Showing posts with label sanji vinsmoke. Show all posts
Showing posts with label sanji vinsmoke. Show all posts

6/13/2017

Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

 Sinopsis One Piece Chapter 854: Sanji Pulang Ke Bajak Laut Topi Jerami

Sinopsis One Piece 854 menampilkan terbongkarnya rencana Big Mom dan Pudding untuk menghancurkan Keluarga Vinsmoke oleh Brook. Di saat bersamaan, ketika rencana tampak tidak bakal meleset, Charlotte Opera justru membohongi Big Mom soal lolosnya Luffy dan Nami dari Dunia Buku. Di saat bersamaan, penjagaan terhadap Sanji Vinsmoke juga luput. Sanji berhasil lolos dari kamarnya dengan membawa bento. Tujuannya cuma satu, segera menemui Luffy. Di saat itulah Bobbin memergokinya ...

Cerita One Piece Chapter 854 berjudul 'What Are You Doing?/ Nani Yattenda?/ Apa Yang Kau Lakukan?!' dirilis pada 6 Februari 2017. Bermula dari lolosnya Nami dan Jinbe dari sisa pasukan Charlotte Opera, dua orang ini kemudian bisa bertemu Chopper dan Carrot. Mereka kemudian masuk ke Dunia Cermin milik Charlotte Brulee. Di sinilah Brulee paham Jinbei sudah berkhianat kepada Big Mom. Namun semua percuma karena Brulee tidak bisa memberi informasi apapun kepada Big Mom.

Sementara itu, Big Mom yang menangkap Brook berbincang-bincang dengan Charlotte Pudding tentang peristiwa penembakan Reiju Vinsmoke. Dari sinilah Brook tahu, Pudding tidak sebaik yang selama ini dibayangkan oleh Kelompok Topi Jerami. Tapi, di sisi lain, Brook sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia sudah menjadi tawanan Big Mom.

Sanji yang kini menyadari, Pudding sudah mengkhianati cintanya, tahu bahwa satu-satunya jalan keluar adalah kembali ke Kelompok Topi Jerami. Artinya, ia harus segera menemui Luffy di tempat terakhir kali mereka terpisah, kala Sanji menghajar sang kapten. Dengan sebuah trik, Sanji lolos dengan membawa bekal. Ketika itulah Bobbin, anggota Bajak Laut Big Mom memergokinya. Tapi, Sanji sudah membulatkan tekad. ia menendang Bobbin; dan membuka jalan menuju sang kapten tanpa bisa dihalangi siapapun lagi.

Berikut ini versi teks One Piece Chapter 854 diambil dari versiteks.com.

Prajurit Big Mom terus mengejar Jinbe dan Nami.
"Tutup gerbangnya!! Kepung mereka!!"
"Jangan sampai mereka lolos dari sini!!"

Tak hanya mengejar, beberapa juga menembaki Jinbe dan Nami dengan senapan. Namun meski bertubuh besar, kecepatan lari Jinbe tak mudah untuk mengejar, bahkan sambil membawa Nami di atas punggungnya.
"Kalau begini terus, lama-lama kita bisa terkepung!!" ucap Jinbe.
"Eh!? Apa tidak ada jalan keluar!?" Nami bertanya.
Beberapa pengejar bahkan baru sadar kalau yang mereka kejar adalah Jinbe.
"Itu Boss Jinbe!! Eh...!? Jinbe memberontak!!"
"Bisakah kau mengurus pengejar di belakang kita, Nami!?"
"Ya, aku juga sudah muak dengan orang-orang ini!!"
Dari punggung Jinbe, Nami lalu menggunakan tongkatnya untuk menciptakan awan petir dan menyerang para pengejar di belakang.
"Bagus, yang di depan juga!!"
Blaaaarrrr!!!! Nami menyambar semuanya.
"Gyaaaaahhh!!!"

"Eh!?" Nami kaget. Di antara orang-orang yang disambarnya itu, ada satu sosok yang dikenalnya. Chopper. Ya, Chopper yang baru saja muncul dari Dunia Cermin malah ikut tersambar petir Nami.
"Eeeh!? Chopper!?"
"Kachopper!!" Carrot menjerit, lalu memberitahu Nami, "Nami, kami datang untuk menyelamatkanmu!!"
"Carrot!? Eeh!?? Maaf!!" ucap Nami.

Pada akhirnya, Jinbe dan Nami diselamatkan dan dibawa masuk ke Dunia Cermin.
"Kachopper!! Apa kau baik-baik saja!?" Carrot masih menghawatirkan Chopper.
"Sulit dipercaya, jadi sekarang kita berada di Dunia Cermin ya?" Nami masih terlihat syok.

"Jinbeee!!!" Brulee yang disekap membentak Jinbe, "Kenapa kau bisa bersama orang-orang ini!? Ini jelas-jelas merupakan pengkhianatan!! Kudengar meski kau ingin keluar, tapi kau terlalu takut untuk memutar roulette Mama!!"
"Mama sudah melindungi Pulau Manusia Ikan untukku," ucap Jinbe, "Aku berusaha untuk melakukan segalanya, tapi... hanya bau kematian yang kucium dari roda itu..."
"Roulette?? Pilihanmu tepat karea tidak memutarnya, Jinbe Putra Lautan..." ucap Pedro. "Lima tahun lalu, temanku memutarnya dan nyawanya diambil!! Itu memang didesain supaya semua yang memutarnya mati!!"

"Tentu saja, Bodoh!!" ucap Brulee, "Mama tak akan membiarkan siapa pun yang meninggalkannya tetap hidup!! Para penyusup kecil, dan mantan bajak laut yang setia!! Semua yang datang akan disambut, tapi yang pergi harus mati!! Itulah... Uaaaahhh!!!"
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Brulee sudah diseret lagi.
"Ayo cepat!! Tinggal mencari Luffy, Brook, dan Sanji!"
"Uuuhkkk!!" Diesel menarik mereka semua dengan susah payah, "Beri aku istirahat sebentar dong!! Jumlah kalian terlalu banyak!!"

Di ruang Big Mom, tampak Prometheus si Matahari yang sedang menambal luka di pipinya. "Uuuhk..."
"Ada apa, Prometheus!?" Big Mom bertanya.
"Luka yang diberi oleh Soul King lebih dalam dari dugaanku!! Lukanya terbuka lagi!!"
"Mamamama!! Menyedihkan sekali... Atau, mungkin aku harus memuji kerja bagus orang ini, ini adalah kali pertama kau dilukai, kan!?"

Pudding yang juga ada di ruangan itu lalu bertanya, "Mama... Apa kau akan terus membawa tumpukan tulang itu??"
Dalam hati, Brook yang mendengarnya kaget, "Tumpukan tulang, eh? Tidak sopan sekali, Pudding..."

Tampaknya Brook belum benar-benar sadar akan sifat asli Pudding.
"Tak ada lagi mahkluk seperti ini di dunia ini selain dia, dia adalah seninya jiwa!! Untuk pertama kalinya, alih-alih menyimpannya di museum, aku akan terus membawanya jalan-jalan..."
"Tidakk!!!" jerit Brook dalam hati. Dirinya sudah jadi seperti gantungan kunci.
"Yah, ngomong-ngomong Topi Jerami itu boleh juga, aku tak pernah menyangka dia bisa keluar dari hutan, meski pada akhirnya kita berhasil menangkap mereka dan mengurungnya di perpustakaan..."
"Ya, aku sudah melihatnya, payah sekali.." ucap Pudding.
"Apa kau akan membunuh mereka begitu saja??"
"Ya, setelah pesta..." ucap Pudding.
"Eeh!?" dalam hati Brook kaget, akhirnya ia sadar akan sifat asli Pudding.

"Saat ini Germa pasti sedang menikmati jamuan mereka..."
"Ya, tapi Reiju datang menguntitiku.." ucap Reiju, "Dia punya intuisi yang bagus, tapi tenang saja, aku sudah mengurusnya..."
"Eh!? Jangan bilang kau membunuhnya!?"
"Ayolah, Mama!! Aku cuma menembak kakinya saja!! Aku menembaknya lalu menghapus ingatannya..."
Brook makin tak habis pikir, "I-Ini... Percakapan macam apa ini!? Pudding yang manis... Kenapa... Kenapa..."
"Berhati-hatilah, paham!? Kau itu mempelai yang berharga, kalau ada masalah bisa-bisa semuanya gawat..."
"Yah, paling tidak berkat itu aku jadi bisa mengetes pistol ini.." ucap Pudding. "Tidak salah lagi, meski tubuh Germa sudah dimodifikasi, pistol ini akan menembus mereka bagaikan keju..."
"Yahaha!! Kau memang gadis yang cerdas!! Besok, tembakanmu akan jadi sinyal. Mereka semua akan fokus pada kalian berdua. Saat Sanji, dengan wajah bodohnya hendak mencium dan menyikap ponimu, ia akan melihat mata ketigamu untuk pertama kalinya!!"

"Saat itulah, akhiri dengan dengan sekali tembak!! Tepat di antara kedua matanya. Buat isi kepalanya hancur!! Orang-orang akan kaget!! Dan saat mereka menyadari situasi bahaya, semuanya sudah terlambat!! Vinsmoke yang dalam keadaan tangan kosong akan mendapati pistol-pistol mengarah pada mereka!!"
"Dan sementara mereka menangis ketakutan, darah-darah Vinsmoke akan berhamburan!! Tembakan akan terus mendera bagai kembang api!! Hujan peluru akan terus menembus mayat mereka!! Lantai akan dipenuhi dan tubuh keenam anggota Vinsmoke yang sudah terkoyak!!"

"Saat itulah pesta sesungguhnya akan dimulai!!" Big Mom bicara dengan tatapan yang tampak begitu antusias. "Rayakan!! Dengan kue!! Dengan teh hitam!! Dengan matinya para pemimpin mereka, Pasukan Germa akan menjadi milikku!!"

Di lantai enam, kamar Sanji, salah seorang prajurit mengintip untuk memastikan keberadaannya. Setelah melihat Sanji berbaring di kasurnya, ia pun melapir.
"Tidak salah lagi, saat ini Saji sedang tertidur pulas di ranjangnya..."
"Jangan biarkan dia keluar sampai pagi, dan jangan biarkan siapa pun masuk, terus berjaga..."
"Siap!!"
Penjaga tak sadar kalau yang tidur tertutup selimut itu sebenarnya pelayan Sanji, yang sebelumnya ia titipi mencari bahan masakan. Capek menunggu Sanji kembali, ia pun tidur di kasurnya.

Di lantai 2, pertemuan sedang diadakan.
"Jadi itu berarti Pekoms bersama mereka sampai akhirnya masuk ke wilayah kita.."
"Mereka ke sini untuk membawa kembali Sanji..."
"Pudding membawa 6 orang ke pulau ini.." Mont'd Or melapor.
"Soul King saat ini berada di tangan mama.."
"Pedro meledakkan dirinya sendiri, kan?"
"Benar sekali..." ucap Tamago, di mode ayam.
"Berarti dua sudah dijatuhkan.."
"Lalu di antara empat yang memauki hutan, si kelinci dan si rakun sudah ditangkap, aku mendengar kabarnya dari Kak Brulee pagi ini..."
"4 dari 6 berarti sudah beres, sisanya mereka berdua..."
Mont'd Or menunjuk foto Luffy dan Nami.
"Yang masalah adalah mereka berdua, dan satunya bahkan sudah mengalahkan Kak Cracker dan mampu lolos dari hutan. Mereka sudah ditangkap dan dikurung di Perpustakaan Tahanan, tapi kenapa kudengar sayup-sayup rumor kalau mereka meloloskan diri!? Dan bagaimana dengan berita soal Jinbe ini, Opera!!?"
"Berapa kali harus kujelaskan!? Aku bahkan tak tahu di mana si hiu itu berada!!" Opera membentak.
"Tak ada yang lolos!! Seperti yang Mama perintahkan, aku menyiksa mereka supaya mau buka mulut soal keberadaan Lola!! Tapi mereka tak tahu apa-apa, jadi aku membakar mereka sampai mati!! Aku memang sudah berlebihan, tapi.. Apa kau mau mencurigai saudaramu sendiri, Mont'od Or!?"
Opera memberi laporan palsu pada pertemuan itu. Dalam hati, "Mana mungkin aku melaporkan yang sesungguhnya. Kalau sampai Mama tahu aku membiarkan mereka lolos, bisa-bisa semua sisa umurku diambil..."
Akhirnya, meski masih curiga, Mont'd Or mengiyakannya.
"Jadi kita bisa mencoret mereka berdua juga? Lalu bagaimana dengan Sanji dan Keluarga Vinsmoke lainnya?"
"Semuanya sedang beristirahat di ruangan mereka.."

"Baiklah!! Kalau begitu berarti semua penyusup telah dibereskan!! Persiapan untuk besok telah dilakukan di dapur besar!! Besok, demi Pudding saudari kita tercinta, ayo jadikan pesta pernikahan ini kenangan yang tak akan pernah terlupakan!!" ucap Mont'd Or.
Diam-diam setelah rapat selesai, Mont'd Or memberi perintah pada prajurit keju, "Teruslah berpatroli sampai pagi, aku tidak mempercayai Opera..."
"Siap pak!!"

Reiju masih berdiri di depan jendela yang Luffy terobos, dan luar sana, Sweet city, hujan masih terjadi. Sanji berada di salah satu lorong kastil, duduk di sebelah bekal makanan yang ia buat...
"Ini... Untuk Pudding!? Sial... Apa yang telah kulakukan!? Ini sih makanan favorit mereka, ayo lupakan mereka, lupakan mereka.." ucap Sanji dalam hati.
"Eh!?" seseorang melihat Sanji, Bobin.

"Meski sebentar, tapi aku menikmati waktu bersama mereka. Luffy dan yang lainnya pasti bisa keluar dari sini dengan usaha mereka sendiri..." dalam hati Sanji merenung. "Semua prajurit iblis Vinsmoke akan mati, begitu pula denganku, semuanya akan berjalan sesuai rencana Big Mom..."

"Ah!! Makanan!!" Bobin mendekati Sanji dan mengambil bekal makanannya. Dan ia baru sadar kalau lelaki yang duduk di sebelah makanan itu Sanji. "Eh!? Vinsmoke Sanji!! Bukankah kau... Sedang tidur di kamarmu??"

Sanji jadi teringat kata-kata Luffy sebelumnya, "Kalau kau tidak kembali, maka aku akan mati kelaparan di sini!!"
Sanji pun memandang Bobin dengan tatapan marah, "Jauhkan tanganmu... Daging itu... Bukan untukmu!!"
Baaaammm!!! Sanji menendang Bobin hingga tubuhnya membentur dan menghancurkan tembok lorong.

Prajurit di dekat sana jadi menyadarinya.
"Suara ribut-ribut apa itu!?"
"Asalnya dari sebelah sana!!"
"Kedengarannya seperti tembok yang hancur!!"

Kacamata Bobin sampai pecah, masih dalam kondisi syok ia lalu bertanya-tanya, "Apa yang kau lakukan di sini!?"
Sanji jadi panik, "Apa yang sudah kulakukan!?" ucapnya dalam hati.
Sanji akhirnya mengambil bekal makanan itu dan kabur.

"Oi!! Jangan kabur kau, sialan!!"



Read more

6/06/2017

Sinopsis One Piece Chapter 860: Pembukaan Pesta Teh Berdarah Big Mom

 Sinopsis One Piece Chapter 860: Pembukaan Pesta Teh Berdarah Big Mom

Sinopsis One Piece Chapter 860 menampilkan menit-menit terakhir menjelang dibukanya pesta teh Big Mom dalam rangka pernikahan Sanji Vinsmoke dan Carlotte Puding. Para tamu dari Underwold mulai berdatangan. Sementara Capone Bege yang bertugas sebagai kepala divisi pengamanan tampak serius mengawasi, meski ialah yang bakal menjungkalkan Big Mom. Di sinilah muncul salah satu dari Tiga Komandan Manis, Charlotte Katakuri yang memiliki Kenbunshoku Haki yang bagai bisa meramal masa depan.

Cerita One Piece 860 berjudul '10:00 Opening of the Banquet/ Jū-ji Kaien/ Pukul 10.00: Pembukaan' dirilis pada 27 Maret 2017. Di sini, muncul beberapa tokoh Underworld seperti Morgan si Pemilik Majalah Ekonomi Dunia. Juga Pemilik Bisnis Jenazah, Drug Pelco. Lalu ada pula Raja Pasar Gelap, De Feld si Dewa Bisnis. Nama-nama ini menjadi tamu undangan Big Mom yang bakal menyaksikan pembantaian berdarah Keluarga Vinsmoke. Namun tidak ada yang tahu menahu apa yang bakal terjadi, ketika Big Mom membuka pesta dengan penuh kebahagiaan.

Berikut ini versi teks One Piece 860 dari versiteks.com.

Pekoms diikat di karang bebatuan Pantai Timur Whole Cake Island, sementara Aladine dan krunya bersiap-siap untuk naik kapal, meninggalkannya. Pekoms tentu saja tak terima, "Mau ke mana kalian sebenarnya hah!? Gaoh!!"
"Kami akan meninggalkan negeri ini, semoga seseorang cepat menemukanmu.." ucap Aladine.
"Haah!? Apa Mama tahu tentang semua ini!?"
"Tentu saja tidak!!" ucap Aladine. "Kami akan berada jauh di dalam laut kalau dia tahu!! Semua yang pergi meninggalkannya harus mati, dia yang suka bilang begitu kan!?"
Ya, sesegera mungkin Aladine dan para manusia ikan ingin pergi meninggalkan wilayah kekuasaan Big Mom. "Jinbe berterima kasih banyak padamu, kau tahu..."
Aladine kemudian dengan perpisahannya dengan Jinbe. "Suatu keajaiban aku bisa mendengar cerita Pekoms seperti ini.." ucap Jinbe waktu itu. "Rencana Pembunuhan Big Mom tak akan terelakkan, tapi bisa mengetahui soal rencana Big Mom untuk menghabisi Germa..."
"Kalau Luffy dan teman-temannya sampai tahu soal ini, mereka pasti akan melakukan tindakan gila untuk menolong Sanji.. Dan aku tak bisa berdiam diri saja membiarkan mereka dalam bahaya! Aku akan membantu mereka!!" ucap Jinbe. "Jadi aku tak boleh bertindak setengah-setengah!! Aku akan menghianati Big Mom!!"
"Awalnya, aku berniat untuk menyatakan pengunduran diriku secara langsung padanya, tapi dia malah mengeluarkan roda roulette itu. Di sana tertulis angka yang mewakili jumlah kru yang harus aku korbankan dan aku harus memutarnya. Big Mom tak hanya mau mengambil nyawaku saja!! Hukuman yang terlalu keji!!"
"Karena itulah aku mau kalian semua pergi!! Di hari berlangsungnya pesta, semua kapal Hors D'Oeuvre Mama akan sibuk mengantar kamu, dan keamanan wilayah ini akan sedikit mengendor. Dan ketika sesuatu terjadi pada pesta, keamanan akan semakin terfokus pada pesta, saat itulah kesempatan kalian untuk kabur!!"
Aladine kemudian berkata, "Kami sudah mempersiapkan semuanya, Jinbe. Kau tenang saja. Kami akan melakukan apa saja untuk memastikan kau bisa bebas..."
"Ya, aku tahu..." ucap Jinbe.
"Kau tidak tahu, sialan!!" Aladine membentak, "Kalau perlu kau pasti rela mengorbankan nyawamu sendiri!! Aku tahu itu!!"
"Kalau pada saatnya nanti," ucap Jinbe, "aku bergabung dengan Bajak Laut Topi Jerami, aku sudah memutuskan untuk menggunakan hidupku untuk melindungi kaptenku, Luffy si Topi Jerami!! Dan Aladine, iya atau tidaknya masalah itu bukan masalah apakah akan, tapi masalah waktu saja!!"
"Baiklah, lakukan saja sesukamu..." Aladine memalingkan wajahnya. "Tapi pastikan kau juga melindugi dirimu sendiri, paham? Kami akan menggunakan kapal dan kembali ke Pulau Manusia Ikan. Kau juga menghawatirkannya, kan? Tentang Kerajaan Ryugu..."
"Ah, iya... Maafkan aku.." Jinbe menundukan kepala, merasa bersalah tak bisa berbuat banyak pada kerajaannya.
"Ayolah, Jinbe, kita sudah kenal lama, tak perlu merasa tak enak begitu!!" ucap Aladine, "Yah, mari kita bertemu lagi suatu hari nanti, dalam kondisi hidup!!"

Flash back berakhir, Aladine pun memberi perintah krunya untuk segera naik ke kapal. "Ayo naikkan layar!!"
Sementara Pekoms ditinggalkan terikat sendirian, "Oii!! Tunggu kalian!! Kurang ajar!!"
Di dalam Germa, Judge dan keempat anaknya berjalan menuju tempat diadakannya pesta.
Yonji bertanya-tanya, "Ke mana saja kau, Reiju?"
"Bukan urusanmu, kemarin malam kalian pesta pora minum-minum, kan? Tak ada salahnya aku minta kamar lain.." ucap Reiju.
"Jangan mengurusi urusan orang dewasa, bodoh.." ucap Niji ke Yonji.
"Ayo cepat, tampaknya perayaanya sudah mau mulai di atap.."
"Sanji tidak kabur, kan?"
"Kedua mempelai saat ini sudah siap..." ucap pelayan.
Dalam hati Reiju khawatir, "Apa yang akan kau lakukan, Sanji? Kau tahu betul apa yang akan terjadi, kan!?"

Whole Cake Island begitu ramai, jam dan tanaman bernyanyi-nyanyi menyambut hadirnya pesta, "Mulai!!"
"Dimulai!!"
"Pesta Teh Mama!!"
"Kereta Babi sudah tiba!!"
"Ini dia tamu-tamu undangannya!!"

Dan wajah-wajah sangar pun mulai menampakkan diri satu per satu.
"Mau apa kau kemari, Tukang Jenazah!?" tanya seorang pria gendut besar, Raja Pasar Gelap, De Feld si Dewa Bisnis."
"Jangan banyak omong kau, De Feld!!" jawab pria bersenjata sabit besar, Pemilik Bisnis Jenazah, Drug Pelco.
"Jangan kasar begitu!! Memangnya tukang jenazah tidak boleh ikut merayakan pernikahan?" ucap seorang perempuan, Stussy si Ratu Germo.
"Ya ampun aku senang sekali diundang kemari, ini akan jadi berita besar!!" ucap manusia burung, Big News Morgan si Pemilik Majalah Ekonomi Dunia.
"Tapi berita soal ini sudah lama diketahui di dunia bawah.." ucap raksasa industri gudang, Giberson.
"Ya, benar sekali, tak perlu membesar-besarkannya.." tambah Umit si Pemilik Usaha Penyelundupan.

"Selamat datang semuanya, pemimpin-pemimpin Dunia Bawah!!" Perospero menyambut mereka, "Kita bisa telat kalau masuk lewat kastil, jadi bagaimana kalau langsung saja?? Menggunakan escalator permen!!"
Perospero menggunakan kemampuan permennya untuk menciptakan escalator langsung menuju atap tempat pesta diadakan.

"Hebat!!"
"Berapa kali pun aku melihatnya, ini memang seni yang mengagumkan!!"
"Terima kasih, Mama benci orang yang telat, tahu..." ucap Perospero.
"Oi, tangganya bergerak sendiri..."
"Bagus sekali..."

Para undangan pun bisa naik dengan mudah. Perospero lalu memberi anak-anak di dekatnya permen, "Jangan nakal ya, anak-anak, tiga menit lagi kalian juga bisa menjilat permen tangganya.."
"Ya!!"
Di atas, seorang tamu menolak untuk dicek sebelum masuk. "Buka pintunya!! Aku tak mau menjalani pengecekan sialan ini!!"
"Maaf Pak, tapi kami tak bisa melakukannya.." ucap Bege, yang bertugas sebagai keamanan.
"Apa Big Mom sudah ada di dalam!? Pesta sebelumnya aku juga diundang, tapi tak bisa hadir karena harus menghadiri pemakaman ibuku!! Aku mengirim surat pada Big Mom, dan apa kau tahu balasannya apa!?"

Pria itu adalah pedagang Organ Dunia Bawah, Jigra. Tapi kemudian,
Baaaammm!! Seseorang menembak tepat kepalanya.
"Hei, siapa yang menembak tamu, hah!?"
Seorang pria duduk di atas tembok dan berkata, "Percakapannya akan jadi seperti ini: Dan apa kau tahu balasannya apa!? Kepala ayahku yang harusnya ada di rumah sakit!! Aku ke sini untuk balas dendam!! Buka Gerbangnya!! Kemudian dia akan menembak, lalu dua anak buahmu tewas.."

Pria itu seolah bisa memprediksi apa yang akan dikatakan Jigra tadi.
"Komandan Katakuri!!"
Ya, Komandan Katakuri
Putra kedua Big Mom, harga buronan 1.057.000.000 Berry
"Jadi sebelum itu terjadi, aku melempar permen jelly bean ke kepalanya.. Apa aku salah, Benteng Bege? Katakan pada Mama ini keputusanku, lalu kau akan membalas."
Dalam hati Bege terlihat kesal, "Di antara semua yang ada di pesta ini, orang ini yang paling merepotkan. Haki pengamatannya begitu terlatih sampai-sampai bisa melihat sesaat ke masa depan, monster dengan harga buronan di atas satu milyar!!"
Tapi ujung-ujungnya benar saja, ia membalas, "Baiklah kalau begitu..."

Di dalam, ada Smoothie yang menyambut para tamu.
"Mari mari silakan masuk..."
"Wow, pesta yang diadakannya memang selalu lezat!!"
"Selamat datang, para tamu undangan, mau minum??"
"Oh!! Smoothie!!"

Smoothie menyiapkan beberapa gelas kosong. Dan di sebelahnya ada:
"Aku punya batuan lahar dari gunung berapi, pelayan cantik yang sudah membunuh 100 orang, dan jerafah yang tangisannya aneh!!"
Yah, dengan kemampuannya Smoothie memang bisa memeras apa saja menjadi minuman.
"Aku mau segelas jerafah dong..."
"Baiklah.."

Tak perlu waktu lama, jerafah hidup diperas hingga menjadi minuman.
"Kyaaa!!"
"Rasanya luar biasa!!"
"Di mulut terasa menyegarkan..."

Dan akhirnya, yang ditunggu-tunggu...
"Sudah waktunya!!"
Big Mom muncul di hadapan mereka semua, pesta dimulai.
"Oh itu Big Mom!!"
"Terima kasih semuanya!! Yang sudah datang dari jauh maupun dekat!! Lihat kanan dan kiri kalian!! Semuanya bisa kalian nikmati!! Nikmati semua yang akan terjadi di sini hari ini!!"


Read more

10/13/2016

Sinopsis One Piece Chapter 841: Kisah Pilu Sanji Vinsmoke Anak Yang Tidak Dianggap Sang Ayah


Sinopsis One Piece Chapter 841: Kisah Pilu Sanji Vinsmoke Anak Yang Tidak Dianggap Sang Ayah


Sinopsis One Piece Chapter 841 menampilkan kisah masa lalu Sanji yang dianggap sudah mati, dan tidak diakui sebagai anak oleh ayahnya sendiri, Jajji Vinsmoke. Ditempa penderitaan justru membuka hati Sanji untuk lebih peka. Ia belajar memasak untuk sang ibunda, yang akhirnya meninggal. Ketika terjadi perang di East Blue, Sanji yang ada di penjara, dibebaskan oleh sang kakak, Reiju. Jajji mengetahui hal ini, tetapi membiarkan Sanji pergi dengan ucapan yang sangat menyakitkan, "Dalam situasi apapun, jangan pernah akui dan nyatakan dirimu sebagai anakku!"

Cerita One Piece 841 berjudul 'Īsuto Burū e/ Menuju East Blue/ To the East Blue' dirilis pada 3 Oktober 2016. Sanji yang dipenjara karena dianggap mempermalukan sang ayah dengan kelemahannya, tidak bisa berbuat apa-apa. Isu berkenbang jika Jajji Vinsmoke menyembunyikan selingkuhan, karena Sanji sebelumnya sudah dideklarasikan mati. Tapi kehidupan Sanji terus berlanjut. Ia ingat kisah masa lalunya dengan sang ibu yang indah.

Sanji nekat mendatangi ibundanya yang berada di distrik kesehatan seorang sendiri. Sanji yang sangat cinta kepada sang ibu, sudah menyiapkan makanan buatan sendiri. Di bawah hujan, ia basah kuyup. Penuh perjuangan ia sampai ke tempat sang ibu yang sakit, tetapi menyambut Sanji dengan ceria. Awalnya, Epony, pelayan ibu Sanji mengganti makanan buatan Sanji dengan makanan yang enak, karena tentulah makanan buatan anak kecil tidak bakal memenuhi standar selera. Namun, ibu Sanji justru ingin menyantap makanan buatan anaknya.

Meskipun aslinya tidak enak, ibu Sanji tetap tersenyum menyantapnya, dan berkata, "Mmmm! Rasanya enak!Apakah nanti Sanji mau membuatkannya untuk Ibu lagi?". Ucapan itu yang selalu terkenang di pikiran Sanji, karena tak lama kemudian sang ibu meninggal sebelum merasakan makanan buatannya lagi. Oleh karena itu, di dalam penjara, Sanji meminta pelayan memberikannya buku masakan dan alat-alat memasak. Permintaan 'aneh' ini dikabulkan dengan penuh tanda tanya ....

Sanji tetap dibully oleh kakak dan adiknya selama dipenjara. Ia dipukul dan ditendang. Di sinilah kemudian terlihat Reiju sedikit berpihak kepada sang adik. Sejatinya Reiju tidak ingin membela Sanji. Tetapi ia masih punya empati, berbeda dengan ketiga saudaranya yang lain. Reiju berkata, "Mereka tidak bisa merasakan emosi,seperti empati ataupun simpati.  Modifikasinya juga sudah berhasil dilakukan di tubuhku, tapi aku tidak sama seperti mereka."

Saat itu, Kerajaan Germa tengah berada di East Blue untuk berperang. Dalam situasi hiruk-pikuk itu, Sanji berkata kepada Reiju. "Jika sekarang aku lari ke East Blue, aku tidak perlu melihat wajah ayah lagi. Iya kan?." Reiju yang tersentuh, tergerak. Ia menggunakan kekuatannya untuk membebaskan Sanji.

Tetapi di tengah pelariannya, Sanji bertemu dengan Jajji Vinsmoke. Sanji merasa, habislah sudah. Ajaibnya sang ayah justru tidak melenyapkannya. Jajji mempersilakan Sanji pergi dengan kata-kata paling menyakitkan, "Dalam situasi apapun, jangan pernah akui dan nyatakan dirimu sebagai anakku. Kau satu-satunya kecacatan yang ada dalam hidupku, satu-satunya yang membuatku malu. Apakah sudah jelas?"

Berurai air mata, Sanji kabur. Ketika itu muncul kapal yang tidak terlibat perang dan diabaikan oleh pasukan Kerajaan Germa. Reiju memaksa Sanji untuk menumpang kapal tersebut, "Dunia itu begitu besar. Suatu hari nanti kau pasti akan bertemu dengan orang-orang yang akan memperlakukanmu seperti seharusnya. Pergi!
Jangan pernah berpaling dan jangan pernah kembali!"

Dari sanalah kemudian Sanji bertemu dengan Zeff kelak ...

Kembali ke saat ini, Sanji yang babak belur dihajar oleh Niji, dirawat oleh Reiju. Sang kakak tidak menyangka, Sanji rela dihajar hanya agar Zeff tidak dijadikan sasaran oleh keluarga Vinsmoke.

Sementara itu, di Hutan Rayuan, pertarungan Luffy vs Charlotte Cracker sudah memakan waktu lebih dari 11 jam. Luffy punya satu cara untuk mengalahkan Cracker, yaitu dengan menyantap semua Kesatria Biskuitnya. Tapi hal ini membuat perut Luffy semakin membuncit, sementara pasukan buatan Cracker tidak ada habisnya.

Read more

7/29/2016

Sinopsis One Piece Chapter 832: Kerajaan Germa Penguasa North Blue + Kemunculan Vinsmoke Judge/Jajji


Sinopsis One Piece Chapter 832: Kerajaan Germa Penguasa North Blue + Kemunculan Vinsmoke Judge/Jajji


 Sinopsis One Piece Chapter 832 berfokus pada dua titik, yang pertama adalah Kerajaan Germa yang ingin sekali lagi menguasai North Blue. Kerajaan yang dikendalikan oleh Keluarga Vinsmoke ini dipimpin oleh ayah Sanji, Vinsmoke Judje atau Vinsmoke Jajji. Sementara itu, di Hutan Perayu, Luffy dan kawan-kawan masih kebingungan karena kemana pun mereka bergerak, mereka hanya mengarah pada tempat yang sama. Muncullah Charlotte Brûlée, anak kedelapan Big Mom alias Charlotte Linlin yang selama ini menjebak mereka.

Cerita One Piece 832 berjudul 'Jeruma Ōkoku' atau 'Kingdom of Germa' atau 'Kerajaan Germa'. Cerita yang dirilis pada 16 Juli 2016 ini dimulai dari kelompok Luffy, Nami, Chopper, dan Carrot yang masih terjebak di Hutan Perayu. Carrot harus bertarung dengan anak buah Big Mom, si kelinci Randolph. Nami bersaha memandu kawan-kawannya pergi, tetapi meski sudah berlari jauh, mereka kembali ke tempat Raksasa yang membenamkan dirinya ke dalam tanah, cuma menyisakan kepala saja.

Nami yang melihat dua Luffy bertarung, mengajak kembali ke pantai. Salah satu Luffy mengikuti Nami, sementara yang lain berlari ke arah berlawanan. Tapi, lagi-lagi upaya ke pantai membuat mereka berlari ke tempat raksasa barusan. Barulah Nami sadar, bahwa ada yang aneh di hutan ini. Ternyata benar, segala sesuatu di hutan itu mulai hidup dan berbicara. Pohon-pohon, bunga-bunga, dan yang lain. Luffy yang bersama Nami, ternyata Luffy Palsu. Ia mengubah wujud ke bentuk asli, Charlotte Brulee yang buruk rupa dan berhidung panjang. Brulee yang cemburu pada kecantikan Carrot dan Nami, ingin mengiris-iris wajah mereka ...

Di lain tempat, di danau Apricokko, kapal demi kapal Germa 66 yang berbentuk Denden Mushi raksasa, satu demi satu merapat. Mereka membentuk formasi luar biasa, menyusun kastil Kerajaan Germa yang dipimpin oleh Keluarga Vinsmoke. Di sinilah Sanji tengah berada. Ia ditemani oleh Vinsmoke Reiju, sang kakak sulung dan satu-satunya anak perempuan keluarga Vinsmoke.

Germa satu-satunya kerajaan berjalan yang ada di dunia, tidak memiliki daerah kekuasaan darat. Puluhan kapalnya berlayar di lautan, dan ketika semuanya kembali, saat itulah mereka bergabung lagi menjadi sebuah negeri. Negeri ini dipimpin oleh Vinsmoke, keluarga yang dikenal sebagai penguasa North Blue di masa lalu. Kerajaan berjalan ini dikenal sebagai Kerajaan Germa. Dengan pasukan kuat yang dikenal dengan nama Germa 66, yang ditakuti di seluruh dunia bahkan sampai saat ini.

Sanji menegaskan dirinya tidak mau berada di Keluarga Vinsmoke. Ia juga tidak ingin menikah dengan Charlotte Puding/Purin. Sanji mencela foto sang ayah yang berada di atas raja-raja yang ia kalahkan. Namun Reiju membela, "Mimpi ayah kita adalah membuat Germa menguasai North Blue sekali lagi, lagipula tidak ada yang salah dengan pria yang memperlihatkan kemasyuran dan kekuatannya."

Ketika itulah Vinsmoke Jajji muncul. Ayah Sanji ini berperawakan raksasa dan mengenakan topeng. Ia bertanya tentang yang dilakukan Sanji kepada sang adik, Yonji. Sanji tak menggubris, sehingga sang ayah berkata, "Ayo kita selesaikan ini di luar. Pria sejati selayaknya bicara menggunakan tinju mereka."


 -----------------------------------------------------------
Sinopsis One Piece (Manga) dapat dilihat di bawah ini
Chapter 891
 Chapter 877
Chapter 876
Chapter 875
Chapter 874
Chapter 873
Chapter 872
Chapter 871
Chapter 870
Chapter 869
Chapter 868
Chapter 867
Chapter 866
Chapter 865
Chapter 864
Chapter 863
Chapter 862
Chapter 861
Chapter 852
Chapter 850
 -----------------------------------------------------------

Read more

6/08/2016

One Piece Trivia: Inilah Mimpi Terbesar Kru Bajak Laut Topi Jerami

One Piece Trivia: Inilah Mimpi Terbesar Kru Bajak Laut Topi Jerami

Dalam One Piece trivia kali ini kita akan membahas mimpi terbesar kru Bajak Laut Topi Jerami. Perjalanan mereka mengarungi samudera bukan hanya sekadar demi menemukan One Piece, atau memastikan Monkey D Luffy sang kapten, menjadi raja Bajak Laut. Masing-masing kru memiliki mimpi terpendam. Apa saja mimpi Zoro, Nami, Sanji, Usopp, Chopper, Robin, Franky, dan Brook? Apakah mereka bakal mewujudkannya di akhir kisah One Piece?


Monkey D. Luffy
Mimpi Luffy adalah menjadi raja bajak laut, yang berarti meneruskan jejak Gol D. Roger, raja bajak laut terdahulu yang mati oleh eksekusi Angkatan Laut. Selain itu, Luffy juga bermimpi bisa mengembalikan topi jerami yang diberikan Shanks Si Rambut Merah kepadanya. Shanks, ketika Luffy masih 10 tahun, berkata, Luffy mesti mengembalikan topi tersebut saat sudah menjadi bajak laut yang tangguh.

Roronoa Zoro
Mimpi Zoro adalah menjadi ahli pedang nomor satu di dunia. Saat ini, gelar tersebut dipegang oleh Dracule Mihawk, salah satu Shichibukai yang 'tragisnya' menjadi mentor Zoro alias melatih calon musuh terkuatnya sendiri.
   
Nami
Mimpi Nami adalah menggambar peta seluruh dunia di One Piece. Sebelumnya Nami juga bermimpi bisa mengumpulkan 100 juta berry yang merupakan syarat dari Arlong untuk membebaskan desa kelahirannya, desa Cocoyasi. Namun, mimpi yang satu ini, sudah terlewat berkat Luffy yang menaklukkan Arlong.

Usopp
Mimpi Usopp sangatlah banyak. Yang paling utama, ia ingin menjadi petarung gagah berani seperti sang ayah, Yasopp yang merupakan anggota Bajak Laut Rambut Merah. Usopp juga pernah bermimpi mengunjungi Elbaf, tanah para pahlawan. Lalu, pasca time skip, Usopp ingin menjadi raja sniper.

Sanji
Mimpi Sanji adalah menemukan All Blue, samudera legendaris yang menjadi tempat pertemuan empat samudera yang memisahkan dunia One Piece. All Blue dihuni ikan dari seluruh dunia sehingga Sanji juga pastunya, berharap bisa menciptakan masakan terlezat di dunia. Sanji juga pernah bermimpi berkunjung ke Pulau Manusia Ikan untuk bersua dengan duyung. Mimpinya yang satu ini sudah terkabul.

Tony Tony Chopper
Mimpi Chopper adalah menjadi dokter hebat yang bisa menyembuhkan semua penyakit, seperti Dr. Hiluluk. Chopper juga berharap bisa berkeliling dunia bersam a teman-temannya.

Nico Robin
Mimpi Robin adalah menemukan Rio Poneglyph yang mengungkap rahasia sesungguhnya dari dunia One Piece, termasuk sejarah dari Abad Yang Hilang (Void Century).

Franky
Mimpi Franky adalah menciptakan kapal impian yang melewati sekian pertarungan dan melewati semua marabahaya, plus bisa mencapai ujung Grand Line. Saat ini mimpi itu perlahan terwujud melalui keberadaan kapal buatannya, Thousand Sunny.

Brook
Mimpi Brook adalah bertemu dengan Laboon, paus yang ditinggalkan oleh rekan-rekannya Bajak Laut Rumbar.



----------------------------------------------------


Sinopsis One Piece bisa dilihat di bawah ini 
Chapter 827
Chapter 826
Chapter 825
Chapter 818

 ----------------------------------------------------


Berikut ini sinopsis manga One Piece terjemahan Indonesia
Volume 44
Volume 45
Volume 51
Volume 52 
Volume 54
Volume 55
Volume 56
Volume 57 
Volume 59

Volume 64
Volume 66
Volume 67
Volume 68
Volume 69

Volume 73
Volume 74
Volume 75
Volume 76



Read more

6/04/2016

Teori One Piece: Sanji Yang Anti Memakai Tangan, Kontras Dengan Sejarah Keluarga Vinsmoke

 Teori One Piece: Sanji Yang Anti Memakai Tangan, Kontras Dengan Sejarah Keluarga Vinsmoke

Dalam teori One Piece kali ini kita akan membahas keunikan Sanji, yang selama ini 'anti memakai tangan' dalam bertarung. Tampaknya Sanji ingin mengontraskan diri dengan sejarah keluarga Vinsmoke yang terungkap di Chapter 826. Bukan tidak mungkin, dengan semakin mendekatnya One Piece menuju akhir, Sanji pada akhirnya mengeluarkan kekuatan tersembunyi di tangannya, tinju besi ala Keluarga Vinsmoke.

Selama ini Sanji dikenal dengan kekuatan ampuh kaki kirinya, sehingga berjuluk Kuroashi, alias Si Kaki Hitam. Ia mewarisi kekuatan ini dari sang mentor sekaligus chef utama di Baratie, Zeff yang berjuluk Si Kaki Merah/ Red Leg. Kekuatan Sanji kemudian berkembang berkat tempaan Emporio Ivankov dan para okama di Kerajaan Kamabacca.

Selama ini, Sanji nyaris tidak pernah melakukan dua hal, yaitu melawan wanita dan menggunakan tangan. Ia sengaja mengurangi kekuatan ketika melawan Califa di Ennies Lobby, bahkan terburu-buru ingin menyelesaikan pertarungan, karena keyakinan Sanji, wanita harus dihormati dan dijunjung tinggi. Sementara, satu-satunya kesempatan kala Sanji mengeluarkan jurus dengan tangan, adalah ketika melawan Wanze, anggota CP-7.

Yang menarik kala melawan Wanze tersebut, Sanji berkata, "Aku punya kebijakan untuk tidak memakai tinju koki yang agung, atau pisau dapur dalam sebuah pertempuran." Alasan Sanji mengalahkan Wanze dengan teknik permainan pisau, adalah karena lokasi pertarungan adalah  dapur kereta ... dan lawannya Wanze, memiliki baju zirah berupa ramen, yang merupakan bahan baku yang bisa disayat-sayat atau dipotong koki sesuka hati.

Yang menarik adalah, ucapan Pekoms dan Brook tentang Keluarga Vinsmoke. Mereka menyebut, "Keluarga Vinsmoke adalah nama garis keturunan keluarga kerajaan, sebuah klan yang dahulu kala pernah menguasai seluruh North Blue dengan tinju besi mereka." Selain itu Germa adalah pasukan tempur yang memiliki teknologi modern.

Tentu sedikit aneh membandingkan Sanji yang terbiasa menggunakan kaki saja ketika bertarung, dengan keluarga Vinsmoke yang terkenal dengan tinju besi mereka. Bisa jadi, ini adalah kebijakan Sanji yang ingin memisahkan diri dari keluarganya sejak lama. Dengan demikain, kekuatan tinju besi Sanji tidak pernah dihidupkan, alias disembunyikan.


Jika melihat kisah-kisah lain dalam tradisi manga Jepang, biasanya menjelang akhir kisah sebuah manga, maka para tokoh utama akan mendapatkan jurus baru yang mengoptimalkan semua kemampuan yang mereka miliki. Dan Sanji, yang saat ini kekuatan tinju besinya masih tersembunyi, bisa saja mengaktifkan kekuatan itu. Namun, apakah hal itu akan terjadi di Whole Cake Island Arc, ketika rekan-rekannya harus bertarung dengan Bajak Laut Big Mom?



----------------------------------------------------


Sinopsis One Piece bisa dilihat di bawah ini 
Chapter 825
Chapter 824
Chapter 823
Chapter 822
Chapter 821
Chapter 820
Chapter 819
Chapter 818

 ----------------------------------------------------


Berikut ini sinopsis manga One Piece terjemahan Indonesia
Volume 44
Volume 45
Volume 51
Volume 52 
Volume 54
Volume 55
Volume 56
Volume 57 
Volume 59

Volume 64
Volume 66
Volume 67
Volume 68
Volume 69

Volume 73
Volume 74
Volume 75
Volume 76
Read more

6/02/2016

One Piece Trivia: Jumlah Bounty Sanji & Status Dari Dead or Alive Jadi Only Alive

 

Dalam One Piece trivia kali ini kita akan membahas jumlah bounty Sanji dari masa ke masa. Ketika pertama kali Bajak Laut Topi Jerami diumumkan sebagai lawan Angkatan Laut, nama Sanji belum tercantum. Namun, setelah sekian petualangan bounty Sanji terus meningkat. Yang menarik, ayah Sanji, ketua keluarga Vinsmoke ternyata yang membuat pengaruh sehingga status sang anak yang awalnya Dead or Alive menjadi hanya 'Only Alive'.

Sanji adalah member kelima dalam Bajak Laut Topi Jerami, setelah Luffy, Zoro, Nami, dan Usopp. Ia bergabung ke kelompok tersebut setelah berpisah dari Zeff sang master chef dari restoran terapung Baratie. Bicara ketangguhan, Sanji termasuk dalam trio monster di Bajak Laut Topi Jerami. Ia sejajar dengan Zoro, dan saling berebut posisi nomor dua setelah Luffy.

Sanji baru mendapatkan bounty setelah Ennies Lobby Arc. Andilnya dalam mengacaukan pengadilan Pemerintahan Dunia tersebut, ditambah keberhasilan Sanji mengalahkan Jabra, membuat bounty Sanji seharga 77.000.000 berry. Sebagai catatan, poster Sanji yang ditampilkan hanyalah berupa sketsa semata, bukan foto asli. Hal ini terjadi karena Attach yang bertugas dalam memotret para buronan, lupa membuka lensa kameranya. Sketsa gambar Sanji sendiri, sangat mirip dengan Duval Si Topeng Besi, yang membuat para pemburu Sanji dan Angkatan Laut mengira Duval adalah Sanji.




Bounty Sanji tersebut bertahan hingga time skip. Barulah setelah insiden Dressrosa, bounty Sanji melambung jadi 177.000.000 berry. Fotonya pun sudah foto asli. Tetapi, yang tampak adalah foto Sanji yang tengah mesum, dengan mata yang berbentuk tanda cinta. Ada catatan lain, yaitu tulisan "Dead or Alive" (hidup atau mati) diubah menjadi "Only Alive".

Belakangan diketahui jika perubahan tersebut terjadi karena pengaruh ayah Sanji, ketua keluarga Vinsmoke. Di satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa sang ayah sangat peduli kepada anaknya, agar bisa bertahan hidup, meski ada kemungkinan seluruh bajak laut Topi Jerami dibunuh Angkatan Laut. Di sisi lain, perubahan status Sanji ini menunjukkan jika keluarga Vinsmoke memiliki koneksi istimewa dengan Pemerintahan Dunia, atau mungkin ada di atas mereka secara umum, sehingga bisa melakukan perubahan status Sanji.


----------------------------------------------------


Sinopsis One Piece bisa dilihat di bawah ini 
Chapter 827
Chapter 826
Chapter 825
Chapter 818

 ----------------------------------------------------


Berikut ini sinopsis manga One Piece terjemahan Indonesia
Volume 44
Volume 45
Volume 51
Volume 52 
Volume 54
Volume 55
Volume 56
Volume 57 
Volume 59

Volume 64
Volume 66
Volume 67
Volume 68
Volume 69

Volume 73
Volume 74
Volume 75
Volume 76

Read more

One Piece Trivia: Panggilan Trafalgar Law Untuk Kru Bajak Laut Topi Jerami




Dalam One Piece trivia kali ini kita akan membahas panggilan Trafalgar Law untuk para kru Bajak Laut Topi Jerami. Law termasuk salah satu orang di dunia One Piece yang sangat sopan dalam memanggil sosok-sosok di sekitarnya. Bukan cuma karena menambahkan akhiran -ya di ujung panggilan, seperti Mugiwara-ya (Tuan Topi Jerami). Tetapi juga karena pilihan kata unik untuk memanggil kru Topi Jerami.

Penampilan pertama Trafalgar D. Law terjadi di volume 51 ketika Shackey (Shakuyaku) memperkenalkan sebelas supernova Bajak Laut. Kesan yang didapatkan kala itu adalah, Law sosok yang kurang ajar. Dia mengacungkan jari tengah kepada Eustass Kid, sesama supernova yang terkenal emosional, mudah marah. Malahan ketika itu Kid menyebut, "Buronan dari South Blue senilai 200 juta berry, Trafalgar La! Banyak berita miring tentangnya, termasuk dalam sopan santun."

Namun seiring dengan perjalanan waktu, Trafalgar Law justru memberi kesan yang berbeda. Ia memanggil kebanyakan orang dengan tambahan akhiran -ya. Dalam penjelasan Eiichiro Oda diungkapkan, akhiran -ya itu diambil dari panggilan pada sekitar zaman Edo. Sebagai contoh, ada dua orang yang sama-sama dipanggil dengan "Tomekichi-san". Untuk membedakan keduanya, digunakanlah akhiran -ya pada jenis pekerjaan masing-masing.

Dengan demikian, sebagai contoh penerapannnya, ada "Dōgu-ya no Tomekichi" (Tuan Tomekichi yang bekerja/ pemilik toko peralatan) atau "Oke-ya no Tomekichi" (Tuan Tomekichi yang pembuat bak mandi). Panggilan ~ya sendiri, juga digunakan pada nama belakang seseorang. Dalam hal ini, Trafalgar Law 'mematuhi aturan' penggunaan akhiran ~ya untuk panggilan kepada kru Bajak Laut Topi Jerami.

Untuk memanggil Luffy, ia memakai panggilan 'Mugiwara-ya' (Tuan Topi Jerami) yang merujuk pada identitas Luffy. Hal yang sama dilakukan Law untuk Brook, yang dipanggil Hone-ya (Tuan Kerangka/ Tuan Tengkorak/ Tuan Tulang). Selain itu Franky disebtu Robo-ya (Tuan Robot), Usopp dipanggil Hana-ya (Tuan Hidung), dan Sanji dipanggil Kuroashi-ya (Tuan Kaki Hitam).

Namun untuk kru-kru lain, Law memakai nama belakang mereka dengan tambahan akhiran -ya. Seperti Robin, yang dipanggilnya Nico-ya (Miss Nico -nama keluarga Robin-), Chopper yang dipangil Tony-ya (Tuan Tony -nama belakang Chopper). Untuk Zoro dan Nami, ada perkecualian. Meskipun seharusnya Law memanggil Zoro dengan Roronoa-ya, tetapi ia memilih panggilan Zoro-ya. Sementara Nami, karena sejauh ini ia baru terungkap punya nama 'Nami' saja (tanpa nama belakang), Law memanggilnya Nami-ya.

----------------------------------------------------

Sinopsis One Piece bisa dilihat di bawah ini 
Chapter 825
Chapter 818

 ----------------------------------------------------

Berikut ini sinopsis manga One Piece terjemahan Indonesia
Volume 44
Volume 45
Volume 57 
Volume 59

Volume 64
Volume 66
Volume 67
Volume 68
Volume 69

Volume 73
Volume 74
Volume 75
Volume 76

Read more

5/13/2016

Karakter One Piece: Siapakah Sora Yang Melawan Germa 66 di WE Times?

Karakter One Piece: Siapakah Sora Yang Melawan Germa 66 di WE Times?Dalam karakter One Piece ini kita akan membahas siapakah Sora yang melawan Germa 66 di komik strip WE (World Economic) Times. Seiring dengan terungkapnya Germa 66 bukan sekadar karakter fiksi, melainkan benar-benar organisasi paramiliter di New World, mungkinkah Sora sebenarnya juga tokoh nyata yang 'dikomikkan'? Jika demikian, apakah Sora adalah 'kartu as' Angkatan Laut yang paling tangguh? Ataukah ia adalah mantan jenderal yang sudah pensiun, Sengoku?

Di Chapter 825 One Piece, ada percakapan menarik antara Vito, anggota Bajak Laut Big Mom, dengan Sanji. Vito mengisahkan masa kecilnya yang 'hobi melahap' komik strip di World Economic Times. Komik strip itu sendiri menampilkan tokoh fiktif Sora, Sang Kesatria Samudera. Sora ini demikian tangguh dan menjadi pahlawan Angkatan Laut. Ia dihadapkan dengan musuh utama, Germa 66, yang disebut-sebut sebagai tentara iblis.

Seperti yang sudah jamak diketahui, Pemerintahan Dunia (World Government) dan Angkatan Laut kerap melalukan propaganda untuk dua hal. Yang pertama, menunjukkan kekuatan mereka agar para pemberontak atau bajak laut jerih. Yang kedua, pameran kekuatan itu juga digunakan untuk menciptakan rasa aman kepada rakyat yang menghuni dunia One Piece.

Sebagai contoh, propaganda Angkatan Laut pernah terjadi ketika Gol D. Roger menyerahkan diri. Kala itu berita-berita yang muncul, justru menyebut Sang Raja Bajak Laut tertangkap. Tentu ada perbedaan besar antara menyerahkan diri dan tertangkap. Ketika Gol D. Roger yang luar biasa dicitrakan tertangkap, hal ini dapat menaikkan popularitas Angkatan Laut, menakut-nakuti para bajak laut, dan membuat rakyat merasa Angkatan Laut 'lebih tangguh daripada kenyataan'.


Kemunculan Sora di WE Times pun demikian. Sora sang pahlawan super, memakai seragam khas angkatan laut. Di sayapnya, terdapat lambang Angkatan Laut yang disatukan dengan lambang World Government. Keberhasilan Sora mengalahkan musuh, seperti diungkap Vito, normalnya membuat anak-anak jatuh cinta kepada Sora, dan menjadikan Sora sebagai idola. Dalam satu sisi, propaganda halus pemerintah dunia ini bisa membuat anak-anak tertarik masuk Angkatan Laut, mengidolakan mereka, sekaligus membenci semua hal yang berbau kejahatan, bajak laut, atau Germa 66.

Dalam komik strip WE Times, munculnya Germa 66 bisa saja digunakan Pemerintahan Dunia untuk 'menipu' rakyat di dunia One Piece. Propaganda terselubungnya adalah, ternyata Germa 66 cuma mitos, bukan tentara iblis yang nyata. Banyak rakyat yang percaya hal ini, termasuk Nami ketika pertama kali diceritakan oleh Pekoms tentang Germa 66. Dengan propaganda ini, rakyat akan abai dengan Germa 66 yang sebenarnya, dan tidak akan memiliki rasa takut 'berlebihan' bakal berpapasan dengan Germa 66 ketika berlayar di New World.

Sora sendiri, bertarung melawan Germa 66 dengan bantuan robot yang bisa bertransformasi dan binatang peliharaannya, burung camar. Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan, jangan-jangan Sora sendiri bukan tokoh yang sepenuhnya fiktif. Ia bisa saja Jenderal Sengoku di masa muda, yang bisa berubah menjadi Buddha berkat Hito Hito no Mi. Camar yang ada di kepala Sora, mengingatkan kita pada topi burung camar milik Jenderal Sengoku yang salah satu contohnya bisa dilihat dalam Perang Puncak di Marine Ford.

Tapi apakah Sora benar-benar nyata, dan apakah Sora adalah Jenderal Sengoku di masa muda? Eiichiro Oda biasanya punya banyak kejutan, dan jawaban tidak akan semudah itu.
Read more

4/23/2016

Teori One Piece: Siapakah Charlotte Puding Calon Istri Sanji Vinsmoke?

Teori One Piece: Siapakah Charlotte Puding Calon Istri Sanji Vinsmoke? 

Teori One Piece kali ini akan membahas siapakah Charlotte Puding, yang menjadi calon istri Sanji Vinsmoke? Apakah ia karakter yang sama dengan yang muncul ketika pertama kali Yonko Big Mom mendapatkan laporan Baron Tamago dan Pekoms tentang permen Pulau Gyojin? Lalu, apakah Sanji rela kehilangan statusnya sebagai pencinta wanita demi mendapatkan Puding dalam perjodohan ini?

Sampai sekarang teori tentang Sanji Vinsmoke masih misterius. Keluarga Sanji, Vinsmoke, masih belum terungkap hingga Chapter 824 yang dirilis pada April 2016. Yang bisa benar-benar diamati dari keluarga ini adalah, mereka memiliki tradisi sebagai pembunuh. Nami, sebagai salah satu Kru Bajak Laut Topi Jerami yang paling cerdas selain Robin, menyebut keluarga Vinsmoke  mengontrol Germa 66. Akan halnya Germa 66 sendiri adalah organisasi paramiliter di bawah payung Big Mom Sang Yonko.

Keluarga Vinsmoke juga dicurigai memilki 'koneksi belakang' dengan World Government atau Angkatan Laut. Hal ini diungkap sendiri oleh Sanji terkait statusnya yang berubah, dalam poster buruan, yang awalnya 'Dead or Alive' menjadi 'Only Alive'.

---------------------------------

Sinopsis One Piece bisa dilihat di bawah ini 
-------------------------------
Ada juga teori tambahan, mungkin saja keluarga Vinsmoke berkepentingan agar wajah Sanji tidak diketahui publik sehingga poster pertamanya adalah gambar ilustrasi (yang sangat mirip Duval), sementara poster keduanya adalah foto Sanji yang dimabuk asmara. Namun, teori ini belum tentu sepenuhnya tepat, Pasalyan, di volume 45, seorang anggota Angkatan Laut menyebut, ia tidak bisa mendapatkan foto Sanji, hasil jepretannya hitam. Hal ini dijawab oleh atasannya, bisa jadi karena ia lupa membuka lensa.

Melihat adanya pernikahan Keluarga Vinsmoke dengan keluarga Charlotte, bisa dikatakan ini adalah pernikahan politik untuk mempererat tali persaudaraan mereka yang bergerak dalam payung Big Mom. Ayah Sanji sendiri, adalah tetua keluarga Vinsmoke. Pernikahan ini melibatkan Sanji yang merupakan anak ketiga dari ayahnya, dengan Charlotte Puding yang merupakan anak ke-35 keluarga Purin. Big Mom sendiri bernama asli Charlotte Lin Lin.



Mengenai Charlotte Puding sendiri, belum diketahui secara pasti siapakah dia. Namun, bisa jadi ia adalah orang yang sama dengan sosok yang duduk di kursi saat Big Mom menerima telepon Tamago dari Pulau Gyojin. Puding, dalam foto yang ditampilkan Vito, tampak berwajah imut, dengan rambut dikepang dua. Bagian dahinya ditutupi rambut yang berwarna pirang.

Sementara itu, sosok perempuan yang duduk di kursi saat Big Mom menerima telepon Tamago (Volume 66, Chapter 651), juga berambut pirang. Ia juga memiliki kepang dua. Selain itu, mata jenakanya mirip dengan mata di foto yang diberikan Vito untuk Sanji. Tentang mata ketiga di dahinya, pada foto untuk Sanji, mata itu tertutup oleh rambut pirang Puding.


Nah, siapakah sejatinya Charlotte Puding?
Read more