Showing posts with label sanji vs luffy. Show all posts
Showing posts with label sanji vs luffy. Show all posts

2/15/2018

Sinopsis Anime One Piece 822: Kisah Sanji & Bento Bajak Laut Topi Jerami

Sinopsis Anime One Piece 822: Kisah Sanji & Bento Bajak Laut Topi Jerami

 Sinopsis Anime One Piece 822 mengisahkan kegalauan Sanji untuk berangkat atau tidak ke padang perjanjian yang dikatakan oleh Luffy. Ketika itulah Bobbin datang dan hendak memakan daging yang ada di kotak bento milik Sanji. Geram karena hal itu, Sanji menghajar Bobbin.

Anime One Piece Episode 822 berjudul "The Decision to Part! Sanji and the Straw Hat Bento" atau "Wakare no Ketsui - Sanji to Mugiwara Bentō" ditayangkan pertama kali di Jepang pada 21 Januari 2018.

Setelah membawa Jinbe dan Nami ke dalam Mirro-World, Tim Penyelamatan Sanji mulai mencari Luffy, Sanji, dan Brook. Mereka terganggu oleh ucapan Bruule kepada Jinbei. Brulee menuding Jinbei sebagai pengkhianat, dan menyatakan Jinbe kabur dari undian roulette yang dibuat Big Mom. Jinbei membalas, dirinya melihat roulette itu berisi kejahatan semata.

Pedro membenarkan ucapan Jinbei itu, menyebut tidak ada opsi sepenuhnya terbebas dari roulette Big Mom. Pedro mengisahkan, lima tahun lalu dia kehilangan teman (kelak terungkap sebagai Zeppo, ayah Beppo) yang berusaha mencari pengampunan Big Mom dari roulette itu, tetapi nyatanya sang teman tetap diambil umurnya oleh Big Mom.

Di dalam kamar Big Mom, Sang Yonko terus mempemainkan Brook yang dianggapnya sebagai koleksi pribadi, dan membahas rencana pembunuhan Vinsmoke dengan Pudding. Kunci semuanya adalah mata tiga milik Pudding. Ketika nantinya Sanji terkejut, Pudding akan menembaknya dengan pistol khusus, yang bahkan bisa menembus baju zirah Germa 66. Dari obrolan inilah Brook tahu jika Pudding sudah mengkhianati Bajak Laut Topi Jerami.

Selanjutnya, Keluarga Charlotte dan Bajak Laut Big Mom mengadakan pertemuan dan mendiskusikan status para penyusup. Yakin bahwa para penyusup sudah ditangani, mereka tidak ada ancaman untuk pesta minum teh esok hari. Namun Mont-d'Or tidak percaya dengan ucapan Opera yang menyebut sudah membakar Luffy dan Nami. Oleh karenanya ia diam-diam meminta penyelidikan tentang hal ini.

Di dalam Sweet City, Luffy bertempur melawan pasukan Bajak Laut Big Mom. Karena kelaparan, Luffy bertarung dengan susah payah. Meskipun pada akhirnya mampu mengumpulkan cukup kekuatan untuk mengalahkan para musuh itu.

Kembali ke dalam chateau, Sanji duduk sendirian di lorong. Dia heran bagaimana mungkin membuat bento yang isinya adalah makanan kru Bajak Laut Topi Jerami, seolah dia sangat ingin tetap bersama mereka. Sanji kemudian memutuskan untuk menerima kematiannya, daripada harus menyaksikan kawan-kawannya dan orang-orang di Baratie mnderita.

Bobbin mendekat ke arahnya dan saat sang petinggi Bajak Laut Big Mom hendak makan sepotong daging dari kotak bento Sanji, Sanji menendangnya dan kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.
 -----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece (Manga) dapat dilihat di bawah ini
Chapter 891
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------

Read more

2/10/2018

Manga One Piece Terbaru Volume 84: Sanji vs Luffy, Perpisahan Demi Vinsmoke

 Manga One Piece Terbaru Volume 84: Sanji vs Luffy, Perpisahan Demi Vinsmoke

Manga One Piece terbaru volume 84 merupakan tankoubon dari chapter 839 hingga 848. Tankoubon ini diberi judul 'Rufi Basasu Sanji/ Luffy vs Sanji' yang diambil dari Chapter 844. Tankoubon ini dirilis pada 3 Februari 2017 di Jepang dan 7 November 2017 di Amerika Serikat.

Manga One Piece volume 84 mengisahkan dilema yang dirasakan Sanji. Dia ingin pergi dari pernikahan paksanya dengan Charlotte Pudding. Namun di sisi lain, keluarga Vinsmoke mengancam bakal membunuh Zeff dan para koki di restoran terapung Baratie. Akhirnya, Sanji berkorban untuk terlibat dalam pernikahan.

Namun jalan cerita tidak semudah itu. Luffy yang baru saja mengalahkan Charlotte Cracker, salah satu komandan manis Big Mom menemuinya, dan mengajaknya kembali. Sanji terpaksa berpura-pura untuk keluar dari Bajak Laut Topi Jerami, dan mengalahkan Luffy yang bertarung tanpa melawannya sama sekali.

Luffy sendiri berjanji akan tetap bertahan di padang tempat dirinya berpisah dari Sanji. Dia lebih suka mati kelaparan karena tanpa Sanji sang koki, dia tidak akan menjadi Raja Bajak Laut.
Berikut ini daftar chapter manga One Piece volume 84.

839. I Owe You My Life/ Aku Berutang Nyawa Kepada Kalian (Kusumo Osewa ni Narimashita): Sanji terlibat konflik dengan ketiga saudara kandungnya, namun mereda saat sang ayah, Judge mengancam bakal membunuh Zeff, pemilik restoran terapung Baratie. Yonji kemudian membawa Sanji ke ruang kloning yang memproduksi tentara Germa 66.

840. Topeng Besi/ Iron Mask (鉄 仮 面 Tetsukamen): Sanji mengingat masa kecilnya, kala menderita karena tidak mampu mengembangkan kemampuan super seperti empat saudara kandungnya, yang akhirnya membuat Judge mengurung Sanji di ruang bawah tanah selamanya.

 841. Ke East Blue/ to the East Blue (Īsuto BurÅ« e): Tiga belas tahun yang lalu, Kerajaan Germa menyeberang ke East Blue, memungkinkan Reiju membebaskan Sanji dari keluarga mereka. Sementara itu, sudah 11 jam pertarungann Luffy dan Cracker terjadi, dan Luffy sekarang mengalami obesitas karena memakan semua tentara Cracker.

842. The Power of a Full Stomach/ Kekuatan Perut Penuh (満 腹 の 力 Manpuku no Chikara): Chopper da Carrot lari dari Brûlée di dalam Mirro-World. Reiju menyembuhkan wajah Sanji saat keluarga mereka pergi ke Whole Cake Chateau. Sementara, dengan bantuan Nami yang melunakkan tentara biskuit Cracker, Luffy membuat Cracker terdesak. Ketika Cracker yang tidak sabar menyerbu, Luffy mengaktifkan bentuk baru Gear Fourth, Tank-Man, dan akhirnya berhasil mengalahkan sang Komandan Manis.

843. Vinsmoke Sanji (Vinsumōku Sanji): Cracker yang kalah, terhempas ke Sweet City, dan keadaan darurat diumumkan. Luffy dan Nami melarikan diri dari Hutan Rayuan dan berjumpa dengan iring-iringan Keluarga Vinsmoke. Mereka gembira meliihat Sanji. Namun, Sanji menyerang Luffy dan mengakui statusnya sebagai pangeran Kerajaan Germa.

844. Luffy vs Sanji (Rufi Bāsasu Sanji): Sanji menyerang Luffy, yang menolak untuk melawannya. Setelah membuat Luffy babak belur, Sanji kembali ke keluarganya. Namun, Luffy bersumpah untuk tetap berada di padang tempat mereka berpisah ini selamanya sampai Sanji kembali.
 
 845.  Forces of Rage/ Pasukan Kemarahan (Ika no Gundan): Big Mom menciptakan badai dan mengirim tentara  berkekuatan besar untuk menyerang Luffy serta Nami. Dia kemudian bertemu dengan Keluarga Vinsmoke. Di sinilah, Sanji dan Pudding setuju untuk menikah.

 846. Keamanan Tamago/ Tamago's Security (タ マ ゎ の è­Šå‚™ Tamago no Keibi): Luffy dan Nami dikalahkan dan ditangkap oleh tentara Big Mom, meskipun Sanji menegosiasikan kelangsungan hidup mereka. Sementara itu, Tamago dan salah satu dari Tiga Komandan Manis, Charlotte Smoothie, menjaga Ruang Harta Karun,  tempat menyimpan Poneglyph Big Mom.
 
847. Luffy dan Big Mom (Rufi to Biggu Mamu): Setelah menunjukkan koleksi binatang buas yang terperangkap dalam buku kepada kepada keluarga Vinsmoke, Big Mom menghubungi Luffy, yang dipenjara dalam buku milik Charlotte Mont-d'Or. Namun, Luffy terus menantangnya.
    
848. Selamat tinggal/ Goodbye (Sayonara): Pedro memulai pancingan kepada tentara Big Mom untuk membuka jalan bagi Brook menyelinap ke Ruang Harta Karun. Sementara itu, Pudding mengunjungi Luffy dan Nami. Di sanalah dia mengungkapkan rencana mengejutkan untuk menghentikan pernikahannya dengan Sanji.
Read more

6/12/2017

Sinopsis One Piece Chapter 855: Brook Berhasil Membawa Salinan Road Poneglyph

 Sinopsis One Piece Chapter 855: Brook Berhasil Membawa Salinan Road Poneglyph

Sinopsis One Piece Chapter 855 menampilkan keseriusan Sanji untuk kembali ke Kelompok Bajak Laut Topi Jerami. Ia terus berlari menuju lokasi tempat Luffy berjanji akan menunggunya, dengan berbekal bento. Namun fokus utama chapter ini adalah upaya membebaskan Brook dari tangan Big Mom. Nami, Chopper, Carrot, Pedro dan Jinbe menggunakan berbagai cara. Meskipun Big Mom dalam kondisi terlelap, kekuatannya sangat dahsyat sehingga harus menggunakan trik licik untuk menyelamatkan Brook yang digenggam sang Yonko ....

Cerita One Piece Chapter 851 berjudul 'Gugyurururu!!!/ Glurrgle!!! Kukuruyuk!! (Suara Perut Lapar)' dirilis pada 13 Februari 2017.Di ending chapter, Sanji yang kebingungan tiba di tempat yang dijanjikan. Ia mencari Luffy kesana-kemari, sampai mendengar suara perut keroncongan kaptennya. Sanji melihat Luffy yang sudah kepayahan, bersandar seperti nyaris mati ...

Di Dunia Cermin, Nami dan kawan-kawan menyusun rencana untuk mengambil kembali Brook.Taktik pertama dan kedua mentah. Mereka malah nyaris mati konyol oleh kekuatan Big Mom yang tertidur pulas; dalam kondisi nyaris tidak sadar. Namun akhirnya Brook bisa dibebaskan dengan menggantinya memakai boneka yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Ketika Brook sudah kembali bergabung dengan pasukan penyelamatan Sanji ini, si tengkorak ini membuat semua orang terkejut. Awalnya, Nami dan kawan-kawan mengira yang terpenting hanyalah menyelamatkan Brook saja. Tetapi Brook lebih cerdik dari yang diduga. Ia memasukkan salinan keras Road Poneglyph di dalam tengkorak kepalanya. Artinya, satu misi mereka sudah sukses! Tinggal membawa pulang Sanji saja yang belum ...

Berikut ini versi teks Sinopsis One Piece Chapter 855 diambil dari versiteks.com.

Para pasukan bermunculan mendekati Bobbin yang sempat tumbang oleh tendangan Sanji. "Tuan Bobbin!! Ada apa itu tadi!? Kudengar tadi ada suara keras sekali!!"
Mereka kemudian melihat lubang bekas tendangan tadi,
"Lubang di tembok ini...!!"
Bobbin lalu bangun dan menggoyang-goyangkan kepalanya.
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan, kalian tidur saja..."
Bersamaan dengan goyangan kepala itu, para prajurit yang berdatangan seolah terhipnotis dan kemuidan tertidur.

Tentara Bajak Laut Big Mom (Bishop)
Bobbin si Pemberes, Bounty 155.000.000

"Aku akan membereskannya..." ucap Bobbin.
"Bahkan iblis neraka pun, akan datang di Pesta Teh Mama!!"

Dunia Cermin, Chopper dan yang lainnya akhirnya sampai di sebuah cermin yang terhubung dengan kamar Big Mom.
"Apa yang harus kita lakukan!?"
"Paling tidak, aku senang dia masih hidup..."
"Dia besar sekali!!" ucap Nami saat melihat Big Mom.
"Jadi itu salah satu Yonkou ya..."
"Big Mom!!"

"Kenapa dia tidur sambil memegang Brook!?"
Di tangan Big Mom, masih tampak Brook yang terus menerus tak dilepasnya. Sama seperti Big Mom, Brook juga tertidur.
"Dan Brook... Aku kagum dia bisa tidur dalam kondisi seperti itu!! Bangun, Brook!!"

"Mahkluk unik seperti itu, Mama pasti tak akan membiarkannya lolos begitu saja!!" ucap Brulee. "Tapi jangan khawatir, aku akan membuatnya melepaskan temanmu..."
"Eh?"
Brulee kemudian menjerit, "Mamaaaa!! Ini Brulee!! Tol..."
"Kau...!!" Chopper dkk pun langsung menggebuk Brulee, sekalian Diesel di kereta api.
"Sial...!!" bentak Brulee dalam hati. Kini mulutnya diikat.

"Dia tidak bangun, kan??"
Sialnya, Big Mom membuka matanya.
"Dia melihat kita!!" Chopper panik.
"Lalat?" ternyata Big Mom bangun karena melihat lalat.
Bruakkk!!
Big Mom menggeprak lalat yang lewat di depan wajahnya sampai membuat lantai kamarnya hancur. Suara ribut pun membuat Brook terbangun.
"Apa itu tadi!? Apa yang terjadi!? Oh, cuma lalat, oke..." Brook tidur lagi.

Prometheus, Zeus, dan Napoleon langsung tanggap dan ikut menyerang.
"Ada apa!? Apa Mama diserang!?"
"Berani-beraninya menyerang saat Mama tertidur!!"
"Di sana kau rupanya!!"
Baaaammm!! Lalatnya diserang habis.
"Bagaimana kita... Bisa menyelamatkannya!?"
Chopper dkk langsung syok, lalat saja dihancurkan sampai segitunya.

Sementara itu di sisi Sanji, ia telah berada di luar, di kota yang masih hujan, dan seekor anjing mengejarnya lalu menggigit bekal makanan yang dibawanya. "Oi!! Makanan ini bukan untukmu!!"
Sama persis seperti kejadian dulu.

Kembali ke Dunia Cermin, Chopper dkk akhirnya selesai membuat tiruan Brook.
"Bagaimana dengan ini!?"
"Whoaaa!! Sama persis dengannya!!"
"Aku menemukannya di ruangan eksekusi di kastil, lalu beberapa rumput laut yang kutemukan di dapur untuk rambut afronya..."
"Tidak ada bedanya dengan Brook!!" ucap Chopper.
"Kalau kita bisa menukarnya, kurasa Big Mom tak akan menyadarinya, semoga saja..."
"Selama ada Brulee di antara cermin, keluar masuk Dunia Cermin jadi mudah.." ucap Jinbe, sambil memegangi Brulee di antara Dunia Cermin dan Dunia Nyata.
"Akan kuingat semua ini...!! Sialan!!" dalam hati Brulee membentak.

"Yosh, aku akan mencobanya..." Chopper berangkat.
"Hati-hati, Kachopper!!"

Percobaan 1
Chopper kecil berjalan pelan mendekati Big Mom, tapi baru saja sampai di pinggir kasurnya, Big Mom dalam keadaan setengah sadar langsung menggepraknya, "Lalat Bodoh!!!"
Bruaaaakkk!!
Chopper pun kembali tanpa hasil.

Percobaan 2
Kini giliran Carrot yang akan mencoba.
"Aku akan melakukannya!!"
Carrot menggunakan kelincahannya, melompat dan akhirnya sampai di sebelah Brook yang tertidur. "Bangunlah, Brook!!"
Ingus besar Big Mom malah mendorongnya.
Zeus dalah keadaan setengah sadar lalu menyambernya dengan petir,
"Lalat sialan!!"

Percobaan 3
Giliran Pedro yang mencoba, dan Big Mom lagi-lagi menggeprak dengan tangannya. Tapi kali ini, Big Mom menggunakan tangannya yang mencengkram Brook. Brook pun jadi terlepas.
"Bagus!! Big Mom akhirnya melepaskan Brook!!"
"Baik, aku akan pergi!!"

Nami langsung melesat untuk menukar Brook palsu yang dibawanya.
"Brook, bangunlah!! Kami datang untuk menolongmu!!"
Nami sampai di sebelah Brook dan berusaha untuk membangunkannya.
"Brook!!"
Brook bangun dan kaget saat melihat Brook palsu di belakang Nami,
"Eh!? Aku!?"
"Gyaaa!! Hantuuu!!!" Brook malah menjerit.
"Eeeh!?" Nami kaget.
"Masih di sana juga!? Dasar lalat keras kepala!!"

Untungnya Big Mom tidak terlalu menyadarinya, dan tetap berpikir itu hanya lalat. Pada akhirnya, Nami sukses menukar Brook.
Prometheus sempat menyembur dengan api, supaya lalatnya benar-benar musnah, Jinbe buru-buru masuk dan membawa Nami dan Brook kembali ke Dunia Cermin.

Sanji akhirnya sampai di tempat Luffy seharusnya berada. Tapi di sana yang ada hanya prajurit-prajurit Big Mom yang telah tergeletak. Sanji mencari-cari tapi tidak menemukan Luffy.
"Di mana kau hah!?"

Kembali ke Dunia Cermin, Nami langsung membentak Brook. "Kau bikin kaget saja, kenapa malah teriak!? Kami hampir mati!!"
"Yah, setidaknya aku senang kau masih hidup..." ucap Pedro.
"Kupikir aku akan mati!! Ah, aku sudah mati sih..." ucap Brook.
"Dengan keamanan seperti itu, kurasa memang mustahil bisa mencuri salinan Road Poneglyph, maaf sudah membuat nyawamu dalam bahaya..." ucap Pedro.
"Tidak, tidak perlu minta maaf, lagipula ini semua memang untuk kami. Dan seperti katamu, karena kita berdua berhasil menyusup, itu adalah kesempatan sekali seumur hidup. Kalau harus mencuri Poneglyph dari Big Mom lagi, aku ragu bisa melakukannya tanpa pertempuran bajak laut berukuran besar..."
"Ah, ini dia salinannya..." Brook mengambil lembaran kertas dari tengkoraknya.
"Dan ya, ngomong-ngomong aku juga senang kalian masih hidup..."
"Tunggu sebentar, Brook.. Apa ini!? Jangan bilang lembaran kertas ini..." Nami kaget.
"Eh? Ya itu salinan Poneglyph, aku berhasil mendapatkan semuanya tepat sebelum Big Mom muncul dan..." ucap Brook.
Nami dkk pun langsung kaget.
"Kau berhasil mendapatkannya!?"
"Bahkan meski di dalam ada prajurit-prajurit dan sebagainya!?"
"Poneglyph yang diinginkan oleh Yonkou lain juga!? Kau mendapatkannya!?"
"Ah, iya..." Brook biasa saja.

"Eeeh!? Dia mencuri Poneglyph kita!?" dalam hati Brulee kaget.
"Wooow!! Kerja bagus, Brook!!" Nami langsung memeluk Brook.
"Yoho?"
"Bahkan anggota keluarga saja tidak bisa semudah itu masuk ke ruang harta, benar-benar pria yang hebat..." ucap Jinbe.

Kembali ke Sanji, setelah terus menerus mencari, akhirnya ia mendengar suatu suara. Bunyi perut keroncongan seseorang, keras sekali...
Dan dari sana...
Ternyata itu bunyi perut Luffy... uang sudah kering seperti mumi
Sanji tersenyum haru..

Read more

10/27/2016

Sinopsis One Piece 844: Air Mata Sanji, Perpisahan Dengan Luffy Si Topi Jerami

Sinopsis One Piece 844: Air Mata Sanji, Perpisahan Dengan Luffy Si Topi Jerami

Sinopsis One Piece Chapter 844 mengisahkan pertarungan Sanji vs Luffy. Sanji menghajar sang kaptn habis-habisan, sementara Luffy tidak melawan. Luffy sadar, Sanji menyerangnya hanya untuk berpura-pura saja di depan Keluarga Vinsmoke. Meski babak belur, kemudian ditinggalkan oleh sang nakama, Luffy berkeras untuk menunggu Sanji kembali. Katanya, "Tanpamu aku tak akan bisa menjadi Raja Bajak Laut!"

Cerita One Piece 844 berjudul 'Sanji vs Luffy' merupakan kelanjutan chapter sebelumnya. Luffy dan Nami yang berhasil mengalahkan Charlotte Cracker, bertemu dengan iring-iringan kereta kencana Keluarga Vinsmoke. Luffy menyapa Sanji, tetapi justru dibalas sengit oleh sang koki. Luffy heran mengapa Sanji berubah menjadi sosok asing bermulut keji. Sanji menjawab, "Apa kalian masih belum mengerti juga?! Aku sangat tersentuh kalian sudah mencariku jauh-jauh kemari, tapi sayang sekali hal itu tidak perlu."


Sanji menambahkan, "Dibandingkan kalian kelompok bajak laut kecil dan miskin, Big Mom adalah kelompok bajak laut yang besar dan kaya. Mereka adalah pilihan terbaik yang kumiliki. Bagiku, [bergabung dengan mereka] inilah yang disebut kebahagiaan. Dan lagipula, aku ragu kau bisa menjadi Raja Bajak Laut!"

Luffy masih tidak percaya dengan sikap Sanji yang berubah. Tapi, Sanji sudah bertekad melawan Luffy. Oleh karenanya, ia tidak tanggung-tanggung, mengeluarkan jurus terampuhnya Diable Jambe, dengan kaki yang menyala-nyala oleh api. Sanji menendang Luffy hingga terpental ke belakang. Tapi, Luffy sama sekali tidak melawan. Ia hanya bangkit. Sementara, Nami ternganga menyaksikan pertempuran dua temannya ini.

Sanji bertanya mengapa Luffy tidak melawan. Tapi Luffy menegaskan, ia tidak akan membalas, dan ngotot untuk bertahan. Sanji kembali menghajar Luffy. Bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Sang kapten sudah babak belur. Sanji tidak menghentikan serangannya. Nami yang tidak tahan, berteriak mengingatkan, "Berhenti, Sanji! Kami hanya ingin mengajakmu pulang. Luffy bertarung melawan musuh sepanjang hari demi menemuimu di sini!"


-------------------------------------------
 SINOPSIS ONE PIECE
 Chapter 842: The Power of Fullness
 Chapter 841: To the East Blue
 Chapter 840: Iron Mask
 Chapter 839: I Owe You My Life
Chapter 838: Choniki
-----------------------------------------

Luffy mencegah Nami terlibat, memintanya tidak turut campur. Sanji terus menghajarnya hingga akhirnya, tendangannya tepat mengenai kepala Luffy. Kenangan bersama Luffy mengalir di pikiran Sanji. Ajakan pertama Luffy agar dirinya bergabung ke Kelompok Topi Jerami. Tetapi, ia berusaha menegarkan diri. Akhirnya terkapar di atas tanah penuh luka. Sanji berbalik, meninggalkannya untuk kembali ke kereta kencana Keluarga Vinsmoke.


Ketika itulah Nami menghentikannya, "Sanji, tunggu!"
Saat Sanji menoleh, Nami langsung menampar Sanji keras sekali. Dengan geram, Nami berkata, "Selamat tinggal, maaf kami sudah menghawatirkanmu."


Kereta kencana Keluarga Vinsmoke bergerak. Di sebelah sana, tempat yang ditinggalkan Sanji, Luffy bangkit kembali. Dengan wajah dan tubuh penuh luka, Luffy berteriak, "Tunggu Sanji! Apa yang kau katakan itu, aku tahu itu tidak benar-benar datang dari hatimu. Kau pikir aku mau mendengarnya begitu saja!? Jangan bercanda!! Tak peduli berapa kali kau menendangku, yang sakit adalah hatimu!!"


Sanji menutupi wajah. Air mata terjatuh. Ia menangis tanpa suara, tetapi tetap berusaha menyembunyikan hal itu. Sementara, kakak-kakaknya tertawa memperolok.


Luffy pantang menyerah. Ia berteriak, "Perjalanan kita masih berlanjut! Aku tidak akan ke mana-mana dan menunggumu di sini! Kalau kau tak juga kembali, biar saja aku mati kelaparan! Kaulah koki kami! Aku hanya memakan masakanmu!"

"Aku tak peduli meski aku kelaparan! Kau harus kembali, Sanji! Tanpamu ... aku tak akan bisa menjadi Raja Bajak Laut!"
Read more