitu tiba di bibir pantai, paddle Nostra Castello berubah menjadi roda tank, yang menunjukkan kapal ini kapal amfibi yang bisa bergerak di darat pula. Bege meminta Chiffon dan grup koki WC31 untuk memberikan kue pengantin, tetapi benda sebesar itu mustahil dilemparkan begitu saja.
 
Sanji lagi-lagi bergerak, dengan seragam koki samarannya, dia menggunakan satu kaki untuk menendang kue tepat mendarat di Nostra Castello. Kini semua sudah aman: Chiffon dan sang putra Pez, bersatu kembali dengan Bege. Hal tersebut membuat Oven semakin berang.
 
Nostra Castello melanjutkan perjalanan dengan melewati daratan, yang menyebabkan kehancuran berbagai rumah yang diterjang. Ketika itulah Chiffon melihat sang ayah, Pound, yang melambaikan tangan. Karena sejak lahir sudah terpisah dari Pound, Chiffon sama sekali tidak mengenali ayahnya sendiri. Cuma Pez, dengan instingnya, menyambut lambaian Pound.
 
Namun ketika tiba di lautan masalah kembali muncul. Oven menggunakan kekuatan Buah Iblisnya untuk membuat samudera mendidih. Jika tidak dihentikan, maka bukan cuma Nostra Castello yang rusak. Demikian pula dengan kue pengantin.
 
Ketika itulah Pez tertawa dan melambaikan tangan ke arah pantai. Di sana, Pound menghajar Oven dari belakang. Gangguan Pound ini menyebabkan Oven kehilangan kekuatannya, dan Nostra Castello lepas dari ancaman rusak.
 
Pound sekali lagi melambaikan tangan kepada Pez, dan berbisik bahwa Bege dan Chiffon, ayah dan ibu Pez, akan selalu menjaga sang cucu. Pez yang menangkap salam perpisahan ini mulai menangis, yang membuat Chiffon bertanya-tanya apa yang terjadi.
 
Sementara itu, kenangan Pound membuncah. Masa lalunya, ketika terpisah dari Chiffon dan Lola sejak kedua putrinya lahir, terceermin kembali. Pound meminta maaf karena tidak bisa menemani hidup kedua putrinya, tetapi juga berbahagia karena setidaknya bisa melihat wajah ceria Chiffon sekali dalam hidupnya. Pound mengorbankan diri, karena Oven yang bangkit dengan mudah mengalahkannya ...
 
Ketika Sanji meminta para koki untuk mulai menghias kue, di seberang sana Thousand Sunny sudah terkejar oleh pasukan Big Mom yang dipimpin oleh sang Yonkou sendiri ....
 


Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
Chapter 891
Chapter 890
Chapter 889
Chapter 888
Chapter 887
Chapter 886
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------

Read more

11/03/2017

Sinopsis One Piece 884: Nyanyian Merdu Charlotte Praline, Duel Luffy vs Katakuri

 Sinopsis One Piece 884: Nyanyian Merdu Charlotte Praline, Duel Luffy vs Katakuri

Sinopsis One Piece 884 mengisahkan pertarungan Luffy vs Katakuri yang mencapai klimaks. Meskipun Luffy sudah menggunakan Gear 4, nyatanya Katakuri yang sudah kembali fokus lebih mengunggulinya. Sementara itu, Pound yang tiba di Pulau Cacao dihentikan oleh Oven. Akan halnya Sanji, Pudding, Chiffon, dan kumpulan koki WC31 terus membuat adonan kue pengantin terbaik untuk Big Mom.

Cerita One Piece Chapter 884 berjudul 'Who/ Dare/ Siapa?' dirilis pada6 November 2017. Fokus utama tetap pada pertarungan Luffy sang kapten Bajak Laut Topi Jerami yang sempat di atas angin menghadapi Katakuri. Namun ternyata, keberhasilan Luffy lebih pada konsentrasi Katakuri yang terpecah. Ia emosi setelah wajah aslinya yang 'bermulut anjing' ketahuan. Tetapi setelah Katakuri tenang, ia kembali bisa membaca semua langkah Luffy dengan kenbunshoku haki miliknya.

Luffy berkesimpulan bahwa kehebatan Katakuri bukanlah terletak pada kekuatan Mochi Mochi no Mi milik sang Komandan Manis. Tetapi pada keunggulan kenbunshoku hakinya. Katakuri yang sudah tenang kembali, mulai memahami alasan Luffy mampu mengalahkan Komandan Manis lainnya, Charlotte Cracker. Namun kini Katakuri unggul dan menghajarnya, dan menyebut, kondisi Luffy kini kembali ke titik nol lagi.

Sementara itu di Cacao Island, Pound ingin bertemu dengan putrinya Chiffon. Pound ingin menyampaikan pesan penting. Tetapi para penjaga Pabrik Permen menghalanginya. Kemudian, Charlotte Oven datang dan bertanya-tanya, mengapa seluruh keluarga Charlotte sekalipun tidak bisa masuk. Namun, para penjaga tetap setia dengan perintah Charlotte Pudding yang tidak mengizinkan siapapun ke dalam.

Di dalam Pabrik Permen, Pudding berbicara kepada Sanji, bahwa mustahil Luffy bisa mengalahkan Katakuri, karena kakaknya tersebut selama ini belum pernah terkalahkan. Namun Sanji justru dengan penuh keyakinan, bahwa sudah tiba saatnya kekalahan pertama Katakuri, yang berarti, Luffy akan mampu menaklukkan Sang Komandan Manis.

Sementara itu, Thousand Sunny melintas lautan menuju Cacao Island tanpa pengejar sama sekali. Hal ini dicermati oleh Nami yang terus bertanya-tanya. Jinbei juga mengamati hal ini. Di lain pihak, Charlotte Mont-d'Or penasaran mengapa kerang lautan yang bertugas memberikan informasi tiba-tiba semuanya lenyap dari samudera. Mont-d'Or juga panik karena saat ini Big Mom mulai menyerang Pulau Kacang ...

Di balik semua itu, di samudera sana, Praline menggunakan suara indahnya bernyanyi yang membuat kerang lautan terlena tak sempat mendeteksi lokasi Bajak Laut Topi Jerami. Dengan demikian, jalan lebar pun terbuka bagi siapapun untuk kabur dari Totto Land.

-----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------
Read more

10/04/2017

Sinopsis One Piece Chapter 880: Ramuan Rahasia Sanji & Big Mom Membuat Tsunami

 Sinopsis One Piece Chapter 880: Ramuan Rahasia Sanji & Big Mom Membuat Tsunami

 Sinopsis One Piece 880 mengisahkan kerja Pudding, Chiffon, dan Sanji bersama WCI 31, kumpulan koki top Whole Cake Island, dalam membuat kue pengantin untuk Big Mom. Dalam hal ini Sanji membuat ramuan rahasia yang membuat semua berdecak kagum.

Cerita One Piece Chapter 880 berjudul 'Chance of Escape: 0%/ Tairo Zero/Peluang Lolos 0 Persen' dirilis pada 2 Oktober 2017. Bukan hanya soal pembuatan kue pengantin, One Piece Chapter 880 juga mengisahkan serbuan Big Mom dan pasukannya menghadapi bajak laut Topi Jerami. Di Mirro-World, Brûlée mengajak saudara kandungnya Mascarpone dan Joscarpone untuk menyerang Thousand Sunny. Luffy yang berhadapan dengan Katakuri, memerintahkan rekan-rekannya di Sunny untuk memecahkan semua cermin. Namun kru bajak laut Topi Jerami ternganga ketika sebuah homie tsunami menyerang mereka.

Puding, Chiffon, dan Sanji tiba di Chocolat Town di Kakao Island dan disambut rakyat di sana. Posisi Chiffon yang diborgol membuat warga Chocolat Town terkejut, tapi Pudding berkilah bahwa ini akibat ulah Capone Bege yang mengancam hidup Big Mom. Sebelum datang ke Chocolat Town, Puding sudah bernegosiasi dengan Chiffon untuk berpura-pura memborgolnya demi mulusnya rencana, dan disanggupi sang kakak.

Warga Chocolat Town terkagum-kagum pada dedikasi Pudding yang repot-repot mengatai kekacauan pernikahannya sendiri. Tak lama kemudian, WCI (Whole Cake Island) 31, kumpulan koki paling terkenal dari seluruh pulau Whole Cake Island dipanggil untuk mempersiapkan kue spesial yang akan diberikan kepada Big Mom.

Agar rencananya tidak diketahui siapapun, Pudding membawa Sanji, Chiffon, dan WCI 31 ke Pabrik Permen, dan warga diminta untuk tidak mendekat demi fokus pembuatan kue. Taktik dimulai. Pudding yang punya kekuatan Memo Memo no Mi, memanggil koki-koki WCI 13 masuk satu per satu ke ruangan. Setiap kali ada yang masuk, Pudding menghapus kenangan mereka akan peristiwa pernikahannya dengan Sanji; dan mengisi memori mereka bahwa Pudding dan Sanji menikah dengan lancar, tetapi kue untuk Big Mom hancur karena cuaca buruk.

Sepanjang pembuatan kue, Pudding, Chiffon, dan seluruh koko WCI 31 dibuat terkagum oleh kemampuan Sanji. Pasalnya, Sanji dapat membuat sketsa desain kue pengantin; bukan hanya sekadar mengingat desainnya, tetapi juga semua ramuan hanya berbekal indera penciuman yang baik. Bahkan Sanji bisa menghafal semua racikan tersembunyi yang dibuat oleh Streussen, koki kesayangan Big Mom dalam waktu seminggu.

Salah satu dari koki WCI 31 menyatakan bahwa ini adalah proyek pertama Sanji dan Pudding sebagai suami istri, yang menyebabkan Pudding 'pingsan' dengan sukacita sebelum bangkit dengan penuh amarah. Pekerjaan membuat kue spesial untuk Big Mom pun dimulai, dengan waktu 2 jam 40 menit ....

Di Mirro-World, Perospero mengolok-olok pengorbanan Pedro yang meledakkan diri sama sekali tidak berguna, dan ia sengaja mengeraskan suara agar Luffy mendengar kalimatnya ini. Sementara Bruleee yang sadar, segera diajak Katakuri untuk mengumpulkan pasukan.  Tujuannya adalah membakar Sunny Go. Saudara Brûlée, Mascarpone dan Joscarpone muncul dengan cermin yang mengarah ke Sunny, dan Brûlée menyuruh mereka untuk menyalakan api.

Luffy berusaha menyelamatkan teman-temannya, tetapi ia tidak bisa berbuat demikian karena terus digempur oleh Katakuri. Melihat beberapa pecahan cermin, Luffy meraih salah satunya  dan memanggil Nami, menyuruhnya untuk memecahkan cermin yang tersisa di atas kapal agar Brulee dan pasukan Big Mom tidak bisa masuk ke Sunny. Luffy juga menegaskan bahwa dia akan menemukan jalan untukkembali ke teman-temannya.

Luffy harus terus berurusan dengan Katakuri, tidak bisa membantu teman-temannya; sementara Mascarpone dan Joscarpone melepaskan panah api melalui cermin ke kamar mandi Sunny Go. Nami berusaha memecahkan semua cermin tersisa di Sunny Go, sampai Carrot memanggilnya ...

Di depan mata mereka, ada homie gelombang besar tsunami yang siap menelan mereka; dengan Big Mom mengendarai homie itu. Tidak ada cara untuk melarikan diri, Nami memberitahu Luffy bahwa mungkin peluang mereka sudah habis ....

-----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece Chapter Sebelumnya dapat dilihat di bawah ini
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------
Read more

6/14/2017

Sinopsis One Piece Chapter 853: Gol D Roger Sang Pembaca Voice of All Things



Sinopsis One Piece 853 menampilkan tertangkapnya Brook oleh Big Mom. Kemunduran dalam upaya penyelamatan Sanji ini dibalas dengan keberhasilan Chopper dan Carrot untuk menarik Pedro ke Dunia Cermin; ketika Pedro tengah bertarung mati-matian melawan Baron Tamago. Sementara itu, Luffy yang sudah lolos dari Dunia Buku, mencari Sanji. Di saat inilah ia bertemu Reiju; dan memahami semuanya. Kini sudah tidak ada penghalang lagi agar Sanji kembali ke Bajak Laut Topi Jerami ...

Cerita One Piece Chapter 853 berjudul 'Not Here/ Koko ja nē/ Tidak Di Sini' dirilis pada 30 Januari 2017. Memang chapter ini ibarat jembatan dari chapter 852 ke 854, sehingga detail cerita sedikit 'kurang'. Namun di chapter ini terdapat informasi penting, yaitu kisah Big Mom tentang Road Poneglyph. Setelah menangkap Brook, dan memastikan sang tengkorak tidak membawa salinan poneglyph itu, Big Mom mulai menceritakan kejadian sebelumnya; bertahun lalu ketika Gol D Roger Sang Raja Bajak Laut mendahuluinya ke Raftel.

Mimpi Big Mom kandas untuk menjadi orang nomor satu, bukan karena Roger mencuri salinan poneglyph miliknya. Tetapi karena Roger memiliki kemampuan untuk mendengar suara semua benda; kemampuan yang sama seperti Luffy. Dengan kemampuan itu, Roger bisa membaca poneglyph yang diambil susah payah oleh Big Mom. Namun kini sang yonko punya strategi lain untuk mencapai Raftel ...

Sementara itu Luffy yang mencari Sanji, bertemu dengan Reiju Vinsmoke yang menceritakan segalanya; termasuk Sanji yang sudah tahu tentang pengkhianatan Pudding, dan rencana pembantaian keluarga Vinsmoke dalam pernikahannya mendatang. Oleh karena itu Luffy sadar, satu-satunya tempat kembali untuknya adalah tempat terakhir kali berpisah dengan Sanji.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 853 yang diambil dari versiteks.com.

Ruang harta, Big Mom telah berhasil menangkap Brook. Mahkluk tulang setinggi lebih dua setengah meter itu terlihat kecil sekali di cengkraman tangan Big Mom.
"Mamamama..."
Big Mom tersenyum-senyum sambil mengelus kepala Brook. "Mahkluk kecil yang imut sekali!! Tubuhmu tulang belulang tetapi bisa hidup, sungguh suatu keajaiban!! Kau juga bertarung dengan gagah berani, Soul King!!"
"Para prajurit keju takut setengah mati padamu, Mamama... Kau benar-benar Soul King, musuh alami mereka... Tapi kau tak akan bisa mengalahkan anak-anak ini... Mereka spesial!!"

Yang Big Mom maksud adalah mereka bertiga: Napoleon si Topi Bajak Laut, Zeus si Awan Petir, dan Prometheus si matahari.
"Mereka memiliki jiwaku.." ucap Big Mom. "Mereka sudah seperti bagian dari diriku sendiri, kau tahu? Level mereka berbeda dari mahkluk dengan jiwa-jiwa biasa!!"

Sementara Brook dicengkram Big Mom, prajurit keju menggeledah pakaian yang Brook pakai. Dan mereka tidak menemukan apa-apa. "Tidak ada apa-apa di balik bajunya, dia belum mencuri apa-apa..."
"Mamamama... Kalau begitu tidak masalah, Soul King!!" Big Mom terus mengelus Brook, seolah dia sudah menjadi boneka kesayangannya atau semacamnya.
"Maaf sudah meragukanmu..." ucap Big Mom, "Tapi mau bagaimana lagi, Tamatebako dan tentu saja salinan poneglif, aku tak bisa membiarkannya dicuri begitu saja. Kalau ada yang mendahuluiku sampai di Raftel lagi, aku akan terlihat seperti orang bodoh, kan? Aku tak akan lengah lagi seperti saat dicuri Roger dulu, tidak akan!!"

"Dia membaca batu itu dengan kemampuan khususnya, kemampuan untuk mendengar segalanya. Aku juga punya senjata rahasia, yang akan memberiku kekuatan yang sama... Kamilah yang selanjutnya akan sampai di Raftel!!"

Seseorang kemudian menghampiri Big Mom, Pudding.
"Mama!!"
"Oh!! Puddingku yang manis!! Tepat sekali, ada urusan apa?? Kekuatan mata ketigamu sudah muncul??"
"Uuuh, Mama, jangan sering-sering membahas itu, darahku campuran, ingat?? Belum tentu aku bisa memperoleh kemampuan seperti itu..." ucap Pudding, dengan wajah imutnya.
"Mamama, maaf maaf!! Tapi tidak salah lagi, darah suku mata tiga mengalir di nadimu..."

Dalam hati Brook sedikit kaget, "Hah... Pudding-san.. Mata tiga?? Ah, tidak bagus, Big Mom tidak boleh tahu kalau kita saling kenal..."
Brook masih belum mengetahui sifat alami Pudding.

Dalam hati Pudding kaget juga melihat Brook.
"Jadi si manusia tulang ada di sini... Yah, tapi dia tertangkap, kurasa semuanya baik-baik saja..."
Pudding pun berkata pada Big Mom, "Mama!! Di sini terlalu ramai, mau pindah ke ruangan lain untuk bicara sebentar??"
"Tentu saja, putriku..."

Lantai 3 Taman Dalam, pertarungan antara Pedro dan Tamago masih terus berlanjut. Prajurit-prajurit Big Mom menyemangati Tamago, "Maju!! Kalahkan dia!! Ayam!!"
Setelah terbelah dua, Tamago berubah menjadi ayam viscount.
"Hiyoko Shishaku!!"

"Perempuan berambut panjang itu sempat lari lewat sini!!" ucap salah satu cermin.
"Oooh cerminnya bicara!!"
"Eh!? Jadi Nami berhasil kabur!? Berarti Luffy bersamanya??"
"Dia bersama Boss Jinbe!!"
"Jinbe!?"

Luffy terus menerobos prajurit Big Mom, sambil berteriak-teriak mencari Sanji, "Sanji!!! Di mana kauuuu!?"
Sementara prajurit terus menghubungi pusat untuk meminta bantuan. Tapi percuma, Luffy menghajar mereka semua. Sampai kemudian Luffy melewati ruang medis tempat Reiju berada, Reiju menarik tangannya dan membawanya masuk.

Reiju lalu menutup pintunya.
Para pengejar yang cukup jauh tidak sadar akan hal itu dan terus mengejar.
"Cepat sekali dia lari!! Ayo terus kejar!! Jangan sampai lolos!!"
Luffy mengingat Reiju..
"Kau... Kakaknya Sanji!? Ada apa!? Aku sedang buru-buru!!"
"Kau mencari Sanji, kan?? Dia baru saja pergi.." ucap Reiju.
"Eeeh!? Ke mana!? Kami sudah ditipu oleh Pudding!! Pudding, calon istri Sanji berkata kalau ia akan membunuhnya!! Aaah...!! Apa kau baik-baik saja!? Kau terluka!!"
Luffy menyadari perban yang melilit paha Reiju.
"Yah, aku baik-baik saja. Dan soal Pudding, Sanji juga sudah tahu itu..."
"Eh!? Dia sudah tahu!?"
"Dia baru saja tahu tadi.."

"Aku sudah berusaha meyakinkannya untuk pergi dari pulau ini, tapi... Sanji khawatir soal sandera yang ada di East Blue dan kalian..." ucap Reiju.
"Sandera!? Pasti maksudnya Baratie, kan!? Aku juga kenal mereka!! Kalau mereka benar-benar dalam bahaya, aku akan pergi ke East Blue dan bertarung!!"
Luffy menjerit, tapi suara perutnya lebih keras lagi.
"Kau... Lapar?"
"T-Tidak!!" Luffy bersikeras, dan Reiju teringat kata-kata Luffy waktu itu. Ia juga mendengarnya, bahwa ia tak akan makan makanan selain masakan Sanji.

"Yah..." Luffy tersenyum, "Dia sudah tahu soal Pudding, kalau dia tidak tertipu berarti bagus, aku sudah melakukan semua yang bisa kulakukan. Baiklah kalau begitu, kakaknya Sanji!! Terima kasih!!"
Luffy berlari menuju jendela.
"Eh!? Kau mau ke mana!? Itu kan...!!"
"Tempat janjiannya bukan di sini!!" Luffy melompat menerobos jendela.

Sanji sedang berada di ruangannya, penuh dengan berbagai pikiran. Soal Baratie, ancaman ayahnya, kata-kata bohong Big Mom, kemudian kenyataan menyakitkan dari Pudding...
Juga bagaimana ia memperlakukan Luffy.
"Aku tak bisa kembali lagi, Luff..." ucap Sanji dalam hati.
Sementara Luffy, ia melompat dan jatuh menghantam rumah warga.
"Sesuatu jatuh dari sana!!" teriak warga.

"Rumahku...!!"
"Eh!? Itu... Manusia!?"
Luffy yang terlihat kelaparan terus berjalan...
"Aku harus menunggu... Di tempat itu..." ucapnya.
Read more

6/13/2017

Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

 Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

Sinopsis One Piece 854 menampilkan terbongkarnya rencana Big Mom dan Pudding untuk menghancurkan Keluarga Vinsmoke oleh Brook. Di saat bersamaan, ketika rencana tampak tidak bakal meleset, Charlotte Opera justru membohongi Big Mom soal lolosnya Luffy dan Nami dari Dunia Buku. Di saat bersamaan, penjagaan terhadap Sanji Vinsmoke juga luput. Sanji berhasil lolos dari kamarnya dengan membawa bento. Tujuannya cuma satu, segera menemui Luffy. Di saat itulah Bobbin memergokinya ...

Cerita One Piece Chapter 854 berjudul 'What Are You Doing?/ Nani Yattenda?/ Apa Yang Kau Lakukan?!' dirilis pada 6 Februari 2017. Bermula dari lolosnya Nami dan Jinbe dari sisa pasukan Charlotte Opera, dua orang ini kemudian bisa bertemu Chopper dan Carrot. Mereka kemudian masuk ke Dunia Cermin milik Charlotte Brulee. Di sinilah Brulee paham Jinbei sudah berkhianat kepada Big Mom. Namun semua percuma karena Brulee tidak bisa memberi informasi apapun kepada Big Mom.

Sementara itu, Big Mom yang menangkap Brook berbincang-bincang dengan Charlotte Pudding tentang peristiwa penembakan Reiju Vinsmoke. Dari sinilah Brook tahu, Pudding tidak sebaik yang selama ini dibayangkan oleh Kelompok Topi Jerami. Tapi, di sisi lain, Brook sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia sudah menjadi tawanan Big Mom.

Sanji yang kini menyadari, Pudding sudah mengkhianati cintanya, tahu bahwa satu-satunya jalan keluar adalah kembali ke Kelompok Topi Jerami. Artinya, ia harus segera menemui Luffy di tempat terakhir kali mereka terpisah, kala Sanji menghajar sang kapten. Dengan sebuah trik, Sanji lolos dengan membawa bekal. Ketika itulah Bobbin, anggota Bajak Laut Big Mom memergokinya. Tapi, Sanji sudah membulatkan tekad. ia menendang Bobbin; dan membuka jalan menuju sang kapten tanpa bisa dihalangi siapapun lagi.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 854 diambil dari versiteks.com.

Prajurit Big Mom terus mengejar Jinbe dan Nami.
"Tutup gerbangnya!! Kepung mereka!!"
"Jangan sampai mereka lolos dari sini!!"

Tak hanya mengejar, beberapa juga menembaki Jinbe dan Nami dengan senapan. Namun meski bertubuh besar, kecepatan lari Jinbe tak mudah untuk mengejar, bahkan sambil membawa Nami di atas punggungnya.
"Kalau begini terus, lama-lama kita bisa terkepung!!" ucap Jinbe.
"Eh!? Apa tidak ada jalan keluar!?" Nami bertanya.
Beberapa pengejar bahkan baru sadar kalau yang mereka kejar adalah Jinbe.
"Itu Boss Jinbe!! Eh...!? Jinbe memberontak!!"
"Bisakah kau mengurus pengejar di belakang kita, Nami!?"
"Ya, aku juga sudah muak dengan orang-orang ini!!"
Dari punggung Jinbe, Nami lalu menggunakan tongkatnya untuk menciptakan awan petir dan menyerang para pengejar di belakang.
"Bagus, yang di depan juga!!"
Blaaaarrrr!!!! Nami menyambar semuanya.
"Gyaaaaahhh!!!"

"Eh!?" Nami kaget. Di antara orang-orang yang disambarnya itu, ada satu sosok yang dikenalnya. Chopper. Ya, Chopper yang baru saja muncul dari Dunia Cermin malah ikut tersambar petir Nami.
"Eeeh!? Chopper!?"
"Kachopper!!" Carrot menjerit, lalu memberitahu Nami, "Nami, kami datang untuk menyelamatkanmu!!"
"Carrot!? Eeh!?? Maaf!!" ucap Nami.

Pada akhirnya, Jinbe dan Nami diselamatkan dan dibawa masuk ke Dunia Cermin.
"Kachopper!! Apa kau baik-baik saja!?" Carrot masih menghawatirkan Chopper.
"Sulit dipercaya, jadi sekarang kita berada di Dunia Cermin ya?" Nami masih terlihat syok.

"Jinbeee!!!" Brulee yang disekap membentak Jinbe, "Kenapa kau bisa bersama orang-orang ini!? Ini jelas-jelas merupakan pengkhianatan!! Kudengar meski kau ingin keluar, tapi kau terlalu takut untuk memutar roulette Mama!!"
"Mama sudah melindungi Pulau Manusia Ikan untukku," ucap Jinbe, "Aku berusaha untuk melakukan segalanya, tapi... hanya bau kematian yang kucium dari roda itu..."
"Roulette?? Pilihanmu tepat karea tidak memutarnya, Jinbe Putra Lautan..." ucap Pedro. "Lima tahun lalu, temanku memutarnya dan nyawanya diambil!! Itu memang didesain supaya semua yang memutarnya mati!!"

"Tentu saja, Bodoh!!" ucap Brulee, "Mama tak akan membiarkan siapa pun yang meninggalkannya tetap hidup!! Para penyusup kecil, dan mantan bajak laut yang setia!! Semua yang datang akan disambut, tapi yang pergi harus mati!! Itulah... Uaaaahhh!!!"
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Brulee sudah diseret lagi.
"Ayo cepat!! Tinggal mencari Luffy, Brook, dan Sanji!"
"Uuuhkkk!!" Diesel menarik mereka semua dengan susah payah, "Beri aku istirahat sebentar dong!! Jumlah kalian terlalu banyak!!"

Di ruang Big Mom, tampak Prometheus si Matahari yang sedang menambal luka di pipinya. "Uuuhk..."
"Ada apa, Prometheus!?" Big Mom bertanya.
"Luka yang diberi oleh Soul King lebih dalam dari dugaanku!! Lukanya terbuka lagi!!"
"Mamamama!! Menyedihkan sekali... Atau, mungkin aku harus memuji kerja bagus orang ini, ini adalah kali pertama kau dilukai, kan!?"

Pudding yang juga ada di ruangan itu lalu bertanya, "Mama... Apa kau akan terus membawa tumpukan tulang itu??"
Dalam hati, Brook yang mendengarnya kaget, "Tumpukan tulang, eh? Tidak sopan sekali, Pudding..."

Tampaknya Brook belum benar-benar sadar akan sifat asli Pudding.
"Tak ada lagi mahkluk seperti ini di dunia ini selain dia, dia adalah seninya jiwa!! Untuk pertama kalinya, alih-alih menyimpannya di museum, aku akan terus membawanya jalan-jalan..."
"Tidakk!!!" jerit Brook dalam hati. Dirinya sudah jadi seperti gantungan kunci.
"Yah, ngomong-ngomong Topi Jerami itu boleh juga, aku tak pernah menyangka dia bisa keluar dari hutan, meski pada akhirnya kita berhasil menangkap mereka dan mengurungnya di perpustakaan..."
"Ya, aku sudah melihatnya, payah sekali.." ucap Pudding.
"Apa kau akan membunuh mereka begitu saja??"
"Ya, setelah pesta..." ucap Pudding.
"Eeh!?" dalam hati Brook kaget, akhirnya ia sadar akan sifat asli Pudding.

"Saat ini Germa pasti sedang menikmati jamuan mereka..."
"Ya, tapi Reiju datang menguntitiku.." ucap Reiju, "Dia punya intuisi yang bagus, tapi tenang saja, aku sudah mengurusnya..."
"Eh!? Jangan bilang kau membunuhnya!?"
"Ayolah, Mama!! Aku cuma menembak kakinya saja!! Aku menembaknya lalu menghapus ingatannya..."
Brook makin tak habis pikir, "I-Ini... Percakapan macam apa ini!? Pudding yang manis... Kenapa... Kenapa..."
"Berhati-hatilah, paham!? Kau itu mempelai yang berharga, kalau ada masalah bisa-bisa semuanya gawat..."
"Yah, paling tidak berkat itu aku jadi bisa mengetes pistol ini.." ucap Pudding. "Tidak salah lagi, meski tubuh Germa sudah dimodifikasi, pistol ini akan menembus mereka bagaikan keju..."
"Yahaha!! Kau memang gadis yang cerdas!! Besok, tembakanmu akan jadi sinyal. Mereka semua akan fokus pada kalian berdua. Saat Sanji, dengan wajah bodohnya hendak mencium dan menyikap ponimu, ia akan melihat mata ketigamu untuk pertama kalinya!!"

"Saat itulah, akhiri dengan dengan sekali tembak!! Tepat di antara kedua matanya. Buat isi kepalanya hancur!! Orang-orang akan kaget!! Dan saat mereka menyadari situasi bahaya, semuanya sudah terlambat!! Vinsmoke yang dalam keadaan tangan kosong akan mendapati pistol-pistol mengarah pada mereka!!"
"Dan sementara mereka menangis ketakutan, darah-darah Vinsmoke akan berhamburan!! Tembakan akan terus mendera bagai kembang api!! Hujan peluru akan terus menembus mayat mereka!! Lantai akan dipenuhi dan tubuh keenam anggota Vinsmoke yang sudah terkoyak!!"

"Saat itulah pesta sesungguhnya akan dimulai!!" Big Mom bicara dengan tatapan yang tampak begitu antusias. "Rayakan!! Dengan kue!! Dengan teh hitam!! Dengan matinya para pemimpin mereka, Pasukan Germa akan menjadi milikku!!"

Di lantai enam, kamar Sanji, salah seorang prajurit mengintip untuk memastikan keberadaannya. Setelah melihat Sanji berbaring di kasurnya, ia pun melapir.
"Tidak salah lagi, saat ini Saji sedang tertidur pulas di ranjangnya..."
"Jangan biarkan dia keluar sampai pagi, dan jangan biarkan siapa pun masuk, terus berjaga..."
"Siap!!"
Penjaga tak sadar kalau yang tidur tertutup selimut itu sebenarnya pelayan Sanji, yang sebelumnya ia titipi mencari bahan masakan. Capek menunggu Sanji kembali, ia pun tidur di kasurnya.

Di lantai 2, pertemuan sedang diadakan.
"Jadi itu berarti Pekoms bersama mereka sampai akhirnya masuk ke wilayah kita.."
"Mereka ke sini untuk membawa kembali Sanji..."
"Pudding membawa 6 orang ke pulau ini.." Mont'd Or melapor.
"Soul King saat ini berada di tangan mama.."
"Pedro meledakkan dirinya sendiri, kan?"
"Benar sekali..." ucap Tamago, di mode ayam.
"Berarti dua sudah dijatuhkan.."
"Lalu di antara empat yang memauki hutan, si kelinci dan si rakun sudah ditangkap, aku mendengar kabarnya dari Kak Brulee pagi ini..."
"4 dari 6 berarti sudah beres, sisanya mereka berdua..."
Mont'd Or menunjuk foto Luffy dan Nami.
"Yang masalah adalah mereka berdua, dan satunya bahkan sudah mengalahkan Kak Cracker dan mampu lolos dari hutan. Mereka sudah ditangkap dan dikurung di Perpustakaan Tahanan, tapi kenapa kudengar sayup-sayup rumor kalau mereka meloloskan diri!? Dan bagaimana dengan berita soal Jinbe ini, Opera!!?"
"Berapa kali harus kujelaskan!? Aku bahkan tak tahu di mana si hiu itu berada!!" Opera membentak.
"Tak ada yang lolos!! Seperti yang Mama perintahkan, aku menyiksa mereka supaya mau buka mulut soal keberadaan Lola!! Tapi mereka tak tahu apa-apa, jadi aku membakar mereka sampai mati!! Aku memang sudah berlebihan, tapi.. Apa kau mau mencurigai saudaramu sendiri, Mont'od Or!?"
Opera memberi laporan palsu pada pertemuan itu. Dalam hati, "Mana mungkin aku melaporkan yang sesungguhnya. Kalau sampai Mama tahu aku membiarkan mereka lolos, bisa-bisa semua sisa umurku diambil..."
Akhirnya, meski masih curiga, Mont'd Or mengiyakannya.
"Jadi kita bisa mencoret mereka berdua juga? Lalu bagaimana dengan Sanji dan Keluarga Vinsmoke lainnya?"
"Semuanya sedang beristirahat di ruangan mereka.."

"Baiklah!! Kalau begitu berarti semua penyusup telah dibereskan!! Persiapan untuk besok telah dilakukan di dapur besar!! Besok, demi Pudding saudari kita tercinta, ayo jadikan pesta pernikahan ini kenangan yang tak akan pernah terlupakan!!" ucap Mont'd Or.
Diam-diam setelah rapat selesai, Mont'd Or memberi perintah pada prajurit keju, "Teruslah berpatroli sampai pagi, aku tidak mempercayai Opera..."
"Siap pak!!"

Reiju masih berdiri di depan jendela yang Luffy terobos, dan luar sana, Sweet city, hujan masih terjadi. Sanji berada di salah satu lorong kastil, duduk di sebelah bekal makanan yang ia buat...
"Ini... Untuk Pudding!? Sial... Apa yang telah kulakukan!? Ini sih makanan favorit mereka, ayo lupakan mereka, lupakan mereka.." ucap Sanji dalam hati.
"Eh!?" seseorang melihat Sanji, Bobin.

"Meski sebentar, tapi aku menikmati waktu bersama mereka. Luffy dan yang lainnya pasti bisa keluar dari sini dengan usaha mereka sendiri..." dalam hati Sanji merenung. "Semua prajurit iblis Vinsmoke akan mati, begitu pula denganku, semuanya akan berjalan sesuai rencana Big Mom..."

"Ah!! Makanan!!" Bobin mendekati Sanji dan mengambil bekal makanannya. Dan ia baru sadar kalau lelaki yang duduk di sebelah makanan itu Sanji. "Eh!? Vinsmoke Sanji!! Bukankah kau... Sedang tidur di kamarmu??"

Sanji jadi teringat kata-kata Luffy sebelumnya, "Kalau kau tidak kembali, maka aku akan mati kelaparan di sini!!"
Sanji pun memandang Bobin dengan tatapan marah, "Jauhkan tanganmu... Daging itu... Bukan untukmu!!"
Baaaammm!!! Sanji menendang Bobin hingga tubuhnya membentur dan menghancurkan tembok lorong.

Prajurit di dekat sana jadi menyadarinya.
"Suara ribut-ribut apa itu!?"
"Asalnya dari sebelah sana!!"
"Kedengarannya seperti tembok yang hancur!!"

Kacamata Bobin sampai pecah, masih dalam kondisi syok ia lalu bertanya-tanya, "Apa yang kau lakukan di sini!?"
Sanji jadi panik, "Apa yang sudah kulakukan!?" ucapnya dalam hati.
Sanji akhirnya mengambil bekal makanan itu dan kabur.

"Oi!! Jangan kabur kau, sialan!!"



Read more

6/09/2017

Sinopsis One Piece Chapter 848: Air Mata Palsu Charlotte Pudding

 Sinopsis One Piece Chapter 848: Air Mata Palsu Charlotte Pudding

Sinopsis One Piece Chapter 848 menampilkan Charlotte Pudding yang menjadi tokoh utama. Ia mendatangi Dunia Buku Charlotte Opera, tempat dikurungnya Luffy Si Topi Jerami dan Nami. Sempat berbicara tentang Lola, Pudding kemudian mengucapkan salam perpisahan setelah membuat Luffy dan Nami terkejut dengan perkataannya. Sementara itu, Big Mom dibuat geram dengan kekacauan yang terjadi di sekitar Ruang Harta Karun miliknya. Di sana ada Brook yang berhasil masuk dan mengunci ruang tersebut, dan ada Pedro yang menjadi pengalih perhatian Prajurit Catur ....

Cerita One Piece 848 berjudul 'Good Bye/Goodbye/ Selamat Tinggal' dirilis pada 5 Desember 2016. Kisahnya berlanjut dari percakapan Luffy dan Big Mom. Kejadian ini diinterupsi oleh Charlotte Anglais yang memberitahukan, ada penyusup di Ruang Harta Karun. Big Mom segera bergerak untuk menyelamatkan kotak Tamatebako yang berasal dari Kerajaan Ryugyu (Pulau Gyojin).

Sementara itu Sanji yang sedang galau dengan nasibnya, meyakinkan diri bahwa keputusannya tidak salah. Sanji yakin, dengan menyerahkan diri dalam pernikahan, ia ibarat sekali melempar batu, mengenai dua-tiga burung. Pasalnya, ia akan menyelamatkan Bajak Laut Topi Jerami dari ancaman dimusnahkan oleh Big Mom. Selain itu, Sanji yang mudah tersentuh oleh wanita, terharu dengan nasib malang yang dialami Charlotte Pudding. Dengan menikahi Pudding yang selalu sedih, Sanji ingin memberikan kebahagiaan kepadanya.

Tetapi siapa sangka, Pudding punya pendapat tersendiri dan rencana yang sama sekali berbeda. Ia mendatangi Luffy dan Nami di Dunia Buku milik sang kakak, Charlotte Opera. Di sanalah awalnya Pudding meminta maaf atas kejahatan kakak-kakaknya. Ia kemudian mengucapkan sesuatu yang membuat Luffy berang, lalu mengucapkan selamat tinggal dengan senyuman getir ....

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 848 dari versiteks.com

Big Mom mematikan Den Den Mushinya, dan anak-anaknya yang duduk dan berdiri di hadapan Luffy tertawa. Menertawai kata-kata dan tindakan Luffy. "Hahaha!! Lucu sekali!!"
"Kukuku... Kalian pasti bercanda, kan!?"
"Orang macam apa yang berani membuat Mama marah di kastilnya sendiri!?"
Luffy tetap berteriak, "Diaaam!!! Sini lawan aku!!"

Seorang anak yang menunggangi binatang berwujud kaki seribu besar yang dimodif menyerupai motor memanggil, "Hei, kakak-kakak!!"
"Ada apa, Anglais??"
"Yo yo!! Ada penyusup di ruang harta yo!!"
"Penyusup??"
"Ya!! Dan juga, aku tidak mau sikat gigi malam ini yo!!"

Di ruangan Big Mom, ia tidak tampak marah sama sekali setelah mendengar kata-kata Luffy tadi. Awan di sebelahnya sampai bertanya-tanya, "Apa kau tidak marah, Mama??"
"Mamama!! Hanya karena ada anak ingusan mencoba memprovokasiku?? Tidak sedikit pun, Zeus!! Besok aku akan meraih pasukan Germa dan Tamatebako!! Dan juga kue pernikahan yang lezat!!"
"Mengetahui itu semua akan terjadi besok, aku bisa memaafkan apa pun yang terjadi di dunia ini!!" Big Mom terus menari-nari. "Besok akan menjadi hari terbaik yang pernah ada!! Aku senang sekali!!"
Kemudian, topi hidup yang dikenakan Big Mom merasakan sesuatu. "Hmm? Aku menerima sinyal!! Mama!! Ada penyusup mengacau di ruang harta!!"
"Penyusup??"
Kue-kue di sekeliling Big Mom terus bernyanyi-nyanyi.
Dari yang senang-senang, Big Mom menampakkan wajah super kesal, "Awas aja kalau berani menyentuh Tamatebako milikku!! Siapa yang berani menyusup, hah!?"
Zeus si awan sampai kaget.

Di ruangan Sanji, tampak ia sedang berjalan bolak-balik memikirkan semuanya. Sanji benar-benar berada dalam dilema.
"Aaaahh!! Luffy dan yang lainnya akan diampuni, Big Mom sudah berjanji!! Baratie juga akan baik-baik saja selama aku mengikuti pernikahan ini... Sangat sulit rasanya untuk berpisah dengan teman-temanku, tapi tak akan ada yang mati!! Inilah yang terpenting!! Aku harus puas dengan itu!!"
"Aku tidak boleh terlihat murung terus begini.." ucap Sanji, "Pudding-chan, satu-satunya sinar penyemangatku bisa-bisa sedih lagi!! Pria tak boleh membuat wanita sedih!! Jangan sakiti dia lagi!!! Jadi diri sendiri!! Yaa!!! Aku adalah koki yang sedang jatuh cinta!!! Pudding-chan!!! Oh Pudding chuwan yang manis!! Akan kubuat kau menjadi gadis paling bahagia yang pernah ada!!!"

Di ruangan Pudding, ia sedang bersama orang gemuk berkerudung, sepertinya pelayannya.
"Punya Lola??" Pudding bertanya-tanya.
"Ya, kudengar wanita itu memiliki vivra card pemberian Lola, sehingga para Homies tak bisa melawannya." ucap wanita gemuk. "Ngomong-ngomong, Mama tidak menyetujui gaun yang Anda pilih, Nona Pudding, jadi tolong kenakan gaun yang dia pilih untuk acara besok... Mama ingin semuanya berjalan sesuai rencananya."
Pudding keluar kamar, berdiri di atas balkoni meski di luar sedang hujan. Meratapi nasibnya.
"Nona Pudding!! Di luar hujan..."
Pudding tetap diam di sana, Teringat jelas semua perkataan ibunya.
"Semuanya akan berjalan lancar kalau kau mengikuti perintahku... Kau itu seperti boneka yang manis, Pudding...."

Pudding juga ingat saat Lola hendak pergi dari rumah. Sebelum pergi ia sempat bicara sebentar dengan Pudding kecil. "Jangan khawatir, dia tak akan membunuhku, kita semua kan keluarga. Aku akan menentukan pernikahanku sendiri..."

Di kastil Big Mom, Pedro berlari dari kejaran penjaga.
"Apa sudah ada yang dicuri!?"
"Keamanan ruang harta benar-benar disapu habis!!"
"Yang bertanggung jawab memiliki bom!!"
"Dia di sana!!!"
Seorang pria besar menyerang Pedro, namun mink jaguar itu balas menyerang dan melesat melewatinya. "Cepat sekali!!!"
"Jangan biarkan dia lolos!!"
"Tembak!!!"
Pedro berlari kencang di tembok sementara pasukan-pasukan kue di bawahnya berusaha untuk menembaknya.
Pedro lalu melempari mereka dengan bom.
"Eh!? Lariiii!!!"
Boooom!!!!

"Apa yang terjadi di bawah sana!? Hei, laporkan!!" perintah Tamago lewat Den Den Mushi.
"Saat ini ia berada di sekitaran lantai 3 ambaum!!"
"Pojokkan dia di taman-soir!!" perintah Tamago.
"Siap!!!"
Smoothie lalu menghubungi, "Oi, Baron Tamago!!"
"Nona Smoothie!!"
"Kau benar, ternyata memang ada penyusup kedua, orang yang cuma tulang..." ucap Smoothie. "Saat ini kalian hanya berurusan dengan pengalih perhatian..."
"Begitu rupanya... Sialan kau Pedro..."
"Dia berhasil mengejutkam kami, masuk ke ruang harta dan menguncinya dari dalam!! Aku lengah..." ucap Smoothie. Ia dan pasukan kuenya tak bisa masuk karena Brook mengunci ruangannya dari dalam.
"Begitu rupanya... Tapi ruang harta hanya memiliki satu jalan masuk, jadi selama kalian menunggunya di sana, harusnya tak ada masalah untuk menangkap penyusup kedua itu..."

"Kau benar... Kau bisa mengandalkanku.." ucap Smoothie. "Tapi kalau dia berhasil mengalahkan semua penjaga di dalam dan keluar, aku berencana untuk membunuhnya, apa itu tak masalah?"
"Tunggu sebentar, kau menyebutnya orang yang cuma tulang, kan? Mama pasti akan menyukainya untuk ditambahkan ke koleksi mahkluk langkanya, lakukan apa saja tapi jangan bunuh dia.." perintah Tamago.

Di dalam ruangan itu, Brook berhadapan dengan beberapa pria, besar dan kecil, serta cukup banyak pasukan kue.
"Yah, paling tidak ini jauh lebih sedikit dari yang sebelumnya!!" ucap Brook. "Pedro sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, aku menghormatinya..."

"Benar-benar mahkluk yang langka, bahkan lebih langka dari mahkluk-mahkluk langka yang biasa terlihat di negeri ini!!" ucap pria besar yang rambutnya dikepang dua.

"Serang dia!!!"
"Mama pasti akan menyukainya sebagai hadiah!!"

"Aku sudah mendengarnya dari Pedro.." ucap Brook. "Tentara-tentara kue ini adalah tentara yang dikendalikan menggunakan jiwa yang Big Mom masukan menggunakan kemampuannya..."

"Dengan kata lain," Brook menyiapkan alat musiknya, "Kalian adalah individu yang bertindak sesuai apa yang jiwa kalian perintahkan, kan?"
Tentara kue menebas Brook, Brook menahannya dengan pedangnya.
"H-Hei!! Kuat sekali!! Tunggu dulu!! Aku bahkan belum selesai menyetel alat musikku!!"
"Habisi dia!!!"
"Sabarlah, para penonton sekalian!! Apa kalian tidak tahu aku dikenal dengan nama apa!?" Brook pun mengeluarkan kemampuan jiwanya, "Mereka menyebutku Soul King!!!"
Soul King, raja jiwa, kemampuan Brook membuat pingsan semua tentara kue itu.
"A-Apa!?" pria besar kaget.
"Tak mungkin jiwa biasa yang masuk ke tubuh salah seperti kalian tahan dengan teriakan alami jiwaku!!"

Lalu di perpustakaan penara tempat Luffy dikurung, saat itu ia hanya ditunggui oleh Charlotte Opera, si pria krim besar dan beberapa tentara kue. Pudding kemudian masuk ke sana.
"Pudding!?" Luffy kaget.
"Kak Opera, apa tak apa kalau aku masuk sebentar untuk bicara dengan Luffy dan temannya?"
"Pudding!! Keluarkan kami!! Kami ditangkap!!"
"Luffy? Yah, tidak masalah sih..."
"Kalau begitu aku akan menggunakan bookmark.." tentara kue menggunakan penanda khusus yang memungkinkan Pudding masuk ke dalam kurungan itu.
"Oi Pudding!! Kami sudah pergi ke pantai itu!!!"
"Hei Luffy!!" Nami membentak, "Jangan keras-keras ada orang lain yang mendengar!!"
"Mereka..." ucap Pudding dengan wajah sedih, "Kakak-kakakku... Mereka pasti sudah berbuat jahat pada kalian berdua, aku benar-benar minta maaf..."
Pudding lalu berbisik, "Mafkan aku karena tak bisa datang ke pantai itu..."
"Oh... Pudding, tak apa!!"
Opera bertanya-tanya, "Apa yang dia bisikkan??"

"Sanji melamarku..." ucap Pudding.
"Eeeh!?" Luffy kaget, Nami terdiam.
"Aku senang sekali..." ucap Pudding, "Tapi... Aku juga tahu kalau dia melakukannya hanya karena dia laki-laki yang baik, meski sebenarnya aku sudah mengacaukan semuanya... Jadi jangan khawatir, aku tidak akan menikahi Sanji..."
"!?"

"Dengar..." Pudding lalu membisikkan sesuatu pada Luffy dan Nami, bisikkan yang membuat mereka berdua benar-benar syok, tercengang.
Luffy lantas berteriak, "Oi Pudding!! Bicara apa kau, hah!?"
Pudding kemudian berbalik pergi, tersenyum sambil meneteskan air mata dan berkata, "Selamat tinggal..."
Read more

6/08/2017

Sinopsis One Piece Chapter 847: Luffy vs Big Mom, Kisah Sedih Lola

 Sinopsis One Piece Chapter 847: Luffy vs Big Mom, Kisah Sedih Lola

Sinopsis One Piece Chapter 847 menampilkan kisah pertemuan pertama mata dengan mata antara Luffy dan Big Mom. Luffy yang bersama Nami terjebak di Dunia Buku milik Charlotte Mont D'Or diprovokasi oleh Big Mom. Namun, Luffy tetap berkeras akan mengalahkan sang Yonko plus menyelamatkan Sanji dari pernikahan dengan Charlotte Puding. Sementara itu di Ruang Harta Karun, Brook memulai usaha untuk menciptakan 'konser' demi mendapatkan Road Poneglyph dari tangan lawan.

Cerita One Piece 847 berjudul 'Luffy and Big Mom/ Rufi to Biggu Mamu/ 'Luffy dan Big Mom' dirilis pada 28 November 2016. Dalam perjamuan yang melibatkan keluarga Vinsmoke, Big Mom memamerkan makhluk-makhluk yang disimpan oleh Charlotte Mont D'Or dalam Dunia Buku miliknya, termasuk makhluk langka seperti centaur dari Punk Hazard atau Manticore. Makhluk-makhluk ini dipaksa masuk dalam buku, dan hidup kekal di sana dalam penderitaan.

Termasuk di antaranya adalah Luffy dan Nami yang baru saja tertangkap. Big Mom meledek Luffy yang sebelumnya berjanji akan mengalahkannya saat pertama kali menelepon di Pulau Gyojin. Luffy geram dan tetap bersumpah membebaskan Sanji, sementara Big Mom mengatakan, dia akan melepaskan para kru Topi Jerami setelah pernikahan Sanji dan Pudding.

Dari chapter ini pula terungkap jika Lola, putri Big Mom yang keluar dari Whole Cake Island karena hendak dinikahkan dengan raksasa, sebenarnya sudah dibenci ibunya sendiri. Big Mom geram kepada Lola karena sang putri menggagalkan mimpinya bersatu dengan para raksasa, membangun kekuatan untuk menjadi Raja Bajak Laut.







Berikut ini versi teks One Piece 847 dari versiteks.com.

Dunia cermin, rumah Brulee, Carrot digantung di atas tungku yang mendidih. "Kachopper!! Tolong!! Panas sekali!!" teriaknya sambil menangis-nangis.
"Diam saja kau Nak!! Tangisanmu merusak telingaku!!" ucap Brulee.
Di rumahnya, terdapat Brulee dan beberapa anak buah Big Mom lainnya, termasuk Randolph dan si buata bicara. Tampak juga beberapa pasukan kue dan seorang lelaki dari suku tangan panjang, kemudian Chopper di wujud Heavy Point yang diikat menggunakan rantai.
"Aku tak mau makan manusia, tapi daging Mink sepertinya boleh juga.." ucap si buaya.
"Tidaaak!! Jangan makan aku!!!" Carrot menjerit lagi.
"Lepaskan Carrot, Brulee!!" Chopper berteriak. "Dia bukan kelinci sungguhan, rasanya pasti tidak enak!!"
"Oh benarkah!? Kalau begitu aku berubah pikiran saja.." ucap si buaya dengan bodohnya.
"Diam kau mahkluk aneh!!" Brulee membentak Chopper, "Kau akan bergabung dengan koleksi mahkluk aneh Mama!!"

Chopper terikat, namun sesungguhnya inilah yang ia inginkan.
"Yosh, aku sudah berhasil sampai sejauh ini.." ucapnya dalam hati.
"Karena saat ini aku berada di mode Heavy Point, akan mudah bagiku untuk lolos dari rantai ini dengan cara berubah. Dan karena sudah berjam-jam sejak aku menggunakannya kemarin, aku bahkan bisa berubah ke wujud Monster Point kalau diperlukan..."
Carrot masih digantung...
"Aku menyusahkan saja... Pedro akan membunuhku!!" ucapnya.
"Setelah soupnya siap," Brulee mengaduk-ngaduk isi tungku, "Waktunya untuk memasukanmu..."
Chopper memejamkan matanya dan dalam hati berkata, "Ini kesempatanku!!"

Whole Cake Island, Capitol, Sweet City, cuaca masih tidak bersahabat. Tampak hujan yang turun dengan sangat deras membasahi seisi kota kue...
Sementara di perpustakaan kastilnya, Big Mom menunjukkan sebuah buku pada keluarga Vinsmoke. "Yang ini misalnya... Yang ini bahkan ada halaman yang berisi singa pemakan manusia yang berwajah seperti manusia!!"
"Namanya Manticore!!" Big Mom menjelaskan. Sebuah buku yang berisi koleksi mahkluk-mahkluk langka, bungku yang tingginya melebihi tinggi Yonji dan saudara-saudaranya.

"Dua tahun yang lalu," Big Mom melanjutkan penjelasannya, "Mahkluk ini meloloskan diri dari Impel Down setelah Kurohige dirumorkan menyerang tempat itu.."

Big Mom membalikkan halaman buku itu, "Selanjutnya yang ini adalah salah satu favoritku, seekor unicorn sungguhan yang hidup!! Cantik sekali, bukan??"
Unicornnya bisa bicara.
"Cantik... Tapi yang lebih penting... Dia hidup di dalam buku!?" Reijuu kaget.
"Mahkluk-mahkluk yang ditaruh di dalam buku ini tidak akan menua, dan tentu saja kan, isi konten buku tidak akan berubah tiap kali kau membukanya... Perpustakaan ini dipenuhi olah buku-buku seperti ini, yang bisa menjaga mahkluk langka dengan aman... Ini adalah kemampuan dari Mont d'Or, salah satu anakku!!"

"Tolooong...!!" jerit salah satu mahkluk dari buku.
"Luar biasa..." ucap salah satu Vinsmoke.

"Salah satu koleksi terbaruku termasuk centaur dari Punk Hazard, dan Griffin yang ditemukan di South Blue..."
Mahkluk-mahkluk di buku terus berteriak-teriak, "Tolong keluarkan akuu!!!"
"Bahkan aku juga punya sesuatu yang keren seperti gabungan Suku Tangan Panjang dan Kaki Panjang.. Namanya Suku Kaki Tangan Panjang.."
"Dia bahkan punya manusia di dalam bukunya!?" Niji tampak tak habis pikir.

"Big Mom," Judge berkata pada Big Mom, "Sejak sampai di negeri ini, kami sudah melihat banyak sekali keberagaman..."
"Tentu saja!! Memang itulah tujuanku untuk Totto Land..."
"Tetapi..." Judge berkata lagi, "Ada satu ras yang belum aku lihat sama sekali. Kalau ada harusnya mudah sekali untuk melihat mereka... Maksudku yaitu raksasa..."
"!!!" Big Mom mendadak tampak marah saat mendengar kata raksasa.
"Untuk negeri yang memiliki populasi dari semua ras yang ada, aku belum melihat satu raksasa pun, yang paling mendekati hanya manusia berukuran bes..."
"Hah... Benarkah!?" Big Mom menenangkan dirinya, "Mungkin kau hanya belum melihatnya saja..." ia berkata.
"Mama!!!!" seseorang tiba-tiba datang melapor. "Kami sudah membawa dua orang yang anda inginkan!!"
"Baiklah kalau begitu..." Big Mom berkata pada keluarga Vinsmoke, "Sayang sekali sepertinya pertemuan kita harus diakhiri sampai sini. Akan menyenangkan bagiku jika bisa lebih lama lagi bersama kalian di cuaca yang indah ini, tapi aku harus pergi, kalian beristirahatlah..."

Anak buah Big Mom yang melapor tadi tampak menunduk malu-malu.
"Ada apa?" Big Mom bertanya dengan wajah kesal.
"M-Maaf, aku hanya sedikit grogi..." ucapnya, "Germa 66... Mereka keren sekali, terutama Tuan Ichiji dan Nona Reijuu!!"
"Jangan banyak omong, kau itu bodoh sekali ya.." ucap Big Mom, "Kau terlalu banyak membaca buku fiksi!! Penampilan luar tidak penting..."

Di penjara perpustakaan, tampak orang-orang Big Mom yang telah berkumpul..
Orang-orang yang menyerang Luffy, serta Perospero, putra tertua Big Mom..
"Duh, aku lupa menaruhnya di mana..." ucap Mont d'Or sambil mebalik-balikkan halaman buku raksasanya.
"Halaman 55.." ucap saudaranya.
"Ooh, aku suka ini..." ucap Perospero sambil menjilat permen saat melihat halaman yang dimaksud, halaman tempat Luffy dan Nami dikurung.
"Tempat apa ini!?" Nami berteriak, "Keluarkan aku dari sini!! Dan mana kamar mandinya!? Aku dilumuri cairan permen, rasanya menjijikkan!!"
"Kukuku!! Gadis kecil yang manis..." Perospero menjilati permennya...
Kemudian terdengar suara Big Mom, namun dari Den Den Mushi. Big Mom tidak menemui mereka secara langsung.
"Lama tidak bicara denganmu, Luffy si Topi Jerami... Jadi kau bisa sampai sejauh ini ya.."
"Big Mom!?"

"Den Den Mushi!?" Nami bertanya-tanya.
"Keluarkan aku dari sini!!!" Luffy berteriak, "Akan kuhancurkan semuanya untuk bisa keluar dari sini!!!"
"Mamamama... Masih ribut seperti biasanya ya.." Big Mom tertawa. "Kau tidak membawa semua krumu bersamamu, jadi kupikir kau sudah lupa dengan janji kita saat di Pulau Manusia Ikan..."
"Tidak!!" teriak Luffy, "Suatu hari nanti aku pasti akan menghajarmu!! Kali ini aku hanya mau membawa Sanji kembali saja!!"
"Kalau kau mau berkelahi, tunjukkan dirimu, Big mom!! Akan kulawan kau di sini sekarang juga!!"

"Mamama!! Jangan sombong begitu, Nak..." ucap Big Mom, "Kau hanya sebutir pasir di tengah gurun yang baru saja masuk ke Dunia Baru... Sebaiknya kau menjaga kata-katamu. Aku bahkan bisa saja membunuhmu meski aku sedang tidak berada di sana.."
"Kalau kau mau menyerahkan Sanji, aku akan membiarkanmu pergi untuk kali ini..." ucap Big Mom. "Pernikahan Pudding dan Sanji ini sangat penting bagiku. Sampai semuanya berjalan lancar, kalian berdua tunggulah dengan tenang di sana... Tapi kalau kalian melakukan sesuatu untuk merengut kebahagiaanku... Maka bersiap-siaplah, untuk melihat neraka..."

"Apa kau masih ingat?" Big Mom bicara lagi pada Luffy, "Saat di Pulau Manusia Ikan, kau menghabiskan semua permen yang harusnya untukku, dan kemudian membalasnya dengan semua harta Raja Neptune sebagai balasan..."
"Mamama!!!" Big Mom tertawa lagi, "Apa saja ya isi peti hartanya?? Sebaiknya kau tidak memintanya kembali!! Mamama!!"

"Kotak harta legendaris dari Pulau Manusia Ikan yang dikenal dengan Tamatebako!! Kenapa Raja Neptune sampai mau menyerahkannya!? Benda itu bahkan dikenal sebagai Harta Nasional!! Aku sudah jatuh cinta dengan kotak kecil itu, jadi soal permen itu kita lupakan saja... Dan aku akan membuka kotak itu di hadapan semuanya saat Pesta Teh berlangsung!! Ya ampun aku bersemangat sekali!!"

"Diam!!! Sanji tak akan menikah!!!" teriak Luffy.
"Dan biarkan aku menemui Pudding!! Dia temanku!!"
"Luffy, jangan memberitahunya tentang Pudding!!" ucap Nami.
"Temanmu? Mamamama!!" Big Mom tertawa, "Apa kau sudah gila ya? Mana mungkin mempelai wanitanya berteman dengan orang sepertimu??"
"Dan kau, gadis kecil..." Big Mom bicara pada Nami, "Kudengar kau membunuh Lola, apa itu benar!?"
"Apa!? Lola adalah temanku!! Dia memberiku vivre card itu sebagai simbol persahabatan kami!!" teriak Nami. "Lola baik-baik saja, itulah pesan yang diminta olehnya untuk dikatakan padamu.. Dia juga memberitahuku soal ibunya yang seorang bajak laut, tapi aku tak menyangka kalau yang dimaksud itu seorang Yonkou, Big Mom... Lola memberitahu kami juga kalau aku menunjukkan vivre cardnya padamu, kau pasti akan membantu kami..."
"Hentikan omong kosongmu!!" Big Mom berteriak. Nami kaget.
"Siapa yang peduli kalau dia baik-baik saja!? Aku malah senang kalau dia mati saja!!" Big Mom membentak. "Katakan padaku kalau kau tahu di mana ia berada!! Akan langsung kukirim orang untuk menghabisinya!! Aku tak menyangka dia bahkan masih menganggap dirinya sebagai bagian dari keluargaku!!"
"Dia tidak tahu bagaimana perasaanku!! Anak itu, anak yang kabur dan pergi dari salah satu pernikahan paling penting sepajang masa!! Aku tak akan pernah memaafkannya!!"

Nami jadi teringat banyak kenangannya dengan Lola, mulai dari Lola yang begitu ingin menikah sampai akhirnya mereka berteman...

"Lola..."
"Hari itu... Kalau saja dia mau mendengarku dan menyetujui pernikahannya, aku pasti bisa mendapat kekuatan yang luar biasa!!" teriak Big Mom. "Kalau bukan gara-gara tindakan bodohnya, aku harusnya sudah bisa menghabisi Kaidou, Akagami, bahkan Shirohige dari dulu!!"
"Dan saat ini..." ucap Big Mom lagi, "Aku pasti sudah menjadi Raja Bajak Laut!!"
"Lola adalah temanmu, Nami, hah!? Akan kubuat kau mengatakan padaku di mana dia berada saat ini!!"
"Cerita yang membosankan..." ucap Luffy.
"Eh!?"
"Yang menolak untuk menikah itu Lola, dan yang tidak menjadi Raja Bajak Laut itu adalah kau!! Jangan sombong hanya karena kau Yonkou!!! Aku pasti akan membawa Sanji kembali!! Karena pada akhirnya, yang akan menang adalah aku!!!"

Di dalam ruang tamu... Sanji duduk di samping jendela, sambil mendoakan teman-temannya, "Kumohon... Tetaplah tenang, teman-teman, jangan melakukan tindakan-tindakan bodoh..."

Kemudian di sisi Tamago...
"Penyusup!!!" prajurit berteriak. "Baron Tamago, ada Mink Macan menyusup!!"
"Maksudmu Jaguar!?" Tamago kaget, "Pedro, jadi akhirnya kau datang juga ya!!"

Di sisi lain, Brook bersiap dengan pedangnya...
"Yah, mumpung kita sedang berada di kastil besar Big Mom... Waktunya bagiku untuk mengadakan konser live spesial!!!"
Read more

Sinopsis One Piece Chapter 846: Misteri Road Poneglyph & Charlotte Mont d'Or

 Sinopsis One Piece Chapter 846: Misteri Road Poneglyph & Charlotte Mont d'Or

Sinopsis One Piece Chapter 846 menampilkan kisah kekalahan Luffy Si Topi Jerami dan Nami dari Tentara Amarah yang dikirimkan Big Mom. Luffy dan Nami dimasukkan ke dalam Dunia Buku yang dikuasai oleh salah satu putra Big Mom, Charlotte Mont d'Or. Sementara itu Sanji bersepakat dengan Big Mom, bahwa tidak ada satupun orang dari Kelompok Topi Jerami yang bakal menderita; alias semua dibebaskan asalkan Sanji bersikap manis selama pernikahannya dengan Charlotte Puding.

Cerita One Piece 846 berjudul 'Tamago no Keibi/ Tamago Security/ Pengamanan Tamago' dirilis pada 221 November 2016. Sesuai dengan judulnya, bagian paling penting dari chapter ini adalah keberadaan Pedro dan Brook yang bertugas untuk mengambil Road Poneglyph dari markas Big Mom. Mereka sudah diketahui oleh anggota Bajak Laut Big Mom, tetapi semua masih tersamar. Saat itulah, Tamago mengenang kejadian lima tahun lalu ketika Pedro menyusup ke Whole Cake Island untuk alasan sama: mencuri poneglyph tersebut.

Dan kini, seperti hendak mengulang kejadian lampau, Pedro siap menjadi umpan untuk membantu Brook masuk lebih jauh. Dirinya akan berhadapan dengan musuh selama ini, Baron Tamago. Sebagai catatandi sini terungkap bahwa ada sekitar 30 poneglyph di seluruh dunia. Tetapi hanya 9 di antaranya yang bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan Raftel, pulau tempat keberadaan harta terbesar One Piece.

Berikut ini versi teks One Piece 846 dari versiteks.com.

Tentara kue Big Mom berguguran di bawah hujan yang semakin deras. Luffy berhasil mengalahkan mereka. Namun berbeda dengan prajurit-prajurit kecil yang lemah itu, pasukan-pasukan utama mereka, anak-anak Big Mom sama sekali tak bisa dianggap remeh.
"Nami!!" Luffy berteriak, saat salah satu anak Big Mom, Charlotte Galette menahan Nami dengan kemampuannya.
"Aku hampir saja terkecoh.." ucap Galette, "Siapa sangka gadis kecil sepertimu bisa menciptakan petir sebesar itu?"
"Haah..." Nami tak bisa bergerak, kedua tangannya terikat oleh semacam cairan khusus yang dikendalikan oleh musuh.
"Aku tak bisa membuat petir sebesar itu dengan kemampuanku..." ucap Nami, "Tapi aku bisa mengontrol awan petir yang diciptakan oleh Big Mom.."
Amande, wanita tinggi bertopi besar melompat ke hadapan King Baum, lalu bersiap untuk menebas dengan pedang panjangnya, "Meito Shirauo...."
"T-Tunggu sebentar-ju!! Aku tidak ingin menghianati kalian!! Nona Amande, tolong!!!"
Amande tak peduli, "Slow Ballad!!!!"
Ia menggunakan tekniknya dan King Baum pun terbelah menjadi dua.
"Gyaaaahhh!! Sakiit!! Sakiit!!" King Baum menjerit.
"Kalau aku mau membunuhmu dengan cepat, aku bisa saja melakukannya dengan mudah..." ucap Amande. "Tapi aku mau membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan, sepelan mungkin...."

Charlotte Mont d'Or, anak Big Mom berseragam ala tengkorak melayang di udara dengan sayap berbentuk buku di bawah kakinya. Buku-buku juga tampak beterbangan di sekelilingnya.
"Apa kau bercanda, hah, Topi Jerami!? Bagaimana bisa orang sepertimu berhadapan dengan Kak Cracker semalaman!? Kami tentara keju bukan pasukan penurut, akan kuhancurkan kau seperti sampah!!"
"Hahaha!!!!" dua orang dari suku leher panjang tertawa.
"Luffy!!" Nami berteriak.
"Haaah... Haah..." Luffy masih sibuk berhadapan denan prajurit-prajurit kue, saat sesosok besar, Charlotte Opera menyerang dengan krim, "Cream Monster!!!"
"Uwaaa!!!!" tangan Luffy bagai terbakar oleh banjir krim itu.
"Itulah kekuatan dari rasa manis krim segarku!! Faa faa faa!!! Kalau aku menambahkan sedikit rasa manis pada krim segarku, maka tak akan butuh waktu lama untuk menghanguskanmu!!!"
"Haaa!!!!" Luffy menggunakan Haki dan Gear 3 di tangannya itu dan bersiap untuk menyerang. Namun mendadak, ia sampai di suatu tempat yang aneh.
"Eh!?" Luffy kaget.
"Di mana aku!?"

Luffy tidak mengerti. Tempat itu begitu aneh, seolah ada di dimensi yang berbeda. Bagai alam dongeng, dunia terbolak-balik dengan berbagai aksesoris aneh.
Seseorang lalu muncul dari tembok kosong, Charlotte Mont d'Or.
"Selamat datang di Dunia Buku!!!"
Ternyata itu dunianya, yang ia buat dengan kemampuan buah iblisnya, dan ia bersiap untuk menembak Luffy.

"Luffy, menghindar!!" teriak Nami, yang terkurung di suatu sangkar bersama Amande.
"Nami!?"
"Luffy, awas!!!"

Luffy kemudian sadar, semua yang tadi itu hanyalah ilusi. Aslinya, saat ini Luffy sedang berdiri, dan dua pria besar melesat memukulnya dari depan dan belakang. Baaaammm!!!
Pukulan dari dua lelaki yang melapisi tangannya dengan haki hitam pekat.
Serangan itu pun lantas membuat Luffy tak mampu melawan lagi.
Luffy rebah tak sadarkan diri, dan King Baum terbelah dua, mati perlahan sambil merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Amande menahan tubuh Nami, mengambil sesuatu dari balik bajunya, vivre card pemberian Lola.
"Karena mereka homies, hanya ada satu alasan kenapa tentara-tentara keju ini tak bisa bertarung dengan normal.. Apalagi kenyataan kalau mereka bisa lolos dari hutan, itu semua pasti gara-gara vivre card itu..."
"Sekarang semuanya masuk akal..."
"Bagaimana bisa orang sepertinya mendapat vivre card Mama!?"

"Di kertasnya tertulis Lola.." ucap Amande.
"Lola!? Mereka mencurinya dari Lola!?" Mont d'Or kaget.
"Ya ampun!! Apa anak itu telah dibunuh!?"
"Lola!!"
"Apa kata-kata terakhirnya!?"
"Kalian salah!!!" Nami berteriak, "Dia adalah teman kami!! Itu adalah hadiah pemberian darinya!!"
"Hmmm... Sepertinya masalah ini harus kita bawa pada Mama..."
"Yah, bagaimanapun kami diperintahkan untuk menangkap kalian hidup-hidup..."

"Aaahh!! Bagaimana ini bisa terjadi? Hampir semua prajurit keju dikalahkan.."
Pria besar yang memukul Luffy tadi berusaha untuk menyeret tubuh Luffy, yang tetap saja keras kepala mencengkram rumput tempat itu, seolah tak mau pergi dari sana. "Aku akan tetap.... Di sini..." Luffy berkata dalam kondisi luka parah.

Di kastil Big Mom, Sanji kaget dengan perkataan Big Mom saat ia meminta supaya teman-temannya diampuni. "Tentu, kenapa tidak?" Big Mom berkata.

"Hah!? Anda serius!?" Sanji masih tampak tak percaya.
"Ya, tentu saja aku serius!!" ucap Big Mom. "Selama ada alasannya, aku adalah wanita yang bersedia mendengar perkataan orang lain. Aku akan membiarkan rekan-rekanmu yang sekarang, bajak laut Topi Jerami meninggalkan pulau ini hidup-hidup, semuanya... Kau bisa memegang kata-kataku.."

"Selama kau memutuskan untuk menikah tanpa menimbulkan masalah, dan tidak kabur dari sini, aku tidak masalah menutup mata untuk beberapa hal di luar sana.."
"Aku sangat berterimakasih!!" ucap Sanji sambil tersenyum senang, "Aku berjanji akan membahagiakan Pudding!!"
"Mamamama!! Ooh!! Jadi kau sudah benar-benar jatuh cinta pada putriku, ya!?? Aku senang mendengarnya!!"

"Tapi biar kuperjelas dulu..." Big Mom menatap Sanji, "Apa yang sudah bajak laut Topi Jerami sialan itu lakukan padaku... Dalam kondisi normal aku pasti akan membuat mereka membayar tindakan mereka, paham!? Menghancurkan hutan... mengalahkan salah satu komandanku... Dan lagi!! Dia sudah berani memakan permenku di Pulau Manusia Ikan!! Berkata kalau mau menantangku!!! Tapi yah...."

Big Mom tersenyum lagi.
"Saat ini prioritas utamaku adalah pernikahanmu dengan Pudding!! Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, besok aku akan memiliki pasukan Germa, dan makan kue pernikahan yang sangat lezat bersama semuanya!!! Selama kau tidak berbuat macam-macam, semuanya akan berjalan dengan baik, Sanji!!"
"Ya!!" Sanji tersenyum.

Di salah satu ruangan di kastil Big Mom, Ruang Harta...
Tampak Tamago sedang berkumpul bersama beberapa anak buah Big Mom lainnya.
"Di dunia ini, terdapat tulian-tulisan yang belum terpecahkan selama beratus-ratus tahun, Poneglyph!! Dikatakan kalau terdapat sekitar 30 Poneglyph di dunia ini-bon!! Tapi hanya 9 yang mengandung informasi penting yang kita butuhkan..." ucap Tamago.
"Tak lama lagi, kita akan sampai ke pulau akhir, Raftel... Dan di sana, batu-batu itu akan memberitahu kita kebenaran tentang dunia ini-soir!!"

Salah satu yang ada di ruangan itu adalah Nona Smoothie, satu dari tiga Sweet Commander.
"Kyaaa!!! Tolong ampuni aku, Nona Smoothiee!!!" jerit seorang gadis yang tangannya ia cengkram.
Seolah tak peduli dengan itu, Tamago terus melanjutkan penjelasannya. "Tapi untuk bisa sampai di Raftel, empat Poneglyph merah itu, Road Poneglyph harus didapatkan terlebih dahulu..."

"Nona Smoothieee!!! Kyaaa!!"
Smoothie kemudian memeras gadis itu hingga menjadi jus..
"Termasuk Poneglyph yang dibawakan oleh Jinbe..." jelas Tamago lagi, "Kita telah memiliki dua Poneglyph dan satu Road Poneglyph, totalnya ada tiga..."
Gadis yang tadinya muda itu sampai tua kering dan mati diperas oleh Smoothie, dan hasil perasan itu ia jadikan minuman di gelasnya.
"Aku mengerti semua itu penting..." ucap Smoothie, "Tapi aku masih belum paham kenapa kita sampai harus meningkatkan keamanan seperti ini, Tamago??"

Salah satu dari Sweet Commander, Menteri Jus, putri ke-14 Keluarga Charlotte, Charlotte Smoothie. Harga buronan 932 Juta Berry.
"Sudah lima tahun semenjak orang itu muncul di pulau ini... Mantan kapten bajak laut dan pencuri poneglyph dari suku Mink... Saat ini, dia menyusup ke pulau ini lagi..." ucap Tamago. "Dulu, hidupnya diampuni berkat Pekoms..."
Tamago bertanya-tanya, "Kenapa kau berani sekali menantang kami lagi, Pedro?"
"Poneglyph merah itu bisa dikatakan merupakan jalan untuk menjadi raja bajak laut, sangat penting bakan sampai Yonkou pun akan saling mencurinya... Demi Mama, kita harus menjaganya dengan mempertaruhkan nyawa kita..."

Sementara mereka mendiskusikan hal itu, diam-diam arwah Brook menguping di dalam ruangan itu.
Pedro dan Brook ternyata berada tepat di sebelah ruangan itu, dan Brook pun menginformasikan apa yang didengarnya pada Pedro.
"Jumlah penjaganya ditingkatkan!?"
"Mereka menyebutnya Sweet Commander..."
"Sweet Commander!? Itu adalah petarung terkuat mereka!!" ucap Pedro. "Saat ini situasinya buruk sekali, apalagi Tamago sudah menyadari keberadaan kita..."

"Aku sebenarnya tersentuh dengan kata-katamu sebelumnya, Pedro.." ucap Brook. "Untuk menjadikan Luffy Raja Bajak Laut, road poneglyph harus didapatkan!! Ini adalah kesempatan yang sangat langka dan mungkin satu-satunya yang kita miliki..."
"Tapi kalau kita berdua menyerang, sama saja itu dengan bunuh diri..."
"Pedro, siapa target Baron Tamago?" Brook bertanya.
"Aku..." Pedro menjawab.
"Kalau begitu, Pedro... Maukah kau menjadi umpan?"
"Kebetulan sekali.." ucap Pedro, "Aku juga memikirkan hal yang sama.."
Read more